(3) Vampire

(3) Vampire
77 vampire



dua hari kemudian...


aqilla pergi kekamar alya untuk melihat keadaan nya karna tadi azka memberitahu kalau alya sudah siuman


mulut aqilla terkunci melihat alya menangis karna kehilangan calon bayi nya"apa yang harus aku lakukan?"tanya aqilla dalam hati


tiba tiba ada yang meraih pinggang aqilla


deg!


saat menoleh aqilla merasa sedikit lega karna yang meraih pinggang nya adalah soni


"bikin jantungan aja"gerutu aqilla dalam hati


aqilla kembali melihat kearah alya dan diana yang sedang menangis


akhirnya aqilla mendekati alya"em kak,yang sabar ya,aku nggak tau gimana rasanya hamil dan kehilangan anak,yang aku tahu semua kehilangan sangat lah menyakitkan"ucapan aqilla terjeda


"tapi setidaknya setelah ini kak alya bisa punya bayi lagi,beda sama kehilangan orang tua dan lainnya,mereka tidak akan ada gantinya,ibu,ayah tidak ada penggantinya"ucap aqilla


"hehe maaf kalau qila salah bicara"ucap lagi sambil terkekeh


"makasih"hanya kalimat itu yang keluar dari mulut alya,aqilla dapat memahami kalau saat ini alya sedang bersedih


dikediaman sastrawijaya..


saat sedang berada dikamar sea dikejutkan oleh sesosok bayangan hitam,dengan perasaan takut sea langsung berlari keluar kamar


"aunty hati hati!!"pekik arvin


dengan cepat arvin menangkap tubuh sea yang akan jatuh


"aunty kenapa lari lari?"tanya arvin cemas


sea menstabilkan pijakan kakinya"ti tidak apa apa,makasih"setelah memgatakan itu sea langsung pergi kekamar naina


tok tok tok


"mama!"panggil sea


ceklek naina membuka pintu kamar


"ada apa nak,kenapa kamu terlihat cemas?"tanya naina


"ma,di dikamar ku ada bayangan hitam"jawab sea


deg!!


"yang benar saja?"tanya naina tidak percaya


naina ingin melihat apa yang sebenar nya terjadi..


saat menaiki tangga.


"ma!"panggil arsy


"oma"sapa arvin


"kalian baru datang?"tanya sea ragu ragu,perasaan nya mulai tidak enak


"iya"jawab arsy


"a arvin juga?"tanya sea dengan suara gugup


"iya"jawab arsy,arsy menjadi heran kenapa sea bertanya seperti itu


deg!!


sea hampir tergelincir dianak tangga


"hati hati!"naina membantu memegang sea


arvin yang penasaran sebenarnya ada apa,langsung bertanya kepada sea"ada apa sebenarnya aunty?"tanya arvin


"nanti saja bertanya nya"arsy memarahi arvin


arsy membantu sea berjalan ke ruang tamu


"ada apa sebenarnya? tolong ceritakan"pinta naina


tadi di saat aku hampir terjatuh dari tangga arvin yang membantu ku,tapi tadi arsy mengatakan mereka baru saja sampai"ucapan sea terjeda


"lantas siapa yang menolong ku tadi?"tanya sea


deg!!


arsy dan naina terkejut mendengarnya,namun mereka harus mengendalikan rasa terkejut mereka karna disana ada arvin


"kamu pasti salah lihat,mungkin itu dirga"kata naina sambil berusaha memberi kode kepada sea


sea yang cepat mengerti langsung mengiyakan saja"mu mungkin"sahut sea


naina beralih ke arsy"arsy cepat suruh suami kamu pulang kesini"suruh naina


"arvin"panggil naina


"ya oma"sahut arvin


"cepat bantu dirga berjaga didepan,tadi ada orang bergelagat aneh mendekati pagar belakang"bohong naina


"apa!"pekik arvin


"baiklah oma,oma tenang saja,aku akan melindungi oma dengan nyawa ku sendiri"ucap arvin,setelah itu arvin langsung menemui dirga


naina menggeleng kepala mendengarnya


dua puluh menit kemudian,semua anggota keluarga sudah berkumpul"dengar,kalian semua harus benar benar waspada,tadi sea melihat kelebatan hitam dikamarnya,dan di tangga dia bertemu dengan orang yang menyamar menjadi arvin"jelas naina


ars langsung melihat kearah sea"kenapa tadi dia tidak mengatakan apa apa kepadaku?"tanya ars dalam hati


"itu pasti rafael"tebak nathan


"bagaimana kamu bisa seyakin itu?"tanya naina


"siapa lagi yang berani mengganggu keluarga ini selain rafael dan komplotannya?"tanya nathan balik


"sekarang sea dimana ma?"tanya ars


"dikamar rayhan"jawab naina


ars langsung pergi kekamar rayhan


deg!!


"kok tidak ada?"tanya ars dalam hati"sea! rayhan!"panggil nga


hening...


tidak ada jawaban dari keduanya


"mama!"ars berlari keluar kamar"mereka berdua tidak ada dikamar ma"ucap ars panik


"tidak mungkin,mama melihat nya sendiri mereka berdua masuk kekamar itu tadi"sahut naina


seluruh anggota menjadi keluarga panik karna sea dan rayhan tiba tiba menghilang..


"bagaimana bisa kita kecolongan!!"teriak nathan"apa saja yang kalian kerjakan sampai sampai para penjahat itu berhasil merebut sea dan raihan!"teriak nya lagi


para anak buah nathan hanya bisa tertunduk diam saat mendengar amarah nathan


"aaa!!! kenapa!!!"ars menghancur semua barang yang ada didekatnya


"sabar nak!"ucap naina sambil berlinang air mata


"eyang!!!!!"pekik arvin


"kenapa bisa terjadi seperti ini??"racau arvin


tubuhnya kaku saat melihat elin tergeletak bersimbah darah


"apa yang...."belum selesai bimo bertanya


mama!!!"pekik bimo


bimo memeriksa nadi elin


"di dia"bimo mengepal tinjunya


"aku akan membunuh kalian semua!!"teriak bimo


naina dan salsa terpaku melihat tubuh orang yang mereka hormat dan sayang kini tergeletak bersimbah darah


"hahaha!!"ars tertawa melihat itu


"apa lagi yang belum kau ambil dari ku? apa kau ingin papa dan mama ku juga? atau adikku sekalian?!!"tanya ars sambil menengadah


"ars tenang kan dirimu!!!"teriak naina


"dia menyuruh orang lain untuk tenang tetapi dia sendiri malah menangis"rutuk salsa dalam hati


nathan memundurkam tubuhnya saat melihat tubuh sang ibu tergeletak bersimbah darah


bruk!!


nathan teedusuk dilantai"mama"gumam nathan ,tangannya terkepal menahan amarah


"aaaa! aaaa!!!"teriak ars


ars merasa sangat frustasi memghilangnya anak dan isrti nya,ditambah lagi terbunuhnya elin oleh musuh


dikediaman soni...


jam menunjukkan pukul sembilan malam


"ish susah banget sih soal yang ini"gerutu aqilla


sheeet!!!!


kelebatan hitam melintas diluar kendela


deg!!


a apa itu?"tanya aqilla"bukan manusia kan?"tanya nya lagi


aqilla kembali fokus kebukunya


kelebatan itu semakin lama semakin sering


diruang tamu..


soni mengeraskan rahangnya setelah mendapatkan kabar sari dirga tentang kejadian yang baru saja dialami keluarga sastrawijaya


"rendi! perketatkan penjagaan diluar dan depan kamar azka!"perintah soni


"siap"jawab rendi


dikamar aqilla..


aqilla mulai terganggu"siapa?"tanya aqilla


aqilla berjalan menuju jendela kamar


"kok merinding ya?"tanya aqilla


"oooomm!!!!"pekik aqilla


aqilla berlari keluar dari kamar


"ck,sia sia aku menunggu disini"gerutu anak buah rafael,ia langsung melarikan diri dari sana


soni yang mendengar teriakan aqilla langsung bergegas datang


"eh janhan lari lari!"soni menangkap tubuh aqilla tepat sebelum aqilla tersungkur karna berlari menuruni tangga


"ada hantu dikamar"ucap qilla


aqilla hampir saja membuka pintu jendela,namun sebelum itu terjadi aqilla lebih dulu teringat dengan film horor yang tontonnya dua minggu yang lalu