(3) Vampire

(3) Vampire
vampire 90



aqilla kembali ke mansion bersama soni


diruang tamu,azka dan yang lainnya sudah menunggu kedatangan mereka berdua


"papa baik baik saja?"tanya azka khawatir


"iya"sahut soni


"kamu nggak kenapa napa kan?"tanya alya kepada aqilla


"iya,aku baik baik saja"jawab aqilla sambil tersenyum kearah alya


"syukurlah kalau begitu"alya merasa lega


soni mengumpulkan vampire lainnya untuk diajak kerja sama menghabisi julio dan para pengikutnya


"ada sebenarnya? kenapa kita berdua tidak boleh ikut berkumpul sedangkan tante naina dan tante salsa boleh?"tanya alya kepada aqilla


aqilla mengedikkan bahunya


"ayo kita pergi ketaman belakang saja kak!"aqilla mengajak alya pergi dari sana


"ayo!"sahut alya


alya dan aqilla pergi le taman belakang mansion


di dalam mansion..


ars memberikan sebuah ide untuk melumpuhkan kekuatan julio


"apakah akan berhasil?"tanya soni


"kemungkinan berhasil nya hanya dua puluh persen"jawab ars jujur


soni terdiam mendengarnya..


"baiklah kita ikuti ide ars raja


"aku sudah pasrah dengan hidup dan mati ku,aku hanya berharap suami dan anak anak ku bisa selamat"pinta naina dalam hati


nathan memegang pundak sang istri"jangan mikir yang aneh aneh,aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti keluargaku"kata nathan


naina membalasnya dengan senyum


"tentu saja tidak be"jawab naina


"dia bahkan tahu apa yang ku fikirkan"dalam hati naina


"aku hanya merindukan rayhan"kata naina,naina tidak sepenuh nya berbohong,dia benar benar sangat merindukan rayhan


raut wajah nathan berubah muram"aku akan menemukan dia secepatnya"sahut nathan


"aku sangat menharapkannya"ucap naina


"ekhem!"dehem bimo


naina dan nathan baru menyadari kalau mereka berdua masih berada diruang kerja soni


"baiklah ayo kita bubar!"kata bimo


semua orang langsung keluar dari ruang kerja soni


aqilla dan alya kembali kedalam mansion


"akhirnya mereka keluar juga"ucap alya


mereka berdua menghampiri naina dan salsa


"tante" sapa keduanya


saat sore tiba aqilla kembali kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuh


setelah mandi aqilla keluar dari kamar mandi untuk mengambil baju gantinya


saat sedang sibuk memilij baju tiba tiba soni memeluknya dari belakang


"om kebiasaan deh!"gerutu aqilla


"tapi kamu suka kan?"tanya soni sambil mengendus daun telinga aqilla


"om jangan gini dong,qila belum ganti baju nih!!"pekik aqilla


srekk!!


soni menarik handuk yang menutupi tubuh aqilla


"aaa!! om mau ngapain sih!!"jerit aqilla


"mau apa ya?"soni langsung mengangkat tubuh aqilla lalu membawa nya keatas kasur


setelah cukup lama melakukana pemanasan


"boleh?"tanya soni kepada aqilla


aqilla merasa kasihan jika harus menolak soni,akhirnya aqilla mengizinkan soni


"tahan"ucap soni


soni melakukannya dengan sangat perlahan


namu tetap saja membuat aqilla menangis


aqilla sudah menahannya sekuat tenaga tapi rasa sakit itu tetap saja membuat aqilla menjerit dan menangis


mereka berdua melakukan nya sampai beberpa kali,sehingga membuat aqilla sangat lemas


"maaf"ucap soni


"buat apa minta maaf,ini sudah menjadi kewajiban qila sebagai istri"sahut aqilla


soni sangat senang mendengarnya


"maaf,mungkin ini akan sangat menyakitkan untukmu,tapi mau bagaimana lagi,aku tidak tahu bisa kembali atau tidak lagi setelah pertempuran malam ini"dalam hati soni


"jaga mommy ya nak"soni mengelus perut aqilla yang masih rata


"ayo mandi,biar segar"soni mengangkat tubuh kali dan menggendongnya kekamar mandi


"aa om reseh!!"pekik aqilla kesal,karna bukan kesegaran yang didapat oleh aqilla,tapi melainkan rasa lelah yang berkali kali lipat karna soni melakukannnya lagi dikamar mandi


saat inj aqilla hanya bisa berbaring diatas kasur karna bagian bawahnya bengkak dan terasa sakit


cupp!


soni meng*cup bibir aqilla yang sedang manyun


"a om rese banget sih"gerutu aqilla,dirinya masih kesal


"maaf"ucap soni


"nggak!"aqilla menghadap kearah dinding


"nggak mau maafin ni ceritanya?"tanya soni


"sejak kapan om pakai bahasa anak abg?"tanya aqilla balik


"sejak saya menikahi anak abg"jawab soni smabil tersenyum genit,dan itu membuat aqilla merinding