
"ayo mel kita pulang!"aqilla menarik tangan melan dan mengajak nya bergi
"qila! ahh!!"soni tidak jadi mengejar aqilla karna dadanya terasa sakit
aqilla yang mendengar suara soni langsung menghentikan langkah nya,kemudoan aqilla berbalik
"kenapa om?"tanya aqilla
"sakit"jawab soni
"duduk!"aqilla menyuruh soni duduk,lalu aqilla membaringkan kepala soni diatas paha nya
aqilla membuka seragam sekolah nya untuk menutupi luka soni
"akh!!"kalia ini somi benar benar tidak bisa menahannya
"om jangan nakutin qila!!"pekik aqilla,tanpa pikir panjang aqilla langsung memeluk soni
romeo,dion dan melan bengong melihat itu
"nona,kita harus segera membawa nya pulang!"kata dirga
"hiks cepat angkat om!!"suruh aqilla
dirga langsung mengangkat tubuh soni
langkah dirga terhenti saat melihat dion,romeo dan melan
aqilla mengikuti arah tatapan dirga"bawa kerumah ayah aja om!"kata aqilla
"baik lah"sahut dirga
romeo diantar pulang oleh axel,melan mengikuti aqilla pulang kerumah nya
sementara itu dion hanya berdiri didepan pintu gerbang rumah sekolah,dia tidak akan mumgkin ikut pergi kerumah aqilla,akhirnya diom memilih pulang kerumah nya.
dperjalanan pulang"positif aja dion,mungkin pak soni itu kerabat jauh aqilla"ucap dion pelan,entah kenapa dion mulai merasa ada keanehan antara aqilla dan soni
dikediaman diki...
"papa!!"panggil aqilla
ceklek!
pintu terbuka
deg!!!
"a ada apa ini?"tanya diki
mata diki melotot melihat soni terkulai lemas digendongan dirga"cepat bawa masuk!"suruh diki
dirga mengikuti aqilla kekamarnya
"kenapa kekamar aqilla? bukannya ke ruang tamu?"tanya melan dalam hati
"tunggu diluar"kata dirga,dia dan anak buah nya masuk kedalam kamar lalu menutup pintu
"tuan!"panggil dirga
"hm,cepat hentikan darah nya,kalau tidak saya akan benar benar mati!"sahut soni
dirga terkekeh mendengarnya" baiklah"sahut dirga
"untuk saja tidak mengenai jantung"ucap dirga
"oh"sahut soni
"oh doang?!"tanya dirga dalam hati
setelah selesai membalut luka soni,dirga memberikan sekantong darah untuk diminum oleh soni
"oh iya tuan,anda harus pura pura tidak sadarkan diri sekarang,nanti nona aqilla dan teman nya curiga kalau tiba tiba tuan sudah bangun"kata dirga
"baiklah"sahut dirga
soni kembali berbaring dan memejam kan mata
ceklek!
dirga membuka pintu kamar..
aqilla,melan,diki dan monica langsung masuk untuk melihat keadaan soni
diki menyipitkan matanya saat melihat soni masih mejemkan mata,diki mengalih tatapanya kearah dirga
dirga mengedikkan bahunya
setengah jam berlalu soni belum juga membuka mata
"qil gue pualng dulu"pamit melan
"eh tunggu mel!"panggil aqilla
aqilla menatap dirga"om! tolong antarin melan pulang"pinta aqilla
"baiklah"sahut dirga
"silahkan nona"ucap dirga
monica menatap tubuh soni dengan intens"aku jadi menginginkannya lagi"gumam monica
soni merinding mendengar gumaman monica
"penjahat yang sesungguhnya"dalam hati soni
"cepat ganti baju kamu aqilla"suruh diki
"monica ayo!"aja diki
dengan enggan monica mengikuti diki keluar dari kamar aqilla
setelah menutupkan pintu aqilla langsung pergi kekamar mandi
di sisi lain..
dirga mengantar melan pulang .
"makasih om"ucap melan
"wah lihat ini mah! anak pelac*r baru saja pulang!"kata novi,kakak tiri melan.
"ck apaan sih!"gerutu melan sambil melintas masuk ke dalam rumah
dirga mendengar perkataan novi"apa yang dia maksud?"tanya dirga
plak!!
"anak tidak tahu diri!!"bentak linda,ibu tiri melan
melan hanya bisa menangis sambil terduduk disudut ruangan
mata dirga memerah mendengar suara keributan di dalam rumah itu
tanpa menunggu lagi dirga langsung tueun dari mobil
"rasain lo! dasar pela**r!"ejek novi
"melan!"panggil dirga,dirga langsung masuk kedalam rumah itu
novi terpaku melihat dirga
"ganteng banget!!"jerit novi dalam hati
"siapa kamu?!"tanya linda
"anda tidak perlu tahu siapa saya"jawab dirga menohok
"bangun!"dirga membantu melan berdiri
"makasih om"ucap melan
dirga mengalihkan tatapan nya kearah linda"anda bisa dipenjara atas tuduhan menganiayaan,apakah anda tidak takut?"tanya dirga dengan tatapan datar
deg!!
linda mulai terlihat gugup
"siapa kamu! berani berani nya ikut campur urusan keluarga saya!!"teriak linda
dengan tenang dirga menjawab linda"saya memang bukan siapa siapa,tapi saya bisa membuat anda masuk penjara"jawab dirga
limda mulai merasa takut mendengar ancaman dirga
"pergi saja kamu dari rumah ini dasar tidak berguna!!"teriak linda murka
setelah itu linda pergi kekamarnya"novi! keluarkan barang barang gadis sial*n itu!!"suruh linda
dengan berat hati novi mengambil barang barang melan"sial!!,kenapa perempuan murahan itu selalu beruntung!"gerutu novi
"ambil!"novi melempar tas berisi pakaian melan
dirga langsung memungut tas melan"ayo"ajak nya
"tapi om!"melan ingin menolak nya
"ayo!"dirga menarik melan agar ikit dengannya
didalam mobil melan menangis tersedu sedu
"ck,kenapa aku harus terjebak dengan gadis ingusan ini"rutuk dirga dalam hati
dirga membawa melan keapartemen miliknya
"kamu tinggal disini saja"kata dirga
melihat melan tampak ragu ragu,dirga kembali berkata"saya jarang berada disini,kamu cukup menjaga rumah ini tetap bersih dan saya akan memberi kamu gaji"kata dirga lagi
senyum melan langsung merekah"makasih om"ucap melan
"sandi pintu 564****"sebut dirga
"masuklah,saya mau kembali bekerja"kata dirga
"baik lah"melan langsung masuk kedalam apartemen
di kediaman diki..
aqilla membersihkan darah yang menempel ditubuh soni
tiba tiba soni membuka mata nya
"aaa!!!!"pekik aqilla
"syuutt!!"soni meletakkan telunjuknya di bibir aqilla
aqilla menarik jari soni telunjuk soni"sejak kapan om sadar?"tanya aqilla
"barusan"jawab soni
cupp!!
soni mengecup bibir aqilla
"ish om kok genit banget sih!"rajuk aqilla
soni bangun lalu menarik aqila"om!!"pekik nya
"apa?!"tanya soni dengan suara nya yang khas
aqilla sudah berada dibawah tubuh soni"nanti luka om kebuka lagi"jawab aqilla"tidak akan"sahut soni,tangan soni mulai menggera*angi bagian atas tubuh sang istri
aqilla menggeliat menahan geli"om tolong berhenti!,qila udah nggak kuat!!"rengeknya,namun rengek kan aqilla tidak dipeduli kan oleh soni
setelah puas bermain soni langsung berbaring disamping aqilla
"ish om soni mesum banget sih!!"rajuk aqilla,aqilla langsung berlari kekamar mandi
"ush!"desah soni karna ****** ***** nya sudah basah
"hm,sampai kapan aku bisa menahannya"dalam hati soni"soni belum ingin melakukan hubungan suami istri dengan aqilla karna aqilla masih bersekolah
dikamar mandi"aaa!!"pekik aqilla saat merasakan sesuatu yang kental dipangkal pahanya