(3) Vampire

(3) Vampire
17 vampire



ditempat lain...


"kenapa kamu datang soni!!!!"seru nathan


dari cara berbicaranya sudah terlihat jelas dia sangat marah


"maaf,aku mendapat informasi kalau mereka semua masih hidup"jawab soni cepat


"siapa yang kamu maksud??"kali ini bimo yang bertanya


"salsa,naina,sea,anis dan tante elin"jawab soni


"apa!!!"keduanya sangat terkejut


"jangan berani berbohong!!!"bentak nathan


"untuk apa aku berbohong,


ars,maksud ku anak ars dan sea ada dimansion ku"jawab soni lagi


keduanya terdiam


"apa kamu benar benar masih hidup sayang??"gumam nathan


"ternyata kalian masih hidup,tunggu saja aku akan menjemput kalian!"gumam bimo


"tunggu apalagi??ayo pulang"ajak nathan


"hah!"soni tercengang mendengar perkataan nathan


*mansion....


"tuan!!!"seru rendi saat melihat nathan dan bimo


dilihatnya ars kecil sedang sibuk bermain dengan mainan yang baru dibeli oleh ars


"siapa yang membelikan mainan itu??"tanya soni kepada rendi


"tuan muda ars"jawab rendi


"oh"soni ber oh ria


"dia benar benar mirip dengan ars saat masih kecil"kata nathan dengan mata berkaca kaca


"siapa nama kamu??"tanya nathan


"alc om"jawabnya


"ars??"tanya nathan


"iya"jawabnya lagi


"nama yang bagus,jangan panggil saya om,panggil saya opa saja"nathan menyuruh ars kecil memanggilnya opa(kakek)


"hah! opa??,tapi om kayak om lapael,kenapa aku halus memanggil om opa??"tanya ars kecil


deegg!!


"lagi lagi rafael"geram nathan


nathan langsung menarik ars kecil kedalam pelukannya


"kali ini aku harus memb*n*h rafael dan julio dengan tanganku sendiri"geram nathan


",apa kamu masih ingat dengan tempat tinggal kamu yang sebelumnya??"tanya nathan dengan hati hati sambil mengusap ngusap puncak kepala ars kecil


ars kecil menganggukkan kepala


"bagus,nama panjang kamu siapa??"tanya nathan


"buku"pintanya


rendi langsung mengambilkan buku dan pulpen


lalu memberikannya kepada ars kecil


(rayhan arsean sastrawijaya)


"wah nama yang bagus,kalau begitu kami akan memanggil mu rayhan saja"kata nathan


"mm tapi mama manggil aku"belum selesai ars kecil berbicara sudah dipotong oleh nathan


"disini sudah ada yang bernama ars,karna itu kami akan memanggil kamu rayhan"jelas nathan sambil tersenyum kearah ars kecil


"hm,baiklah"sahutnya


"mulai cekalang nama ku laihan"ia sedikit murung


"kenapa??"tanya nathan


"kenapa mama membeli aku nama yang sulit untuk menyebutnya"jawab rayhan


"tidak apa apa,dua tahun lagi kamu sudah bisa menyebut namamu dengan benar"hibur nathan


"benalkah??"tanya rayhan


nathan mengangguk tanda mengiyakan


setelah itu nathan langsung meninggalkan rayhan karna masih akan mendiskusikan hal penting


diruangan lain bimo dan soni sudah menunggu nathan


"apakah ars sudah mendapat ingatannya kembali??"tanya nathan


"belum"jawab soni


"axel??"tanya bimo


"belum juga,bahkan azka juga belum mendapatkan ingatannya"jelas soni


"berarti hanya kita bertiga yang akan melakuakan penyelamatan??"tanya bimo


"nanti kita akan mengajak dirga dan rendi"jawab nathan


"om!!"seseorang memanggil mereka


ketiganya langsung kembali keruang tamu


"rasya!!"seru nathan


"aku sangat merindukan kalian!"rasya langsung memeluk nathan


kemudian berali memeluk bimo


"gimana kabar kamu??"tanya bimo


"mana alex??"tanya bimo lagi


"papa sedang melakkukan perjalanan bisnis"jawab rasya


"anak siapa??"tanya rasya saat melihat rayhan


"tanya saja sendiri"soni yang menjawabnya


"woi adik kecil,siapa nama lo??"tanya rasya


lama rayhan memperhatikan rasya dari atas sampai bawah


"aku layhan"jawabnya


"rayhan?"tanya rasya


"ck,udah tau masih nanya"jawab rayhan dengan jutek


"buset,anak siapa lo berani beraninya jutek sama gue!??"bentak rasya karna kesal


rayhan tidak mepedulikan rasya,ia kembali melanjutkan permainannya


"itu anak ars dan sea"kata soni


"apa??,tapi kenapa dia masih sangat kecil?


bukankah seharusnya dia sudah besar??"tanya rasya,ia sedikit bingung


"kalau soal itu,hanya sea yang bisa menjawabnya,tapi aku sudah memeriksanya,dia benar benar keturunan dari ars"jelas soni


saat malam tiba ars dan axel datang kekediaman soni karna mereka ingin melihat rayhan


nathan,bimo,soni dan rasya sedang bercengkrama diruang tamu


sedangkan rayhan ia masih disibukkan dengan mainan barunya


"om!!!"jerit rayhan saat melihat kedatangan ars


yang berada diruang tamu langsung menoleh


"ars!"gumam nathan


"axel"gumam bimo


"maaf,kami tidak tahu ternyata om sedang ada tamu"ucap ars


"justru kamu sudah datang disaat yang tepat"kata soni


maksud om??"tanya ars


ia sungguh tidak mengerti


"duduk dudlu!"rasya mempersilahkan ars dan axel duduk


"ars,dia papa kamu"kata soni


"dia??"tanya axel


"dan dia adalah bimo, papa kamu"jawab soni


lama ars dan axel tertegun


"benarkah dia papaku??"tanya ars dalam hati


"hm,tapi dia seperti seumuran denganku"gumam axel ,ia belum percaya kalau bimo adalah ayahnya


"om,ayo main"rayhan mengajak ars memainkan mainan barunya


"huffhhaa"ars menarik nafas kemudian membuangnya,entah kenapa ia tidak bisa benar benar marah kepada rayhan


"tunggu sebentar,om masih ada urusan dengan mereka,kamu main saja duluan nanti om nyusul"ars mencoba memberi pengertian kepada rayhan


"baiklah,aku tunggu ya om"setelah itu rayhan langsung berlari ketempat mainannya


tanpa sadar ars tersenyum melihat kelucuan rayhan


"kenapa aku begitu senang melihatnya bahagia?"tanya tanya ars dalam hati


ars kemudian beralih menatap nathan


"apakah kamu benar benar papa ku??"tanya ars


"iya"jawab nathan


"maafkan papa tidak bisa menemuimu lebih awal"ucap nathan dengan raut wajah sedih


ars nampak bingung harus bagaimana pasalnya nathan terlihat seperti seorang kakak bukan ayah


"jangan minta maaf pa"kata ars,ia masih canggung memanggil nathan dengan sebutan papa


beda lagi dengan axel dan bimo


keduanya hanya beberapa menit saja merasa canggung


ars sampai terkejut melihat kedekatan antara bimo dan axel yang begitu tiba tiba


"ck,dia sungguh ajaib"ars mengatai axel


"om,jadi dia anak om sama istri baru om ya??"tanya ars kepada soni


soni yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya bisa bengong seperti bodoh


"oh sial!!!,bisa bisa dia berkata seperti itu padahal itu anak dia sendiri"gerutu soni ia begitu kesal dituduh seperti itu


"anggap saja begitu"sahut soni dengan ekspresi kesal


"azka!!"seru soni saat melihat kearah pintu masuk


"benarkah dia adikku??"tanya nathan


ingin sekali rasanya soni terjun dari monas sekarang juga


"kenapa bisa jadi seperti ini???"soni begitu frustasi menghadapi ars dan azka


"i ya"jawab soni dengan enggan


"mana ibu anak itu?? apa papa meninggalkannya?? atau papa membun*hnya??"cecar azka


"oh my good!!!!!"seru soni


"aku bahkan belum pernah memasang pusaka ku kedalam sarungnya dan tiba tiba anak ku bertambah satu lagi!!!"ingin sekali soni berteriak,namun ia urungkan,ia hanya bisa menggerutu didalam hati