(3) Vampire

(3) Vampire
3 vampire



akhirnya mereka bertiga bisa tidur nyenyak juga..


keesokan harinya...


mereka mendapat kabar ditemukannya korban baru yang tewas dengan dua lubang kecil dileher nya


"semalam kalian pulang jam brapa??"tanya boy kepada ardi,dika dan diki


"se sebenar nya kami tidak pulang"jawab dika gugup


"kenapa??"tanya boy lagi


"sebenarnya kami takut orang aneh yang menghadang kami saat pulang kemarin malam datang lagi"jelas ardi


"aneh bagaimana??"tanya boy


"aneh karna mereka mengatakan menginginkan nyawa kami,dan salah satu dari mereka bisa berubah wujud menjadi makhluk aneh dengan mata merah taring dan kukunya panjang "jelas ardi


boy bingung harus percaya atau tidak dengan mereka bertiga


"apakah mungkin makhluk seperti itu memang ada di dunia ini??"tanya boy dalam hati


"nanti malam aku akan mengantar kalian bertiga pulang,aku jadi penasaran sama makhluk yang kamu bilang tadi"kata boy


ardi,dika dan diki tercengang mendengar apa yang dikatakan boy


setelah itu mereka langsung berangkat ketempat terjadi nya pembunuhan


deggg!


lagi lagi ardi dika dan diki dibuat ketakutan


ditempat yang sama mereka pernah dihadang


sekarang ditemukan mayat


"kalian kenapa??"tanya boy


mereka bertiga kompak menggeleng kepala


"lama banget sih"gerutu alya saat melihat mereka berempat baru datang


" ya maaf"ucap boy


"bagaimana keadaan mayatnya?"tanya boy kepada alya


"lagi lagi ditubuh mayat tidak ditemukan tanda tanda pemerkosaan dan bekas luka lain selain dua lubang kecil dilehernya"jelas alya


boy termenung sejenak


tempat itu akan sangat sepi jika diatas jam 8 malam dan tempat itu minim pencahayaan


"sial, kenapa harus sekarang sih"gerutu ardi dalam hati


"maaf,aku harus buang air kecil"ardi langsung berlari menuju rumah kosong didekat lokasi


setelah selesai buang air kecil ardi berbalik untuk kembali ketempatnya tadi


namun baru melangkah beberapa langkah seseorang menghadangnya


"tuan muda"panggil dirga


"hah!"ardi sangat terkejut mendengarnya


tanpa banyak bicara dirga langsung menarik tangan ardi dan membawanya pergi dari sana


dalam beberapa menit mereka sudah sampai dimansion keluarga besar abizar


ardi masih belum bisa mencerna semuanya


ia begitu terkejut ketika dirga membawanya melesat seperti angin


"a apakah ini nyata??"tanya ardi,otak mata ardi tidak bisa mempercayai yang dia lihat sekarang ini


ia tidak percaya bisa berada didalam mansion yang sangat besar dan mewah itu


"ini nyata"sahut soni sambil berjalan menuruni anak tangga


"selamat datang kembali anakku,sudah lama aku tidak melihat mu secara langsung"kata soni


"ma maaf,saya tidak mengerti apa anda katakan?"tanya ardi,gugup dan bingung bercampur menjadi satu


soni menunjukkan semua foto kebersamaan mereka ketika masih kecil hingga dewasa


"ja jadi nama ku azka?? dan aku bukan anak ayah samsul??"tanya azka


"dia orang yang menemukan kamu,dan aku


aku juga bukan papa kandung kamu,papa kandung kamu adalah samuel adiwinata dan mama kamu bernama gita"jelas soni


"apa??,lantas dimana mereka sekarang??"tanya azka


"kedua orang tua kamu sudah meninggal dunia, sebelum mama kamu meninggal dunia dia menitipkan kamu kepada ku,sejak saat itu kamu memanggil ku papa,dan aku juga sudah menganggap kamu seperti anak kandung ku sendiri"jelas soni lagi


azka terdiam mendengar penjelasan dari soni


"nama kamu adalah abizar azkanio abdilla


"waw nama yang keren"seru azka


"memang sangat keren"sahut soni


"kenapa kedua orang tua ku harus meninggal begitu cepat"dalam hatinya


"apa yang sedang kamu lamun kan?"tanya soni


azka terkejut mendengar pertanyaan dari soni


"ah ti tidak ada"jawab nya gugup


"kamu tidak usah gugup seperti itu,aku ini papa kamu bukan majikan yang harus kamu takuti"tegas soni


"i iya pa"sunggu azka belum terbiasa dengan panggilan itu


"nah gitu"kata soni


azka hanya menganggukkan kepala


"apakah ini nyata??"dalam hati azka


ia masih belum bisa menerima semua kenyataan itu


ia bahkan belum berani bertanya tentang dirga yang bisa melesat seperti angin


"dirga, kenapa kamu tidak membawa ars dan axel bersama mu??"tanya soni


"maaf tuan,tangan ku hanya ada dua bagaimana aku bisa membawa lebih dari satu orang"jelas dirga


soni menggaruk kepalanya mendengar penjelasan dirga


"ajak rendi bersama mu dan baqa mereka berdua kesini"perintah soni


"baik tuan"sahut dirga


lemudian langsung pergi mencari rendi


ditempat lain...


boy,dika,diki dan alya kalang kabut mencari keberadaan ardi


dirga dan rendi sudah berada ditempat itu


"kamu bawa ars dan aku membawa axel"kata dirga


"baik lah"jawab rendi


cukup lama mereka berdua menunggu boy dan alya lengah


"sekarang!"kata dirga


mereka berdua langsung melesat menarik tangan ars dan axel lalu membawanya kemansion


sama seperti azka,ara dan axel sangat terkejut dengan apa yang terjadi


"dika,diki!!!"pekik azka


"ardi"teriak ars dan axel


"ck,nama macam apa itu"gerutu soni


"sudah saat nya kalian berdua menempati mansion keluarga sastrawijaya yang sudah sangat lama kosong"kata soni


"nama kamu adalah adelio rayhan arsenio sastrawijaya,dan kamu axel farzana everroes


"kata soni


dirga memberikan foto ars dan axel untuk meyakin kan mereka berdua


"kenapa kami tidak bisa mengingat nya?"tanya ars


"karna kalian bertiga hilang ingatan"jawab soni


"terus,orang tua kami??"tanya axel


"orang tua kalian meninggal dalam sebuah kecelakaan,hanya kalian bertiga yang selamat"soni sengaja berbohong tentang itu


"jadi orang tua kami saling kenal?"tanya ars


"iya,mereka bertiga adalah sahabat"jawab soni


"azka kenapa kamu diam saja?!!!"tanya soni stengah berteriak karna sejak tadi azka berdiri seperti patung


azka terkesiap mendengar mendengar teriakan soni


"semua ini sangat mendadak,sulit untukku mempercayai semuanya"jawab azka jujur


"kamu bisa mencernanya secara perlahan"kata soni


"dirga,kumpulkan semua anak buah mu dan bawa kehadapan ku"perintah soni


"baik tuan"sahut dirga


beberapa menit kemudian semua anak buah nya sudah berkumpul


"dirga, bawa setengah anak buah kamu kemansion sastrawijaya"perintah soni lagi


"kalian berdua,silahkan ikut dirga"titah soni


walaupun masih sangat bingung ars dan axel tetap mengikuti dirga kembali kemansion


"ria!"panggil soni


pembantunya yang bernama ria langsung berlari menghadap


"apakah ada yang tuan inginkan??"tanya ria


"bawa tuan muda kekamarnya"kata soni


"tuan muda??"tanya ria dalam hati


"tunggu apa lagi??"tanya soni dengan tatapan tajam


"ba baik,tuan muda mari saya antar kekamar"kata ria


azka langsung mengikuti ria


"sebenarnya dia siapa sih??"tanya ria dalam hati,ia tidak cukup berani untuk bertanya secara langsung


setelah mengantar azka kekamarnya ria langsung pergi kedapur


"kenapa muka kamu??"tanya mira


"itu,ada orang berpenampilan cupu jelek,tapi tuan kita menyuruh memanggilnya tuan muda"jawab ria


"ah yang benar aja?"tanya mira tidak percaya


tentu saja mereka tidak percaya,cara berpakaian azka dan gaya rambutnya membuatnya terlihat tua dan kampungan