
untuk memaksa azka pergi kekantor soni memilih bekerja sebagai guru disebuah sekolah menengah atas yang berada dikota itu
soni mengajar di sekolahan swasta miliknya sendiri
soni berdandan seperti guru lengkap dengan kacamata dan seragam gurunya
"pagi pak soni"sapa rizal,guru disana
"pagi juga"sahut soni
"pagi anak anak!"rizal membawa soni ketuang kelas tempat soni akan mengajar
"pagi pak!"sahut anak anak itu
"waw ganteng banget!"pekik siswi siswi disana
"begini ternyata anak anak sekolah jaman sekarang,berbeda jauh dengan saat aku masih bersekolah dahulu"gumam soni
"diam semuanya!!"teriak rizal
"perkenalkan dia pak soni, guru yang akan menjadi wali kelas kalian yang baru"ucap rizal
"wah!"
"yey!"
sorakan mahasiswi disana
"apakah keputusan ku sudah benar?"gumam soni,dirinya mulai ragu dengan keputusan yang dibuatnya sendiri
soni mulai mengajari para murid kelas 12
"assalamualikum pak"ucap seseorang dari luar pintu
seorang gadis kecil berwajah imut sedikit pendek dengan pipi yang sedikit cuby tersenyum kearahnya
soni membalas senyuman gadis itu dengan ekspresi datar,kemudian kembali fokus kepapan tulis
"maaf saya telat"ucap gadis itu
"hm"sahut soni
"cu cuma hem doang? disuruh masuk kek"gerutu gadis itu pelan
"masuk,lain kali kalau telat lagi kamu harus berlari mengelilingi lapangan sebanyak sebanyak 50 kali"ucap soni tanpa melihat kearah gadis itu
para murid melongo mendengarnya
"ck dia kira gue kuda apa"gerutu gadis itu lagi
"maksud saya lima kali"ucap soni lagi
semua murid merasa lega mendengarnya
"aqilla rafailah mahveen silahkan duduk"ucap soni lagi
qila langsung berlari ketempat duduk miliknya
"ck,baru beberapa jam kepala ku sudah berdenyut karna murid murid ini"rutuk soni
saat sedang mengajar tiba tiba ponsel soni berbunyi
"hm"soni mengangkat telfon
"tuan anda dimana?"tanya rendi dari seberang sana
"saya sedang mengajar"jawab soni sambil berjalan keluar kelas
"apa! mengajar?!!"tanya rendi
"hm"jawab soni
"hahahaha"rendi tergelak mendengarnya
"teruskan"kata soni
"ma maaf,tuan bocah itu memaksa ingin bertemu anda"lapor rendi
"kalau kamu tidak bisa mengurusnya,lebih baik kamu jangan hidup lagi"setelah mengatakan itu soni langsung mematikan panggilan telfonnya
rendi menatap nanar kearah ponselnya
disekolah..
saat jam istirahat..
"lo kenapa bisa telat lagi sih qila?"tanya romeo,teman aqila
"lo kayak nggak tau si qila aja,dia pasti begadang baca novel kesukaannya lagi"ucap melan
"hehe"aqila terkekeh sambil menggaruk kepalanya
"ngeselin banget,kenapa pak gun pindah ngajar kesekolah lain? padahal baru sebulan dia ngajar disekolah kita"tanya aqila
"biasa,kerjaan nana sama ratih,mereka berdua selalu ngerjain pak gun sampai bikin pak gun sakit dan akhirnya milih berenti ngajar disekolah kita" jawab melan
"giliran gurunya ganteng pada sibuk nyari perhatian"sambung romeo
"ck,sama om om kayak gitu naksir juga mereka"aqila tak habis pikir dengan teman sekelasnya
saat ini soni sedang beristirahat diruangannya
ruangan soni tidak seperti ruangan guru biasanya,dibalik rak buku terdapat kamar tidur dan kamar mandi
"ck anak anak ingusan itu membuat kepala ku sakit"gerutu soni sambil berbaring dikasur ukuran king size miliknya
setengah jam berlalu..
soni kembali memakai seragam gurunya lalu keluar dari ruangannya menuju kelas tempatnya mengajar
"pak,ini buat bapak"sambil tersipu malu nana memberikan coklat kepada soni
soni mengerutkan dahinya"ck,yang benar saja??"tanya soni dalam hati
soni tidak menanggapi nana,ia langsung memberikan mata pelajaran agar para murid segera mengerjakannya"cepat kerjakan"kata soni
"kamu! cepat duduk dan kerjakan tugas yang saya berikan!"soni menyuruh nana duduk
nana sangat malu karna soni tidak menanggapinya
semua yang berada disana menahan tawa melihat nana diacuh kan oleh soni,terutama aqila dkk,mereka bertiga menjulurkan lidah kearah nana hingga membuat nana marah besar
"habis kita nanti"bisik melan
"nggak usah takut,ada gue"ucap romeo
"cie cie a'ak romeo"ledek aqila
"yang disana mau mengerjakan tugas atau berdiri didepan kelas sampai jam belajar selesai?"tanya soni,tatapannya membuat seisi kelas merinding
"belajar pak"jawab aqila
"awas aja lo pak,gue kerjain nanti"gerutu aqila
"anak anak ini sangat sulit diatur"gerutu soni
saat pulang sekolah..
aqila dkk dihadang oleh nana,ratih dan beberapa siswa lainnya
"ini ni yang sok jago tadi"ucap ratih
"berani banget lo ngejek anak donatur sekolahan ditempat lo bersekolah!"bentak yang lainnya
"mungkin dia sudah bosan soklah disini"sambung nana
"woi jangan mentang mentang lo anak salah satu donatur disekolah ini seenaknya lo ngengganggu para guru dan murid lainnya!"teriak aqila
"oh jadi anak anak itu yang membuat guru guru tidak betah mengajar dikelas mereka"gumam soni
soni hanya menyaksikan keributan diantara mereka dari kejauhan
tiba tiba aldo sudah berada disamping soni
"tuan,tuan muda melamar anak dari sahabatnya untuk dinikahkan dengan anda,saya sejak tadi ingin memberitahukan soal ini tapi ducegah oleh tuan muda"lapor aldo
mata soni membulat mendengar apa yang disampaikan oleh aldo
"hm,sepertinya dia ingin balas dendam"ucap soni
soni langsung bergegas menuju mobilnya
didalam mobil"ck yang benar saja! biasa nya orang tua yang mengatur pernikahan untuk anaknya,kenapa ini malah kebalikannya??"tanya soni tidak percaya dengan yang baru saja dialaminya
dihalaman srkolah..
pertengkaran diantara geng aqila dan nana masih berlanjut hingga akhirnya datang rizal,salah satu guru disekolah itu
"bubar atau saya bawa keruang bk sekarang juga!"ancam rizal
rizal menghela nafas melihat kenakalan murid kelas 12 tersebut
anak anak itu langsung berlarian menyelamatkan diri dari amukan rizal
dikediaman ABIZAR..
soni mencari keberadaan azka namun tudak menemukannya"anak keruang ajar!"umpatnya kesal
rendi datang menghampiri soni"tuan,semua barang yang akan dibawa kerumah calon istri anda sudah disiapkan"ucap rendi
mata soni langsung memerah"kalian benar benar membuatku marah!"bentak soni
rendi terkesiap mendengar bentakan soni
"kemana azka pergi?"tanya soni
"tuan muda sudah berada dirumah tuan diki"jawab rendi
"ataa dasar apa dia memaksa ku menikahi anak diki!"soni sangat kesal
soni langsung pergu kekamar untuk bersiap siap,mau tidak mau dirinya harus datang kekediaman diki
rendi tersenyum samar melihat soni kesal
ditempat lain..
"siapa?"gumam aqila
dirumahnya yang terbilang cukup sederhana tiba tiba kedatangan tamu yang membawa mobil mewah