
dikediaman abizar..
arvin berlari masuk kedalam mansion.
"opa om rasya meninggal"ucap arvin
deg!!
semua yang berada disana langsung menoleh kearah arvin
nathan langsung mendekati arvin"apa kamu bilang tadi?"tanya nathan
"om rasya meninggal karna diserang orang jahat yang punya ilmu hitam"jawab arvin
nathan menoleh kearah arsy
"rafael"ucap axel
duk!
nathan terduduk dilantai"dalam satu hari mereka sudah melenyapkan dua nyawa"ucap nathan dengan tangan terkepal
"ma,jasad om rasya gimana?"tanya arvin kepada arsy
arsy tidak menjawab arvin,dia hanya diam
"kenapa kamu harus jatuh cinta kepadaku rasya??"tanya arsy dalam hati,rasa bersalah terus menghantuinya
"kenapa dia?"tanya nathan
axel mengepal tinjunya"sebelum meninggal rasya memberitahu arsy kalau selama ini dia mencintai arsy"jawab axel
"a apa!?"nathan sangat terkejut mendengarnya
arvin tampak gusar"trus gimana jasad om rasya?"arvin tanya arvin lagi
"kamu tidak perlu cemas,jasad rasya sudah dibawa oleh dirga"jawab axel
aqilla terbengong melihat penampilan axel dan arsy
"ada apa dengan kedua orang ini? kenapa baju mereka sobek dan banyak noda darah nya?"tanya aqilla dalam hati
soni datang dari belakang arsy
"eh!"
arsy terkejut karna tiba tiba soni lewat disampingnya
arsy cemberut karna soni tidak menyapanya
"kumat deh"gerutu arsy
"ada apa ini?"tanya soni
"kenapa pakaian kalian berdua kenapa bisa acak acakan seperti ini?"tanya soni kepada axel dan arsy
"kami diserang"jawab axel
"rasya meninggal!"ucap nathan
soni memejam kan mata"lagi"gumam nya"huh!"kemudian soni membuka mata
aqilla yang memang tidak rahu apa yang sebenarnya terjadi langsung pergi kekamarnya
"buat apa juga aku disana,tahu masalah nya juga enggak,lebih baik aku ngerjain PR"dialog aqilla
"em,kak alya sudah bangun belum ya?"tanya aqilla,aqilla meninggalkan buku buku nya yang berserakan diatas kasur
"kenapa mereka selalu bersikap tegang?"tanya arsy di dalam hati
aqilla mazuk kedalam kamar alya
terlihat diana sedang duduk dipinggir tempat tidur"gimana keadaan kak alya?"tanya aqilla
"begitu lah,tidak ada perubahan sedikitpun"jawab diana
keesokan harinya..
"em om!"panggil aqilla
"tumben tumben nya om soni belum bangun?"tanya aqilla
"om!"aqilla menggoyang goyang tubuh soni
perlahan aqilla menempelkan telinganya di dada soni
"mau apa !"soni langsung mendorong kepala aqilla
"masih hidup ternyata"ucap aqilla,lalu pergi mengambil tas nya
"maksud kamu apa bicara seperti itu aqilla!!"teriak soni
"kabuurr!!"pekik aqilla sambil berlari menuruni tangga
"awas saja kamu!"ancam soni
setelah keluar "selamat!"ucap aqilla
aqilla bergegas pergi kesekolah..
"qilla!"panggil melan
senyum diwajah aqilla langsung memudar saat melihat melan dan romeo
"qilla tunggu!"romeo mengejar aqilla yang berusaha kabur
"gue mau minta maaf soal yang kemarin"jawab romeo
"udah gue maafin"ucap aqila ketus
"jangan ganggu gue lagi"aqila langsung berlari ke ruang kelas
melan menangis karna aqilla tidak mau berbicara dengannya lagi
"biarin aqilla tenang dulu,besok kita coba lagi"kata romeo
"ta tapi gue nggak bisa diabaikan walaupun cuma sehari"sahut melan
"ekhem!"dehem soni
"pak!"sapa melan dan romeo serentak
mereka berdua langsung berlari kekelas
dikelas..
"kenapa bapak cemberut terus?"tanya nana
"dua minggu yang lalu slteman saya menikahi seorang gadis,bukan nya mencintai suaminya,pagi ini istrinya malah menyumpahi dia agar cepat mati"entah kenapa soni malah menjawab pertanyaan nana
deg!
tangan terkepal"mau balas dendam ni ceritanya?"tanya aqilla dalam hati
"dasar om om!"umpat aqilla dalam hati
nana terdiam,mana tahu dia soal urusan suami istri
sudut bibir soni terangkat saat melihat aqilla melotot kearahnya
"rasakan"gumam soni
aqilla mencoret coret buku belajar milik nya
"saya sudah selesai pak"ucap aqilla sambil bangun dari tempat duduk nya,lalu berjalan menuju meja guru
aqilla menunjukkan wajah sangar nya"silahakn diberi nilai pak"ucap aqilla dengan mata melotot
soni tersenyum samar
"tidak ada yang bisa menolong mu saat ujian nanti,kamu harus benar benar mengandalkan diri kamu sendiri"ucap soni
"bodoh amat"gerutu aqilla didalam hati
"saya permisi ke toilet sebentar pak"ucap aqilla kemudian langsung pergi
"eh!"
"anak ini benar benar membuat ku kesal!"rutuk soni kesal
ditempat lain..
tidak sempat untuk ber lama lama bersedih,nathan bimo dan yang lainnya sibuk menyusun setrategi untuk melawan julio,rafael dan baskoro
dikamar..
"kenapa?"tanya sea
"sakit sekali rasanya kehilangan sahabat"jawab ars
"aku tidak percaya rasya mencintai arsy sudah sejak dulu"ucap ars,wajahnya terlihat sangat murung
"aku juga tidak menyadarinya,sekarang dia sudah tidak ada lagi di dunia ini,cinta sepihak memang benar benar sangat menyakitkan,dan rasya mampu menahan nya selama hampir seratus tahun"ucap sea
"yang terjadi hari ini membuat keluarga sastrawijaya dan keluarga abizar waspada,sangat kecil kemungkinan bagi kita untuk menculik azka"ucap baskoro
"sudahlah baskoro,kamu jangan mencoba mengadu domba antara saya dan yang mulia"ancam rafael
baskoro menunjukkan senyum licik nya
"hahaha,saya tidak ada niat untuk mengadu domba antara kamu dan yang mulia,nyata nya yang saya katakan tadi memang benar adanya"sahut baskoro
"sepertinya laki laki tua ini sengaja memprovokasi ku didepan yang yang mulia"ucap rafael dalam hati
"diskusinya kita lanjutkan besok lagi"ucap julio menengahi perdebatan antara baskoro dan rafael
"baik yang mulia"jawab rafael dan baskoro serentak
keduanya saling melempar tatapan sengit hingga akhirnya mereka berdua pergi dari hadapan julio
"mereka berdua membuat kepalaku skait,kalau bukan karna aku membutuhkan mereka untuk membunuh nathan beserta anggotanya aku sudah sejak lama mereka aku habisi,terutama baskoro,dia selalu saja berusaha memprovokasi ku"ucap julio
disisi lain..
"tunggu saja kamu baskoro,setelah berhasil menghabisi seluruh keluarga sastrawijaya dan keluarga abizar,aku akan menghabisi nyawa mu"geram rafael
baskoro menghempas semua barang yang ada diruangannya"aku tidak akan kalah darimu rafael,lihat saja nanti,aku akan memb*nuh mu dengan tangan ku sendiri"ucap baskoro sambil tersenyum licik
dikediaman abizar..
"sayang,cepatlah bangun!"azka setia menunggu alya terbangun
diana mulai kasihan melihat azka yang memaksa kan diri menjaga alya"kamu beristirahat saja,biar saya yang menjaga alya"kata diana kepada azka
"teimakasih kak"sahut azka,azka langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuh
diana menggenggam tangan alya"cepat bangun dek,kasihan suami kamu"ucap diana pelan
setelah membersihkan tubuh azka langsung berbaring disofa