(3) Vampire

(3) Vampire
31 vampire



kepanikan terlihat sangat jelas diwajah mereka masing masing..


mereka mengandalkan barang yang mereka bawa untuk melindungi diri


segerombolan vampire berjumlah dua puluh orang berdatang dari sembarang arah langsung mengepung mereka


sela langsung bersembunyi dibelakang azka


azka terus mengawasi sekitar sambil memeluk alya dengan erat


"lindungi diri masing masing!"teriak bani


satu detik kemudian..


semua orang menggeleng kepala karna bani,bukannya berdiri paling depan,dia malah bersembunyi dibelakang ars


para vampire jahat perlahan maju


pertempuran sengit akhirnya terjadi


azka terus menangkis serangan vampire itu dengan satu tangan karna dia sedang memeluk alya


"hiks mama!!!"pekik alya,tubuhnya gemetar hebat


"tenang,jangan buka buka mata sebelum perkelahian ini selesai,aku tidak akan membiarkan mereka mengganggumu"bisik azka


alya pun mengeratkan pelukannya"semoga semua baik baik saja"dalam hati alya


sela,pak kades dan beberapa warga lainnya meringkuk ketakutan


hanya dirga,rendi,boy,defran,ars,axel,bayu dan azka yang melawan para vampire itu


hati sela sangat sakit melihat dua sejoli yang saling berpelukan tepat didepannya


"boy,bayu defran mundur kalian!!!!"teriak azka


"tunggu apa lagi!! cepat munduuuurrr!!!!!!!!"bentak dirga


defran,bayu dan boy langsung mundur


hanya dengan beberapa kali gerakan azka dkk berhasil melumpuhkan semua vampire itu


azka menghapus darah disudut bibirnya..


alya mengangkat kepalanya,azka langsung tersenyum kearahnya


"bi bibir kamu terluka"kata alya sambil menahan tangis


masih tersenyum"cuma luka kecil"jawab azka


"eittzz! jangan lihat kesana"azka menghalangi pandangan alya karna disana para vampire tadi terkapar


"mereka masih setengah manusia,cukup mudah untuk membunuhnya"jelas dirga


"aku akan melakukannya"kata azka sambil melepas pelukannya dengan alya


"jaga alya"kata azka kepada rendi


"apakah kalian akan menyangka akhir kalian akan menjadi seperti ini??"tanya azka sambil berjalan menuju mereka


azka membungkukkan tubuhnya"aku tidak akan segan segan menghabisi siapapun yang membuat wanitaku ketakutan"kata azka sambil mencengkram dagu salah satu dari vampire itu


"damagenya"ucap bayu


"aku akan membantu"ucap ars


"aku juga!"axel ikut maju kedepan


dirga hanya mengawasi mereka


"hancurkan jantungnya!!"seru dirga


azka,ars dan axel langsung berubah wujud,mereka sengaja membelakangi yang lainnya agar taring,mata dan kuku mereka tidak terlihat oleh yang lain


"ka kau!!"vampire itu langsung ketakutan


blesss!!


dengan sekali tusukan tangan mereka sudah menembus dada dan meraih jantung mereka


dengan santainya mereka mencabut jantung vampire vampire itu


"selesai!!"seru axel,wujud mereka sudah kembali kesemula


"harus diapain ni om??"tanya axel


"pe psikopat!!"pekik bayu,tubuhnya gemetar melihat jantung yang ditenteng oleh axel


"hm,ini terlihat sangat lezat kalau dimasak rica rica"kata axel sambil memperhatikan jantung yang masih berdetak itu


yang lain langsung mual mual mendengarnya


"ars sudah membuka mulutnya saking tidak tahannya melihat kelezatan jantung didepannya


untung saja azka langsung menarik kepala ars


ars menunjukkan senyum manisnya kearah azka


"hueek"azka menjadi mual melihat senyum manis yang ditunjukkan oleh ars


"sudah,buang itu"kata azka


ars langsung membuangnya


azka langsung membakar jasad beserta jantung itu


tidak ada rasa sedih,takut atau yang lainnya,azka hanya menunjukkan ekspresi puasnya


axel melempar jantung yang dipegangnya


"huffhhh baunya snaagt lezat!"lagi lagi perkataan axel membuat mereka semakin memucat


"apakah anak ini kanibal??"tanya kepala desa


"jangan bertanya dengan ku"jawab bani,ia saja sulit untuk menelan air liurnya sendiri


azka,ars dan axel berbalik menatap mereka


"ada apa dengan sikap kalian??"tanya azka


"ti tidak ada"jawab bayu,dia sampai terduduk direrumputan karna azka melihat kearahnya


"air minum tadi mana??"tanya azka


"i ini"sahut bayu sambil memberikannya kepada azka


azka,ars dan axel langsung mencuci tangan mereka


"ternyata kalian sudah ada kemajuan"puji dirga


"makasih pujiannya om"sahut axel


"sepertinya kita belum selesai"kata dirga


"apa???"tanya axel


"yang datang kali ini bukan vampire setengah manusia,melainkan vampire murni"jelas dirga


glek!


mereka menelan ludah


"sepertinya kali ini kita akan mati ditangan mereka"ucap axel


perkataan axel membuat mereka terduduk lemas


"defran,bayu,boy, kalian jaga cukup menjaga alya,biar kami yang menghadapi mereka"kata azka


"kami juga mau mrlawan mereka"protes boy


"jangan bodoh! kalau kalian terkena gigitan mereka,kalian akan mati atau berubah menjadi vampire"kali ini ars yang berbicara


"kalian bagaimana??"tanya boy balik


"kalau kami tidak bisa menghadapi mereka,kalian harus pergi dari sini,cukup tolong jaga alya,jangan sampai mereka menangkap alya"bukan jawaban yang didapatkan boy tapi malah permintaan


"hiks ngomong apa akmu hah!?,kamu tega mau ninggalin aku!!!"bentak alya sambil menangis


azka tersenyum getir lalu menarik alya kedalam pelukannya


azka menarik dan meletakkan tangan alya didadanya"tenang saja,selagi jantung ini masih berdetak aku akan menemuimu"kata azka


alya langsung menangis sejadi jadinya"kamu jahat!!"pekik alya sambil memukul mukul dada azka


"luapkan semuanya,mungkin ini terakhir kali aku melihat mu marah dan menangis karna ku"ucap azka


"bangs*t lo!!,gue nggak mau punya hutang nyawa sama lo!"bentak defran


azka hanya tersenyum menanggapi kemarahan mereka


"om ren,tolong jaga alya,tuntun mereka untuk keluar dari hutan inj nanti"kata azka kepada rendi


rendi hanya mengangguk kepala sambil menahan kesedihannya


"om kasih bilang sama papa,jangan menungguku"pesan axel


"bilang juga sama papa kalau aku sangat menyayanginya hanya saja aku tidak tahu cara mengungkapkannya"pesan ars


"baiklah,aku akan menyampaikan semuanya"sahut rendi dengan kesal


"apakah anda ingin menitipkan pesan juga??"tanya rendi dengan tatapan kesal kearah dirga


dirga hanya menatapnya aneh


"kenapa dia sangat emosional"dalam hati dirga


tak lama kemudian lima vampire datang,salah satu dari mereka vampire murni..


"ingat pesanku tadi!"teriak azka


"beraninya kalian yang hanya campuran mencoba melawan kami!!"bentak salah satu dari mereka


"lebih baik kamu serahkan batu mulia itu,kami akan mengampuni nyawa kalian"kata yang lainnya


"batu apa yang kalian maksud??"tanya azka karna dia benar benar tidak tahu batu apa yang mereka maksud


hanya dengan sekali gerakkan tubuh azka sudah terangkat keatas


"azka!!!"teriak alya


rendi langsung menahan alya yang amu berlari kearah azka


azka menggeleng kepala sambil menatap alya


"kamu kira hanya kamu yang bisa melakukan trik bodoh itu? pesulap juga bisa?"kata azka dengan remeh


"kamu!!!"teriak vampire itu marah


bruukk!


tubuh azka langsung jatuh"aahhh!!,ini sedikit sakit"gerutu azka sambil mengelus pantatnya


pertarungan sengit kembali terjadi