
melan langsung pergi ke minimarket terdekat untuk membeli beras,mie instan dan keperluan lainnya
"melan!"panggil seseorang
melan menatap orang itu dengan malas
"ck, sok banget sih!"nana mendorong bahu sebelah kiri melan
"kenapa dimana mana gue selalu liat muka lo"ucap melan kesal
setelah membayar melan langsung pergi keluar super market
apartemen..
"betina sinting"gerutu nya
melan mulai memasak nasi dan lauk pauk
satu jam kemudian..
"akhirnya!"ucap melan lega"mending gue mandi dulu"melan bergegas pergi kekamarnya
sementara itu dikediaman sastrawijaya
ars bertingkah seperti orang depresi
"tenang kan dirimu nak"ucap naina sambil mengelus punggung ars
"kenapa sea pergi? kenapa ma?!!"tanya ars setengah berteriak
"kamu jangan memikirkan yang aneh aneh dulu nak,siapa tau sea dipaksa seseorang melakukan itu"jawab naina
"hanya rafael yang berani memaksa sea,tidak ada orang lain"ucap ars
ars berusaha berdiri dari didik nya
"hati hati "naina memegang bahu ars
"lepas!"ars menelis tangan naina begitu saja
deg!!
naina terkejut atas perlakuan ars
"ars!!!"teriak nathan
wajah nathan merah padam melihat apa yang dilakukan ars kepada naina
"udah Pa,jangan diperpanjang"kata naina
nathan berjalan menghampiri ars
bug!
satu tinjuan melayang kewajah ars
bruk!!
ars tersungkur dilantai
"bunuh aja pa bunuh!!"teriak ars
tangan nathan terkepal"baik"nathan berjalan kearah ars
naina langsung memeluk nathan dari belakang"pa jangan!!"teriak nya
"lepaskan ma! biar papa memberi pelajaran kepada anak kurang ajar ini!"nathan menyuruh naina melepaskan pelukan
"ada apa ini?"tanya bimo
naina reflek melepas pelukannya
baik ars,nathan ataupun naina tidak ada tang menjawab
" keruang kerja!"nathan menarik bimo keruangan kerja
"sepertinya kemusnahan kaum kita semakin dekat"ucap nathan
"cepat atau lambat itu pasti akan terjadi,tidak selamanya azka akan menuruti soni"sambung bimo
mereka berdua tampak bersandar di kursi masing masing
"hehe sudah cukup lama juga kita hidup didunia ini,sudah saat nya kita meninggalkan nya"nathan terkekeh sambil mengatakan hal yang membuat bimo melongo
"jangan terlalu jujur napa"gerutu bimo
"aku hanya mengatakan faktanya"sahut nathan
keduanya bernostalgia mengingat kejadian kejadian di masa lalu
disisi lain..
"azka!! mau kemana kamu!!"suara teriakan soni membuat semua penghuni mansion ketar ketir
deg!!
azka dan alya yang baru melangkah keluar pintu mansion dibuat terkejut
keduanya berbalik menghadap soni
"pa,kami mau pergi ke mall sebentar"bukan azka yang berkata,tapi alya lah
aqilla berlari keluar kamar saat mendengar teriakan soni tadi
"ck,ada apa sih?"tanya aqilla dalam hati,aqilla melihat depan pintu kamarnya
"bukan kah saya sudah melarang kalian berpergian keluar kenapa kalian masih saja ingin pergi?! apa yang tidak kalian dapat di dalam mansion ini?!"teriak soni
deg!!
mata alya berkaca kaca mendengar bentakan soni
ini kali pertama soni berteriak kepada alya
"pa!!"teriak azka balik
"apa?! kamu berani melawan papa hanya karna keinginan yang jelas jelas bisa membuat kamu kehilangan nyawa!!"bentak soni
alya menangis ketakutan"ma maafin alya pa,alya yang ngajak azka keluar"ucap alya
"eh kok malah tambah"aqilla berlari kearah soni
"om kenapa marah marah sih?"tanya aqilla"bukan kah mereka berdua cuma mau pergi ke mall,kalau om benar benar khawatir om bisa nyuruh om rendi atau om aldo ikut mereka,kenapa harus marah marah!"cecar aqilla
grepp
soni mencekal tangan aqilla
"tau apa kamu?!kalau tidak tahu apa apa jangan sok tau!"bentak soni sambil menghempas tangan aqilla
aqilla yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menangis sambil berlari masuk ke dalam kamar
"rendi!! aldo!! awasi jangan sampai azka pergi keluar dari mansion! kalau itu sampai terjadi kaslian harus membayar nya dengan nyawa kalian!?"kata soni setengah berteriak
deg!!
alya gemetar mendengar nya
"baik tuan!"sahut rendi dan aldo serentak
bruk
alya jatuh pingsan
"alya!"pekik azka
segini dulu ya,author masih belum pulih sepenuh nyaπππ