(3) Vampire

(3) Vampire
40 vampire



saat mengetahui semua yang terjadi,sea diam diam menyelinap pergi dari apartemen menuju kediaman sastrawijaya


nathan yang sedang memejamkan mata langsung menoleh"sea!" nathan terkejut meli.hat sea datang


sambil berderai air mata sea mendatangi nathan"hiks mana ars pa?"tanya sea


..."ars sedang menjalankan hukuman nya untuk saat ini kamu tidak boleh menemuinya"jawab nathan dengan ekspresi datar...


sea terduduk dilantai"tolong maafkan ars pa aku mohon"pinta sea sambil menangis tersedu sedu


nathan pura pura tidak melihatnya,pikirnya jika dia melepaskan ars maka dia juga harus melepaskan axel juga,akan terlihat tidak bagus jika dirinya hanya melepaskan ars sedangkal axel tidak


"bimo pergi kemana??"tanya nathan kepada dirga


"menjawab tuan,tuan bimo pergi ke apartemen"jawab dirga


nathan menghela nafas lega


"cepat pergi keruang bawah tanah bawa ars dan axel keluar"suruh nathan


"baik tuan"jawab dirga


sea langsung mengikuti dirga keruang bawah tanah,tangis nya semakin menjadi saat pintu bawah tanah terbuka


"ars!"teriak sea,hatinya sangat terluka melihat laki laki yang sangat dicintainya penuh luka dan tubuh kotor


namun yang dipanggil hanya diam menatapnya


"aku harus bagaimana?"hanya itu yang ada dipikiran ars saat ini


ars masih saja mematung saat sea memeluknya"apa yang harus ku lakukan?"tanya ars dalam hati,tangan nya reflek memeluk pinggang sea


sangat menyedihkan,itu lah yang di rasakan ars saat ini


dirinya hanya mengikuti sea saat tangannya ditarik oleh sea


sambil menangis sea membersihkan tubuh ars yang kotor"maaf,aku tidak tahu harus bersikap seperti apa,aku tidak mengingat apapun"kata ars dengan raut wajah yang teramat sangat sedih


"dunia ini sungguh tidak adil,kenapa hanya dia yang mengingat semua kenangan indah kami,kenapa aku tidak?!"tanya ars dalam hati sambil memperhatikan wajah cantik sea yang terlihat sembab karna terlalu lama menangis


"lapar? haus?"tanya sea


ars mendekatkan wajah ke telinga sea"tidak keduanya


sea reflek memundurkan tubuhnya sambil memegang tengkuknya yang meremang


sea jadi slaah tingkah karna ulah ars"em ya sudah aku keluar dulu"kata sea


"makasih"ucap ars


"sama sama"sahut sea


diruang tamu..


"dia belum mengingat kamu sea,apakah akmu tidak masalah dengan itu semua?"tanya nathan


"aku akan berusaha membuat ars mengingat kembali semua yang telah kami lalui bersama"jawab sea sambil


nathan senang mendengar jawaban sea"besok kamu bisa membawa rayhan pindah kerumah ini"kata nathan


"makasih pa"ucap sea


"kalau begitu aku pulang dulu pa"pamit sea


"dirga antarkan sea pulang!!!!"suruh nathan


dirga yang sedang berada dikamar axel langsung bergegas keluar kamar


"baik tuan"sahut dirga


keesokan harinya...


"al,yang lainnya mana?"tanya joy


"nggak tau"jawab alya


"ck,si azka pasti belum datang"gerutu danu


"azka belum datang?"tanya danu


"belum"jawab alya dan joy serentak


"itu dia baru datang"ucap danu sambil melihat kepintu masuk


"bro!"sapa danu


"hm"azka hanya menjawab dengan deheman


"pak bani tu"kata boy


danu langsung pergi ketempat duduknya


"kita ada kasus baru"kata bani


"korban berjumlah kurang lebih seribu orang termasuk lansia, balita dan bayi"jelas bani


"sisanya sata akan menjelaskannya dilokasi"kata bani lagi


"mana ars dan axel?"tanya bani karna tidak melihat mereka berdua


"mereka berdua sakit pak"jawab azka


"ck ada ada aja"gerutu bani


"danu,kirim pesan kepada defran suruh dia datang ke lokasi ini"beni memberikan alamat TKP


azka sebisa mungkin menahan rasa haus dan laparnya saat bersama dengan alya dan yang lainnya


setibanya dilokasi polisi lainnya dan tim forensik sudah berada di tkp


azka menyesal telah melakukan semua itu,matanya berkaca kaca melihat jasad jasad yang terbujur kaku itu"maaf"gumamnya


"rasa haus ini membuat ku sangat frustasi!!"jerit azka dalam hati


"kenapa saat ditempat seperti ini aku malah merasa lapar dan haus?"tanya alya,dirinya sangat bingung kenapa itu bisa terjadi


"gila kamu ya al?,melihat seperti ini kamu malah lapar,harusnya kamu itu mual bukan lapar"omel danu


"hehe mau gimana lagi,emang kenyataannya seperti itu"sahut alya sambil cengengesan


"tu boca kenapa lagi?"tanya danu kepada boy


azka terus terusan memegang lehernya,rasa haus dan lapar terus menyiksanya


"kenapa lo az??"tanya danu


"haus"jawab azka spontan


"nih ambil"danu memberikan air mineral


dengan cepat azka mengambil dan menenggaknya


"ini tidak berguna sama sekali"dalam hati azka


ia terus terusan merasa lapar dan haus saat melihat mayat mayat itu


alya berjalan melewati mayat mayat dan genangan darah yang mulai membusuk


sreeett!!!!


"aaaaa!!!!! "alya berteriak karna dirinya tidak sengaja terpeleset


azka dengan sikap berlari dan menangkap tubuh alya"aku tidak akan membiarkan istri dan calon anak ku celaka"gumamnya,azka membawa alya menjauh dari mayat mayat itu


defran dan sela baru saja datang,mereka berdua sempat melihat keromantisan diantara azka dan alya tadi,keduanya hanya bisa menahan amarahnya untuk saat ini


"i itu ma mayat!!"suara sela tercekat saat melihat salah satu mayat itu bangun,tampaknya anak buah rendi melewatkan satu mayat itu


semua orang berlari menjauh dari sana,mereka langsung berkumpul disatu tempat


"menjauh!!!"teriak azka kepada yang lainnya


vampire itu melihat kearah azka"aku sepertinya mengenalmu!"ucapnya


azka menarik alya agar berada dibelakang tubuhnya


"apa mau mu??"tanya azka dengan tatapan sinis


"aku mau kamu membayar semua yang tela kamu perbuat!"jawabnya.


"atas dasar apa kamu seyakin itu menuduhku melakukan semua itu??"tanya azka dengan tenang


beni mencoba untuk melarikan diri dari sana


"jangan coba coba!"ancam vampire itu


deg!!!


deni langsung gemetar,ia menyeret kakinya kembali lagi ketempat tadi


azka terus mengamati gerak gerik vampire itu


"aku tidak akan membiarkan mu menyakiti orang orang ku"ucap azka dalam hati


keduanya saling melempar tatapan tajam


vampire itu berlari kearah joy,dengan sigap azka menghalanginya


perkelahian tidak bisa dihindarkan lagi,dengan beberapa kali pukulan azka berhasil melumpuhkan vampire itu"kita tidak se level"bisik azka


aldo berlari kelokasi saat mendapat kabar dari rekannya yang berjaga disekitar lokasi


"maaf"ucap aldo kepada azka


"tidak apa apa"jawab azka dengan santainya


"bawa dia"suruh azka


"hei tunggu dulu!,mau kalian bawa kemana dia?"tanya boy


"rumah sakit jiwa"jawab aldo


"kenapa kerumah sakit jiwa??"tanya boy lagi


"karna dia adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur,saya akan menyerahkannya kembali kesana"jawab aldo


"cepat antar!!"kali ini beni yang bersuara


"ck,bisa bisa aku dibuat ciut sama orang gila"gerutu beni


"terimakasih,saya akan membawanya"ucap aldo


"silahkan"sahut beni


"aneh"gumam defran