(3) Vampire

(3) Vampire
30 vampire



"ck,cepat bukain,sakit nih!!"bentak azka akhirnya


rendi langsung membuka ikatan ditangan dan kaki azka,rendi langsung menunduk saat azka melempar tatapan kearahnya


"maaf saya kira tuan mudah tadi kerasukan"ucap rendi


"hm"sahut azka


akhirnya semua orang merasa legah..


"azka,tadi kamu berteriak menyebutkan nama morea"kata ars


"morea? siapa dia??"tanya azka,karna memang azka tidak mengenalinya


"mana aku tahu,kan kami yang menyebutkan namanya"jawab ars


"morea benar benar"gumam arga,ia begitu kesal mendengar namanya


alya sangat senang melihat azka kembali normal


semalaman mereka semua tidur diruang tengah rumah kades(kepala desa)


keesokan harinya...


"pak,lihat nenek itu ada didepan rumah kita lagi,ibuk sangat takut melihat menampilannya"lapor buk kades


"maafkan bapak buk,semua karna bpak terlalu baik dengannya,bapak tidak tahu darimana asal nenek itu,katanya dia hanya sebatang kara karna anaknya meninggal dibunuh vampire 10 tahun lalu,karna itu bapak memberikan dia tempat tinggal,tidak disangka dia malah menakuti para penduduk dan tamu kita"jelas kades


"ilmu hitam nenek itu sangat kuat"celetuk dirga


"alya,kamu harus berhati hati,sepertinya dari awal dia sudah mengincar kamu"kata dirga


"kemarin nenek itu mengatakan alya sedang mengandung anak vampire"kata boy


degg!!!


dirga dan rendi saling lirik,keduanya manggut manggut seperti mengerti sesuatu


hening....


dirga melihat asap hitam menuju kearah alya,dengan cepat dirga menangkisnya"bukan hanya vampire yang harus dihadapi,tapi juga seseorang dengan ilmu hitam yang sangat kuat"dalam hati dirga


dirga langsung berjalan keluar"apakah anda sedang menantang saya nenek tua!!!'teriak dirga


semua warga sangat terkejut mendengarnya,karna selama ini tidak ada yang berani melawan nenek tua itu


"hehe,serahkan gadis yang sedang mengandung itu!"kata nenek itu lagi


"hahaha"dirga tertawa sarkas


"pakai ini"rendi baru ingat kalau sebelum datang kedesa soni memberikan cincin kepadanya untuk dipakai oleh alya


"cincin apa ini??"tanya alya bingung


"pakai saja"jawab rendi


alya pun menurut dan memakainya


akhirnya azka dan yang lainnya ikut keluar juga


nenek itu tidak melepaskan pandangannya dari alya


matanya melotot melihat cincin yang dikenakan oleh alya"kurang ajar!!"dia berniat menyerang alya namun dihalangi oleh dirga


"hehe ternyata kamu sangat pandai menangkis serangan ilmu hitam ku"kata nenek itu


"saya sangat multi fungsi,bodyguard,asisten pribadi,dan juga bisa menjadi dukun dadakan"sahut dirga


azka mendekati telinga nenek tua itu,"sepertinya anda yang tidak mengetahui sekarang anda sedang berhadapan dengan siapa,sebaiknya anda pulang dan bertanya dengan baskoro"bisik dirga ditelinga nenek itu


degg!!


"da darimana kamu tahu tentang baskoro??"tanya nenek itu panik


"hahaha, pulang dan tanyakan dengannya,itu kalau kamu berani menanyainya"kata dirga sambil tertawa renyah


nenek tua itu mulai panik"aku harus pergi dulu sekarang,aku tidak ingin mereka tahu kalau aku mengincar plasenta vampire untuk menghidupkan anak ku"gumam nenek itu


gumaman itu didengar oleh vampire lainnya


"oh,jadi baskoro hanya memanfaatkan dia?,kasihan sekali kamu nek"dalam hati dirga


"apa alya benar benar hamil??,bukannya baru dua hari yang lalu kami melakukannya?"tanya azka dalam hati


nenek itu langsung pergi dari sana


"mari kita sarapan dulu,setelah itu baru bekerja"kata kades


alya merasakan mual lagi saat memakan makanan yang disajikan


"kenapa? mual lagi?"tanya azkab dengan penuh perhatian


alya langsung mengangguk sambil berlinang airmata


azka menaruh piring makan yang nasi dan lauknya belum tersentuh olehnya


"mana tas belanjaan yang kusuruh kamu membawanya kemarin?"tanya azka kepada bayu


bayu langsung mengambilkannya


"jangan jangan kamu emang beneran hamil?"tanya sela


deg!!


alya terdiam sesaat"ah rasanya tidak mungkin"gumam alya


"tidak mungkin"sahut alya


"buktinya kamu mual terus,kalau nggak hami trus apa??"sela berusaha menyudutkan alya


azka melempar tatapan tajam kearah sela


sela langsung terdiam dan menunduk


azka membuka bungkus roti dan memberikannya kepada alya


"makan!"azka menyuapi roti kedalam mulut alya


azka melihat tatapan pak kades dan bu kades yang penuh tanda tanya"sebenarnya kami berdua ini suami istri,mungkin saja dia sedang hamil karna kami baru empat bulan menikah"jelas azka


uhuk!!! alya langsung tersedak mendengarnya


"pelan pelan"azka mengambil sapu tangan disakunya untuk mengelap air minum yang tumpah dibaju alya


yang lainnya sangat terkejut mendengar penjelasan azka tadi


"benar,mereka benar benar suami istri",boy membenarkannya


"oh jadi begitu,syukurlah,kami kira dia belum menikah"sahut bu kades


akhirnya azka merasa lega


saat sedang berkumpul di diluar rumah kades


"untung mereka percaya"kata boy


"buat kaluan semua terimakasih sudah menolong ku"ucap alya


"setelah dari sini lebih baik kamu pergi kerumah sakit,mungkin saja asam lambung kamu kumat"kata pak bani


"baiklah pak,setelah dari sini saya akan pergi kerumah sakit"jawab alya


"oh jadi cuma sandiwara"gumam sela,hatinya sedikit tenang setelah mengetahui itu


di tkp...


tumpukan tulang belulang memenuhi tempat itu..


"i ini ?"tanya bani gugup


"ini tempat makhluk itu mengeksekusi orang orang dari dahulu sampai sekarang"jelas pak kades


perut mereka bergejolak melihat tulang belulang dan jasad manusia yang sudah membusuk dan dikerubuti hewan


alya langsung berlari menjauh,melihat itu azka langsung mengejar alya"jangan jauh jauh"kata azka


"bau banget"sahut alya sambil meringis


kelebatan bayangan hitam berseliweran disekitaran sana


azka melihat salah satu bayangan mendekati alya,dengan cepat azka menarik alya dan menghajarnya


sosok itu langsung terpental menghantam pohon besar didekat sana


dirga dan yang lainnya langsung berlari kearah azka


"tangkap dia!!"teriak azka karna sosok itu mencoba melarikan diri


ars dan axel langsung mengejar sosok yang sedang melarikan diri itu


alya sangat ketakutan hingga membuatnya menangis tersedu sedu


"tenang,jangan nangis lagi aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kamu"bisik azka


"hiks ke kenapa mereka terus mengincar ku??"tanya alya disela tangisnya


"aku juga tidak tahu"jawab azka


ars dan axel kembali ketempat tadi"sial,larinya sangat cepat"ucap ars


"mulai sekarang kita harus saling melindungi"kata bani


"mak tolonglah anakmu ini,aku belum mau mati!!"jerit bani dalam hati


"kita hanya manusia biasa,dan sepertinya yang kita hadapi adalah manusia yang memiliki ilmu hitam yang sangat tinggi,ini sama saja dengan bunuh diri"kata boy


deg!!!


bani langsung tegang"lebih baik kita pulang"kata bani


"kita tidak bisa keluar dari sini sebelum menangkap mereka"potong dirga


"kenapa bisa seperti itu??"tanya bani cemas


"mereka akan menghadang dan membunuh kita satu persatu,pilihannya sekarang adalah membunuh atau dibunuh"perkataan dirga membuat semua orang panik termasuk pak kades


"ba bagaimana bisa seperti ini??"tanya pak kades panik