
"al! alya!"panggil azka
"hm kok sepi ya?"gumam azka
azka sudah mencari kesana kemari tetap saja tidak menemukan alya
ting!
pesan masuk
...(alya dirumah)...
"aishhhh!"umpat azka
"papa kok bisa bisa"gerutu azka
mau tidak mau azka harus pulang kemansion
sepuluh menit kemudian..
"pa!"panggil azka
"hm"sahut soni,diasedang sibuk dengan laptop dipangkuannya
"kenapa papa nyuruh om rendi membawa alya kesini?"tanya azka
"karna papa mau kalian tinggal bersama papa dirumah ini"jawab soni tanpa menoleh kearah azka
azka tampak menggaruk kepalanya,tanpa bicara lagi azka langsung bergegas pergi kekamarnya
soni tersenyum penuh kemenangan melihat azka bergi kekamarnya
ceklek...
"astaghfirullah!"ucap alya karna tadi dia terlalu fokus melihat foto foto yang menempel didinding kamar
azka langsung melingkarkan tangannya dipinggang alya"lagi ngapain??"tanya azka sambil menyandarkan dagunya di bahu alya
"nggak ada,lepasin!"alya berontak
"hm tidak akan"sahut azka
alya memutar bola mata mendengarnya
"ini rumah siapa sebenarnya?,kenapa ada foto kamu diatas nakas itu?"tanya alya
"ini rumah papa"jawab azka
"hah!!"alya terkejut mendengar pengakuan azka
"bukannya papa kamu hanya seorang pengawal??"tanya alya
"iya"jawab azka
"bagaimana mungkin pengawal bisa bikin rumah segede ini"gumam alya sambil memanyun manyunkan bibirnya
azka berjalan ke arah lemari kemudian membukanya
"hah!!"alya tercengang melihat isi lemari itu
"kenapa banyak banget pakaian cewek ya??"tanya alya dalam hati
"sebelumnya baju baju itu nggak ada dilemari,pasti itu baju yang siapkan untuk kamu"jelas azka
"oh"alya ber oh ria
"syukurlah,aku sudah memikirkan yang aneh aneh tadi"gumam alya
azka sangat gemas melihat ekspresi wajah alya yang sangat imut menurutnya
"kamu sungguh menggemaskan"ucap azka lalu langsung mengangkat alya keatas kasur
dia langsung melahap bibir alya yang sudah menjadi candu baginya..
beberapa kali azka mengerjai alya sehingga membuat,alya lemas kehabisan tenaga karna harus melayani azka
"aaaaa,udah capek"rengek alya
"baiklah,besok lagi ya"goda azka
"hm"sahut alya
"maaf soal yang dirumah sakit tadi"ucap azka
"tidak apa apa,tadi om sudah ngasih tau kalau kalian berempat takut sama peralatan medis"kata alya
"sialan!"gerutu azka
"kenapa diam"tanya alya
"ngantuk sahut azka
"sini"alya langsung memeluk azka
pukul lima pagi...
di kamar khusus asisten rumah tangga terletak agak jauh dibagian belakang rumah utama dibangunkan beberapa tempat tinggal kecil seperti kontrakan
"kenapa ya tuan besar meliburkan kita semua dua minggu yang lalu?"tanya mira
"nggak tau juga,tiba tiba saja tuan besar meliburkan kita"sahut ria
semua asisten rumah tangga langsung sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing
pukul 6 pagi..
saat ria dan mira sedang memasak didapur rendi langsung menghampiri mereka
"mira,masakkan steak daging medium rare dua porsi,rare 6 porsi"kata rendi
"baik tuan rendi"sahut mira
setelah rendi pergi pergibahan pun dimulai
"tumben mintanya medium rare?,biasanya mintanya yg rare doang"tanya ria
"nggak tau,porsi tingkat kematangan yang rare nya juga bertambah"mira juga bingung
dikamar...
"huaaamm"sudah pagi"gumam alya
"gimana mau mandi"gumam alya
"buka lemari"azka berbicara dengan mata masih terpejam
"ngagetin aja"gerutu alya
"cepat pergi mandi atau.."ucap azka,tangannya mulai meraba raba,dengan cepat alya turun dari tempat tidur
"ck dasar mesum"gerutu alya
melihat itu alya langsung berlari masuk kekamar mandi,"hahaha"tawa azka pecah melihat alya lari kekamar mandi"hem"gumamnya,lalu kembali berbaring
lima belas menit kemudian...
alya keluar dari kamar mandi sambil mengendap ngendap
"syukurlah"ucap alya saat melihat azka kembali tidur
dengan cepat alya mengambil pakaian didalam lemari lalu kembali lagi kekamar mandi
setelah berganti pakaian dan merapikan rambutnya alya langsung keluar kamar
didapur...
"nona ada yang anda ingin kan??"tanya rendi
"kok dimeja makan cuma ada steak?"tanya alya
"itu menu favorit dirumah ini,apa ada yang nona inginkan??"tanya rendi
karna tidak mendapatkan jawaban,rendi kembali bertanya"jika nona menginginkan sesuatu saya akan menyuruh pelayan membuatkannya"kata rendi
"nggak perlu"tolak alya
dia langsung kembali kekamar untuk membangunkan azka
"aaaaaaa!!!!"pekik alya karna disaat alya membuka pintu azka sudah berdiri didekat pintu
seisi rumah langsung berlari menuju sumber suara
"ada apa?,kenapa berteriak?"tanya soni
"i itu,dia mengejutkanku"jawab alya sedikit gugup karna tatapan soni
soni beralih menatap azka,lalu menggelengkan kepala
"kok ada suara berempuan tadi ya??"tanya ria
"iya,kok bisa bisanya ada suara cewek ya??"tanya mira balik
disaat mereka sedang asik mengobrol soni datang kedapur
"ekhem"dehemnya
mira dan ria langsung mengantarkan jus yang baru saja dibuat
alya turun dengan wajah ditekuk"udah nggak usah cemberut lagi"bujuk azka
"malu tau nggak!"ucap alya kesal
"duduk!"suruh soni
"siapa wanita itu??"tentu saja itu hanya pertanyaan ria didalam hatinya
setelah menyiapkan semuanya mira dan ria langsung pergi dari sana
"soni mengambilkan steak medium rare dan memberikannya kepada alya
alya mengernyitkan dahi saat melihat steak daging sapi yang masih berwarna merah,karna menurutnya daging itu masih mentah,belum lagi saat alya melihat soni membelah dan melahap steak miliknya yang masih mengeluarkan sedikit darah
mau tidak mau alya mulai memotong steak miliknya,sambil memejamkan mata alya memasukkan steak tersebut kedalam mulutnya
"enak"gumamnya
soni tersenyum samar mendengarnya
"bukannya dia nggak doyan makan makanan yang setengah matang??"tanya azka dalam hati
" biarkan saja"gumam azka,perut sudah sangat lapar melihat steak didepannya
sambil menahan kesal alya berusaha menyeimbangi cara makan soni yang terlihat elegan"ini sungguh bukan lingkunganku"gumamnya
setelah menghabiskan steak miliknya soni meminum sedikit jus yang berada diatas meja,lalu beranjak dari kursi"papa pergi kekantor dulu"ucapnya
"iya,hati hati dijalan pa"sahut alya
sedangkan azka hanya diam saja
puk!!!
alya melempari azka menggunakan tisu bekas mengelap mulutnya
azka mendongak melihat kearah alya dengan tatapan bingung
"huh"alya menghela nafas
"lain kali kalau orang tua ngomong papa atau mama pergi dulu ya,di sahut dong!,jangan diam kayak batu"omel alya
"em itu,oke lain kali aku akan melakukannya"jawab azka
mendengar keributan diruang makan ria dan mira langsung datang untuk melihat
"azka!!"geram alya
"apa lagi?"tanya azka dengan tatapan polos
"em,permisi,saya hanya mau mengambil sarapan saya"ucap rendi
alya memutar bola matanya"padahal belum keluar semua nih unek unek"gerutu alya dalam hati
"silahkan om"sahut alya
saat rendi bersiap memasukkan makanan kedalam mulutnya
"coba om pikir ya,sopan atau enggak kalau ada orang tua yang pamit pergi bekerja tapi anaknya tidak menyahutinya,dia malah asik makan"tanya alya
"itu"rendi bingung ingin menjawabnya
"dan apa pendapat om kalau seseorang memarahi orang lain ketika sednag makan??"tanya azka
deg!!
alya terdiam mendengar pertanyaan azka
"tidak tahu,urusan rumah tangga kalian,kalian urus saja sendiri"rendi bangun dari tempat duduknya lalu pergi keruang tengah membawa makanan dan jus miliknya
mira dan ria terkejut melihat rendi kebingungan,karna selama mereka bekerja di sana tidak ada orang yang bisa membuat rendi berada di posisi seperti saat ini
keduanya saling melempar tatapan tajam"apa?? mau berantem?"tantang alya
"siapa takut!"azka bangun dari tempat duduknya lalu menghampiri alya
"kalian berdua tolong berhentilah bertengkar!!!,kalau mau bertengkar tolong tunggu saya selesai makan dulu!!!"teriak rendi dari ruang tamu,dirinya begitu kesal mendengar pertengkaran diantara keduanya
"untung saja kalian anak dan menantu bos,kalau bukan sudah ku jadikan sate"gerutu rendi
"jangan menggerutu om aku mendengar semuanya!!"teriak azka dari ruang makan
rendi memasang ekspresi tidak pedulinya dan melanjutkan makan