(3) Vampire

(3) Vampire
62 vampire



soni sibuk dengan laptop dipangkuannya,dia sama sekali tidak mempedulikan aqilla,atau tepatnya lagi soni berpura pura tidak peduli


"benar benar sangat memalukan!!!"jerit aqilla dalam hati


aqilla langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuh


setelah mandi dan berganti pakaian aqilla langsung duduk disamping soni"om!"panggilnya


"hem ada apa??"tanya soni,masih fokus dengan laptop didepannya


aqilla sangat malu untuk menanyakannya"semalam nggak terjadi apa apa kan?"tanya aqilla


"menurut kamu??"kali ini soni menghadap kearah aqilla


deg!


pipi aqilla langsung memerah seperti tomat"a aku harus melarikan diri dari hadapannya!!!!"jerit aqilla dalam hati


tanpa aba aba lagi aqilla langsung bangkit dari tempat duduknya"kalau nggak mau jawab ya udah"aqilla pura pura merajuk


soni menghela nafas melihat tingkah aqilla"sabar"gumamnya sambil mengrlus dada


aqilla keluar dari kamarnya


brak!


deg!


soni memejamkan matanya saat mendengar suara pintu


diluar kamar..


"aish gue malu banget"rutuk aqilla sambil berjalan cepatenuju taman belakang


"kamu!"tiba tiba ria menarik tangan aqilla


aqilla tampak bingung saat melihat ria menatap nya dengan tatapan kebencian


"mau ngapain tante tante ini?"tanya aqilla dalam hati


"kamu itu tidak seharusnya ada dirumah ini"kata ria dengan berapi api


deg!


aqilla memanas saat mendengar perkataan ria"maksud tante apa!?"tanya aqilla dengan nada tinggi


"kamu manggil saya apa tadi hah!!!"tanya ria kesal


"tante"jawab aqilla,bukan kah kamu memang tante tante?"tanya aqilla balik


"kamu!"seru ria kesal


"apa? mau nampar? mau nonjok?"tanya qilla"cepat lakukan,tapi jangan kira saya akan diam saja ya!"kata aqilla setengah berteriak


emosi ria semakin naik karna tantangan aqilla"kamu!"ria langsung mendorong aqilla sehingga membuat pinggang aqilla membentur sudut meja yang berada tepat dibelakang aqilla


"ah!!!"pekik aqilla


"apa salah gue sama lo hah!!"teriak aqilla sambil memegang pinggangnya yang terasa nyeri


ria tampak gugup saat melihat aqilla kesakitan,sebisa mungkin ia menyembunyikan kegugupan nya"salah kamu karna kamu menikahi tuan soni,kamu itu tidak pantas bersanding dengannya!"jawab ria


"eh eh tolong di jaga ya mulut anda!"teriak aqilla


"lo itu cuma pembantu dirumah ini! apa yang punya sampai sampai lo berani mengomentari majikan lo!!??"tanya aqilla dengan nada tinggi


"jawab!"bentak aqilla


"saya memang pembantu disini,tapi saya lebih pantas bersanding dengan tuan soni,saya lebih berpengalaman,lebih dewasa dan dad* saya jauh lebih berisi dibanding punya kamu yang krempeng seperti nggak ada isi inj"jawab ria sambil menoel bagian dada aqilla


deg!


"bener juga ya,tapi gue nggak boleh kalah dari lampir ini "dalam hati aqilla


"apa guna nya dada besar kalau sudah bekas,mending kecil kayak punya gue yang penting seratus persen masih asli,nggak pake implan dan nggak pernah disentuh oleh laki laki mana pun! selain suami gue"aqilla sengaja menekankan kata kata suami kepada ria


ria langsung terdiam mendengar perkataan aqilla"kurang ajar!!"ucap nya sambil mengepal tangan


"apa? mau mukul gue?"tanya aqilla"lo ngedorong gue tadi aja sudah bisa membuat lo dipecat dari sini!"kata aqilla


deg!


ria langsung tersadar dengan apa yang diperbuatnya"******!"umpat nya,setelah itu dia langsung pergi masuk ke dapur


"nggak salah tu dia ngatain gue ******?"tanya aqilla pada dirinya sendiri


"suami?"aqilla merinding saat mengingat perkataan nya tadi"ah! sakit banget!"rutuk nya sambil memegang bagian pinggang


aqilla memilih kembali kekamarnya karna pinggangnya benar benar sakit


"eh aqilla!"sapa arvin


"ngapain sih!"gerutu aqilla


"lo kenapa qil?"tanya doni


sedangkan fino hanya diam saja,matanya terus menatap kearah aqilla


"ada lampir dutaman"jawab aqilla


"lampir?"tanya ketiganya secara serentak


soni melihat interaksi antar aqilla dan arvin dkk melalui ponselnya,ia langsung mematikan laptopnya lalu berjalan keluar dari kamar


soni berjalan melewati aqilla dan yang lainnya begitu saja


"mau kemana om?"tanya aqilla


"kenapa lagi dia?"tanya aqilla


"oh ya kamu kemana kok baru nongol?"tanya arvin


"tidur"jawab aqilla jujur


"dimana kamar lo?"kali ini fino yang bertanya


"gue sekamar sama om soni"jawab aqilla


"hah!!"arvin,fino dan doni langsung syok mendengarnya


"ka kamu serius?"tanya arvin


"iya,emangnya ada yang salah sama jawaban gue?"tanya aqila


fino merasa marah saat mendengar pengakuan aqilla


doni menggeleng kepala melihat kepolosan aqilla"lo polos apa oon sih!"ucap doni kesal


aqilla malah fokus dengan pintu kamar ruang tamu yang terbuka


"gue penasaran banget sama orang yang ada diruangan itu"ucap aqilla,aqilla langsung pergi kekamar itu untuk melihat orang yang berada dikamar itu,arvin dkk juga ikut pergi kekamar itu


"wah ganteng banget!!!"pekik aqilla


"kenapa kamu kesini?!"tanya soni


suara bariton milik soni membuat aqilla terkejut


"om ngagetin aja sih!"bentak aqilla


"siapa dia om?"tanya aqilla kepada soni


soni memejam matanya sambil bersandar disofa yang didudukinya,dia tidak berniat mejawab pertanyaan aqilla


gemoy banget!"aqilla menoel pipi rasya yang halus seperti kulit bayi"oh my good! halus banget!"ucap nya antusias


"ekhem!"dehem soni


deg!


aqilla merasa takut saat tatapan tajam soni diarah kearah dirinya"om!"aqilla langsung menjauh dari rasya"serem banget tatapannya"gumamnya


"siapa orang ini om?"tanya arvin


"teman kedua orang tua kamu"jawab soni


"tidak mungkin! dia seperti seumuran dengan ku"gumam arvin


"dia terlihat masih sangat muda,kulitnya sangat kencang"ucap doni


"dia seperti seumuran sama kita"sambung fino


"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kalian semua tidak menua sedikitpun?"tanya arvin lagi


"tanya sendiri kepada orang tua kamy,saya tidak bisa memberitahu kamu"kata soni


"heeekshhh!"


mereka dikejut kan oleh rasya yang tiba tiba kejang


"om dia kenapa?!"pekik aqilla


"biarkan saja"sahut soni,dia malah duduk santai melihat rasya kejang kejang


"om keterlaluan!!"teriak aqilla


soni tidak mempedulikan aqilla,dirinya hanya fokus melihat kearah rasya


setelah sepuluh menit, tubuh rasya kembali normal lagi


aqilla menatap wajah rasya dengan jarak sangat dekat


"ganteng basnget"celetuk aqilla


"dia mulai sadar!"kata doni


rasya membuka matanya dan...


"aaahhh!!!"


"aaaaa!!!!"


teriak rasya terkejut karna wajah aqilla sangat dekat dengan wajahnya


sedangkan aqilla berteriak karna terkejut rasya tiba tiba membuka mata


"diam!"bentak soni


keduanya langsung diam berkejut


"siapa gadis ini?"tanya rasya


"perkenalkan gue istrinya om soni!"ucap aqilla


fino langsung bersandang di dinding yang berada dibelakangnya


"oh jadi suami istri"kata arvin dan doni serentak


"serius om?"tanya rasya


rasya menelisik aqilla dari atas sampai bawah"masih sangat muda"gumam rasya