(3) Vampire

(3) Vampire
70 vampire



sean menepuk bahu soni"sebentar lagi dia akan sadar,lebih baik jangan beritahu dia tentang racun itu,saya akan memberitahu nathan dan yang lainnya agar mereka bisa membantu mencari penawar racun ditubuh aqilla"kata sean


"saya pulang dulu,sina sendirian dirumah,takutnya orang suruhan rafael datang karna tahu hanya sina sendirian dirumah"kata sean lagi


"mari saya antar"ucap aldo


"baiklah"sahut sean


saat sudah sampai luar mansion sean mencekal lengan aldo


"mohon berusaha lah mencari penangkal racun yang ada ditubuh aqilla"sean memohon sambil menatap kedalam mata aldo


"b abaiklah,saya akan berusaha mencarinya"jawab aldo sedikit gugup karna sean terlalu dekat dengannya


dari pintu mansion mira terbengong melihat nya


"oh astaga! kenapa aku bisa bisa berpacaran sama lekong?!!"pekik mira dalam hati


"untung cepat ketahuan,kalau enggak? nggak tau lagi deh gimana nasib keturunan ku kelak"ucap mira dengan suara pelan


sean dan aldo langsung menoleh kearah mira


"kamu jangan memikirkan hal yang aneh aneh,saya sudah punya istri dan anak,lagian mana doyan saya sama terong"ucap sean,setelah itu sean langsung masuk kedalam mobilnya


"what! jangan bilang kalau mereka mendengar apa yang ku ucap tadi?"tanya mira dalam hati


"mending gue kabur"gumam mira


"mir!"


belum sempat aldo menghampirinya,mira sudah berlari masuk


"aish!"umpat aldo


ditempat lain...


"hahaha kali ini rencana kita pasti akan berhasil"ucap baskoro


"benar sekali,mereka pasti sednag kalang kabut mencari obat penawar nya"sambung rafael


sementara julio hanya tersenyum tipis sambil duduk diatas singgasana kebesarannya


"terus awasi mereka,jangan sampai mereka mendapatkan penawar racun itu"kata julio


"baik tuan,saya akan terus mengawasi mereka"sahut julio sambil sedikit membungkuk


ditempat lain...


melan,romeo dan yang lainnya datang kerumah sakit untuk menjenguk aqilla


alangkah terkejutnya mereka saat mengetahui aqilla sudah pulang sejak siang tadi


"berarti saat kita pergivtadi, bokapnya qila membawa nya pulang"ucap melan


"syukur deh kalau dia udah pulang,jadi gue nggak perlu datang kekamar pasien yang berbau apek dan banyak kuman"ucap nana sambil berlalu pergi


"tunggu na!!"panggil ratih sambil berlari mengejar nana


"woy maksud lo apa bilang gitu dasar cewek ngga punya hati nurani!!!"teriak wely"teman sekelas aqilla


"udah wel biarin aja"ucap romeo


"gue kesal banget sama betina satu itu"sahut wely


dikediaman abizar..


"em!"aqilla mulai terbangun


"gue dimana?"tanya aqilla sambil mengucek ngucek matanya


pandangan aqilla tertuju kearah sesosok laki laki yang sudah berumur"papa!!!"pekik aqilla


"sayang!"sahut diki


"kok qila udah dirumah ya? padahal tadi qila lagi dikantin sekolah"tanya aqilla sambil memegang kepalanya yang terasa pusing


"tadi kamu pingsan,kata dokter kamu kecapean"jawab diki


"oh"aqilla ber oh ria


azka membantu alya berjalan kekamar aqilla


"kak alya!"ucap aqilla


"hey,apa kabar mahmud,apa kamu sudah baikan?"tanya alya dengan suara lemah


"iya,qila udah baikan"jawab aqilla sambil tersenyum sumringah


"mahmud??"diana tiba tiba muncul dibelakang alya


"siapa dia kak?"tanya aqilla kepada alya


"kakak sepupu ku"jawab alya


"dia siapa al?"tanya diana kepada alya


diki langsung pergi keluar agar ruangan itu tidak sempit


"dia istri papa soni,mamanya azka dan mertua ku"jawab alya dengan cepat


diana langsung melotot mendengarnya"apa!!!"pekik diana


diana langsung menghampiri aqilla"adek apakah kamu sudah sanggup hamil dan melahirkan?"tanya diana dengan serius


"em,qila belum mikir kesana kak"jawab aqilla sambil nyengir


"kamu jangan memikirkan yang aneh aneh"sahut soni


"fokus saja dengan sekolah kamu,belajar yang rajin agar bisa mendapatkan nilai yang bagus,dengan begitu kamu bisa kuliah di universitas terbaik"kata soni


"aih!!"gerutu aqilla


"kakak denger sendirikan om soni itu seperti apa? dia dia selalu menjadi guru sekaligus orang tua ku baik disekolah maupun dirumah,aku rasa dia tidak akan bisa menghamiliku"ucap aqilla


deg!


soni yang sejak tadi sibuk dengan laptop nya langsung mendongakkan kepala melihat kearah aqilla


yang lain menahan tawa saat mendengar ucapan aqilla


"atas dasar apa kamu bisa berpikir seperti itu?"tanya soni


"buktinya kita udah sering tidur bareng tapi qila nggak hamil hamil"jawab aqilla dengan polosnya


"bocah ini apakah disetiap ada pelajaran ipa dia selalu bolos? sampai sampai tidka tahu apa itu proses bikin anak?"tanya diana


blush!


pipi alya langsung memerah saat mendengar pertanyaan diana


alya mengelus perutnya yang masih rata"yang sehat sehat ya sayang"dalam hati alya


"itu beda dek"ucap diana


baru saja diana ingin menjelaskan prosesnya namun langsung dilarang oleh soni


"biarkan saja diana,dengan begitu dia tidak akan memikirkan yang aneh aneh dan fokus dengan pelajarannnya"kata soni kepada diana


"ck,nggak seru banget"gerutu diana


"kasih tau aja kak nggak apa apa"kata aqilla


"kalau kamu penasaran,makanya jangan bolos lagi saat ada mata pelajaran IPA"jawab diana


"apa hubungannya sama pelajaran IPA?"tanya aqilla


"kok dia tahu ya kalau aku sering bolos?"tanya qila dalam hati


"au ah,saya mau pulang"sahut diana,setelah itu diana langsung pergi dari kamar itu


"ih ngasih tau kok setengah setengah"gerutu aqilla


"kak alyak kenapa kakak pucat banget?"tanya qilla


"tolong jangan panggil kakak,panggil nama aja,bagaimanapun juga adalah mama mertua ku"pinta alya


"iya iya"sahut aqilla


"saya sedang hamil, oleh sebab itu saya terlihat pucat"alya menjawab pertanyaan aqilla yang tadi


"oh"aqilla ber oh ria


"pa,apa kata om sean tadi?"tanya azka


"ikut saya"soni menutup latop nya lalu berjalan keluar kamar


azka langsung mengikuti soni


"duduk"aqilla menepuk sisi tempat tidur


alya tersenyum,lalu duduk disebelah aqilla


diruang kerja ..


soni menjelaskan semua yang terjadi terhadap aqilla


"apa!!!"pekik azka saking terkejutnya


"kami harus secepatnya mencari penawar racun itu"ucap soni


"tenang saja pa,aku akan membantu mencarinya"sahut azka


"jangan! itu terlalu berbahaya,kamu jangan pernah melakukan hal gegabah seperti itu"soni melarang azka untuk ikut mencari penawar racun


"kenapa??"tanya azka


"aku tidak mungkin memberitahunya kalau julio dan para pengikutnya menginginkan batu mulia yang berada didalam tubuhnya"dalam hati soni


"kamu cukup mengurus alya saja,coba kamu lihat kondisi nya sekarang,kamu harus terus berada disisinya dan jangan pernah lupa menyuruhnya meminum darah sehari sekali,dengan begitu asupan darah ditubuh alya akan terus stabil"jelas soni


"baiklah pa"jawab azka


"akhirnya dia menurut juga"soni merasa sedikit lega


"minggir!"diana menyenggol rendi yang sedang berbincang aldo


"kamu!!"ingin sekali rendie memukulnya


"jangan!"aldo langsung memeluk rendi dari belakang


prang!!"vas bunga yang di pegang mira langsung terjatuh


aldo langsung melepas pelukannya


"mira!"panggil aldo


"nggak lihat apa apa kok!!"setelah mengatakan itu mira langsung melarikan diri dari aldo