(3) Vampire

(3) Vampire
2 vampire



mengandalkan indera penciumannya


dirga menyusuri jalan yang dilalui oleh vampire jahat yang mengincar darah manusia


dirga melihat azka,ars,axel dan beberapa temannya yang lain sedang berdiskusi disebuah cafe


dirga berjalan perlahan mendekati seseorang yang sedang fokus melihat kearah azka dkk


"dia,kenapa dia masih hidup??"tanya dirga dalam hati


"kenapa kalian tidak lenyap saja dari dunia ini??"bisik dirga ditelinga seorang wanita


"aku mau mereka berdua"tunjuknya kearah azka dan ars


dirga mengeraskan rahangnya sambil menatap tajam wanita


"bedebah!"geram dirga


"aku sangat ingin mencoba kejant*nan mereka berdua,pasti sangat menggairahkan"wanita itu sengaja memancing amarah dirga


setelah mengatakan itu wanita itu langsung melesat pergi karna takut ditangkap oleh dirga


"ini tidak bisa dibiarkan"gumam dirga


dirga langsung masuk kedalam mobil mengendarai mobilnya kembali keperusahaan


diperusahaan...


"bos seperti nya mereka sudah tidak aman lagi berada disana"ujar dirga


"berbicara lah yang jelas dirga??"seru soni


"julia,dia selalu mengawasi mereka bertiga,aku takut julia dan komplotan nya akan mencelakai mereka"jelas dirga penuh ke khawatiran


"hm,ternyata dia masih hidup"soni memutar mutar tempat duduknya


"kamu akan aku masukkan kekantor polisi"kata soni


"apa!!!!,jangan bilang kalau bos akan membuatku menjadi penjahat??"tanya dirga


soni menghela nafas


"ide bagus"jawab soni dengan ekspresi wajah yang serius


"apa!!!"pekik dirga


ia tidak menyangka soni akan berkata seperti itu


tentu saja soni tidak akan melakukan itu


dia hanya mengerjai dirga saja


ditempat lain..


tim boy dan tim defran berkumpul menjadi satu disebuah cafe dekat kantor polisi


"bagaimana al,apakah kamu sudah berubah pikiran dan mau bergabung bersamaku??"tanya defran sebenarnya defran sudah jatuh cinta kepada alya


alya tidak menanggapi defran,ia malah asik dengan ponsel milik nya


tidak tahan karna alya tidak mempedulikannya,defran memilih pindah ke meja lain


alya tersenyum tipis melihat itu


"pindah juga akhirnya"gumam nya


saat ardi,dika dan diki sedang asik menyantap makanan mereka tiba tiba ada seorang wanita memghampiri mereka


"azka"panggil nya


yang dipanggil malah kebingungan karna tidak mengenali nama itu


"maaf anda salah orang,saya bukan azka


nama saya ardi"kata ardi(azka)


"benarkah kamu benar benar tidak mengingat nama yang aku sebutkan tadi??"tanya


"nama dia ardi,bukan azka "tanya alya


"ada keperluan apa anda sama rekan kerja saya??"tanya alya


wanita itu mengepal tinju nya


"tidak ada,saya hanya merasa dia mirip dengan orang yang saya kenal"jawab julia


"oh"alya ber oh ria


julia langsung melenggang pergi


"udah tua nggak ada tatakrama nya sedikit pun"umpat alya


"kalian bertiga cepat habis kan makanan sama minuman kalian,abis itu kita kembali kekantor"kata alya


"baik kak"jawab mereka kompak


"memangnya aku sudah setua itu,dipanggil kakak"gerutu alya kesal


"kenapa kak alya marah?"tanya diki


"karna kita manggil dia kakak"jawab ardi


"apa kita harus memanggil nya adik,atau alya saja??"tanya dika


"jangan lakukan itu"kata ardi


malam harinya ardi,dika dan diki pulang


berjalan kaki menuju apartemen sederhana yang mereka bertiga sewa belum sampai satu bulan


tiba tiba seorang wanita menghadang jalan mereka


"kamu!"seru mereka bertiga


wanita itu tertawa lepas melihat keterkejutan ardi


"ngapain kamu menghalangi jalan kami??"tanya ardi bingung


julia tersenyum


" aku akan membawa kalian pergi bersama ku,


dengan adanya kalian bersama ku,mereka tidak akan berani berbuat macam macam kepadaku"jawab julia


"jangan jangan dia sudah gila ya"bisik diki kepada dika


"jumpa lagi!"seru rafael


"sebenarnya mau kalian apa sih??,seenaknya aja menghadang jalan orang"tanya ardi kesal karna jalannya dihadang


"kami menginginkan nyawa kalian"jawab rafael


deg!!


mereka bertiga mulai gemetar


"da dasar gila"kata diki dengan gugup


"hahahaha"rafael tertawa melihat ketakutan dimata mereka


"apakah ada yang lucu??"seseorang tiba tiba berada dibelakang ardi,dika dan diki


"kamu lagiii!!!"teriak julia kesal


"iya saya lagi,memangnya kenapa??"tanya dirga


"dasar ceroboh,berani beraninya kamu datang kesini sendirian"ejek rafael


"oh ternyata kamu juga ada disini"sahut dirga


"kenapa takut??"tanya rafael sambil tersenyum mengejek


dirga menyungging senyum mendengar pertanyaan rafael


"kalian juga,polisi kok penakut"omel dirga


rasa takut bercampur bingung terlihat jelas dari mata mereka bertiga


"ka kami"ardi sangat gugup


"aku akan menghabisi nyawa mereka sebelum ingatan mereka kembali"dalam hati rafael


rafael mengeluarkan taring dan kukunya bersiap untuk untuk menyerang dirga


dirga dengan cepat menghindar


"lari!!!"teriak dirga


ketiganya sangat terkejut melihat perubahan rafael


"mo monster"ucap diki


"tidak semudah itu!!"seru julia


aku akan membunuh kalian bertiga dengan cara yang sama sama seperti papa ku membunuh zidan,kakek kamu!!"tunjuk julia kearah dika


"a apa?? kakek?"dika merasa sangat bingung


"kakek ku meninggal karna sakit bukan karna dibunuh"jelas ardi


"dan nama kakek ku bukan zidan"jelas ardi lagi


"ternyata mereka benar benar tidak ingat apapun"gumam julia


dirga sengaja tidak mengeluarkan taring dan kukunya karna tidak ingin azka,ars dan axel terkejut


tampak dari kejauhan beberapa orang berlari kearah mereka


ternyata rasya dan dan anak buahnya


melihat semua itu rafael dan julia langsung melesat pergi dari sana


dirga mengalami beberapa luka cakar di punggung dan lehernya


"om nggak apa apa"tanya rasya


"nggak apa apa"jawab dirga


ardi,dika dan diki langsung lari pulang


mata rasya berkaca kaca,ada rasa sesak dihatinya karna ars dan axel tidak mengenalinya


diapartemen..


mereka bertiga masih ketakutan


"makhluk apa itu tadi??'tanya ardi


"mana kami tau"sahut dika dan diki


saking takutnya mereka bertiga tidak ada yang berani tidur


keesokan harinya....


mereka bertiga pergi kekantor dengan penampilan sangat kusut


"kalian bertiga kenapa??"tanya alya


"kami tidak tidur"jawab ardi


"hah! kok bisa?"tanya alya


"kami takut makhluk berkuku panjang dan taring yang tajam membunuh kami"dika yang menjawab


"iya betul


huaaaammm"diki beberapa kali menguap


semua orang langsung berkumpul mengelilingi mereka


"beneran ada makhluk kayak gitu??"tanya dori anggota tim sebelah


"iya,dia awalnya berpenampilan sama seperti manusia bisa,tiba tiba dalam sekejap mata kukunya memanjang,muncul taring dan matanya memerah,ngeri banget pokonya"jelas ardi


"ada apa ini ramai ramai!!"tanya boy stenga berteriak


semua orang langsung bubar saat mendengar suara boy


"bukannya mengerjakan tugas dengan benar kalian malah berkumpul"omel boy


semua orang langsung sibuk dengan tugas masing


saat malam tiba ardi,dika dan diki memilih tidur dikantor karna takut dihadang lagi saat pulang



defran