
di kediaman sastrawijaya menjadi semakin mencekam setelah soni memberitahu kalau bukan rafael pelaku penculikan sea dan rayhan
"siapa yang diam diam memusuhi keluarga ku?"tanya nathan dalam hati
"jangan jangan selama iini diantara kita ada yang berhianat"pendapat axel membuat semua yang berada disana saling tatap
nathan,bimo,naina dan salsa tertegun mendengar perkataan axel tadi
"siapa kira kira?"tanya bimo
axel tampak berfikir,hingga akhirnya menggeleng kepala
"jangan berasumsi yang tidak tidak"kata arsy
sementara itu dikediaman soni..
soni baru kembali saja kembali kemansion
"papa baik baik saja kan?"tanya azka khawatir
"hm"sahut soni
"azka,muali sekarang kamu jangan banyak main main,terus lah berlatih bersama rendi dan yang lainnya,sepertinya pertempuran besar akan segera terjadi"kata soni kepada azka
"baik pa"jawab azka
"kalau begitu aku kekamar dulu"azka langsung menyelamatkan kan diri dari omelan soni
"anak ini selalu saja tidak bisa bersikap serius,apa mungkin karna dia pernah hilang ingatan ya?"tanya soni dalam hati
"aldo! kamu berjaga disini,jangan sampai azka alya maupun aqilla keluar dari mansion"suruh soni
"baiklah tuan"sahut aldo
rendi menyiapkan bangku untuk aldo duduk karna luka aldo belum sembuh sepenuh nya..
setelah itu soni dan rendi langsung pergi ke ruang bawah tanah.
"rrrrrrrgghh"geram baskoro
"ada apa baskoro? kenapa kau menggeram seperti anjing?"tanya soni
"lepaskan saya!!"terak baskoro
soni terkekeh mendengarnya"tidakkah kau merasa malu meminta hal seperti itu bas ko ro!"tanya soni,soni sengaja menjeda penyebutan nama baskoro
"rafael sudah berubah menjadi abu,sekarang kau akan menyusulnya"kata soni
deg!!!
"rafael sudah mati?"gumam baskoro
detik kemudian senyum merekah diwajah baskoro"bagus,setelah keluar dari tempat ini hanya aku yang akan menjadi bawahan julio,dan lambat laun aku akan menggeserkan posisi dia"gumam nya
ceklek!
pintu ruang bawah tanah terbuka
"maaf saya terlambat"ucap boy
"tidak,kamu belum terlambat"sahut soni
"boy boy saya kakek buyut kamu! tolong suruh mereka melepaskan saya!"pinta baskoro
boy menatap baskoro dengan tatapan datar"kakek buyut saya sudah meninggal,anda bukan dia"ucap boy
"boy!"panggil baskoro
"jangan anda kira saya tidak tahu siapa dalang dibalik kematian papa saya"kata boy
deg!!
baskoro terdiam
"panah itu seharus nya mengenai azka,joy sendiri yang bodoh,dia rela menukar nyawa nya demi persahabatan nya,ck sungguh tidak berguna"sahut baskoro
mendengar itu boy emosi boy langsung naik"aaaa!!!!"
bughh!!
boy melayang kan tinjuannya kearah baskoro
"anda tidak akan tau arti sebuah persahabatan!!"teriak boy
soni dan yang lainnya hanya menonton apa yang dilakukan oleh boy
"hehe,aku lupa,jangan kan arti persahabatan,bahkan anda tidak tahu apa itu keluarga"ucap boy"iblis seperti anda tidak akan tahu apa itu kasih sayang dan rasa peduli antara orang tua dan anak"sambung boy
sringg!!!
boy menarik katana yang menempel didinding
"ma mau apa kamu boy!!"teriak baskoro ketakutan
huffh
boy menarik nafas panjang
"saya sendiri yang akan mengakhiri semuanya"ucap boy
"hiiyaaaa!!!!!
blesss!!!
katana menembus jantung baskoro
darah segar menyembur dari mulut baskoro"hehe,te terimakasih cu cu ku!"ucap baskoro terbata bata,dalam sekejap tubuh baskoro langsung berubah menjadi abu
"haaaaa!!!!!!!!!!"teriak boy sambil menangis
bruk!!!
boy terduduk dilantai"hiks hiks pa,aku sudah melakukan apa yang papa inginkan! aku juga sudah membalas dendam atas kematian papa!"ucapnya
"hahaha! aku menang!! aku menang!!! hiks aku menang!!"boy bertingkah seperti orang depresi
dari belakang mereka azka datang..
"apa yang terjadi?"tanya nya
soni menoleh kebelakang
"bawa dia keatas"suruh soni
azka langsung mengajak boy pergi dari sana
azka membantu boy berjalan menaiki anak tangga
"pelan pelan"ucap azka
ruang tamu..
"duduk disini " ucap azka lagi
boy langsung duduk diatas sofa
"mira!,bawakan air minum dan camilan!"teriak azka dari ruang tamu
"baik tuan!"sahut mira
"pembantu dan majikan sama sama bar bar"gumam aldo
"ada apa dengan mu?"tanya aldo
boy menatap lurus kedepan"a aku sudah membunuhnya"jawab nya,tanpa ekspresi sedikitpun
"bagus,itu baru nama nya bertanggung jawab"kata aldo sambil menepuk bahu boy
azka menatap boy"kamu sudah melakukan hal yang benar,jangan membuat diri kamu terbebani oleh kejadian tadi"kata azka
"aku baik baik saja"sahut boy
"baguslah"ucap azka
tap tap tap
alya turun dari kamar nya
"ada apa ini? kenapa boy ada disini?"tanya alya
boy langsung berdiri"hai al! aku datang khusus untuk menjenguk kamu dan azka"ucap boy sambil tersenyum
"benarkah?"tanya alya penuh selidik
boy mengangguk kepala
"baiklah,aku akan mempercayai nya"kata alya
"duduk dulu"suruh alya
"baiklah"boy duduk kembali
"kenapa kamu sama azka tidak datang bekerja lagi?"tanya boy
"em itu"alya menoleh kearah azka
azka mengangguk kepala
"beberapa hari ini ada peneror,jadi demi keselamatan,papa tidak memperbolehkan kami keluar dari rumah"jelas alya
"apa!!"boy pura pura terkejut
"teror?"tanya boy
"iya"jawab alya
"berani sekali mereka"ucap boy
di tempat lain...
"aaaaa!!!!"pekik melan saat melihat kelebatan hitam melewatinya
dirga yang sedang baru datang langsung terkejut mendengar teriakan melan
"astaga aku lupa!"rutuk dirga
dirga kembali keluar apartemen lalu membunyikan bell
ting tong!
"si siapa??!"tanya melan takut takut
melan mengintip dari lubang pintu
"om dirga!"pekik nya
ceklek!!
melan langsung membuka pintu
"ada apa dengan mu?"tanya dirga
"ti tidak ada apa apa"jawab melan gugup
"kalau tidak ada apa apa kenapa kamu memegang itu?"tanya dirga sambil memajukan dagu nya
"oh ini"
pltak!!
melan langsung membuang sapu ditangannya
"hehe,bukan apa apa"jawab melan sambil menunjukkan deretan giginya
dirga tidak mempedulikan melan lagi,dia langsung masuk kedalam apartemen
melan menutup pintu..
"loh,mana om dirga?"tanya melan
"ada apa lagi?"tanya dirga
"aaa!!"pekik melan
"ternyata kamu sangat hoby berteriak"ucap dirga tanpa ekspresi
"abis om si tiba tiba ada dibelakang"sahut melan
dirga pergi kekamar nya
"om tunggu!"melan mengejar dirga
dirga menghentikan langkah nya
duk!
melan menabrak punggung dirga
"ma maaf om"ucap melan
dirga berbalik lalu menatap melan
"i itu,tadi aku cuma mau bilang soal"melan terdiam
"oh iya,dirumah tidak ada bahan makanan apapun"kata melan
"terus?"tanya dirga
"a aku tidka punya uang buat beli"jawab melan dengan cepat
dirga merogoh kantong celananya
"ambil!"dirga memberikan sepuluh lebar uang harga seratus
"makasih om!"ucap melan
dirga tidak menanggapi melan,dia terus berjalan menuju kamarnya
"oh iya om mau makan apa untuk makan sore?"tanya melan
"terserah!"jawab dirga
brak!
dirga menutup pintu kamar nya
"wadidaw! kenceng amat nutup pintu nya"celetuk melan