(3) Vampire

(3) Vampire
69 vampire



saat sedang memeriksa buku tugas para muridnya soni merasakan ada aroma vampire lain berkeliaran disekitar lingkungan sekolah


"sial!"umpat soni


tanpa menunggu lagi soni langsung keluar dari ruangannya


dikantin...


"eh qilla pulang nanti kita langsung jalan jalan yuk"ajak melan


"hm,nggak bisa mel,gue harus minta izin sama bokap dulu"tolak aqilla


mata soni menyala melihat salah satu penjual dikantin


penjual itu menatap soni dengan tatapan kesal


"kok kepala gue pusing ya?"tanya aqilla


"ah sakit banget!"eluh aqilla


tiba tiba penglihatan aqilla menjadi kabur


vampir itu menyelinap dan pergi keluar


bruk!!


"qila!!!"pekik melan dan romeo saat melihat aqilla tiba tiba pingsan


soni yang awalnya ingin mengejar vampire itu langsung mengurungkan niatkannya saat melihat aqilla pingsan"sial!!"umpat nya


soni langsung meriksa keadaan aqilla


"aqilla kamu kenapa?"tanya soni


"pak qila pingsan"ucap melan,matanya sudah berkaca kaca menahan tangis


nana sangat senang melihat aqilla pingsan"mati aja lo"gumam nya


soni mengeraskan rahangnya saat mendengar gumaman nana


minggir kalian semua!!"teriak soni


para murid terkejut mendengar teriakan soni


soni langsung mengangkat aqilla lalu membawanya ke UKS


"tidak ini tidak akan berjalan dengan baik"ucap soni panik


"saya akan membawanya kerumah sakit"kata soni


melan,romeo dan yang lainnya terheran heran melihat soni kepanikan soni yang sangat berlebihan menurut mereka


"pak soni kok khawatirnya berlebihan banget sih? qila kan cuma pingsan"bisik melan kepada romeo


"iya"sahut romeo,dalam hatinya sangat kesal melihat soni


romeo dan melan langsung mengikuti soni menuju ke mobil nya


"pak kami ikut"ucap melan


"cepat masuk!"suruh soni


di sepanjang jalan melan dan romeo berdoa karna soni membawa mobil dengan kecepatan tinggi


sesampainya dirumah sakit mereka berdua gemetar saat turun


"jangan jangan sebelum jadi guru pak soni seorang pembalap?"tanya melan sambil berjalan masuk kedalam rumah sakit


"nggak tau,gue mau nelfon bokap qilla buat ngasih tau kondisi qila"sahut romeo


"hangan,nanti aja,setelah kita tahu bagaimana keadaan qila,baru kita kasih tau bokapnya"kata melan


"ya udah"romeo kembali menyimpan ponsel kedalam sakunya


saat ini aqilla sudah dibawa keruang UGD karna detak jantung nya sangat tidak stabil


soni merogoh ponsel dikantong celananya


"hallo!"cepat datang kerumah sakit golden di jalan S sekarang juga,aqilla pingsan"ucap soni setelah itu soni langsung mematikan panggilan telfon


"kalian tunggu disini,saya mau ke toilet sebentar"kata soni kepada melan dan romeo


"baik pak"jawab romeo dan melan serentak


"aku akan menghabisi kalian semua!"geram soni sambil menghadap kaca wastafel di toilet rumah sakit,soni melepas kaca mata yang digunakannya lalu mencuci wajah dan menaikkan lengan kemeja panjang yang di pakainya


didepan ruang UGG..


"mana aqilla!"tanya diki


"om!"kedua nya sangat terkejut melihat kedatangan diki


"qila ada didalam"jawab melan


dilihat nya hanya ada melan dan romeo disana"kemana tuan soni?"tanya diki


"pak soni sedang ke toilet"jawab romeo


"tuan!"ucap diki saat melihat soni


"hm"sahut soni


mereka berdua mengikuti arah tatapan diki


deg!!


"ganteng banget!"jerit melan


"plak!"romeo menepuk pundak melan


"nggak tau"jawab melan


"woah!! ganteng bangeeeett!!!!"jerit melan dalam hati


"apa yang sebenarnya terjadi?"tanya diki


"saya akan memberitahu anda nanti"jawab soni


"kok bokap nya qila bisa kenal sama pak soni??"tanya romeo dalam hati


"melan,romeo kalian kembali saja kesekolah,saya sudah ada disini"kata diki pada kedua sahabat aqilla


"baik om"jawab melan


"ayo"melan menarik romeo agar ikut dengannya


sebenarnya romeo tidak ingin pergi,tapi dia tidak punya alasan untuk teta tinggal apalagi orang tua aqilla sudah menyuruhnya pergi


setelah mereka berdua pergi soni langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi


duk!


diki tersandar didinding dibelakangnya


"kenapa mereka mengincar putri ku?"tanya diki


"mungkin mereka ingin membuat saya bertekuk lutut di hadapan mereka"jawab soni


soni sengaja berbohong karna sangat tidak mungkin baginya menceritakan yang sebenarnya kepada yang bukan klan vampire


"tuan saya mohon tolong anda jaga aqilla,jangan sampai terjadi sesuatu kepadanya"pinta diki


"jika sampai terjadi sesuatu kepadanya aku tidak akan sanggup untuk hidup lagi"kata diki sambil menghapus air mata yang keluar sudut matanya


soni terdiam saat melihat diki menangis"kenapa manusia sangat lemah?"tanya nya dalam hati


tak lama kemudian dokter keluar dari ruang UGD


diki langsung menghampiri dokter tadi


"bagaimana keadaan anak saya dok??"tanya diki


dokter bernama rido tersebut menghela nafas nya sebelum menyampaikan kondisi aqilla kepada diki


"pasien overdosis obat tidur"jelas dokter rido


"a apa!!"pekik soni


diki terdiam mendengarnya


"te terus bagaimana keadaan anak saya sekarang dok?"tanya diki


"saat ini nyawa pasien sudah tidak dalam bahaya lagi,hanya saja dia akan terus tertidur selama efek obat tidur masih bekerja"jawab dokter rido


"kapan dia bisa terbangun??"tanya soni


"saya tidak bisa memastikan kapan pasien akan terbangun"jawab dokter rido


"ck,dia benar benar tidak tahu apa apa"gerutu soni dalam hati


"kalau begitu kami akan membawanya pulang saja,untuk apa dia berlama lama dirumah sakit ini kalau anda sebagai dokter tidak bisa memprediksi kapan pansien anda akan terbangun"kata soni


wajah dokter rido langsung memucat sata mendengar perkataan soni


setelah mengatakan itu soni langsung masuk keruang UGD


"pak tolong jangan lakukan itu,reputasi rumah sakit kami akan hancur kalau sampai ada pihak media yang mengetahui tentang ini"dokter rido memohon kepada diki


diki langsung memberikan tatapan tajam kearah rido"apakah kamu tidak punya rasa malu? kamu memohon kepada ayah dari seorang pasien yang kamu bilang kamu tidak tahu kapan dia akan terbangun?"tanya diki


"pak bukan begitu maksud saya"dokter rido sangat gugup karna orang tua pasien lainnya mendekati nya


klek!


soni keluar dari ruang UGD sambil menggendong aqilla


"ayo"ucap soni kepada diki


"tenang saja saya akan membayar biayanya"kata diki,setelah itu diki langsung pergi mengejar soni yang sudah pergi duluan


dua puluh menit kemudian soni sudah sampai dikediamannya


sean bergegas datang kekediaman soni karna sebelumnya dia sudah dihubungi oleh diki agar segera datang kekediaman soni


"kenapa ini bisa terjadi?"tanya sean sambil memeriksa nadi aqilla


berulang kali sean menggeleng kepala"ini bukan karna efek obat tidur"ucap sean


"lalu??"tanya soni


"racun"jawab sean


deg!!


"apa!!"teriak soni


"dokter itu memang benar benar tidak berguna"geram soni


"hey jangan salahkan dokter,dia tidak akan bisa mengetahui keberadaan racun yang ada ditubuh aqilla, racun ini bersifat setengah gaib,jadi dokter biasa tidak akan bisa mendeteksi racun itu"sean menjeda penjelasannya


" racun itu akan menggerogoti tubuh korbannya dari dalam secara perlahan sampai tubuhnya mengurus hingga bertahun tahun kemudian dia akan meninggal dunia dengan kondisi yang sangat memperihatinkan"sambung sean


deg!!


duk!


soni langsung terduduk dilantai"kenapa harus dia?!!!"geram soni