(3) Vampire

(3) Vampire
22 vampire



ditempat lain...


seorang laki laki yang sudah sangat tua,saking tuanya sekarang dia hanya bisa duduk diatas kursi roda


dimas,dialah orangnya


dimas,nathan,gerry,bimo,alex,samuel, salsa,naina,nadia dan gita mereka bersepuluh adalah sahabat dari sekolah menengah atas hingga sekarang..


##dimas pov


"aaa!!!! kenapa papa melakukan semua itu!!!!"dimas berteriak sejadi jadinya


"sudah lah dimas! semua sudah terjadi!"bentak baskoro,ayah dimas


"sekarang aku sudah menjadi vampire,aku tidak akan menua dan hidup ku akan panjang"ucap baskoro dengan bangganya


"seharusnya papa menghentikan aksi keji papa!!!,apalagi yang papa ingin kan!!!??,bukankah papa sudah mendapatkan semuanya?!??!!"teriakan kecewa dari seorang anak kepada ayahnya tidak membuat baskoro goyah


"aku menginginkan saham dan batu mulia yang dimiliki oleh samuel,tidak kusangka demi menyelamatkan nyawa istrinya dia nekat menanam batu itu didalam tubuh istrinya, aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya!!!"jawab baskoro


"siaaaalll!!!!"teriak dimas


batu muliah berwarna biru itu adalah satu satunya peninggalan kaisar vampire,batu itu memiliki kekuatan yang sangat besar


samuel membawa batu itu atas perintah nathan,nathan menyuruh samuel menyembunyikan batu itu,tidak tahunya musuh sudah mengetahui semua gerak gerik mereka


sehingga pada saat kecelakaaan terjadi dengan terpaksa samuel menggunakan kekuatan batu itu untuk menyelamatkan nyawa gita, sekaligus menyembunyikan batu itu didalam tubuh gita


"aku akan membunuhmu!!!!"teriak dimas lagi sambil berlari kearah baskoro


"coba saja kalau bisa!! hahahaha kamu tidak akan bisa menyakitiku!!!"tawa baskoro tiba tuba terhenti saat benda tajam yang dibawa dimas menghujam perutnya


"aakkhhh,ka kamu!!!"baskoro langsung ambruk kelantai


"aku sudah melumuri pisau itu dengan racun yang diberikan oleh om harley!!"ucap dimas sambil menahan tangis.


"cukup papa mencelakai samuel,aku tidak akan membiarkan papa mencelakai gita dan bayinya!!"tekan dimas


"kamu pikir kamu begitu kuat sehingga bisa menghalangiku?!?"tanya baskoro dengan sinis


kemudian baskoro langsung melesat pergi dari sana


dimas langsung terduduk dilantai


"aku tahu hanya bisa menghalangimu untuk sementara waktu saja,tapi itu sudah lebih cukup bagiku,karna saat kamu pulih anak samuel sudah dewasa,dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri"ucap dimas


##pov


"pa papa!!"panggil joy,dia joy yang sama dengan joy sahabat azka beberapa puluh tahun yang lalu


"apakah kamu sudah menemukannya??"tanya dimas


"sudah pa,dia masih muda seperti dulu,dia tidak menua sedikitpun"airmata joy mengalir sambil memberitahu dimas


"hiks aku sangat merindukannya,tapi aku tidak bisa apa apa"hati joy begitu sedih saaat meluhat sahabatnya namun dia tidak bisa menjumpainya


"itulah takdir"gumam dimas


"papa!!"panggil istri joy


"iya ada apa sih??"tanya joy


"sini dulu!!"panggil nya lagi


joy langsung menghampiri istrinya"ada apa sih vir??"tanya joy


"antarkan ini kekantor boy!"suruh vira


vira,satu satunya sahabat alya


"ck,ayo aku akan mengantarmu"ajak joy


"selalu saja"gerutu vira


"sejak boy dipindah tugaskan kita belum pernah mengunjungi ketempatnya yang baru"kata vira


satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke kantor polisi


dengan perasaan senang vira masuk kedalam untuk menemui putra semata wayangnya


degg!!!


"a alya!!"pekik vira


alya yang dipanggil hanya menatap vira dengan ekspresi bingung


"siapa tante ini??"tanya alya dalam hati


"mama!"panggil boy,ia begitu terkejut melihat kehadiran vira dan joy


"di dia siapa??"tanya vira kepada boy


"dia alya,teman sekantorku"jawab boy


"pa dia benar benar alya!!"ucap vira


"jangan sembarangan kamu vir,alya sahabat kamu itu sudah meninggal berpuluh tahun yang lalu"bantah joy


"tidak pa,dia benar benar alya!"vira kekeh mengatakan itu


"maaf tante,nama saya memang benar alya,tapi saya tidak mengenali tante"kata alya jujur


"maaf,istri saya memang agak depresi semenjak sahabat karibnya meninggal dunia"joy terpaksa berbohong


"apa yang papa bicarakan!!"bentak vira


"ayo kita pulang!"joy menarik paksa vira


"siapa sebenarnya mereka??,kenapa aku merasa akrab dengan mereka??"tanya azka dalam hati


boy langsung mengejar kedua orang tuanya


"kami pulang dulu!?"setelah mengatakan itu joy langsung melajukan mobilnya


"tapi kan pa!"boy terdiam,ia menatap mobil joy dengan tatapan nanar


"ayah dan anak sama sama tidak berguna"gumam baskoro


"aku akan memiliki batu itu dalam waktu dekat,tidak kusangka pasangan suami istri itu sama gilanya,suami memberikan batu mulia untuk istrinya untuk menyelamatkan nyawa sang istri,istrinya malah memberikan batu itu kepada anaknya untuk menyempurnakan jantung anaknya yang cacat,sungguh keluarga yang sangat menyedihkan"ucap baskoro kemudian melesat pergi


boy kembali kedalam dengan muka kusut


"sikap papa sama mama aneh banget!"gumam boy


"tuan muda anda tidak apa apa??"tanya rendi


"hah apanya??" azka sangat. terkejut dengan kemunculan rendi yang tiba tiba


semua itu karna rendi mendapat panggilan dari bawahannya yang perintah olehnya untuk menjaga azka


bawahan rendi diserang oleh baskoro,oleh sebab itu mereka menghubungi rendi dan memberitahu situasinya


azka menatap rendi dengan tatapan membunuh


rendi langsung memucat melihat kemarahan azka"maaf"ucapnya,terlihat jelas tubuhnya sedang gemetar


"apakah semuanya baik baik saja??"kali ini dirga yang datang


ars dan axel menatapnya datar


sedangkan yang lainnya malah tampak kebingungan


"apa sebenarnya yang terjadi??"tanya alya dalam hati


"aku sangat membenci situasi ini"gumam axel


kenapa kamu juga datang kesini??"tanya axel dengan wajah tanpa ekspresi


"apa maksudnya juga??"tanya dirga bingung


entah kenapa akhir akhir ini emosi mereka bertiga agak sulit untuk mereka kendali


azka melepas kacamatanya,biasanya mata vampire berwarna merah,berbeda dengan azka. karna ditubuhnya tertanam batu mulia,matanya kadang berubah merah dan terkadang berubah menjadi biru langit


dalam sekejap mata azka berubah menjadi biru matanya terlihat begitu indah


"mata itu"gumam dirga,ia tahu jika hal itu tetap berlanjut maka tempatnya berdiri sekarang ini akan berubah menjadi puing puing bangunan


"kami akan pergi"ucap dirga,ia langsung menarik rendi agar ikut dengannya


"hey tenanglah!"axel menepuk bahu azka


"ars!!"axel memanggil ars namun yang dipanggil tidak kunjung menjawab


"ah sial!!!"gerutu axel saat melihat ars berdiri seperti patung


axel tampak kebingungan


"azka tolong sadarlah!!"bentak axel


perlahan kesadaran azka kembali seperti semula dan warna bola matanya berubah mengikuti kesadarannya


plak! plak!


axel menepuk nepuk pipi ars


"sakit!!!"


puk!!


ars membalas memukul kepala axel agak pelan, diantara mereka bertiga,hanya axel yang agak bisa menahan emosi


"apa itu tadi??"tanya alya


bukannya jawaban yang didapat oleh alya,tapi malah pertanyaan


"apa??"tanya azka


"kenapa mata kamu tiba tiba berubah warna??"tanya alya penasaran


"bawaan lahir"jawab azka singkat


"disaat azka sedang kesal matanya bisa beruba warna menjadi biru,merah bahkan putih"sambung axel sambil menahan tawa


azka menatap axel tajam"putih? kamu pikir aku katarak!?"gumam azka kesal


"benarkah??"tanya alya


"hm,iya"jawab azka,"awas aja lo axel"gumam azka lagi


ars sibuk dwngan pemikirannya sendiri"entah kenapa aku sangat merindukan rayhan,dan yang lebih tidak masuk akal kagi, kenapa wajah tante sea selalu ada dipikiranku??"tanya ars dalam hati