(3) Vampire

(3) Vampire
37 vampire



"lebih baik kita cari tempat lain untuk membahas semua ini"kata nathan kepada yang lainnya


disini mereka sekarang...


dikediaman sastrawijaya


"ars,axel azka kalian kembalilah keperusahaan masing masing,kami madih ada diskusi disini"nathan sengaja menyuruh mereka pergi


"pergilah!"soni yang mengerti kalau nathan tidak ingin mereka bertiga mendengar apa yang akan ia katakan langsung menyuruh mereka pergi


mau tidak mau ketiganya langsung pergi dari sana


dihalaman mansion...


"lambat laun kita pasti akan mengetahui apa yang dirahasiakan mereka"ucap ars kepada azka dan axel


ketiganya menaiki mobil mereka masing masing dan langsung menuju perusahaan masing masing


dimansion...


diruang tamu nathan,soni,bimo,dirga,sean dan arvin berada


"sebenarnya saat pergi dari rumah arsy sedang mengandung,ayah dari bayi itu adalah axel"jelas nathan,dirinya cukup malu harus mengatakan itu karna kegagalan yang sesungguhnya adalah tidak bisa melindungi kehormatan anak gadisnya


deg!!


"apa!! kenapa selama ini kamu tidak memberitahuku!!"bentak bimo


"bagaimana caraku memberitahumu!?? coab katakan!!"balas nathan


"apa aku harus mengatakan kalau putriku memberikan mahkotanya atas dasar saling suka?"tanya nathan,diri nya sampai menangis mengingat saat saat itu


bimo terdiam"aku tidak bermaksud begitu"bimo jadi merasa bersalah


"axel,aku akan menghabisinya"bimo mengepal tangannya


"jangan lakukan itu bim,dia putra mu satu satu"kata sean


"kita nikahkan saja mereka sekarang"usul soni


"tunggu dulu,apakah axel yanh kalian maksud tadi adalah laki laki yang duduk disebelahku tadi??"tanya arvin


"benar,dia axel,ayah biologis kamu"jawab sean


"tidak mungkin!!!,dia sangat muda,umurnya mungkin hanya terpaut lima tahun dengan ku"arvin tidak bisa mempercayai fakta itu


"arvin!!"seseorang memanggilnya


"kenapa dia mirip dengan mama?"arvin terkejut melihat penampilan arsy"tapi dia terlihat muda sedangkan mama sudah tua"ucap arvin


"papa!!"arsy langasung berlari kearah nathan


keduanya langsung berpelukan"akhirnya kamu kembali"ucap nathan sambil menahan tangis


"hiks maaf pa"ucap arsy sambil menangis tersedu sedu


arvin tampak bingung melihat itu..


"tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"tanyanya


arsy beralih ke arvin"maaf selama ini mama sengaja berpenampilan seperti orang tua,begini lah mama yang sebenarnya"jelas arsy


"tidak,ini tidak mungkin!"arvin menolak mempercayai itu


"ini mama nak,dan axel adalah papa kamu!"arsy mencoba meyakinkan arvin


"apa!!!!!


semua yang berada diruangan itu langsung melihat kearah teriakkan tadi


"axel!"bimo sangat terkejut


ars axel dan azka langsung berjalan mendekat


"benarkah dia kembaran ku pa??"tanya ars kepada nathan,dirinya tidak percaya ternyata selama ini dia mempunyai saudari kembar


"iya,dia saudara kembar kamu"jawab nathan


ars bingung harus bahagia atau sedih"hahaha apa ini??"ars tertawa aneh


"aku tidak mengenalmu dan aku juga tidak pernah melakukan hubungan intim dengan wanita mana pun,bagaimana bisa?"axel menggantung pertanyaannya


"sial!!"teriaknya sambil memegang kepala


"sakit"gumam azka sambil memegang dadanya"apakah papa ada menyembunyikan sesuatu dariku??"tanya dalam hati


"bagaimana kalau ada?,apakah aku pernah punya istri sebelum ini??"pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dibenak azka


"jangan bilang kalau papa juga menyembunyikan sesuatu dariku??"tanya azka,kening azka mulai mengeluarkan keringat


"baiklah papa akan memberitahumu,sebelumnya kamu pernah menikah dengan gadis yang bernama alya juga,saat itu kalian masih sekolah SMA,tentu saja kalian belum melakukan yang namanya hubungan suami istri"jelas soni


deg!!


azka sebisa mungkin mengontrol emosinya"lantas dimana dia sekarang?"sambil menahan rasa sakit yang semakin menyesak didada dan kepalanya


"dia sudah meninggal"jawab soni


deg!!!


azka terduduk dilantai"karna apa? sakit?"tanya azka lagi


"mama,tante salsa sama kak sea mana pa?"tanya arsy


nathan memejamkan mata mendengar pertanyaan arsy


"mama?"tanya ars"bukan kah papa bilang kalau mama..."


"mama kamu masih hidup"jawab nathan cepat


ars tersenyum miris"lagi dan lagi"ucap azka


"baiklah aku akan menjelaskan semuanya!"kali ini bimo yang angkat bicara


"salsa,istri saya segaligus mamanya axel,dia masih hidup"jelas bimo


"sea dan rayhan,istrinya dan anak ars juga masih hidup"kata bimo


jlderrrr!!


ars serasa ditimpah oleh batu yang beratnya ber ton ton


"lagi"ars mengepal tangannya


derrrt


ponsel azka berdering.


dilihatnya tertera nama alya


"kenapa?"tanya azka


"dimana?"tanya alya balik


"apa kamu juga merahasiakan sesuatu dariku??"tanya azka sambil menahan sesak


"apa maksud kamu?,aku tidak merahasiakan apa apa dari kamu"jawab alya


"jangan merahasiakan sesuatu dariku,karna aku tidak akan menyukainya!"azka meneriaki alya


"ka kamu membentak?"tanya alya dengan mata mulai berkaca kaca


tut


alya menantikan panggilan telfon


prang!!!


azka membanting ponsel miliknya


mereka bertiga berjalan gontai menuju keluar rumah


rendi yang sejak tadi sudha berada diluar langsung menutup pintu mansion dari luar


"kalian tidak boleh pergi!!"ucap nathan


"apa lagi?"apakah ada rahasia yang lainnya yang belum kami ketahui??"tanya ars


hati nathan menjadi sakit saat mendengar pertanyaan yang dilontarkanoleh ars"tidak adalagi,papa hanya takut kamu kehilangan kendali dan mencelakai orang lain"jawab nathan dengan senyum yang dibuat buat


"om rendi cepat bukakan pintunya!!!!!"teriak azka


"maaf"gumam rendi,dirinya tidak bisa menuruti perintah azka untuk kali ini


"kami hanya ingin menenangkan diri,kebapa kalian menghalangi kami?,apakah belum cukup kalian menyiksa kami??"pertanyaan ars membuat yang lainnya terdiam


"aku belum mengerti dengan semua ini"gumam arvin


nathan sebisa mungkin menahan emosinya "bukalah rendiii!!"teriak nathan matanya mulai memerah


"nathan!"protes sean


nathan mengangkat tangannya tanda menyuruh sean diam


setelah pintu dibuka,dengan sedikit terhuyung huyung mereka bertiga berjalan keluar


saat malam tiba belum juga ada kabar tentang mereka bertiga,nathan,soni,sean dan bimo mulai mencari kemana kira kira mereka pergi


"tenang saja nona,tuan besar dan yang lainnya pasti akan menemukan mereka"kata dirga kepa da arsy


"aku tidak mungkin bisa tenang"jawab arsy


"nyokap bokap teman teman ku mereka sudah berumur,kenapa kalian terlihat sangat muda?"tanya arvin


"karna keluarga ini terkena kutukan,mereka tidak bisa menua"jawab dirga asal


"benarkah??"tanya arvin serius


arsy tidak menghiraukan mereka berdua,dirinya sibuk memikirkan ars dan yang lainnya


disini mereka sekarang,disebuah desa terpencil


tentu saja mereka datang kesana bukan untuk bertamu"pesta dimulai!"ucap azka dengan seringaian khas vampire


mereka berburu sepanjang malam menggigit dan membunuh seluruh penduduk desa hingga tidak ada yang tersisa


setelah puas berburu mereka memilih untuk pulang,disepanjang jalan pulang mereka membunuh setiap manusia yang mereka temui,rasa haus akan darah manusia membuat mereka hilang kendali


apakah azka akan mencelakai alya juga?,tunggu kelanjutannya


maafkanlah author yang super bar bar,dan super ngasal ini 😌😌😌