(3) Vampire

(3) Vampire
49 vampire



hasil otopsi jenazah tidak bisa diketahui,ini membuat gempar dunia kepolosian dan kedokteran


saat sedang berada dilokasi tkp azka dan axel merasakan kehadiran vampire lain.


mereka berdua langsung mengejarnya


"om sean!"azka begitu terkejut melihat orang yang dikejarnya ternyata sean


"kenapa om bisa sampai kesini?"tanya axel,perasaannya mulai tak enak


sean hanya diam saja


"jangan bilang kalau om mengenali mayat itu?"tanya azka


"dia dawia,mantan istri saya"jawab sean


deg!!


"aish! kasus ini jadi semakin rumit saja"rutuk azka


"yang membunuh dawia adalah sina,istri saya"jelas sean.


axel dan azka sangat bingung harus bagaimana sekarang


"cepat pergi dari tempat ini sekarang juga,jangan sampai ada yang melihat keberadaan om disini"suruh azka


"akan semakin rumit kalau itu sampai terjadi"sambung axel


"tolong beritahu saya perkembangan kasus ini"pinta sean


"baiklah,yang penting om pergi dulu dari sini"sahut azka


"baiklah"sean langsung melesat pergi


dari balik pohon seseorang mendengar semua percakapan mereka


"siapa!"tanya azka stengah berteriak


saat azka memeriksanya tidak ada siapapun yang berada disana,hanya ada bekas dedaun yang bergoyang


"bau manusia"ucap axel


"tapi kenapa tidak ada siapapun disini? manusia tidak akan secepat itu melarikan diri"tanya azka


"tapi disini juga tercium bau vampire"ucap azka


"lebih baik kita kembali sebelum ada yang curiga"ajak axel


keduanya langsung kembali ke tkp tadi


ditempat lain..


"apa lagi yang akan kamu lakukan? apa sebenarnya yang kamu ingin kan dari azka?!!"tanya soni sambil menahan emosi kepada seseorang


"aku hanya mau melindunginya,tidak ada niat lain"jawab joy


"sudah lah joy,saya bisa melindungi anak saya,anda tidak perlu repot repot melakukannya"ucap soni cuek


"saya akan tetap melakukannya! saya akan melakukan apapun untuk melindunginya"sahut joy,ia benar benar bersungguh sungguh dengan perkataannya


emosi soni hampir meledak mendengar perkataan joy"melakukan apapun? dapatkah kamu memberikan nyawa kamu untuk menggantikan nyawa samuel yang sudah direnggut paksa oleh kakek mu?!"tanya soni dengan mata memerah


deg!!


bibir joy bergetar"ji jika itu bisa membuat azka bahagia saya akan melakukannya"jawab joy ,matanya memerah menahan tangis


"cih!!!"umpat soni


setelah itu soni langsung pergi meninggalkan joy


bruk!


joy terduduk direrumputan"aku bersungguh sungguh dengan perkataan ku"ucap joy


di tkp..


diam diam joy terus mengawasi azka


saat pihak forensik dan beberapa polisi lainnya sudah pergi membawa jasad itu,azka dkk masih berada di tkp untuk menyelidiki lebih lanjut


mereka masih terus menyelidiki sekitar untuk menemukan bukti


boy tidak sengaja melihat joy


"papa!"panggil boy


joy yang hendak melarikan diri langsung mengurungkan niatnya karna sudah terlihat oleh boy


"dia orang tua kamu boy?"tanya bani


"iya pak"jawab boy


sedang apa papa disini?"tanya boy heran


"papa kesini hanya ingin memastikan kalau kamu baik baik saja"jawab joy,tatapannya terus mengarah keazka


semua orang juga menyadari itu termasuk boy


tiba tiba beberapa anak panah melesat kearah azka"azka awas!!!!"teriak joy,joy langsung berlari kearah azka dan mendorongnya


jleb!


anak panah yang sudah berlumuran racun menembus perut joy begitu saja


"joy!!!"teriak azka spontan


semua yang berada disana sangat terkejut dengan insiden itu


bani defran,sela dan beberapa polisi yang masih berada ditkp langsung mengejar pelaku


"hehe akhirnya kamu mengingat ku lagi azka"ucap joy sambil menahan tubuhnya agar tidak ambruk


boy,alya,danu dan axel terkejut mendengarnya


bruk!


"argghhh!!"azka merasakan kepalanya seperti akan pecah


"si siapa kamu sebenarnya?"tanya azka


"a aku joy,orang yang selalu berusaha melindungi kamu demi menebus kesalahan yang sudah diperbuat ka kek ku"jawab joy,sudah mulai terbata bata


" a azka,apa lo ingat lo dihukum bokap lo karna mobil yang baru dibelikan bokap lo gue pin jam terus na brak??"tanya joy seraya menangis


deg!!


yang mendengarnya tambah dibuat bingung


"argh!! a aku tidak tahu,tapi kenapa rasanya aku pernah mengalaminya"jawab azka sambil memegang kepalanya


joy terkekeh mendengarnya"lo,gue sama diki adalah teman akrab"ucap joy


"pa jangan aneh aneh deh,nggak mungkin papa temenan sama azka"ucap boy


"ka kamu tidak tahu nak,dia ad dalah sa habat papa,pa pa azka,samuel adalah te teman baik kakek kamu"jawab joy


"ah ini membuat ku gila!"boy tidak bisa mempercayainya


"joy ka kamu,i itu beneran kamu?"tanya azka pada akhirnya


"benar,aku su dah menua seka rang,hehe li lihatlah ra rambutku sudah beru ban"jawab joy tertawa sambil menangis


"kenapa selama ini kamu tidak memberitahuku kalau kamu mengenali papa kandung ku??"tanya azka sambil menahan sakit dibagian kepalanya


joy menangis sejadi jadinya" a aku takut, a aku takut kamu akan menjauhiku"jawab joy


"alasan yang sangat tidak masuk akal!"teriak azka,matanya mulai berubah menjadi merah


"karna darko! dia kakek ku yang sudah membunuh samuel,papa kandung kamu!"jawab joy


jder!!


bagai disambar petir azka dan boy mendengarnya


bruk!


tubuh boy ambruk"ti tidak mungkin"ucap boy tak percaya


"aargghh!!!!"azka mengerang untuk kesekian kali


dengan tertatih tatih joy berjalan kearah azka karna azka mulai kehilangan kendali


"ke kendali diri mu,a tau mer mereka akan tau siapa ka mu sebenar nya"ucap joy terbata bata


joy berusaha menutupi azka agar yang lain tidak bisa melihatnya


byuurr!!!


darah muncrat dari mulut joy langsung mengenai wajah azka


azka langsung menangkap tubuh joy yang limbung


"papa!!"teriak boy


boy,danu dan alya langsung menghampiri joy yang sudah berada dipangkuan azka


"to tolong jaga boy,ka kakek q selalu mengincarnya untuk dia jadikan anggota ba ru nya"ucap joy,azka tidak bereaksi sedikitpun mendengarnya


"maaf,ki kita ha rus berpisah sam pai dis ni,hiks a ku su dah tidak bisa me lin dungi ka mu la gi"ucap joy terbata bata,racun dari panah sudah menyebar ke organ dalam tubunya


tangan joy langsung jatuh,matanya mulai menutup secara perlahan


azka masih tidak bisa mempercayai yang didengarnya


"papa!!!"suara jeritan boy tidak membuat azka sadar dari lamunannya


azka seperti orang linglung"kenapa semuanya begitu rumit? kenapa?"tanya azka dalam hati


saat bani defran dan polisinya kembali dan melihat semua itu


"a apa yang terjadi?!!"teriak bani,dirinya begitu terkejut melihat wajah azka berlumuran darah


"joy"gumam azka


tangannya terkepal kuat


"joy!"azka baru tersadar


"bangun!! joy! banguuuuun!!!"teriak azka


alya menangis sejadi jadinya melihat itu


"bangun! lo masih punya hutang sama gue bangun lo bang*aaadd!!!!"teriak azka


"aaaaaaaaa!!!!!!!"teriak azka frustasi


"kenapa! kenapa aku harus merasakan ini lagi!!!"teriak azka protes


axel langsung menutupi mata azka menggunakan sapu tangan miliknya


boy langsung mengangkat tubuh joy dari pangkuan azka


"argh!"azka sangat kesakitan


"aa!!"alya reflek memundurkan tubuhnya


danu langsung memegang alya agar tidak terjatuh


"tidak!"ucap axel


axel langsung merebut borgol yang dipegang bani,axel memborgol kedua tangan azka


"lepas!!"teriak azka


"azka sadarlah!! kamu menakuti alya!!!"teriak axel


"axel buka! bangs*d lo! cepat buka!!!!"umpat azka


"hiks kenapa jadi gini?"tanya alya sambil menangis,tubuhnya sampai gemetar karna ketakutan