(3) Vampire

(3) Vampire
57 vampire



vampire jahat lainnya mulai mengincar dan menangkap vampire lainnya,seperti saat ini.alex sedang berlutut dihadapan julio agar julio melepaskan nadia, istrinya


"tolong jangan apa apakan istri saya!"pinta alex dengan putus asa


"saya akan melepaskan istri kamu "kata baskoro


alex sangat bahagia mendengarnya


"dengan syarat!"sambung baskoro


deg!


dada alex terasa nyeri saat mendengar kalimat yang selanjutnya


alex langsung terduduk lemas"apa?"tanya alex dengan malas


"bawa anak soni kesini"jawab baskoro


"tidak! itu tidak akan terjadi!!!!"tolak


sementara itu rasya sedang melarikan diri dari kejaran rafael dan beberapa vampire jahat lainnya,beberapa kali raysa mencoba bersembunyi namun tetap saja mereka menemukannya


dengan tubuh yang dipenuhi luka rasya berusaha datang kekediaman soni


para penjaga langsung berlarian kearah rasya"tuan rasya!"ucap aldo


bruk!!


rasya jatuh tersungkur kelantai


para penjaga langsung membawa rasya masuk kedalam mansion


rendi langsung memeriksa keadaan rasya"bagaimana bisa terjadi seperti ini??"tanya rendi cemas melihat keadaan rasya


soni mencium bau darah dari kamarnya,tanpa menunggu lagi ia langsung keluar dari kamarnya


"apa sebenarnya yang terjadi?"tanya soni


"saya tidak tau yang jelasnya,tiba tiba saja tuan rasya datang lalu jatuh pingsan didepan gerbang"jelas aldo


lama soni terdiam..


"cepat bawa kekamar ruang tamu"suruh soni


"tapi tuan"ucap aldo


soni langsung menatap aldo tajam"dikamar tamu ada nyonya "cicit aldo


"ah iya,kenapa aku bisa lupa"rutuk soni


soni langsung pergi kekamar tamu


tok tok tok


"aqilla!!"panggil soni


hening...


tidak ada suara apa pun didalam sana


soni langsung membuka pintu kamar itu menggunakan kunci lainnya


"ternyata dia tidur"gumamnya,dengan pelan soni mengangkat tubuh aqila agar siempunya badan tidak terbangun lalu membawa aqilla kekamar miliknya


"ternyata dia berat juga"ucap soni setelah menaruh aqila dikasur king size miliknya


soni menyembunyikan dan merapikan bata barang tang berada dikamar setelah itu ia dengan sengaja mengunci aqilla dikamar


rasya sudah dibawa oleh aldo kedalam kamar tamu


"beberapa luka ditubuhnya seperti luka bekas cakaran"ucap rendi


soni langsung menghubungi sean agar segera datang


beberapa menit kemudian sean sudah sampai dikediaman abizar..


sean menghela nafas nya setelah memeriksa keadaan rasya"dia diserang vampire"sebut sean


deg!


"siapa yang sudah berani menyerangnya!!"geram soni


"jantungnya terluka,ini sangat tidak baik dia bisa saja meninggal karna luka dijantungnya cukup besar"jelas sean


deg!


penjelasan sean lagi lagi membuat soni terkejut.


tinjunya terkepal"aku akan menghabisi siapapun yang sudah berani menyakiti dia"gumam soni


"apa kamu sudah menghubungi alex dan nadia?"tanya sean


"belum"jawab soni"rendi cepat hubungi alex" soni rendi menghubungi alex dan nadia


"saya sudah menghubunginya tadi,namun tidak ada satu pun diantara mereka berdua yang mengangkat telfon"jelas rendi


"tidak biasanya mereka tidak mengangkat telfon"ucap sean


"coba kamu pergi kerumahnya"suruh soni


"baiklah"rendi langsung melesat pergi kekediaman alex


""ambilkan dua kantong darah"kata sean


"aldo!"panggil soni


"siap tuan"aldo langsung pergi mengambil dua kantong darah


"jangan beritahu yang lain dulu"kata soni


soni hanya tidak ingin membuat mereka semua panik


"tenang saja,saya tidak akan memberitahu mereka sebelum kita mengetahui kejadian yang sebenarnya"jawab sean


"bagus,saya hanya tidak ingin mereka panik tanpa alasan"kata aoni lagi


"ini tuan"aldo memberikan darah yang diminta oleh sean tadi


sean mengambil nya dari tangan aldo"semoga saja masih bisa tertolong"ucap sean


"huh,setidaknya dia masih mau menelannya"sean merasa legah karna rasya masih menelan darah yang diberikannya


dikediaman sastrawijaya..


"mama!!!"teriak rayhan


"kenapa teriak teriak?"tanya sea gemas dengan tingkah rayhan


"lay mau main ketempat papa soni"rengek rayhan


"nggak bisa,papa masih belum pulang dari kantor,kalau papa sudah pulang nanti kamu ajak papa aja pergi kerumah papa soni,mama lagi sibuk bantuin oma "jelas sea


"hm"rayhan pura pura merajuk


"eh kok ngambek?"tanya sea


"mommy jahat"jawab rayhan


"sudah berapa kali mama bilang,panggil mama bukan momy!"kata sea dengan perasaan kesal


"i iya ma"sahut rayhan


ars sudah tidak bekerja sebagai detektif lagi,saat ini dirinya sudah bekerja dikantor


"ini kopinya tuan"asisten ars tiba tiba datang


"ada apa denganmu? kenapa kamu yang membawa kopi keruangan saya? apakah kamu sudah tidak ada kerjaan lain?"tanya ars tanpa melihat kearah asistennya


asistennya langsung memucat karna diserbu oleh pertanyaan pertanyaan yang membuatnya terpojok


"sa saya hanya ingin mengantarkan kopi untuk anda"jelas asisten yang bernama meri


"lain kali jangan lakukan lagi kalau kamu tidak mau saya pecat!!"bentak ars


"ba baik tuan,saya tidak akan mengulanginya lagi"sahut meri dalam kegugupan


"menambah kekesalan ku saja"gerutu ars


"pergi!"suruh ars


meri langsung pergi keluar dari ruangan ars


"aku harus meminta om dirga mengganti asisten ku"gumam ars


diruangan meri"aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu ars"gumam nya


dikantor detektif..


"al! ini ada paket buat kamu"ucap bayu sambil memberikan nya kepada alya


"dari siapa? perasaan aku nggak ada mesan paket deh"tanya alya


alya langsung membuka paket itu"aaaaaaaaa!!!!"teriak alya saat melihat isi paket itu


tes!


tes!


darah segar menetes dari tangan alya


ternyata didalam paket itu berisi beberapa lembar foto dan silet yang yang sudah terpotong potong


"alya!"teriak azka


axel langsung menutup hidungnya"a aku harus pergi ketoilet"axel langsung pergi ketoilet


azka yang sudah terlanjur berada disisi alya langsung menutup hidungnya"da darah"ucapnya sambil memegang dada


azka mencoba bersikap biasa saja,namun sast tangan nya terkena darah alya


"akhhh!"ketongkongannya terasa sangat kering


"kamu kenapa?"tanya alya


"a aku sudah tidak bisa menahannya!"ucap azka


tiba tiba azka seperti orang yang sedang terkena sesak nafas


"kenapa aku tidak bisa menahan diri saat mencium bau darah alya?"tanya azka dalam hati


azka mencoba menjauh dari alya"papa!!"gumam azka


bruuk!!


azka sengaja membuat dirinya lingsan agar tidak lepas kendali


"azka!!!!"teriak semua orang saat melihat azka pingsan


dimansion abizar..


"azka!"gumam soni


soni langsung melesat pergi


kantor detektif..


"jangan jangan dia takut darah"ejek defran


"tidak mungkin! buktinya tidak kenapa napa saat melakukan penyelidikan ditkp"sela tidak terima dengan asumsi defran


tap tap tap


"minggir!"soni langsung memeriksa tubuh azka


tak!


"ahhh!"azka langsung menggosok jidatnya yang bekas jitakan soni


"aldo obati luka alya dan bersihkan juga bekas darah yang berceceran dilantai"suruh soni


"baik tuan!"sahut aldo


"sepertinya sudah tidak apa apa"ucap soni sambil memeriksa azka


"pa!"protes azka karna soni memegang kedua pipinya seperti sedang memegang pipi bayi