(3) Vampire

(3) Vampire
72 vampire



sela mengirim pesan chat kepada defran ia mengajak defran bekerja sama untuk memisahkan azka dan alya,defran menyetujuinya karna sela mengatakan akan membantunya mendapatkan alya setelah azka dan alya berpisah nanti


"azka,axel bisa ikut dengan ku sebentar?"tanya defran


"ada dengannya?"tanya axel dalam hati


"cara bicaranya yang lembut membuatku curiga"dalam hati azka


meskipun merasa curiga azka dan axel tetap mengikuti defran pergi


skip"""


"ngapain dia ngajak kita kesini?"tanya axel


saat ini mereka bertiga berada didepan cafe


dikantor..


sela mengambil kesempatan di saat boy dan danu pergi ketoilet"ikut saya!"sela menarik alya yang sedang duduk


"eh!"mau tidak mau alya harus mengikutinya


"mau kemana sel?"tanya alya


"ikut aja"sela terus memaksa alya untuk ikut dengannya


perasaan alya mulai tak enak"mau kemana sel?"tanya alya lagi


"brisik banget"rutuk sela dalam hati


sela membawa alya ke gedung kosong yang tak jauh dari kantor detektif


"masuk!"sela mendorong alya kedalam


"sel mau ngapain kamu?"tanya alya,keringat dingin mulai membasahi keningnya saat melihat tatapan tak biasa sela


"tentu saja mau mmbuang sumber masalah"jawab sela dengan seringaian jahat


deg!!


alya gemetar melihat sela mengeluarkan pisau dari tasnya


"sel please jangan!!!"teriak alya dengan putus asa"aku sednag hamil sel!!!!"teriak alya lagi


sela tertawa seperti orang gila saat mendengarnya"itu lebih bagus,sekali tusuk dua nyawa melayang"sahut sela,terus berjalan mendekat kearah alya"hahaha! aku sangat suka melihat keputus asaan dimata kamu!,"ucap sela sambil tertawa puas


alya melindungi perutnya menggunakan kedua tangannya


"hiks,tolong jangan lakukan itu!"pinta alya


"harusnya kamu memikirkan perasaan ku sebelum ini terjadi,sekarang aku tidak akan memberi ampun lagi"sela menggosok pisau menggunakan tangannya"ah aku jadi tidak sabar ingin melihat pisau ini berlumuran darah"ucapnya


di kantor detektif


"alya kemana sih?"tanya boy


"pergi sama sela"sahut danu sambil sibuk mengetik di komputer miliknya


brak!!"apa!!!"teriak boy sambil menggebrak meja"kenapa kamu tidak bilang dari tadi??!!"tanya boy


"kan bos baru nanya sekarang"jawab danu sambil nyengir


"aish!"umpat boy


boy langsung berlari keluar


"mau kemana?"tanya danu


"kenapa boy panik banget? nggak mungkin kan kalau sela??"danu menutup mulutnya saat menyadari kesalajan yang telah dia lalukan


"azka!"danu berlari keluar


boy terus mencoba menelfon alya namun tidak diangkat"lamu dimana si al!!"teriak boy sambil berlari kesana kemari


"itu dia!"danu berlari menghampiri azka


"kemana saja kalian?"tanya danu dengan ekspresi panik


abis ngobrol di cafe depan"jawab defran


"alya dibawa sela pergi"ucap danu langsung


"apa!!"teriak azka dan axel serentak


"ahh!"azka tiba tiba merasakan sakit didadanya


"kamu kenapa?"tanya axel


"cepat cari alya!!"kata azka


"baiklah"axel langsung pergo mencari alya


"jangan sampai kejadian ini ada hubungan nya dengan kamu,aku tidak akan memberi toleransi lagi"ancam azka


defran langsung memucat"ma mana mungkin ada hubungannya dengan ku"jawab defran sedikit gugup


aldo yang menyadari ada yang salah langsung bergegas menuju gedung kosong


"sela!!!"jerit alya


untung saja alya menangkap pisau de gan cepat


tes


tes


darah langsung menetes dari tangan alya yang terluka


srek!


sela menarik pisau yang sedang digenggam oleh alya


"aa!!!"jerut alya


saat sela ingin menusuk alya lagi aldo dengan sigap menangkap tangan nya


boy langsung menghampiri azka dkk"apa kalian menemukan alya??"tanya boy


azka mencium aroma darah yang sangat manis"alya!"panggil nya sambil berlari kearah gedung kosong


boy,danu dan defran langsung berlari mengikuti azka


"lepasin!!!"teriakan sela menggema disalam gedung itu


"sela!!!"mata axel memerah melihat sela


" dugaan ku ternyata benar?"ucap boy


alya!!"azka langsung berlari menghampiri alya


alya langsung menghambur kepelukan azka


"hiks aku takut!"tangis alya pecah dipelukan sang suami


"jangan nangis,aku sudah berada disini,tidak akan ada lagi yang bisa menyakiti kamu dan calon bayi kita"hibur azka


danu berlari keluar gesung untuk mengambil kotak p3k


sementara defran hanya berdiri mematung melihat apa yang terjadi


terlihat jelas rasa sesal di mata defran"seharusnya aku tidak mempercayai dia,kenapa bisa bisanya aku mempercayai dia? kenapa? kenapa???!!!!!!"teriak defran dalam hat


defran menghampiri sela


bukk!!


bogem mentah mendarat dimata kanan sela


"aaaauuu!!!"teriak sela sambil meronta ronta menahan sakit


axel langsung mencengkram leher sela"seharus nya aku menghambisi kamu sejak lama"kata axel dengan suara datar


"defran kenapa kamu memukul ku? bukan kah kamu juga turut andil dalam rencana ini!!!"teriak sela histeris


"kamu mengatakan akan memisahkan alya dan azka,setelah itu kamu akan membantu ku mendapatkan alya,tapi nyatanya kamu mencoba membunuhnya!!"ucap defran


"jadi kamu!!"teriak danu dari belakang defran


defran menoleh kearah danu


buk!


danu langsung memukul wajah defran


buk!


kali ini boy yang melayangkan pukulan


boy dan danu baru berhenti setelah puas memukul defran


"lihat itu?!"axel berali kebelakang sela"lihat lah!"axel memegang kepala sela agar melihat adegan didepan matanya


"aaaaa!!!!!!" jerit sela


axel menggigit leher sela dan menghisap habia darahnya


setelah puas axel langsung melempar tubuh sela kesembarang arah


"aaa! !! tolong!!!!"jerit defran sambil memohon


danu,boy dan defran melotot melihatnya,tubuh mereka gemea


kemudian axel menghampiri defran


"ja jangan mendekat!!"teriak defran


axel langsung menggigit leher defran,setelah it


"aaakhhh!!"jeritan terakhir defran menggema diseluruh ruangan


setelah itu axel melempat tubuh defran defran kesembarang arah


danu dan boy mengobati luka ditangan alya,tubuh mereka gemetar hebat setelah mengetahui siapa axel sebenarnya


jleb!!


srek!!


jleb srek!!


axel menarik dan menghancurkan jantung sela dan defran agar mereka axel


azka menutup mata alya rapat rapat sebelum selama mayat mayat itu masih berada disana


"a apa yang terjadi sebenar nya? kenapa kamu menutup mata dan telingaku?"tanya alya penasaran


axel dan aldo langsung menyingkirkan mayat dan bekas darah dilantai


baik boy maupun danu,keduanya berusaha untuk tidak merasa takut walaupun walaupun seluruh tubuh mereka gemetar saking takutnya


"bagaimana mungkin aku tidka mengetahui kalau dia itu sebenarnya vampire?"tanya boy dalam hati


tubuh danu tidak bisa berdiri tegap karna lututnya semakin lemas"ternyata selama ini aku berteman dengan vampire?"tanya danu dalam hati


"buka mata kamu!"azka menyuruh alya membuka mata


alya membuat matanya dan..


"mana sela sama defran?"tanya alya


"mereka berdua bunuh diri"jawab azka


"apa!!!"pekik alya"bagaimana mungkin mereka melakukan hal seperti itu"alya tidak bisa mempercayainya


"mana kita tahu isi pikiran mereka"sahut azka


alya terdiam saatendengar perkataan azka