
"ada apa dengan om soni? kenapa dia menikahi anak dibawah umur?"tanya rasya dalam hati
"om apakah sudah ada kabar tentang papa sama mama saya?"tanya rasya kepada soni
"sudah,mereka mau menukar kedua orang tua mu dengan azka"jawab soni
"tapi saya tahu itu hanya trik mereka untuk mendapat kan azka,jadi saya tidak terpancing sedikitpun"kata soni sambil meminum darah segar seperti sedang meminum wine
"kenapa mereka begitu menginginkan azka?"tanya rasya heran
"karna yang mereka inginkan ada pada azka,benda itu juga menjadi penyebab kematian samuel"jawab soni lagi
deg!
"jadi bokapnya azka meninggal karna itu?,aku jadi penasaran seperti apa barang itu"gumam rasya
tap tap tap
suara langkah kaki menuju ke kamar tamu
"tuan!"aldo tampak gemetar
"ada apa?"tanya soni
"me mereka sudah membunuh kedua orang tua tuan muda rasya"jawab aldo
"apa!!!!"pekik soni dan rasya serentak
"saya hanya bisa membawa mayat nyonya nadia pulang kesini"kata aldo
"mama!!!"teriak rasya,rasya langsung turun dari kasur lalu berlari keluar
bruk!!
rasya terduduk dilantai saat melihat peti mati berisi mayat ibunya
"kenapa kalian membunuhnya!!!"teriak rasya murka
"tenang kan dirimu rasya,kamu tidak boleh terlihat lemah seperti ini"kata soni
aqilla bersembunyi dibelakang soni"kenapa tubuhnya hancur?"tanya aqilla sambil memeluk tubuh soni dari belakang
"gemetaran kan gue"gerutu aqilla"nyesel banget kenapa gue melihat mayatnya tadi "rutuknya dalam hati
"kuburkan sesuai agamanya"kata soni kepada aldo
"ta tapi tuan tubuhnya hancur bercerai berai,tidak akan ada yang mau memandikan jenazahnya,kalau harus menyewa orang rumah sakit takutnya kita tidak bisa mengendalikan rumor yang akan tersebar nantinya"jelas aldo
lama soni terdiam...
"beritahu nathan dan yang lainnya dulu"suruh soni
aldo langsung menghubungi nathan dan yang lainnya
"kenapa harus dikubur secara diam diam? kenapa nggak lapor polisi?"tanya arvin
"karna kami tidak akan bisa menjelaskan siapa pelakunya kepada polisi,takutnya malah kami yang akan dijadikan tersangka dalam kasus ini"jawab soni
"tuan ada paket untuk anda"penjaga mengantarkan paket kepada soni
"bukankah kau tahu kalau saya tidak pernah memesan batang secara online?"tanya soni
"i iya tuan saya tahu,tapi kurir itu memaksa saya untuk menerimanya"jawab penjaga itu gugup
soni langsung membuka paket tersebut..
dilihat nya ada beberapa foto aqilla dan alya didalam kotak itu
juga ada kertas berisi tulisan..
...*serahkan azka atau kedua wanita yang ada difoto ini saya bunuh!*...
mata soni memerah seketika"kurang ajar!!!"teriaknya murka
"berani beraninya dia mengancam ku"ucap soni sambil menahan amarah
nathan dan yang lainnya sudah tiba dikediaman soni..
naina dan salsa langsung menangis saat melihat jasad nadia
"hiks' bagaimana bisa mereka setega itu?"tanya naina sambil bersimpuh dilantai
"harusnya dari dulu kalian sudah mengabisi mereka"ucpa salsa,air mata terus mengalir di pipinya
"ma sabar"bimo mencoba menenangkan sang istri
"jangan terlalu ditangisi,karna sangat tidak baik dengan kondisimu saat ini"kata nathan kepada naina
beberapa hari yang lalu naina jatuh sakit karna memikirkan berbedaan antara dia dan nathan
deg!!
"apa aku salah bicara?"tanya nathan dalam hati
"bukan begitu maksud papa ma!,papa cuma tidak mau kondisi tubuh mama semakin memburuk"ucap nathan jujur
naina tidak mempedulikan ucapan nathan
"bro,jangan bilang kalau mereka suami istri?"tanya doni dengan suara yang sangat pelan kepada arvin
"mereka benar benar suami istri"jawab arvin
"mana mungkin,wanita itu terlihat seperti kakak atau tante nya"doni tidak bisa mempercayainya
"om kenapa mereka berdua berantem? bukan kah pernikahan beda usia itu seharusnya akur?"tanya aqilla
"darimana kamu tahu kalau pernikahan beda usia selalu akur?"tanya soni
"dari novel,qila baca di noveltoon"jawab aqilla
"ck,cerita novel dieprcaya"rutuk soni
"biarin"sahut qila jutek
"apa dia tidak sadar kalau dia sudah menikah dengan laki laki yang seusia dengan kakeknya"ucap soni dalam hati
"tunda dulu pertikaian kalian,kita harus mengebumikan jasad nadia secepatnya!!"kata soni karna nathan dan naiana tidak henti hentinya bertengkar
saat malam tiba jasad nadia belum juga dikebuminkan karna harus menunggu sean dan sina
dikantor detektif..
"xel,boy nanti kalian ikut pulang kerumah,papa yang nyuruh"kata azka kepada axel dan boy
"gue nggak diajak?"tanya danu yang tiba tiba nongol
"enggak!!!"azka,axel dan boy menyahuti danu
"pelit banget"gerutu danu
"siapa juga yang mau ngajak gentong sepotong kayak kamu"ejek boy
setelah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh bani akhirnya mereka bisa pulang
"aku nggak diajak nih?"tanya sela sambil tersenyum kearah azka
"masih berani kamu mendekati azka setelah apa yang kamu lakukan semalam??"tanya boy dengan tatapan tajam kearah sela
deg!!
"aku tidak tahu apa yang lo maksud"elak sela
karna kesal axel langsung mencengkram leher sela"sebaiknya kamu jangan mencoba menyakiti alya lagi atau aku akan membunuh mu dengan tangan ku"ancam axel
"aaaa!! axel lepaskan tangan kamu!!!"teriak alya
bruk!
sela terlempar mbentur dinding
"hiks kenapa kalian tega menuduh ku?!!!"teriak sela sambil menangis menahan sakit
"menuduh?"tanya axel sambil berjalan mendekati sela
"axel sudah!!!"bentak alya
"sudahlah axel,kita harus pergi karna Papa sudah menunggu kita"ucap azka, dengan tatapan datar nya
axel memutar tubuhnya dan berjalan kearah azka,kemudian menghentikan langkahnya"aku tidak pernah main main dengan ucapanku"ucap axel,setelah itu axel langsung pergi ke mobilnya
"alya ayo!!!"panggil azka karna alya masih berdiri didepan sela
"bisa bisa nya mereka tahu dan aku tidak mengetahui apa pun yang kamu lakukan dimalam itu"kata alya kepada sela
"kamu ingin tahu apa hubungan ku sama azka?"tanya alya
"aku akan mengatakannya sekarang,kami berdua sudah menikah beberapa waktu lalu,dan sepertinya sekarang aku sedang mengandung anaknya"kata alya,setelah itu alya langsung pergi ke mobil
azka sangat senang mendengar pengakuan alya"momen ini sudah sangat lama ku nantikan"ucap azka dengan suara pelan
"nggak ini nggak mungkin!!!!"teriak sela histeris
"kenapa aku tidak mengetahuinya?"tanya defran pelan
"jangan kan kamu,aku saja tidak tahu"sambung danu
"kamu jahat sekali sela,entah apa yang kamu lakukan sampai sampai membuat axel yang pendiam menjadi kasar seperti itu"kata danu kepada sela