(3) Vampire

(3) Vampire
54 vampire



"maafkan saya,mereka memaksa saya menikahinya,saya tidak akan menyentuhnya,biarkan saja dia tinggal dirumah ini,saya akan mengirimkan uang belanja setiap bulan untuknya"kata soni kepada diki


"tidak bisa,dia harus ikut bersama anda"tolak diki


"kalau itu yang anda inginkan saya akan membawanya pulang bersama saya"ucap soni


diki mangangguk kan kepala


"anak ini tidak mau sedikit melihat kearah ku"gumam soni


soni langsung membawa aqila pulang kekediaman ABIZAR


"siapkan kamar satu lagi!"kata soni kepada mira


mira langsung membersihkan kamar yang tidak terpakai


"alya bawa dia kekamarnya"suruh soni


setelah itu soni langsung pergi kekamarnya


"em ma"ucap alya geli geli


"pipiaqila langsung bersemu merah"panggil aqila aja"cicit aqila


"mana bisa,kamu sudah menikah dengan papa mertua ku,aku tetap harus memanggil kamu dengan sebutan mama"ucap alya lagi


"ayo biar kau antar ke ruang tamu,besok baru pindah kekamar yang baru"ajak alya


aqila hanya mengikuti alya"rumah ini sangat besar dan mewah"gumam aqila


sampai sekarang aqila belum melihat penampilan soni yang sebenarnya


"untung aja tu kakek sadar diri"gumam aqila


"bagaimana bisa tuan besar menikahi bocah ingusan seperti itu"ucap ria kesal


"sudah lah ria,nanti terdengar oleh tuan muda"mira mengingatkan ria


"hanya aku yang pantas bersama tuan bukan wanita lain"gumam ria


"aku harus membuat anak itu pergi dari sini"gumam ria


"dia pasti sedang merencanakan sesuatu"gumam mira


dikamar nya,soni meminum darah segar sebanyak mungkin,kemudian bernyanyi seperti orang depresi


"ini membuat ku gila!"gerutu soni,lalu meraih gelas berisi darah segar"manis"gumamnya sambil menjilat darah yang menempel dipinggir gelas itu


tok tok tok


"ck,siapa lagi"gerutu soni


"azka"ucapnya


ceklek


soni langsung menarik azka masuk kedalam


"maaf pa,semua ini ide om nathan"ucap azka


azka baru pertama kali melihat penampilan soni memakai pakaian biasa,biasanya dirinya selalu melihat soni memakai pakaian formal


"keluarlah!,saya mau menenangkan diri"soni mengusir azka dari kamarnya


azka merasa sangat frustasi karna alya dan soni tidak mau bicara dengannya


ditempat lain..


ars dan sea sedang berduaan dikamar,mereka berdua tidak bisa berduaan walau hanya semenit karna rayhan terus menganggu mereka


saat ini mereka berdua sedang melepas rindu yang selama ini tertahan, rayhan sedang pergi jalan jalan bersama nathan dan naina


keesokan harinya...


dikedimana abizar


"gawat!"pekik aqila karna telat bangun


aqila bergegas mandi kemudian berganti dengan seragam sekolahnya


"aman"ucap aqila pelan karna tidak ada yang melihatnya


aqila pergi kesekolah menaiki mobil taksi yang dicegat nya dipinggir jalan"mang giman,tolong bukain bager nya dong"bujuk aqila


"tidak bisa non,tadi pak soni,guru baru dikelas kamu bilang kalau ada murid kelasnya yang terlambat datang jangan disuruh masuk,saat jam istirahat nanti non baru boleh masuk"ucap giman


"lagi lagi,jangan salahin gue kalau gue kurang ajar sama lo!"gerutu aqila dalam hati


dikelas..


"mana si qila?"tanya romeo


"nggak tau,gue telfon nggak diangkat angkat"jawab melan


aqila diam diam masuk ke area sekolah dengan cara menaiki pagar dibagian belakang sekolah


"mampus lo"ucap aqila pelan,aqila memasang jebakat diruangan soni,kemudian aqila pergi kekantin untuk memesan minuman dingin


suara bel istirahat membuat senyum aqila merekah"nggak sabar basnget gue"gumamnya


"nah itu si qila"ucap melan


"melan! romeo!"aqila melambaikan tangannya


mereka berdua langsung menghampiri aqila


"kenapa lo nggak masuk kelas?"tanya melan


"guru baru kita reseh,dia ngasih tau mang giman supaya bukain gerbang sampai jam istirahat"jawab aqila


byur!!


saat soni membuka pintu ruangannya ember berisi air yang sengaja ditaruh aqila di atas pintu langsung tumpah mengenai tubuh soni


soni melepas kacamatanya lalu mengusap wajahnya dari sisah air yang menempel wajahnya


semua murid berlarian menuju ruangan soni


termasuk aqila dkk


"rasain lo"gumam aqila


"ternyata dia?"gumam soni,soni kembali memakai kaca mata tebalnya


"aqila silahkan masuk"ucap soni sambil menahan amarah


deg!


"di dia tau kalau gue yang ngelakuin itu"gerutu aqila,aqila ingin melarikan diri namun dipanggil kembali oleh soni


"aqila!!"kali ini soni memanggilnya dengan suara lantang


deg!


"habislah!"dalam hati aqila


"jangan bilang kalau lo yang ngelakuin itu?"tanya melan


"nanti gue jelasin"jawab aqila


"yang lain silahkan pergi"kata soni


para murid disana langsung bubar


saat aqila sudah masuk keruangannya soni langsung mengunci pintu


jantung aqila berdegup kencang karna takut diapa apakan oleh soni


wajahnya memucat saat soni membuka baju"duduk"suruh soni


dengan patuh aqila langsung duduk


soni melepas kacamatanya dan mengelap wajahnya menggunakan sapu tangan kemudian duduk berhadapan dengan aqila


"angkat wajah kamu!"suruh soni karna aqila sejak tadi selalu menundukkan kepala nya


perlahan aqila mengangkat wajahnya


deg!


aqila sangat terkejut saat melihat wajah soni yang tanpa kaca mata dan rambut yang sedikit acak acakan


"benarkah dia bokapnya teman ayah?"tanya aqila dalam hati


"kenapa?"tanya soni sambil menatap wajah aqila dengan intens"dia sangat imut"dalam hati soni


"ti tidak ada"jawab aqila sambil memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah karna tatapan soni


"saya tau kamu yang melakukan itu tadi,lain kali jangan lakukan lagi atau"soni mendekatkan wajahnya kearah aqila"kamu tidak akan bisa berjalan setelah melakukannya"ucap soni dengan suara pelan


tengkuk aqila langsung meremang mendengarnya"sasaya tidak akan melakuakannya lagi"jawab aqila cepat


"good,jadilah anak yang penurut"kata soni


"ck,gue bini lo bukan anak lo"gerutu aqila dalam hati


"pergi sekarang!"suruh soni


tanpa menunggu lagi aqila langsung pergi dari ruangan yang membuatnya tidak bisa bernafas dengan bebas tersebut


"selamat!"ucap aqila lega,kemudian aqila langsung masuk kekelasnya


"lama banget lo tadi qil?"tanya romeo


"iya,lo diapain sama pak soni tadi?"tanya melan


"untuk kali ini gue nggak diapa apain sih,tapi kalau gue ngerjain dia lagi gue bakal dihukum"jawab qila


kedua sahabat aqila merasa legah mendengarnya


"eh tunggu dulu"melan meraih tangan aqila


"sejak kapan lo pakai cincin?"tanya melan sambil membolak balik tangan aqila


"kok bentuknya kayak cincin kawin?"tanya romeo


deg!


"sok tau lo"jawab aqila"tebakan lo bener banget rom"dalam hati aqila


"baru seminggu yang lalu gue nemenin abang gue beli cincin pernikahan,dan gue melihat cincin ini di sebuah kotak khusus ditoko perhiasan"jelas romeo


"bener deh,mana couple nya?"tanya melan kepada aqila


"ini nih cincin kawin nyokap gue,daripada nganggur lebih baik gue pakai"bohong aqila


"semoga aja mereka percaya"dalam hati aqila


"ekhem" dehem soni saat melihat posisi romeo terlalu dekat dengan aqila


"pak"sapa melan dan romeo


"ini kan masih jam istirahat,kenapa dia datang kekelas?"tanya aqila dalam hati


soni langsung duduk dikursi miliknya lalu bermain ponsel