
"maafkan saya,mereka memaksa saya menikahinya,saya tidak akan menyentuhnya,biarkan saja dia tinggal dirumah ini,saya akan mengirimkan uang belanja setiap bulan untuknya"kata soni kepada diki
"tidak bisa,dia harus ikut bersama anda"tolak diki
"kalau itu yang anda inginkan saya akan membawanya pulang bersama saya"ucap soni
diki mangangguk kan kepala
"anak ini tidak mau sedikit melihat kearah ku"gumam soni
soni langsung membawa aqila pulang kekediaman ABIZAR
"siapkan kamar satu lagi!"kata soni kepada mira
mira langsung membersihkan kamar yang tidak terpakai
"alya bawa dia kekamarnya"suruh soni
setelah itu soni langsung pergi kekamarnya
"em ma"ucap alya geli geli
"pipiaqila langsung bersemu merah"panggil aqila aja"cicit aqila
"mana bisa,kamu sudah menikah dengan papa mertua ku,aku tetap harus memanggil kamu dengan sebutan mama"ucap alya lagi
"ayo biar kau antar ke ruang tamu,besok baru pindah kekamar yang baru"ajak alya
aqila hanya mengikuti alya"rumah ini sangat besar dan mewah"gumam aqila
sampai sekarang aqila belum melihat penampilan soni yang sebenarnya
"untung aja tu kakek sadar diri"gumam aqila
"bagaimana bisa tuan besar menikahi bocah ingusan seperti itu"ucap ria kesal
"sudah lah ria,nanti terdengar oleh tuan muda"mira mengingatkan ria
"hanya aku yang pantas bersama tuan bukan wanita lain"gumam ria
"aku harus membuat anak itu pergi dari sini"gumam ria
"dia pasti sedang merencanakan sesuatu"gumam mira
dikamar nya,soni meminum darah segar sebanyak mungkin,kemudian bernyanyi seperti orang depresi
"ini membuat ku gila!"gerutu soni,lalu meraih gelas berisi darah segar"manis"gumamnya sambil menjilat darah yang menempel dipinggir gelas itu
tok tok tok
"ck,siapa lagi"gerutu soni
"azka"ucapnya
ceklek
soni langsung menarik azka masuk kedalam
"maaf pa,semua ini ide om nathan"ucap azka
azka baru pertama kali melihat penampilan soni memakai pakaian biasa,biasanya dirinya selalu melihat soni memakai pakaian formal
"keluarlah!,saya mau menenangkan diri"soni mengusir azka dari kamarnya
azka merasa sangat frustasi karna alya dan soni tidak mau bicara dengannya
ditempat lain..
ars dan sea sedang berduaan dikamar,mereka berdua tidak bisa berduaan walau hanya semenit karna rayhan terus menganggu mereka
saat ini mereka berdua sedang melepas rindu yang selama ini tertahan, rayhan sedang pergi jalan jalan bersama nathan dan naina
keesokan harinya...
dikedimana abizar
"gawat!"pekik aqila karna telat bangun
aqila bergegas mandi kemudian berganti dengan seragam sekolahnya
"aman"ucap aqila pelan karna tidak ada yang melihatnya
aqila pergi kesekolah menaiki mobil taksi yang dicegat nya dipinggir jalan"mang giman,tolong bukain bager nya dong"bujuk aqila
"tidak bisa non,tadi pak soni,guru baru dikelas kamu bilang kalau ada murid kelasnya yang terlambat datang jangan disuruh masuk,saat jam istirahat nanti non baru boleh masuk"ucap giman
"lagi lagi,jangan salahin gue kalau gue kurang ajar sama lo!"gerutu aqila dalam hati
dikelas..
"mana si qila?"tanya romeo
"nggak tau,gue telfon nggak diangkat angkat"jawab melan
aqila diam diam masuk ke area sekolah dengan cara menaiki pagar dibagian belakang sekolah
"mampus lo"ucap aqila pelan,aqila memasang jebakat diruangan soni,kemudian aqila pergi kekantin untuk memesan minuman dingin
suara bel istirahat membuat senyum aqila merekah"nggak sabar basnget gue"gumamnya
"nah itu si qila"ucap melan
"melan! romeo!"aqila melambaikan tangannya
mereka berdua langsung menghampiri aqila
"kenapa lo nggak masuk kelas?"tanya melan
"guru baru kita reseh,dia ngasih tau mang giman supaya bukain gerbang sampai jam istirahat"jawab aqila
byur!!
saat soni membuka pintu ruangannya ember berisi air yang sengaja ditaruh aqila di atas pintu langsung tumpah mengenai tubuh soni
soni melepas kacamatanya lalu mengusap wajahnya dari sisah air yang menempel wajahnya
semua murid berlarian menuju ruangan soni
termasuk aqila dkk
"rasain lo"gumam aqila
"ternyata dia?"gumam soni,soni kembali memakai kaca mata tebalnya
"aqila silahkan masuk"ucap soni sambil menahan amarah
deg!
"di dia tau kalau gue yang ngelakuin itu"gerutu aqila,aqila ingin melarikan diri namun dipanggil kembali oleh soni
"aqila!!"kali ini soni memanggilnya dengan suara lantang
deg!
"habislah!"dalam hati aqila
"jangan bilang kalau lo yang ngelakuin itu?"tanya melan
"nanti gue jelasin"jawab aqila
"yang lain silahkan pergi"kata soni
para murid disana langsung bubar
saat aqila sudah masuk keruangannya soni langsung mengunci pintu
jantung aqila berdegup kencang karna takut diapa apakan oleh soni
wajahnya memucat saat soni membuka baju"duduk"suruh soni
dengan patuh aqila langsung duduk
soni melepas kacamatanya dan mengelap wajahnya menggunakan sapu tangan kemudian duduk berhadapan dengan aqila
"angkat wajah kamu!"suruh soni karna aqila sejak tadi selalu menundukkan kepala nya
perlahan aqila mengangkat wajahnya
deg!
aqila sangat terkejut saat melihat wajah soni yang tanpa kaca mata dan rambut yang sedikit acak acakan
"benarkah dia bokapnya teman ayah?"tanya aqila dalam hati
"kenapa?"tanya soni sambil menatap wajah aqila dengan intens"dia sangat imut"dalam hati soni
"ti tidak ada"jawab aqila sambil memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah karna tatapan soni
"saya tau kamu yang melakukan itu tadi,lain kali jangan lakukan lagi atau"soni mendekatkan wajahnya kearah aqila"kamu tidak akan bisa berjalan setelah melakukannya"ucap soni dengan suara pelan
tengkuk aqila langsung meremang mendengarnya"sasaya tidak akan melakuakannya lagi"jawab aqila cepat
"good,jadilah anak yang penurut"kata soni
"ck,gue bini lo bukan anak lo"gerutu aqila dalam hati
"pergi sekarang!"suruh soni
tanpa menunggu lagi aqila langsung pergi dari ruangan yang membuatnya tidak bisa bernafas dengan bebas tersebut
"selamat!"ucap aqila lega,kemudian aqila langsung masuk kekelasnya
"lama banget lo tadi qil?"tanya romeo
"iya,lo diapain sama pak soni tadi?"tanya melan
"untuk kali ini gue nggak diapa apain sih,tapi kalau gue ngerjain dia lagi gue bakal dihukum"jawab qila
kedua sahabat aqila merasa legah mendengarnya
"eh tunggu dulu"melan meraih tangan aqila
"sejak kapan lo pakai cincin?"tanya melan sambil membolak balik tangan aqila
"kok bentuknya kayak cincin kawin?"tanya romeo
deg!
"sok tau lo"jawab aqila"tebakan lo bener banget rom"dalam hati aqila
"baru seminggu yang lalu gue nemenin abang gue beli cincin pernikahan,dan gue melihat cincin ini di sebuah kotak khusus ditoko perhiasan"jelas romeo
"bener deh,mana couple nya?"tanya melan kepada aqila
"ini nih cincin kawin nyokap gue,daripada nganggur lebih baik gue pakai"bohong aqila
"semoga aja mereka percaya"dalam hati aqila
"ekhem" dehem soni saat melihat posisi romeo terlalu dekat dengan aqila
"pak"sapa melan dan romeo
"ini kan masih jam istirahat,kenapa dia datang kekelas?"tanya aqila dalam hati
soni langsung duduk dikursi miliknya lalu bermain ponsel