(3) Vampire

(3) Vampire
10 vampire



ditempat lain...


"gara gara kamu,kita jdi terlambat!"ars menyalahkan axel karna terlambat pergi kerja


"yang lemot siapa yang disalahin siapa"gerutu axel


axel sudah berkali kali mencoba membangunkan ars namun gagal


untung saja hari mereka mendapatkan taksi dengan cepat


ditengah perjalanan tiba tiba mobil menabrak seorang anak kecil


sopir taksi panik bukan main


ars dan axel langsung turun dari mobil untuk mengecek keadaan anak kecil itu


"hei apa kamu baik baik saja??"tanya ars


anak kecil itu hanya menunduk diam


"adik kecil apa kamu baik baik saja??"tanya axel


sopir taksi mencoba memegang tangan bocah itu


"huaaaa mama!!!"tangis bocah itu pecah


"cup cup cup jangan nangis"bujuk sopir itu


"mama!!!!"teriak boca itu memanggil ibunya


"seorang wanita cantik keluar dari dalam hutan lebat


"ars!,sudah berapa kali mama bilang,jangan pergi jauh jauh!"marah wanita itu


ars terpaku mendengar nama anak kecil itu


"a ars??"tanya nya dalam hati


"maaf mbak,saya tidak sengaja menabraknya karna tiba tiba dia melintas didepan mobil saya"jelas sopir taksi


"tidak apa apa,dia juga baik baik saja,silahkan lanjutkan perjalanan kalian"kata wanita itu tanpa melihat kearah ars,axel dan sopir taksi


ars mencoba melihat wajah ibu dari anak kecil yang bernama ars tersebut namun selalu gagal


wanita itu terus menundukkan kepala


"kenapa dia terasa sangat familiar ya??"tanya ars dalam hati


wanita itu langsung membawa ars kecil pergi


"ars,apa lagi yang kamu tunggu??"tanya axel karna ars tidak kunjung masuk kedalam mobil


"ah iya"ars langsung masuk kedalam mobil


dua puluh menit kemudian...


ars dan axel sampai ditempat kerjanya


"azka!"sapa axel


azka melihat axel dengan tatapan tajamnya seolah olah ingin mengulitinya


"dia kenap,oh my good!!"seru axel


"maaf"ucap axel saat mengetahui letak kesalahannya


azka kembali fokus dengan komputer didepannya


"azka??"tanya boy


axel pura pura tidak dengar dengan pertanyaan boy


"cukup sering aku mendengar mereka menyebutkan nama azka"dalam hati boy


dari belakang ars datang adefran


"ardi!!"panggil defran


"i iya"sahut azka pura pura takut


"mana uang kamu??"tanya defran


"ngapain kamu nanya uang ardi??"tanya boy


"ngapain???


dia itu saudara diri gue,dan sekarang bokap gue sedang dirawat dirumah sakit!!"bentak defran


"hah!!!


"saudara tiri


"benarkah!!


"tapi kok nggak mirip ya??


dalam hati mereka masing masing


azka merogoh kantung celananya dan mengeluar uang sejumlah dua juta dari dompetnya


"i ini"azka memberikan uang itu kepada defran


"dua juta doang!!"bentak defran


"sisah uang ku tinggal itu"jawab azka


bughh!!!


tanpa aba aba defran langsung memukul wajah azka,akibatnya azka langsung tersungkur kelantai


defran!!! apa apaan si kamu!!!"bentak alya


alya langsung membantu azka berdiri


"tidak semuanya bisa diselesaikan dengan kekerasan"kata boy


ars dan axel mengepalkan tinju


"jangan"azka mencoba melarang ars dan axel memukul defran


"silahkan kamu keluar dari sini!,ini tempat kerja


sebaiknya kalian melanjutkan pertikaian kalian dirumah"kata boy lagi


"keluar!!!"bentak alya


sambil menggertakkan giginya defran keluar dari ruangan itu


"awas aja lo ardi!"gumam defran


sepulang dari bekerja azka,alya,boy,ars,bayu dan axel pergi kerumah sakit untuk menjenguk samsul


dari luar gerbang rumah sakit bau darah sudah tercium oleh mereka bertiga


sebisa mungkin mereka menahan diri


saat memasuki area rumah sakit axel mulai memegangi kepalanya


"kenapa??"tanya azka


axel menjawab dengan gelengan


tibalah mereka didepan ruangan tempat samsul dirawat


" ardi"seru samsul


"iya ayah,ini aku"sahut azka


azka memegang tangan samsul


"ayah ingin memberitahu sesuatu kepada kalian semua"kata samsul


"ardi bukan anak kandung ku,aku menemukannya saat sedang melaut mencari ikan"jelas samsul


"sudah lah yah,aku sudah muak mendengar"potong defran


"ibu tidak percaya"kata yati


"ardi juga sudah bertemu dengan orang tuanya"jelas samsul


"kalau benar begitu,suruh orang tua dia datang kesini"kata yati


tiba tiba seseorang berpakaian dokter lengkap dengan maskernya datang masuk kedalam ruangan


"bukan kah tadi baru sudah diperiksa??"tanya yati


dokter itu hanya diam saja


tiba tiba dokter itu menarik tangan alya


srekk!


tes! tes!


darah segar keluar dari tangan alya


setelah itu ia langsung lari keluar


ars,axel dan bayu langsung


boy langsung berteriak memanggil dokter


mata azka berkunang kunang melihat darah alya


ia mundur perlahan sambil memegang kepalanya yang terasa sakit


"ardi kamu kenapa nak??"tanya samsul


argghhh!!!!


erang azka


"bu tolong ardi!"suruh samsul


namun yati hanya acuh tak acuh


alya yang melihat azka kesakitan langsung menghampirinya


aarrrgghhh!! erang azka lagi


ia mencoba menahannya supaya tidak menyakiti alya


"sakiitt!!!"jerit azka


dokter dan perawat kebingungan harus bagaimana


"pe pergi!!"teriak azka kepada alya


alya tercengang mendengarnya


karna baru kali ini azka membentaknya


aarrgghhh!! papa tolong azka!!!"jerit azka


soni yang mendengar panggilan azka langsung melesat menuju sumber suara


"papa!!!!"teriak azka


ia sudah tidak tahan lagi


"minggir!!"suara bariton milik soni membuat semua orang mengerubungi azka langsung menoleh


"tu tuan"salah satu dokter disana mengenali soni


"pa! sakiiiittt!!"rintih azka


"tenang,jangan panik"soni mencoba menenangkan azka


"papa??"tanya dokter itu


"oh jadi ini penyebabnya"dalam hati soni saat melihat tangan alya terluka


"kamu,cepat obati luka kamu"suruh soni


aaarrrgghhh!!!


erang azka lagi


"hiks hiks"alya menangis melihat azka kesakitan


alya dituntun oleh perawat keruangan lain untuk mengobati lukanya


ars dan axel ditahan diluar oleh rendi


bayu sangat terkejut melihat kondisi azka


"papa!!!!"teriak azka


dalam sekejap mata azka langsung berubah warna menjadi merah


semua terkejut melihatnya


soni langsung memberikan azka darah yang dikemas didalam botol minuman


setelah meminum itu azka perlahan kehilangan kesadarannya


soni mengangkat dan membaringkannya diatas sofa


"sepertinya sudah tidak bisa disembunyikan lagi"dalam hati soni


soni berbalik menatap semua yang ada diruangan itu satu persatu


"tuan soni perkenalkan nama saya rendra"ucap dokter itu memperkenal diri


"hm"sahut soni


"benarkah adik ini anak tuan??"tanya rendra


"iya,anda harus ingat,jangan sampai orang lain mengetahui identitasnya,kalau sampai itu terjadi,seluruh keluarga anda akan menjadi santapan singa dan harimau peliharaan saya"ancam soni


"saya berjanji tidak akan memberitahu siapapun"rendra yang mengetahui kekejaman soni langsung berlutut dihadapan soni


"kenapa dokter itu sangat takut dengan orang ini??"tanya defran dalam hati


"a apakah anda orang tua kandung ardi??"tanya samsul


"iya,saya orang tua azka"jawab soni


"oh,jadi namanya azka?"tanya samsul lagi


soni menggangguk tanda meng iyakan


"ja jadi dia benar benar bukan anak"omongan yati langsung dipotong oleh samsul


"bukankah aku sudah mengatakannya"potong samsul


yati jadi merasa bersalah terhadap samsul dan azka


tak lama kemudian azka terbangun dari pingsannya..


"pa"panggil azka


"hem"sahut soni


ars dan axel masuk kedalam ruangan


"maaf om kami tidak berhasil menangkapnya"jelas ars sambil menundukkan kepalanya


"tegakkan kepala kamu ars!!"bentak soni


ars langsung menegakkan kepalanya menatap soni


"katakan!"titah soni


"kami tidak berhasil menangkap penjahat itu"jelas ars


"axel!"panggil soni


"siap om"axel langsung berdiri tegap menghadap soni


rendi menahan tawanya melihat ketegangan diwajah ars dan axel