(3) Vampire

(3) Vampire
15 vampire



setelah semuanya selesai diana langsung mengajak mereka menuju kantor KUA


saat mereka turun dari mobil ternyata soni sudah berdiri didepan pintu masuk


menunggu kedatangan mereka


diana sedikit terpaku melihat ketampanan dan karisma seorang soni


"oh my good!! siapakah laki laki tampan ini?,karismanya sungguh luar biasa??"gumam diana saat berhadapan langsung dengan soni


"hapus air luir mu!"kata soni dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh yang lainnya


tangan diana reflek melakukan gerakan seolah benar benar menghapus ilernya


"puufffhh"dirga yang berada disebelah soni menahan tawa melihat tingkah diana yang menurutnya cukup lucu


"sial!! kenapa aku menurutinya!??"rutuk diana saat menyadari dia sedang dikerjai oleh orang didepannya


"perkenalkan nama saya soni,saya orang tua dari azka"ucap soni memperkenal kan diri


deegg!!!


"a apa!! ka kamu!!??"tanya diana sambil mengacung jari telunjuknya kearah soni


"ya benar"jawab soni dengan cepat


diana menutup mulut saking tidak percayanya dengan yang dia lihat dan dengar


"kok bisa??"tanya diana dalam hati karna paras soni yang terlihat seperti laki laki berumur 25 tahun


"bapak bapak ibu ibu silahkan masuk kedalam,agar acara ijab qabul bisa segera dilaksanakan"petugas KUA memberitahu mereka


setelah mendengar intruksi dari petugas mereka semua langsung masuk kedalam ruangan tempat ijab qabul berlangsung


setelah proses ijab qobul berlangsung akhirnya azka dan alya sudah sah menjadi suami istri


sepasang pengantin baru tersebut tampak bingung harus bereaksi seperti apa


"apakah aku harus bahagia?? atau sebaliknya??"tanya azka dalam hati


"ini sungguh bukan pernikahan yang aku inginkan"gumam alya


degg!!


hati azka begitu sakit saat mendengar gumaman alya


"harusnya aku merasa sedih,karna pernikahan ini hanya pernikahan terpaksa"dalam hati azka


soni sejak tadi memperhatikan ekspresi sepasang pengantin baru itu


"


"azka,kamu sudah menikah untuk yang kedua kalinya,sedangkan papa,papa belum pernah merasakan apa itu menikah dan bulan madu,ini sungguh tudak adil"gumam soni


"sepertinya tuan besar mulai iri"dalam hati dirga


"apa tuan juga ingin menikah??,jika benar


aku akan mencarikan calon istri untuk tuan"goda dirga


degg!!


"apa dia mendengar ku tadi??"tanya soni dalam hati


"berhentilah mengganggu ku dirga"jawab soni dengan kesal


dirga menahan tawa melihat ekspresi wajah soni


hotel.


alya duduk diatas kasur sambil memperhatikan azka yang sedang sibuk dengan laptopnya


karna merasa diperhatikan membuat azka tidak fokus


azka menoleh kearah alya


"aku sudah menyuruh orang membelikan baju untuk kamu"kata azka.


tok tok tok


"nah itu dia"azka beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu


"mana??"tanya azka


"ini tuan muda,semuanya lengkap"jawab rendi sambil memberika dua buah bag berisi pakaian


"bagus"puji azka


setelah itu azka langsung menutup pintu


"ambil"azka memberikan bag berisi pakaian wanita kepada alya


"makasih"ucap alya


"mm"sahut azka


alya langsung pergi kekamar ganti


"da daleman?,dan ini baju apa?"tanya alya sambil memegang lingeria berwarna merah dan kedua barang lainnya yang juga berwarna merah


"azka!!"geram alya


pipi alya bersemu menahan malu


"kenapa ??"tanya azka saat melihat alya belum berganti pakaian


"lihat!"alya meletakkan bag berisi lingeria dengan kasar ke atas meja


azka langsung mengambilnya dan..


"apa???!? baju apa ini??"tanya azka sambil membolak balik lingeria tersebut


"dan ini apa??"tanya azka sambil membolak balik cd yang bentuknya sangat aneh


azka langsung menelpon rendi


'halo"sambut rendi


"ma maaf tuan muda sebenarnya bukan saya yang memilih baju untuk nona muda"jawab rendi


"siapa??"tanya azka.


"nona diana"jawab rendi lagi


"apa??,sebaiknya kamu belikan lagi baju untuk alya"titah azka


"maaf tuan muda,saya sekarang berada di kota p bersama dengan tuan besar dan nona diana"jawab rendi


"sial!!"gerutu azka


tut tut


rendi memutuskan panggilan telepon


rendi terpaksa berbohong tentang kepergiannya ke kota p karna saat ini dihadapannya ada diana


"bagus"puji diana


rendi langsung tertunduk lemas


"maaf kan aku tuan muda"gumam rendi dalam hati


dikamar hotel.


"ck,yang lainnya kemana sih!!"gerutu azka karna tidak ada yang mengangkat panggilan telepon darinya


"hufhhh untung saja saat ini aku sedang datang bulan"gumam alya dalam hati


alya memandang cincin yang melingkar dijari manisnya


cincin itu adalah mas kawin dari samuel untuk gita(ayah dan ibu azka)dan itu juga cincin yang sama dengan cincin yang digunakan azka di pernikahan pertamanya,juga sebagai mas kawin


selama ini soni yang menyimpan cincin itu,karna ia tahu hanya cincin itu barang paling berharga yang ditinggalkan oleh samuel dan gita untuk azka


"itu satu satunya barang berharga milik ibu ku"kata azka


"apa?,benarkah?"tanya alya


"iya"jawab azka singkat


" pakai ini saja"azka memberikan bag yang satunya


alya langsung mengambil bag tersebut lalu pergi kekamar ganti


ternyata isi bag tersebut adalah celana boxer,baju kaos,kemeja dan celana panjang


alya hanya memakai baju kaos dan celana boxer


"terpaksa deh nggak ganti dalaman"gumam alya sedikit kesal


kemudian alya langsung kekamar mandi untuk mencuci wajah nya


setelah alya keluar dari kamar mandi azka langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


alya langsung sibuk dengan ponsel miliknya


sementara azka,setelah selesai mandi ia kembali sibuk dengan laptopnya


"yang gimana caranya ya??"tanya azka dalam hati


dia harus mempelajari semua yang berkaitan dengan perusahaan abizar group


soni memaksa azka untuk mempelajari semuanya dalam waktu singkat


saat azka menoleh kesamping ternyata alya sudah tertidur


azka meletakkan laptopnya diatas nakas kemudian membetulkan posisi tidur alya


"cantik"gumam azka saat memandang wajah alya yang polos tanpa polesan make up


"tidur yang nyenyak"azka membelai pipi alya dengan lembut,kemudian ia melanjutkan pekerjaannya kembali


"kalau begini caranya bisa bisa aku dikeluarkan dari pekerjaanku yang sekarang"azka berbicara dengan dirinya sendiri


keesokan harinya...


malam pertama pernikahan mereka,mereka habiskan dengan percuma


pagi pagi sekali rendi sudah datang membawa baju ganti untuk alya dan azka


azka menatap rendi dengan tatapan penuh intimidasi


"ma maaf"ucap rendi


rendi tahu sejak awal azka sudah mengetahui kalau ia berbohong tentang kepergianya ke kota p


"hm"sahut azka


"siapkan mobil,aku akan pergi bekerja"titah azka


"baik tuan muda"sahut rendi


rendi langsung pergi menyiapkan mobil


saat azka kembali kekamar hotel ternyata alya sudah bangun


"nih ambil,cepat mandi nanti telat"kata azka sambil memberikan bag berisi pakaian


alya langsung meraih bag tersebut lalu kekamar mandi


alya terkejut ternyata didalam bag tersebut ada pembalut


"jadi gemes deh"gumam alya sambil tersenyum


disisi lain...


ars kecil dibawa dan dititipkan di panti asuhan oleh pihak kepolisian


"hm,gimana caranya aku bisa kabur ya??"dalam hati


"mama,adek kangen"gumamnya lagi