(3) Vampire

(3) Vampire
4 vampire



didalam mobil....


"apakah benar yang dikatakan orang itu??"tanya axel kepada ars


"jangan nanya nanya"geram ars


ia saja masih bingung,axel malah membebaninya dengan pertanyaan seperti itu


tak lama kemudian mobil yang dikendarai dirga memasuki mansion besar dan mewah


ceklek.


dirga membuka pintu mobil


"selamat datang kembali tuan muda ars dan axel"ucap dirga


ars dan axel hanya mengangguk kepala


saat masuk kedalam ars dan axel tidak melihat satu foto pun yang menempel di dinding


semua itu karna semua foto rusak dan hanyut dibawa air saat terjadi sunami di masa lalu


rumah itu juga dibangun ulang atas perintah nathan dan bimo,bahkan bangunan rumah itu terlihat sama persis dengan bangunan rumah sebelumnya


"jika semua ini memang benar,maka maafkan lah kami yang tidak mengingat kalian"dalam hati ars


"ma,pa,seperti wajah wajah kalian??"tanya axel dalam hati


tuan muda sebaiknya kalian memperbaiki penampilan kalian"saran dirga


"tidak apa apa paman,biarlah penampilan kami seperti ini"tolak ars


dirga tidak bisa berbuat apa apa lagi karna sudah ditolak


di mansion abizar...


azka masih berusaha untuk mengingat semuanya namun usahanya hanya sia sia


"lebih baik aku mandi"gumam azka


azka masuk kedalam kamar mandi


"bagaimana aku bisa mandi kalau tidak ada air?"azka sangat bingung karna tidak ada tempat penampung air seperti diapartemen murah yang disewanya


ia mengelilingi pandangannya untuk menemukan sesuatu


"oh pakai sower"gumamnya


azka menekan tombol dibawah sower


"wah sangat keren,ada air hangatnya"ucapnya senang


setelah berganti pakaian azka memilih tiduran matras empuk yang baru pertama kali ia rasakan


"nyaman banget"gumamnya


tak butuh waktu lama azka sudah tertidur pulas


sore harinya soni mendatangi kamar azka


karna azka tidak kunjung keluar dari kamarnya


tok tok tok


"azka!!"panggil soni


"denger tu,tuan kita nyamperin orang itu kekamarnya"bisik ria kepada mira


"sungguh aneh tapi nyata"celetuk mira


"kamu nggak pernah bisa diajak serius"rajuk ria


"lah,salah apa daku??"tanya mira dengan nada bercanda


ria melengos saking kesalnya


"salah sendiri,ngapain kepo amat sama kehidupan tuan"dalam hati ria


"azka!!"panggil soni


ceklek...


pintu dibuka


"huaaammm,


berisik amat sih kamu dik"kata azka kesal karna tidurnya terganggu


"hah? dik??"tanya soni


mata azka terbelalak saat mendengar suara soni


"oh m papa rupanya"ucap nya gugup


"sudah mandi??"tanya soni


"sudah pa"jawab azka


"ayo ikut dengan ku kermuah teman kamu"ajak soni


"dika diki??"tanya azka


"iya"jawab soni


"ayo"azka sudah berjalan duluan meninggalkan soni dibelakang


soni menggeleng kepala melihat kelakuan azka


sebelum datang ketempat ars dan axel soni lebih dulu mampir direstauran untuk mengisi perut


sesampainya disana azka dibuat terkejut karna mansion itu tidak kalah besar dari mansionnya


ars dan axel sangat senang melihat azka


"jadi nama kamu azka??"tanya axel


"iya"jawab azka


"namaku axel dan dia ars"kata axel


nama kita keren keren ya"kata ars


"iya nih"sahut azka


soni sedang berbincang dengan dirga didepan rumah


"jangan sampai lengah"tekan soni


"siap tuan"jawab dirga


"azka ars axel!!"panggil soni


mereka bertiga langsung menghadap


"kalian harus ingat,jangan sampai identitas kalian terbongkar"kata soni


mereka bertiga terdiam


"kenapa harus disembunyikan??"dalam hati ars


"aneh"pikir axel


"kok harus disembunyikan?"dalam hati azka


"apabila identitas kalian terbongkar sekarang,


dengan kepolosan otak kalian yang seperti sekarang ini,kalian tidak akan sanggup melawan musuh yang sudah berkali kali mencoba menghancurkan kedua perusahaan yang sudah menjadi incaran mereka sejak lama"jelas nathan


"apa kalian sudah mengerti sekarang?"tanya soni


"mengerti om"jawab ars


"mengerti om"jawab axel


"mengerti pa"jawab azka


"bagus"kata soni


setelah itu soni mengajak mereka bertiga pergi memangkas rambut dan membeli baju


"kalian bertiga ikut aku sekarang"ajak soni


tidak ada penolakan,mereka bertiga langsung mengikuti soni masuk ke dalam mobil


sesampainya ditempat pangkas rambut soni menyuruh mereka turun


walaupun berat hati mereka bertiga tetap menuruti perintah soni


setelah selesai potong rambut soni membawa mereka bertiga berbelanja pakaian dan kebutuhan lainnya


karna merasa tidak pede mereka bertiga memilih memakai masker


selesai berbelanja soni mengantar ars dan axel kembali kemansion mereka


dirga mengulum senyum melihat rambut ars dan axel sudah berganti gaya


"tidak ada yang tidak bisa di lakukan oleh tuan besar"dalam hati dirga


keesokan harinya...


azka sengaja menata rambutnya menjadi bela tengah


soni menggeleng kepala melihatnya


"kenapa kamu menata rambut mu seperti itu??"tanya soni


"biar teman kerjaku tidak heboh"jawab azka


"oh,cepat sarapan"suruh soni


"papa kenapa tidak sarapan??"tanya azka karna dihadapan soni hanya ada gelas berisi air putih


"papa tidak terbiasa sarapan pagi"jawab soni


"oh"azka ber oh ria


ia langsung menyantap sarapan pagi nya dengan lahap


setelah selesai sarapan azka pamit untuk pergi bekerja


"pa,aku pergi kerja dulu"pamit azka sambil meraih tangan soni lalu mencium nya


soni tertegun melihat kebiasaan baru azka


"tunggu!!"panggil soni


soni memberikan atm dan ponsel baru untuk azka


"ambil lah"kata soni


"te terima kasih pa"ucap azka


"aku pergi dulu"azka langsung berlari keluar


"hati hati"sahut soni


"rendi cepat antar tuan muda"teriak soni


"tidak perlu,aku naik saja"kata azkasetenga berteriak karna takut telat


"bagaimana ini tuan??"tanya rendi


"kamu tidak perlu mengantar nya"jawab soni


"cukup awasi saja dia dari kejauhan"sambung soni


"baik tuan"ucap rendi


setelah itu rendi langsung pergi menysul azka


"bagaimana aku bisa menyerahkan perusahaan kepada mereka bertiga kalau mereka masih seperti ini"dalam hati soni


soni merasa sudah sangat lelah mengurus dua perusahaan besar secara bersamaan


dikantor polisi...


ars dan axel juga membuat gaya rambut nya seperti punya azka agar ketampanan mereka tidak terlihat


"darimana saja kalian??"tanya boy dengan tatapan kesal


"maaf karna kemarin kami pergi tanpa pamit"ucap azka


"sadar juga kamu"kata boy kesal


mereka bertiga menunduk kan kepala karna sadar atas kesalahan yang sebenarnya tidak sepenuhnya salah mereka


"datang juga akhirnya kalian,krmarin main pergi saja dan hari ini kalian datang telat"omel alya


"maaf"ucap azka


alya terbelalak melihat arloji yang dipakai oleh azka


"bukan kah itu arloji edisi terbatas?,didunia ini jam tangan itu hanya sepuluh buah"tanya alya


"hah??"mereka bertiga tercengang


ars dan axel langsung memeriksa miliknya


"kalian berdua juga punya"alya bertambah terkejut


"ini kw"kata azka


"hah masa?? tapi itu terlihat seperti asli"alya tidak bisa mempercayainya


"kami membelinya ditoko jam dipinggir jalan dengan harga 85.000"ars terpaksa berbohong