(3) Vampire

(3) Vampire
82 vampire



"ayo mel kita pulang!"aqilla menarik tangan melan dan mengajak nya bergi


"qila! ahh!!"soni tidak jadi mengejar aqilla karna dadanya terasa sakit


aqilla yang mendengar suara soni langsung menghentikan langkah nya,kemudoan aqilla berbalik


"kenapa om?"tanya aqilla


"sakit"jawab soni


"duduk!"aqilla menyuruh soni duduk,lalu aqilla membaringkan kepala soni diatas paha nya


aqilla membuka seragam sekolah nya untuk menutupi luka soni


"akh!!"kalia ini somi benar benar tidak bisa menahannya


"om jangan nakutin qila!!"pekik aqilla,tanpa pikir panjang aqilla langsung memeluk soni


romeo,dion dan melan bengong melihat itu


"nona,kita harus segera membawa nya pulang!"kata dirga


"hiks cepat angkat om!!"suruh aqilla


dirga langsung mengangkat tubuh soni


langkah dirga terhenti saat melihat dion,romeo dan melan


aqilla mengikuti arah tatapan dirga"bawa kerumah ayah aja om!"kata aqilla


"baik lah"sahut dirga


romeo diantar pulang oleh axel,melan mengikuti aqilla pulang kerumah nya


sementara itu dion hanya berdiri didepan pintu gerbang rumah sekolah,dia tidak akan mumgkin ikut pergi kerumah aqilla,akhirnya diom memilih pulang kerumah nya.


dperjalanan pulang"positif aja dion,mungkin pak soni itu kerabat jauh aqilla"ucap dion pelan,entah kenapa dion mulai merasa ada keanehan antara aqilla dan soni


dikediaman diki...


"papa!!"panggil aqilla


ceklek!


pintu terbuka


deg!!!


"a ada apa ini?"tanya diki


mata diki melotot melihat soni terkulai lemas digendongan dirga"cepat bawa masuk!"suruh diki


dirga mengikuti aqilla kekamarnya


"kenapa kekamar aqilla? bukannya ke ruang tamu?"tanya melan dalam hati


"tunggu diluar"kata dirga,dia dan anak buah nya masuk kedalam kamar lalu menutup pintu


"tuan!"panggil dirga


"hm,cepat hentikan darah nya,kalau tidak saya akan benar benar mati!"sahut soni


dirga terkekeh mendengarnya" baiklah"sahut dirga


"untuk saja tidak mengenai jantung"ucap dirga


"oh"sahut soni


"oh doang?!"tanya dirga dalam hati


setelah selesai membalut luka soni,dirga memberikan sekantong darah untuk diminum oleh soni


"oh iya tuan,anda harus pura pura tidak sadarkan diri sekarang,nanti nona aqilla dan teman nya curiga kalau tiba tiba tuan sudah bangun"kata dirga


"baiklah"sahut dirga


soni kembali berbaring dan memejam kan mata


ceklek!


dirga membuka pintu kamar..


aqilla,melan,diki dan monica langsung masuk untuk melihat keadaan soni


diki menyipitkan matanya saat melihat soni masih mejemkan mata,diki mengalih tatapanya kearah dirga


dirga mengedikkan bahunya


setengah jam berlalu soni belum juga membuka mata


"qil gue pualng dulu"pamit melan


"eh tunggu mel!"panggil aqilla


aqilla menatap dirga"om! tolong antarin melan pulang"pinta aqilla


"baiklah"sahut dirga


"silahkan nona"ucap dirga


monica menatap tubuh soni dengan intens"aku jadi menginginkannya lagi"gumam monica


soni merinding mendengar gumaman monica


"penjahat yang sesungguhnya"dalam hati soni


"cepat ganti baju kamu aqilla"suruh diki


"monica ayo!"aja diki


dengan enggan monica mengikuti diki keluar dari kamar aqilla


setelah menutupkan pintu aqilla langsung pergi kekamar mandi


di sisi lain..


dirga mengantar melan pulang .


"makasih om"ucap melan


"wah lihat ini mah! anak pelac*r baru saja pulang!"kata novi,kakak tiri melan.


"ck apaan sih!"gerutu melan sambil melintas masuk ke dalam rumah


dirga mendengar perkataan novi"apa yang dia maksud?"tanya dirga


plak!!


"anak tidak tahu diri!!"bentak linda,ibu tiri melan


melan hanya bisa menangis sambil terduduk disudut ruangan


mata dirga memerah mendengar suara keributan di dalam rumah itu


tanpa menunggu lagi dirga langsung tueun dari mobil


"rasain lo! dasar pela**r!"ejek novi


"melan!"panggil dirga,dirga langsung masuk kedalam rumah itu


novi terpaku melihat dirga


"ganteng banget!!"jerit novi dalam hati


"siapa kamu?!"tanya linda


"anda tidak perlu tahu siapa saya"jawab dirga menohok


"bangun!"dirga membantu melan berdiri


"makasih om"ucap melan


dirga mengalihkan tatapan nya kearah linda"anda bisa dipenjara atas tuduhan menganiayaan,apakah anda tidak takut?"tanya dirga dengan tatapan datar


deg!!


linda mulai terlihat gugup


"siapa kamu! berani berani nya ikut campur urusan keluarga saya!!"teriak linda


dengan tenang dirga menjawab linda"saya memang bukan siapa siapa,tapi saya bisa membuat anda masuk penjara"jawab dirga


limda mulai merasa takut mendengar ancaman dirga


"pergi saja kamu dari rumah ini dasar tidak berguna!!"teriak linda murka


setelah itu linda pergi kekamarnya"novi! keluarkan barang barang gadis sial*n itu!!"suruh linda


dengan berat hati novi mengambil barang barang melan"sial!!,kenapa perempuan murahan itu selalu beruntung!"gerutu novi


"ambil!"novi melempar tas berisi pakaian melan


dirga langsung memungut tas melan"ayo"ajak nya


"tapi om!"melan ingin menolak nya


"ayo!"dirga menarik melan agar ikit dengannya


didalam mobil melan menangis tersedu sedu


"ck,kenapa aku harus terjebak dengan gadis ingusan ini"rutuk dirga dalam hati


dirga membawa melan keapartemen miliknya


"kamu tinggal disini saja"kata dirga


melihat melan tampak ragu ragu,dirga kembali berkata"saya jarang berada disini,kamu cukup menjaga rumah ini tetap bersih dan saya akan memberi kamu gaji"kata dirga lagi


senyum melan langsung merekah"makasih om"ucap melan


"sandi pintu 564****"sebut dirga


"masuklah,saya mau kembali bekerja"kata dirga


"baik lah"melan langsung masuk kedalam apartemen


di kediaman diki..


aqilla membersihkan darah yang menempel ditubuh soni


tiba tiba soni membuka mata nya


"aaa!!!!"pekik aqilla


"syuutt!!"soni meletakkan telunjuknya di bibir aqilla


aqilla menarik jari soni telunjuk soni"sejak kapan om sadar?"tanya aqilla


"barusan"jawab soni


cupp!!


soni mengecup bibir aqilla


"ish om kok genit banget sih!"rajuk aqilla


soni bangun lalu menarik aqila"om!!"pekik nya


"apa?!"tanya soni dengan suara nya yang khas


aqilla sudah berada dibawah tubuh soni"nanti luka om kebuka lagi"jawab aqilla"tidak akan"sahut soni,tangan soni mulai menggera*angi bagian atas tubuh sang istri


aqilla menggeliat menahan geli"om tolong berhenti!,qila udah nggak kuat!!"rengeknya,namun rengek kan aqilla tidak dipeduli kan oleh soni


setelah puas bermain soni langsung berbaring disamping aqilla


"ish om soni mesum banget sih!!"rajuk aqilla,aqilla langsung berlari kekamar mandi


"ush!"desah soni karna ****** ***** nya sudah basah


"hm,sampai kapan aku bisa menahannya"dalam hati soni"soni belum ingin melakukan hubungan suami istri dengan aqilla karna aqilla masih bersekolah


dikamar mandi"aaa!!"pekik aqilla saat merasakan sesuatu yang kental dipangkal pahanya