(3) Vampire

(3) Vampire
79 vampire



melan dan romeo memperhatilan aqilla yang sedang melamun


soni masuk ke dalam kelas bersama seorang remaja laki laki


melan melotot melihat siapa yang datang"qila"melan menyuruh aqilla melihat kearah orang tersebut


DEG!!


"dia?"aqilla mengepal tangannya


"perkenalkan diri kamu"suruh soni tanpa melihat kearah lawan bicara nya


"perkenalkan nama saya dion fernanda"ucapnyanya


"ganteng banget!!"celetuk nana


"ck dasar plin plan"umpat melan


"duduk!"suruh soni


"terima kasih pak"sahut dion


dion langsung duduk di bangku kosong yang berada di belakang aqilla


"hari yang sial"umpat aqilla dengan suara sedikit tinggi agar terdengar oleh dion


dion hanya bisa menunduk mendengar umpatan aqilla


"aku akan membuat mu memaafkan ku qila,dan kita akan hidup bersama di hari tua nanti"dalam hati dion,sebisa mungkin dion menampakkan senyum nya dihadapan yang lain


soni menangkap situasi yang sedikit tidak mengenakkan antara dion dan aqilla


"apa mungkin qila sudah mengenal anak baru itu?"tanya soni dalam hati,soni tetap mengajar seperti biasa,hanya saja tatapan nya tidak bisa luput dari qila


aqilla merasa tubuhnya lemas hingga membuat nya tertidur ditengah jam belajar


"bisa bisa nya kamu tidur ditengah pelajaran qila"rutuk soni


mengetuk meja aqilla"apakah kamu sudah selesai mengerjakan tugas mu?"tanya soni


hening..


"qil qila!"panggil melan dengan suara pelan


"ternyata dia benar benar tertidur"soni menggeleng kepala lalu kembali ke meja nya


derrtt


ponsel nya bergetar


soni langsung keluar kelas untuk mengangkat panggilan telfon


"ada apa?"tanya nya


"tuan,mira menghilang"jawab rendi dari ujung telfon


deg!


"bagaimana itu bisa terjadi?"tanya soni lagi


"mira bersama ria pergi kepasar untuk membeli keperluan dapur,di pasar mereka berbelanja secara terpisah untuk menghemat waktu,tidak disangka mira tidak kembali kembali ketempat yang seharusnya dia menunggu ria"jelas rendi


"perketat penjagaan dirumah,jangan sampai azka maupun alya pergi keluar rumah"kata soni


"baik tuan"sahut rendi


"cepat temukan mira secepat nya,saya tidak mau melihat aldo menggila"kata soni lagi


"saya akan mengerah kan anak buah saya untuk mencari mira"jawab rendi


"satu lagi"ucap soni


"apa tuan?"tanya rendi


"suruh anak buah kamu menjemput diana agar alya tidak bosan berada dirumah"perintah soni


"baik tuan"sahut rendi dwngan malas


setelah itu soni langsung mematikan panggilan telfon


saat masuk kekelas soni melihat aqilla belum juga bangun"benar benar menyebalkan"gerutu soni


soni menghampiri meja qila"qila!"panggil nyq


tok tok tok


soni mengetuk meja


"berisik!"gerutu aqilla dengan mata terpejam


"qila!"melan meringis mendengar nya


tok tok tok!


soni mengetuk meja kembali


"apaan sih mel!"gerutu aqilla


"mampus lo aqilla"gumam ratih


"ekhem!"dehem soni


aqilla terkesiap mendengar deheman soni"maaf pak!"ucap nya


"hem"sahut soni lalu kembali kedepan


"cuma gitu doang pak?"tanya ratih


soni melihat kearah ratih"lalu saya harus melakukan apa?"tanya soni sambil menatap tajam kearah ratih


"ti tidak ada pak"jawab ratih takut takut


"bodoh banget lo ratih,bisa bisa pak soni jadi ilfil sama lo!"rutuk ratih


saat jam istirahat dion mencoba mendekati aqilla


"qila tunggu!!"panggil dion


aqilla menghentikan langkah kaki nya"nggak usah ngikutin gue!"bentak aqilla


"qil gue cuma mau baikan sama lo"ucap dion menunjukan ekspresi wajah sedih


"cih!"decih aqilla sambil menatap dion jijik"nggak usah deketin gue ngerti! gue nggak bisa maafin lo dan bokap lo yang penipu itu!"kata aqilla


"jangan ganggu gue!"tekan aqilla


pesan masuk di ponsel aqilla


"keruangan saya sekarang!"


"mau apa lagi ni orang"gerutu aqilla


aqilla berlari kecil keruangan soni


tok tok tok!


"masuk!"ucap soni


ceklek


"kenapa om manggil qila?"tanya aqila


"duduk!"soni menyuruh aqilla duduk


aqilla langsung duduk"em om!"panggilnya


"hem"sahut soni sambil mengetik di laptop nya


"kenapa nyuruh qila kesini?"tanya aqilla ragu ragu


soni menutup laptopnya"menurut kamu?"tanya tanya sambil bangkit dari tempat duduk lalu berjalan kearah aqilla


"bukan hanya mata pelajaran yang harus kamu pelajari"soni menarik aqilla agar berdiri"kamu juga harus belajar melayani suami kamu!"kata soni sambil menoel hidung aqilla


"oh"sahut aqilla


"buka mulut mu"suruh soni


"a!"aqilla langsung membuka mulutnya


"julurkan lidah"suruh soni


"em"aqilla menjulurkan lidahnya


sudut bibir soni terangkat,tanpa bicara lagi soni langsung menyambar lidah aqilla


"em!"aqilla mencoba mendorogg soni namun soni menahan nya


sebaliknya soni terus memperdalam cium*nnya


setwlah beberapa menit soni baru melepaskannya


aqilla langsung menghirup udara segar dengan sepuas nya"hampir aja qila mati kehabisan nafas"rajuk nya


"itu nggak akan terjadi"sahut soni sambil menghapus slavina yang membasahi sekitar bibir aqilla


"uda ah qila mau kembali kekelas aja"ucap aqilla kesal


"tunggu dulu"soni langsung menarik aqilla kedalam pelukannya


"om kenapa?"aqilla merasa aneh dengan apa yang dilakukan oleh soni


"aku nggak akan jadi janda muda kan?"tanya aqilla dalam hati


"sudah!"soni melepas pelukkannya


dibelakang sekolah..


dua vampire jahat menyerang dua orang remaja lalu menyamar menjadi mereka


*tring!


suara bel sekolah*...


"qila masuk kelas dulu!"aqilla langsung pergi dari ruangan soni


saat akan masuk ke ruang soni mencium aroma vampire lain nya


"berani berani nya mereka datang kesini!"dalam hati soni,tangan nya terkepal kuat


soni masuk ke dalam kelas sambil membuka kacamata dan bagian atas kancing kemeja yang pakainya,tidak lupa juga soni mengacak ngacak rambutnya agar terlihat sedikit berantakan


tentu saja ulah nya membuat seluruh isi kelas melongo melihatnya


perlahan tapi pasti soni melangkah kearah gani dan arif,tepatnya lagi vampire yang menyamar menjadi kedua bocah itu


"ingin mengakui nya sendiri atau..."soni sengaja menggantung ucapannya


deg!


"bagaimana dia bisa mengetahuinya?"tanya arif dalam hati,pasalnya sebelum masuk kekelas dia dan rekannya sudah mengoles ramuan yang diberikan oleh julio melalui rafael


gani menoleh kearah aqilla,dengan cepat dia melompat kearah aqilla


"hahaha!"tidak ku sangka kau bisa mengenali kami secepat ini"ucap gani


soni melempar tatapan datar kearah gani


"bangun!"gani menarik aqilla


"aw sakit!"jerit aqilla


"lepasin aqilla!"bentak romeo


"jangan ada yang ikut campur,kalian duduk saja dan diam ditempat duduk kalian masing atau aku akan mematahkan tangannya!"ancam gani


romeo langsung duduk kembali dibangku nya


seisi kelas hanya bisa melihat tanpa berani bersuara sedikitpun termasuk melan,romeo dan dion


"ck ck,seperti nya kamu melupakan teman mu!"ucap soni tanpa emosi


"arif!"ucap gani


"jangan pedulikan aku,kamu harus berhasil membawa gadis itu untuk bos!"kata arif


"benarkah?"soni mengeluar pena dari kantong bajunya


bles!


"aarrgghh!!"rintih l


"arif!"pekik gani


para murid menutup mulut menggunakan tangan masing masing agar tidak mengeluarkan suara


"shut!!!


soni meletakkan jari telunjuk nya dibibir"jangan berteriak,ini tidak sakit sama sekali"ucap soni dengan suara sedikit pelan namun terdengar jelas oleh murid lainnya