
sela mengirim pesan chat kepada defran ia mengajak defran bekerja sama untuk memisahkan azka dan alya,defran menyetujuinya karna sela mengatakan akan membantunya mendapatkan alya setelah azka dan alya berpisah nanti
"azka,axel bisa ikut dengan ku sebentar?"tanya defran
"ada dengannya?"tanya axel dalam hati
"cara bicaranya yang lembut membuatku curiga"dalam hati azka
meskipun merasa curiga azka dan axel tetap mengikuti defran pergi
skip"""
"ngapain dia ngajak kita kesini?"tanya axel
saat ini mereka bertiga berada didepan cafe
dikantor..
sela mengambil kesempatan di saat boy dan danu pergi ketoilet"ikut saya!"sela menarik alya yang sedang duduk
"eh!"mau tidak mau alya harus mengikutinya
"mau kemana sel?"tanya alya
"ikut aja"sela terus memaksa alya untuk ikut dengannya
perasaan alya mulai tak enak"mau kemana sel?"tanya alya lagi
"brisik banget"rutuk sela dalam hati
sela membawa alya ke gedung kosong yang tak jauh dari kantor detektif
"masuk!"sela mendorong alya kedalam
"sel mau ngapain kamu?"tanya alya,keringat dingin mulai membasahi keningnya saat melihat tatapan tak biasa sela
"tentu saja mau mmbuang sumber masalah"jawab sela dengan seringaian jahat
deg!!
alya gemetar melihat sela mengeluarkan pisau dari tasnya
"sel please jangan!!!"teriak alya dengan putus asa"aku sednag hamil sel!!!!"teriak alya lagi
sela tertawa seperti orang gila saat mendengarnya"itu lebih bagus,sekali tusuk dua nyawa melayang"sahut sela,terus berjalan mendekat kearah alya"hahaha! aku sangat suka melihat keputus asaan dimata kamu!,"ucap sela sambil tertawa puas
alya melindungi perutnya menggunakan kedua tangannya
"hiks,tolong jangan lakukan itu!"pinta alya
"harusnya kamu memikirkan perasaan ku sebelum ini terjadi,sekarang aku tidak akan memberi ampun lagi"sela menggosok pisau menggunakan tangannya"ah aku jadi tidak sabar ingin melihat pisau ini berlumuran darah"ucapnya
di kantor detektif
"alya kemana sih?"tanya boy
"pergi sama sela"sahut danu sambil sibuk mengetik di komputer miliknya
brak!!"apa!!!"teriak boy sambil menggebrak meja"kenapa kamu tidak bilang dari tadi??!!"tanya boy
"kan bos baru nanya sekarang"jawab danu sambil nyengir
"aish!"umpat boy
boy langsung berlari keluar
"mau kemana?"tanya danu
"kenapa boy panik banget? nggak mungkin kan kalau sela??"danu menutup mulutnya saat menyadari kesalajan yang telah dia lalukan
"azka!"danu berlari keluar
boy terus mencoba menelfon alya namun tidak diangkat"lamu dimana si al!!"teriak boy sambil berlari kesana kemari
"itu dia!"danu berlari menghampiri azka
"kemana saja kalian?"tanya danu dengan ekspresi panik
abis ngobrol di cafe depan"jawab defran
"alya dibawa sela pergi"ucap danu langsung
"apa!!"teriak azka dan axel serentak
"ahh!"azka tiba tiba merasakan sakit didadanya
"kamu kenapa?"tanya axel
"cepat cari alya!!"kata azka
"baiklah"axel langsung pergo mencari alya
"jangan sampai kejadian ini ada hubungan nya dengan kamu,aku tidak akan memberi toleransi lagi"ancam azka
defran langsung memucat"ma mana mungkin ada hubungannya dengan ku"jawab defran sedikit gugup
aldo yang menyadari ada yang salah langsung bergegas menuju gedung kosong
"sela!!!"jerit alya
untung saja alya menangkap pisau de gan cepat
tes
tes
darah langsung menetes dari tangan alya yang terluka
srek!
sela menarik pisau yang sedang digenggam oleh alya
"aa!!!"jerut alya
saat sela ingin menusuk alya lagi aldo dengan sigap menangkap tangan nya
boy langsung menghampiri azka dkk"apa kalian menemukan alya??"tanya boy
azka mencium aroma darah yang sangat manis"alya!"panggil nya sambil berlari kearah gedung kosong
boy,danu dan defran langsung berlari mengikuti azka
"lepasin!!!"teriakan sela menggema disalam gedung itu
"sela!!!"mata axel memerah melihat sela
" dugaan ku ternyata benar?"ucap boy
alya!!"azka langsung berlari menghampiri alya
alya langsung menghambur kepelukan azka
"hiks aku takut!"tangis alya pecah dipelukan sang suami
"jangan nangis,aku sudah berada disini,tidak akan ada lagi yang bisa menyakiti kamu dan calon bayi kita"hibur azka
danu berlari keluar gesung untuk mengambil kotak p3k
sementara defran hanya berdiri mematung melihat apa yang terjadi
terlihat jelas rasa sesal di mata defran"seharusnya aku tidak mempercayai dia,kenapa bisa bisanya aku mempercayai dia? kenapa? kenapa???!!!!!!"teriak defran dalam hat
defran menghampiri sela
bukk!!
bogem mentah mendarat dimata kanan sela
"aaaauuu!!!"teriak sela sambil meronta ronta menahan sakit
axel langsung mencengkram leher sela"seharus nya aku menghambisi kamu sejak lama"kata axel dengan suara datar
"defran kenapa kamu memukul ku? bukan kah kamu juga turut andil dalam rencana ini!!!"teriak sela histeris
"kamu mengatakan akan memisahkan alya dan azka,setelah itu kamu akan membantu ku mendapatkan alya,tapi nyatanya kamu mencoba membunuhnya!!"ucap defran
"jadi kamu!!"teriak danu dari belakang defran
defran menoleh kearah danu
buk!
danu langsung memukul wajah defran
buk!
kali ini boy yang melayangkan pukulan
boy dan danu baru berhenti setelah puas memukul defran
"lihat itu?!"axel berali kebelakang sela"lihat lah!"axel memegang kepala sela agar melihat adegan didepan matanya
"aaaaa!!!!!!" jerit sela
axel menggigit leher sela dan menghisap habia darahnya
setelah puas axel langsung melempar tubuh sela kesembarang arah
"aaa! !! tolong!!!!"jerit defran sambil memohon
danu,boy dan defran melotot melihatnya,tubuh mereka gemea
kemudian axel menghampiri defran
"ja jangan mendekat!!"teriak defran
axel langsung menggigit leher defran,setelah it
"aaakhhh!!"jeritan terakhir defran menggema diseluruh ruangan
setelah itu axel melempat tubuh defran defran kesembarang arah
danu dan boy mengobati luka ditangan alya,tubuh mereka gemetar hebat setelah mengetahui siapa axel sebenarnya
jleb!!
srek!!
jleb srek!!
axel menarik dan menghancurkan jantung sela dan defran agar mereka axel
azka menutup mata alya rapat rapat sebelum selama mayat mayat itu masih berada disana
"a apa yang terjadi sebenar nya? kenapa kamu menutup mata dan telingaku?"tanya alya penasaran
axel dan aldo langsung menyingkirkan mayat dan bekas darah dilantai
baik boy maupun danu,keduanya berusaha untuk tidak merasa takut walaupun walaupun seluruh tubuh mereka gemetar saking takutnya
"bagaimana mungkin aku tidka mengetahui kalau dia itu sebenarnya vampire?"tanya boy dalam hati
tubuh danu tidak bisa berdiri tegap karna lututnya semakin lemas"ternyata selama ini aku berteman dengan vampire?"tanya danu dalam hati
"buka mata kamu!"azka menyuruh alya membuka mata
alya membuat matanya dan..
"mana sela sama defran?"tanya alya
"mereka berdua bunuh diri"jawab azka
"apa!!!"pekik alya"bagaimana mungkin mereka melakukan hal seperti itu"alya tidak bisa mempercayainya
"mana kita tahu isi pikiran mereka"sahut azka
alya terdiam saatendengar perkataan azka