(3) Vampire

(3) Vampire
80 vampire



nana meringis melihat tangan vampire yang menyamar sebagai arif mengeluarkan darah


aqilla terpaku melihat apa yang dilakukan oleh soni


soni duduk diatas meja"bawa teman mu pergi,aku akan memaafkan mu untuk kali ini"kata soni


"jangan dengarkan dia!"teriak arif


"bagaimana?"soni turun dari atas meja


gani langsung mendorong aqilla kearah soni


dengan cepat soni menangkap aqilla


gani sudah membawa arif lari dari sana,bukan soni tidak bisa menangkap mereka,hanya saja soni tidak ingin yang lain mengetahui wujud asli kedua vampire itu


soni sedikit meringis memahan rasa sakit diperut nya


"sakit?"tanya soni saat melihat leher aqilla memerah


aqilla menjawab dengan gelengan


melan langsung menghampiri aqilla"lo nggak papa qil?"tanya tanya


"nggak"jawab aqilla dengan suara bergetar


"duduk"soni menyuruh aqilla duduk


"romeo cepat belikan air minum!"soni merogoh kantong celana nya lalu memberikan uang kepada romeo


dengan cepat romeo berlari keluar kelas


murid yang lain mulai mendekat untuk melihat keadaan aqilla


derrtt!!


ponsel soni bergetar


soni mengangkat panggilan telfon"hem!"sahut soni


"tuan gawat! aldo juga menghilang!"ucap rendi


wajah soni memerah mendengar apa yang dikatakan oleh rendi barusan


"temukan secepatnya!"setelah mengatakan itu soni langsung mematikan panggilan


romeo datang membawa botol air minum


"sini"soni memgambil botol air minum dari tangan romeo kemudian membukanya"minum!"soni memberikan botol minum yang sudah dibuka kepada aqilla


"makasih"ucap aqilla


"hem"sahut soni


"kok bisa bisa nya arif dan gani menjadi jahat?"tanya melan


"gu gue nggak tau,hampir aja gue mati gara gara gani"jawab aqilla


"maaf pak saya hanya ingin tahu saja,apa sebenarnya yang dilakukan oleh arif dan gani sehingga gani berani mengancam ingin mencelakai aqilla?"tanya romeo


"sebentar lagi kamu juga akan tahu"jawab soni


soni beralih menatap aqilla"sudah baikan?"tanya nya


aqila mengangguk


tak lama kemudian beberapa mobil polisi dan ambulan masuk ke halaman sekolah


"ada apa sebenarnya?"tanya dion dalam hati


semua murid berkumpul untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi


petugas ambulan membawa dua mayat menggunakan tandu menuju mobil ambulan


deg!!


semua murid tercengang melihat nya


sementara itu soni hanya menatap datar mayat yang dibawa oleh petugas


"aku akan memberikan kompensasi untuk keluarga kalian berdua,bagaimana pun juga semua ini terjadi juga karna ku"dalam hati soni


"siapa yang meninggal?"tanya ratih


"woy ada yang tau nggak,siapa sebenar nya yang meninggal?!"tanya nana setengah berteriak


kedua orang tua arif dan gani sudah diberitahu oleh pihak sekolah,saat ini mereka sednag berada diperjalanan menuju sekolah


"kok bisa bisa nya ada pembunuhan di area sekolah kita?"tanya aqilla tidak percaya dengan apa yang dilihat nya


"kok lo bisa yakin itu pembunuhan?"tanya melan


"lihat aja tuh baju petugas nya ada noda darah"jawab aqilla


"oh"sahut melan


"arifff!!!"suara jeritan ibu dari arif membuat semua orang terkejut


deg!!!


"arif?"tanya aqilla tidak percaya


sedangkan ayah gani hanya menangis melihat jasad anak nya yang sudah berada dikantong jenazah


"bagaimana ini bisa terjadi pak?! dimana tanggung jawab kalian sebagai pihak sekolah?!"teriak ayah gani


aqilla berjalan kearah soni untuk menanyakan apa sebenar nya yang terjadi


"kami sudah mengambil bukti rekaman cctv,untuk proses selanjutnya kami akan menghubungi kalian lagi nanti"kata salah satu polisi kepada kepsek


"semoga pelaku nya segera ditangkap"sahut pak kepsek


mobil polisi dan ambulan segera meninggalkan area sekolah


"apa yang sebenarnya terjadi?"tanya aqilla kepada soni


murid yang lainnya juga menunggu jawaban soni


soni menahan nafas sejenak"yang datang kekelas tadi bukan mereka ,tapi orang yang menyamar menjadi mereka berdua dan pembunuh nya juga orang yang menyamar sebagai mereka"jawab soni


deg!!


"lepas!"aqilla menepis tangan dion


dion membalas nya dengan tersenyum


"kok mereka bisa nyamar semirip itu dengan yang asli?"tanya dion heran


"kalian jangan banyak bertanya,biarlah petugas kepolisian yang menyelidiki nya"kata kepsek


"tuan soni apakah anda baik baik saja?"tanya kepsek


bukannya menjawab, soni malah pergi masuk ke kelas,aqilla langsung menyusul soni kekelas diikuti oleh murid lain nya


"tunggu apa lagi? cepat pulang!"kata soni


para murid bergegas mengambil tas lalu pulang


derrtt!


ponsel soni kembali berbunyi


"ada apa lagi?"tanya soni kepada sang penelfon


"tuan,saya sudah menemukan aldo dan mira,sekarang aldo terluka parah karna menyelamatkan mira dari tangan baskoro"jawab rendi


"bagus!"ucap soni


soni merasa sedikit lega karna aldo dan mira sudah ditemukan


"kenapa kalian belum pulang?"tanya soni


aqilla,melan,romeo,dion,nana dan ratih masih berada dikelas


"kami pulang dulu pak"ucap nana


soni tidak menanggapinya


ratih menoleh kearah soni sekilas kemudian pergi


tinggal aqilla,melan romeo dan dion


"om!"panggil aqilla


deg!


melan,romeo dan dion melotot mendengar panggilan aqilla untuk soni


soni menoleh kearah aqilla"ada apa?"tanya soni


aqila malah terpaku melihat ketampanan soni


"em itu"aqilla menggaruk tengkuk nya


"aish! bisa bisa lupa apa yang mau gue tanya tadi"rutuk aqilla


soni tersenyum lalu berjalan kearah pintu


"tidak mau pulang?"tanya soni


"tunggu!"aqilla mengambil tas milik nya lalu berlari mengejar soni yang sudah lebih dahulu pergi keluar dari kelas


dion mengepal tangannya lalu ikut keluar kelas


"ayo rom!"melan menarik romeo


didepan gerbang...


"qil gue anterin lo pulang ya"tawar dion


"bukan nya gue udah bilang jangan ganggu gue dan hidup gue!"bentak aqilla


"om tunggu!"panggil aqilla


soni keluar dari mobil nya"kenapa?"tanya soni


bukan nya menjawab,aqilla malah langsung masuk kedalam mobil


soni membungkukkan tubuhnya kearah jendela mobil"tumben mau pulang bareng?!"tanya nya


"emangnya nggak boleh?"tanya aqilla sewot


"udah deh qila keluar lagi!"aqilla membuka pintu mobil


"ah!!"soni memegang perut nya


"kenapa?"tanya aqilla,aqilla langsung memegang tubuh soni


deg!!


saat mengangkat tangannya soni terkejut melihat tangan nya yang berlumuran darah


"darah!!"pekik melan


"sial! bisa bisa nya aku kecolongan!"umpat soni


mata aqilla berkaca kaca"sakit om?"tanya aqilla


"hiks hiks"aqilla menangis


"hei saya tidak apa apa,tolong jangan menangis!"pinta soni


"silahkan duduk pak"romeo mengambilkan bangku untuk soni duduk


"terimakasih"ucap soni


derrtt!!


ponsel soni bergetar


"biar qila yang ambil"aqilla langsung merogoh kantong celana soni


melan meringis melihat tangan aqilla masuk kekantong celana soni


"ni om"aqilla memberikan ponsel kepada soni