(3) Vampire

(3) Vampire
93 vampire



perkelahian semakin sengit karna dari kedua bela pihak tumbang satu persatu


"papa!!!"teriak azka saat melihat soni berlumuran darah


soni sempat tersenyum hingga akhirnya dirinya tersungkur ke tanah


"kurang ajar!!!"teriak azka murka


"apa yang bisa kamu lakukan azka? sekarang kamu tinggal sendirian!"julio meremehkan azka


"bukanlah anda juga sendirian? apakah anda tidak menyadari nya?"tanya azka


julio mengepal tangannya


"tetal saja saya lebih unggul dan lebih kuat dari kamu!"sahut julio


"mari kita buktikan!!"ucap azka


azka melesat kearah julio


julio dengan cepat menghindari serangan dari azka"hahaha!!! apakah hanya sebatas itu kemampuan kamu?"tanya julio


"kurang ajar!"umpat azka


beberapa kali azka terpental karna setangan julio,hingga akhirnya azka tidak bisa lagi berdiri


"sudah ku katakan serahkan saja,tapi kalian semua sangat keras kepala"katq julio sambil berjalan mendekat


azka merasakan sakit yang luar biasa dibagian jantungnya,sepertinya batu mulia retak karna tltubuh azka terkena pukulan dan hempasan puluhan kali


julio berjongkok dihadapan azka


"argghh!!"erang azka saat tangan julio mulai menusuk bagian dada nya


jleb!!


"arghhh"suara erangan yang sangat dalam membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan lari ketakutan


azka terpaku


"kenapa tidak sakit?"tanya nya


bruk!!


julio tersungkur di tanah


"ars!"gumam azka


ars langsung menusuk tubuh julio berkali kali,hingga akhirnya ars mencabut jantung julio dan membakarnya hingga menjadi abu


"apa kamu baik baik saja?"tanya ars sambil membantu azka berdiri


azka menjawab dengan anggukan kepala


"tunggu!"azka mencekal bahu ars


"itu?"tanya azka,azka terkejut melihat bagian dada ars terluka parah


"tidak apa apa"jawab ars


ars berjalan kearah nathan"syukurlah papa masih bisa diselamatkan"ucap ars


ars merasa sedikit tenang,setidak nya tubuh nathan tidak berubah menjadi debu


hanya azka dan ars yang masih mampu untuk berdiri,sedangkan nathan,soni,dirga,axel,bimo,dan rendi sudah tidak bbergerak lagi


mereka berdua memaksakan diri membawa begitu besar beban di tubuh mereka


dengan susah paya azka dan ars membawa yang lainnya pulang..


jam menunjukkan pukul 1 malam


aqilla dan yang lainnya sudah tidur


yang lainnya langsung membantu membawa soni,bimo,nathan,axel,rendi dan dirga masuk kedalam,rumah


para vampire penjaga mmebantu membersihkan tubuh mereka lalu mengganti pakaian mereke,kemudian mereka dibaringkan di beberapa tempat tidur disatu ruangan


"byur!!!


ars memuntahkan darah dari mulutnya


*bruk!


jatuh*


"ars!"pekik azka


azka mencoba membangunkan ars,namun..


"akhh! sakit!"azka meremas dada nya yang terasa amat sangat sakit


akhirnya azka jatuh diatas tubuh ars


para vampire penjaga melakukan hal yang sama untuk azka dan ars


saat pagi tiba..


naina,salsa alya dan aqilla terpaku melihat tubuh suami,kerabat, dan anak mereka terbaring diatas tempat tidur


"pa pantes saja semalam mereka sangat gelisa"dalam hati alya


aqilla ingin mendekat namun dihalangi oleh vampire penjaga


"lebih baik kamu pergi bersekolah saja dulu qila,mereka biar tante yang urus"kata naina


dengan berat hati aqilla menyetujuinya


aqilla pergi bersekolah dengan perasaan yang kacau


plak!


melan menepuk bahu aqilla,namun aqilla tidak bereaksi sedikitpun


"lo kenapa qila?"tanya melan


oh my good!! kenapa wajah lo pucat banget?"tanya melan,melan langsung meletakkan tangannya dikening aqilla untuk memeriksa suhu badan nya


"tidak panas"gumam melan


"aish! gue nggak papa kok!"aqilla menepis pelan tangan melan


"lo kenapa qil?"tanya romeo,sambil sedikit tertatih romeo berjalan menghampiri aqilla


"qila!"panggil dion


aqilla langsung membuang muka saat dion memanggilnya


"om dirga ada dirumah gue"kata aqilla,dirinya seakan tahu apa yang ada dipikiran melan


"maksud nya?"tanya melan pura pura tidak mengerti


"ikut kerumah gue,setelah itu gue akan tahu seberapa besar tasa peduli lo sama dia"sahut aqilla


"tunggu dulu,gue juga mau ikut!"protes romeo


"ikut tinggal ikut"sahut aqilla jutek


sepulang sekolah aqilla membawa kedua sahabatnya pulang ke mansion


dion hanya bisa menatap aqilla dari kejauhan


dimansion...


aqilla,melan dan romeo turun dari taksi


"rumah siapa ini qil?"tanya melan saat melihat pagar yang menjulang tinggi


"rumah om soni"jawab aqilla


"apa!!"melan dan romeo terkejut mendengarnya


"mereka berdua teman ku,apakah mereka boleh masuk?"tanya aqilla kepada para penjaga yang berada didepan gerbang


"silahkan"penjaga itu membukakan pintu gerbang


disepanjang jalan masuk melan dan romeo dibuat takjub oleh pemandangan didalamnya


"ayo"aqilla mengajak mereka berdua masuk kedalam mansion


"besar banget!"ucap romeo takjub


"aqilla ,kamu sudah pulang?"tanya alya


romeo melongo melihat alya


"tutup mulut lo ntar kemasukkan lalat"ucap melan sambil menutup mulut romeo menggunakan tangannya


"paan sih"romeo menepis tangan melan


"iya kak"jawab aqilla


"oh iya mereka berdua teman qilla,boleh nggak mereka menjenguk om dirga?"tanya aqilla


alya terdiam sejenak


"boleh,tapi jangan menyentuh tubuhnya"jawab alya


"apa maksud nya nih?"tanya melan,dirinya sangat bingung kenapa aqilla berkata seperti itu


"ayo ikut gue"aqilla mengajak mereka berdua menuju sebuah ruangan


deg!!


jantung melan berdegup kencang saat melihat orang orang yang terbaring diatas ranjang


ruangan yang sangat besar itu berisi beberapa tempat tidur yang diatas nya terbaring azka,ars,soni,nathan,bimo,axel,dirga dan rendi


"om dirga!"nelan menutup mulutnya


"mereka semua kenapa qil?"tanya melan sambil menangis


"gue juga nggak tau,pas gue datang keruangan ini mereka sudah seperti ini"jawab aqilla


"hiks mereka nggak meninggal kan qil?"tanya melan,melan sangat panik dan sedih


"nggak tau,guen nggak bisa mastiin itu karna para penjaga melarang siapapun untuk menyentuh mereka"jawab aqilla lagi


"wajah mereka terlihat sangat damai"ucap romeo


"eh qilla,sudah pulang"ucap salsa


salsa datang keruanahn itu untuk melihat keadaan bimo dan yang lainnya


"iya tante"sahut aqilla


"ini siapa?"tanya salsa


"saya melan tante"ucap melan


"saya romeo"ucap romeo


"mereka berdua teman qilla"kata aqila kepada salsa


"oh"salsa ber oh ria


"oma!!"arvin berlari mencari naina dan salsa


"ada apa arvin?"tanya salsa


"mama,mama tiba tiba tidur dan nggak bangun bangun!"jawab arvin


deg!


pyar!!!


mangkuk berisi air yang dipegang oleh salsa langsung jatuh


salsa langsung bergegas pergi kekamar tamu


"ayo!"aqilla mengajak kedua sahabat nya


"salsa!!!"tiba tiba naina berteriak dari arah luar mansion


"tante pergi kekamar kak arsy aja,biar qila yang pergi melihat tante naina"kata aqilla


"baiklah!"salsa pergi kekamar arsy,sementara aqilla pergi keluar mansion


deg!!


aqilla,melan dan romeo gemetar melihat para penjaga yang tadinya berdiri tegap sekarang sudah terbaring semua