
aqilla kembali ke mansion bersama soni
diruang tamu,azka dan yang lainnya sudah menunggu kedatangan mereka berdua
"papa baik baik saja?"tanya azka khawatir
"iya"sahut soni
"kamu nggak kenapa napa kan?"tanya alya kepada aqilla
"iya,aku baik baik saja"jawab aqilla sambil tersenyum kearah alya
"syukurlah kalau begitu"alya merasa lega
soni mengumpulkan vampire lainnya untuk diajak kerja sama menghabisi julio dan para pengikutnya
"ada sebenarnya? kenapa kita berdua tidak boleh ikut berkumpul sedangkan tante naina dan tante salsa boleh?"tanya alya kepada aqilla
aqilla mengedikkan bahunya
"ayo kita pergi ketaman belakang saja kak!"aqilla mengajak alya pergi dari sana
"ayo!"sahut alya
alya dan aqilla pergi le taman belakang mansion
di dalam mansion..
ars memberikan sebuah ide untuk melumpuhkan kekuatan julio
"apakah akan berhasil?"tanya soni
"kemungkinan berhasil nya hanya dua puluh persen"jawab ars jujur
soni terdiam mendengarnya..
"baiklah kita ikuti ide ars raja
"aku sudah pasrah dengan hidup dan mati ku,aku hanya berharap suami dan anak anak ku bisa selamat"pinta naina dalam hati
nathan memegang pundak sang istri"jangan mikir yang aneh aneh,aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti keluargaku"kata nathan
naina membalasnya dengan senyum
"tentu saja tidak be"jawab naina
"dia bahkan tahu apa yang ku fikirkan"dalam hati naina
"aku hanya merindukan rayhan"kata naina,naina tidak sepenuh nya berbohong,dia benar benar sangat merindukan rayhan
raut wajah nathan berubah muram"aku akan menemukan dia secepatnya"sahut nathan
"aku sangat menharapkannya"ucap naina
"ekhem!"dehem bimo
naina dan nathan baru menyadari kalau mereka berdua masih berada diruang kerja soni
"baiklah ayo kita bubar!"kata bimo
semua orang langsung keluar dari ruang kerja soni
aqilla dan alya kembali kedalam mansion
"akhirnya mereka keluar juga"ucap alya
mereka berdua menghampiri naina dan salsa
"tante" sapa keduanya
saat sore tiba aqilla kembali kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuh
setelah mandi aqilla keluar dari kamar mandi untuk mengambil baju gantinya
saat sedang sibuk memilij baju tiba tiba soni memeluknya dari belakang
"om kebiasaan deh!"gerutu aqilla
"tapi kamu suka kan?"tanya soni sambil mengendus daun telinga aqilla
"om jangan gini dong,qila belum ganti baju nih!!"pekik aqilla
srekk!!
soni menarik handuk yang menutupi tubuh aqilla
"aaa!! om mau ngapain sih!!"jerit aqilla
"mau apa ya?"soni langsung mengangkat tubuh aqilla lalu membawa nya keatas kasur
setelah cukup lama melakukana pemanasan
"boleh?"tanya soni kepada aqilla
aqilla merasa kasihan jika harus menolak soni,akhirnya aqilla mengizinkan soni
"tahan"ucap soni
soni melakukannya dengan sangat perlahan
namu tetap saja membuat aqilla menangis
aqilla sudah menahannya sekuat tenaga tapi rasa sakit itu tetap saja membuat aqilla menjerit dan menangis
mereka berdua melakukan nya sampai beberpa kali,sehingga membuat aqilla sangat lemas
"maaf"ucap soni
"buat apa minta maaf,ini sudah menjadi kewajiban qila sebagai istri"sahut aqilla
soni sangat senang mendengarnya
"maaf,mungkin ini akan sangat menyakitkan untukmu,tapi mau bagaimana lagi,aku tidak tahu bisa kembali atau tidak lagi setelah pertempuran malam ini"dalam hati soni
"jaga mommy ya nak"soni mengelus perut aqilla yang masih rata
"ayo mandi,biar segar"soni mengangkat tubuh kali dan menggendongnya kekamar mandi
"aa om reseh!!"pekik aqilla kesal,karna bukan kesegaran yang didapat oleh aqilla,tapi melainkan rasa lelah yang berkali kali lipat karna soni melakukannnya lagi dikamar mandi
saat inj aqilla hanya bisa berbaring diatas kasur karna bagian bawahnya bengkak dan terasa sakit
cupp!
soni meng*cup bibir aqilla yang sedang manyun
"a om rese banget sih"gerutu aqilla,dirinya masih kesal
"maaf"ucap soni
"nggak!"aqilla menghadap kearah dinding
"nggak mau maafin ni ceritanya?"tanya soni
"sejak kapan om pakai bahasa anak abg?"tanya aqilla balik
"sejak saya menikahi anak abg"jawab soni smabil tersenyum genit,dan itu membuat aqilla merinding