(3) Vampire

(3) Vampire
29 vampire



empat jam kemudian...


mereka akhirnya sampai di tkp


"oh astaga tempat ini sangat terpencil"gerutu sela


"kenapa mereka belum juga turun??"tanya bani karna azka,alya dan bayu belum juga turun dari mobil


mereka berempat langsung mendatangi mobil azka


tok tok tok


"bayu!"panggil boy


bayu menurunkan kaca mobil


"huammm! ngantuk,capek"ucap bayu


boy melihat kearah bangku penumpang


"alya masih tidur"kata boy


"sebenarnya dia kenapa sih,dari tadi ngedrama terus"kata sela,ia sangat cemburu dengan alya


ceklek defran membukakan pintu mobil


dilihatnya alya tidur sambil membenamkan wajahnya didada azka,sontak saja pemandangan itu membuat hatinya memanas


"cewek murahan"umpat sela dalam hati


bani menghembus nafas kasar melihat keuwuan diantara azka dan alya


"al bangun"panggil azka sambil menepuk pipi alya pelan


sebenarnya azka Tidak tega harus membangunkan alya,tapi mau bagaimana lagi,mereka sedang bekerja


"emm bentar lagi"racaunya


"hey coba lihat itu"kata azka


alya langsung membuka matanya"alya membelalakkan matanya melihat semua orang sedang melihat kearahnya


"maaf,alya langsung menjauhi azka


ars dan axel baru sampai..


semua sudah berkumpul,termasuk kepala desa dan beberapa warga


untuk mencapai titik lokasi mereka harus berjalan selama satu jam karna kondisi jalan yang naik turun bukit beukit kecil,tidak mungkin bisa dilewati oleh kendaraan roda empat


"bawa ini!"azka menyuruh bayu membawakan tas belanja berisi buah,roti dan air minum,sementara itu yang lainnya membawa peralatan dan perlengkapan untuk dipakai nanti


pertengahan perjalanan..


"pak,sepertinya ada yang mengikuti kita"kata boy


"menurut mitosnya di tempat ini orang sering melihat makhluk yang disebut vampire,tapi saya tidak percaya,kita kan islam,sedangkan vampire itu adalah hantu cina"jelas pak udin,kepala desa disana


mereka manggut manggut,kecuali azka,ars dan axel tentunya


"siapa kira kira?"tanya azka dalam hati


bayangan demi bayangan berseliweran didekat sana


"jaga alya!!"ars spontan berteriak sambil mendorong alya kearah ars,dengan sigap ars menangkap tubuh alya


brug!!!


ars jatuh dan terguling kebawah


"ars!!"teriak axel,dengan cepat axel berlari mencapai ars


"aahh sial!"umpat ars sambil berusaha berdiri,axel membantu ars berdiri


"ayo naik,sepertinya dia mengincar alya"kata ars kepada axel


semua orang sangat panik mendengar perkataan ars tadi


di sepanjang jalan mereka selalu siap siaga apabila terjadi penyerangan lagi


sesampainya di tkp..


"apa!!!,ternyata ini desa?"tanya bani


"iya,penduduk kami cukup banyak,hanya saja anak anak disini tidak ada yanh bersekolah karna tempat sekolah sangat jauh dan akses jalannya juga membuat para orang tua berfikir panjang untuk menyekolahkan anak mereka"jelas pak udin


"belum lagi keberadaan makhluk vampire itu"sambung salah satu warga


"kejadian ini bukan pertama kalinya,ini sudah kelima kalinya dalam sepuluh tahun,biasanya sepuluh orang per sepuluh tahun "kata kepala desa


"apa!!"bani sangat terkejut mendengarnya


"firasatku jadi tidak enak"ucap bayu


"diam bay"kata alya


"sepertinya mereka punya niat jahat"bisik ars ke axel


"iya,sepertinya mereka mau mengorbankan lima dari kita"jawab axel


karna hari sudah sore akhirnya mereka menginap dirumah kepala desa,


saat akan memasuki rumah kepala desa tiba tiba seorang nenek memanggil mereka


"tunggu!!!!!"teriaknya


semuanya menoleh kearah nenek itu


"kamu sedang mengandung anak dari klan vampire"nenek itu menunjuk perut alya yang masih rata


"apa maksud nenek ini??"tanya alya dalam hati


yang lainnya tercengang mendengarnya


nenek itu berjalan mendekati alya,


alya memucat karna takut dengan penampilan nenek tua itu


azka langsung menarik alya kebelakangnya"apakah aku juga hamil anak VAMPIRE?'tanya azka dengan tatapan membunuh


"maaf kan saya,dia salah satu warga saya dan sedikit tidak waras,mungkin karna kehilangan anaknya sepuluh tahun lalu"jelas kepala desa


"vampire?"alya sangat tidak bisa mempercayainya


"nek,pulanglah dulu"kata kepala desa


"dia sedang mengandung bayi klan vampire!"nenek itu masih tidak menyerah


sast malam tiba semua warga tudak ada yang membuka pintu,mereka takut menjadi sasaran vampire


"sekarang saya tanya baik baik,anda meminta kami kesini untuk menyelidiki kasus atau ingin menjadikan lima dari kami sebagaj tumbal??"tanya bani


deg!!!


kepala desa langsung terdiam


tubunya agak gemetar mendengar pertanyaan bani "tentu saja menyelidiki kasus"jawab kepala kepala desa dengan wajah tegang


"baiklah,besok kami akan ke tkp"kata bani


"kita harus menyelidikinya sampai tuntas,kita tidak bisa menulis laporan kalau hanya mengandalkan cerita mereka,karna alasan vampire atau apa pun itu tidak bisa diterima opeh logika"jelas bani kepada para bawahannya


"azka!!!!"suara seperti angin itu muncul lagi setelah 40 tahun lalu


azka memutup telinganya,entah kenapa dia merasa takut mendengar suara itu


"kayak ada yanh manggil nama azka"kata boy


"suaranya seperti suara perempuan"sambung defran


"aaazkaaaa"suara itu memanggil lagi,sangat lambat dan lembut


"si siapa??"azka mulai bertingkah aneh


"aku sangat merindukan mu sayang,ayo cepat datang ke nenek!hahaha"suaranya seperti melayang layang


"nenek?


mereka semua terkejut..


"ti tidak,nenekku sudah meninggal!!"jawab azka setengah berteriak


"tidak sayang,ini nenek mu,hiks hiks tolong nenek!"suara itu ternyata sedikit dari jiwa morea yang berkelana dihutan dekat desa


"tidaak!!"teriak azka


alya langsung memeluk tubuh azka"tenang,ada kami"kata alya sambil mengelus punggung azka


"gimana nih ars??"tanya axel


"tenang saja,sebelum masuk kehutan tadi aku sudah mengirim pesan ke papa dan papa sudah mengirim om dirga sama om rendi kesini"jawab ars


"uh syukurlah"sahut axel


"morea!!!!"teriak azka tanpa sadar,alya terus memeluk azka,yang lainnya juga waspada dan siap siaga disekeliling azka


"hahaha ternyata kamu masih mengenaliku"sahut morea


"kalau kamu memang benar benar neneknya azka,seharusnya kamu tidak mengganggunya,apalagi kita sudah berbeda alam!!"teriak axel


"beda alam apanya si xel,itu pasti setengah dari jiwanya yang berkelana di sekitaran hutan ini"potong ars


"keturunan zidan sastrawijaya memnag sangat pintar"sahut morea lagi


"azka bunuh mereka semua dan kebalilah kepada nenek,nenek sangat menyayangimu!"perintah morea


brak!!!


pintu rumah pak kades dibuka paksa


ternyata itu dirga dan rendi,suara morea langsung menghilang setelah kedatangan mereka berdua


rendi langsung berlari menghampiri azka


melihat itu alya langsung melepas pelukannya


"tidak! tidak! tuan muda!!!"teriak rendi,karna dia melihat azka hampir kehilangan kesadarannya


rendi terpaksa mengikat tangan dan kaki azka menggunakan tali


"kenapa harus diikat?"tanya bani


"saya bisa mengobati orang kerasukan"kata kepala desa


"dia bukan orang"gumam rendi


"tidak perlu,saya punya cara sendiri"tolak rendi


"azka sadarlah!"rendi menepuk nepuk pipi azka


sedangkan ars dan axel siaga disamping kiri dan kanan alya


"duduk al"ars mengambilkan kursi untuk alya duduk


"lepaskan!!!!!!"teriak azka


alya dan sela langsung menangis melihat azka mengamuk