(3) Vampire

(3) Vampire
86 vampire



lama diki terdiam..


tiba tiba dia teringat akan sesuatu


"jangan jangan anda ada melakukan sesuatu?!"tanya diki dengan muka memerah


"saya tidak melakukan apapun, kalau tidak percaya anda bisa tanya sendiri saat aqilla sadar nanti"jawab soni


melan,romeo dan dion bertambah bingung


dokter keluar dari ruangan aqilla


"bagaimana kondisi anak saya dok?"tanya diki


dokter itu tampak bingung


"kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut"jawab dokter itu


"tidak perlu,saya akan membawa putri saya pulang!"tolak diki


"bawa aqilla"diki menyuruh soni


"baik"sahut soni


soni membawa aqilla keluar


saat berjalan keluar rumah sakit diki melihat kearah dion"kenapa aku sangat familiar dengan anak ini?"tanya diki dalam hati


dion langsung menunduk kepala"jangan sampai om diki mengenaliku"dalam hati dion


dikediaman diki


dion tidak ikut dengan mereka,hanya melan dan romeo yang ikut datang ke kesana


"apakah sean sudah bisa dihubungi?"tanya diki


soni menjawab dengan gelengan kepala


" aku merasa sean sengaja menghilangkan diri"dalam hati diki


melan sibuk memasak air untuk mengompres aqilla


"sebenarnya apa hubungan pak soni sama keluarga nya aqilla?"tanya romeo dalam hati


"air!"tiba tiba aqilla bersuara


soni bergegas mengambil gelas berisi air yang dibawa melan tadi


dengan penuh kehati hatian soni membantu aqilla duduk


kedua sahabat aqilla saling tatap


"lagi?"tanya soni


"udah"sahut aqilla


soni membantu aqilla berbaring kembali


aqilla merasa tidak nyaman dengan pakaian yang dipakainya sekarang


"kenapa?"tanya soni


"mau ganti baju"jawab aqilla malu malu


"oh"sahut soni


"melan bantu aqilla ganti baju"suruh soni


soni langsung keluar dari kamar diikuti oleh romeo


"diruang tamu..


"anda harus menemukan sean secepatnya"kata dki kepada soni


"saya berjanji saya akan menemukan sean secepat nya"jawab soni dengan tegas


"bagus"ucap diki


setelah itu diki pergi pergi kekamar nya untuk beristirahat


romeo bingung bagaimana mengajak soni mengobrol


"aish!!!"soni mengumpat sambil mengacak ngacak rambut nya


"qil mending lo tiduran lagi"panggil melan


aqilla tidak memperdulikan panggilan melan


"om!"panggil aqilla


soni langsung menoleh"qila kenapa kamu keluar?"tanya soni


dengan cepat soni meraijh tangan aqilla


Mata aqilla berkaca kaca"jawab qila,apa benar qila terkena racun?"tanya aqilla


soni mengalihkan pandangan kearah melan


melan menunduk kepala"maaf"ucap nya


"jawab qilla om!"pinta aqilla


"tenang dulu!"pinta soni


"hiks jadi qila beneran kena racun"tangis aqilla pecah saat mengetahui nya


"kalian semua jahat! kenapa nyembunyiin hal sebesar ini dari qilla!!"teriak aqilla sambil menangis histeris


aqilla berlari kekamar dan mengunci pintu kamar


soni mengejar aqilla


tok tok tok


"qila tolong buka pintu nya!"panggil soni


"qil,jangan gini dong! lo bikin gue takut tau nggak lo!"teriak melan


"qil bukain pintu nya!!"panggil romeo


didalam kamar..


"hiks hiks,ma! umur qila udah nggak panjang lagi!"jerit aqilla


tangis aqilla terdengar begitu pilu


soni bersandar dipintu lalu duduk


"kalian pergi aja!!! gue nggak mau ketemu kalian!!"teriak aqilla dari dalam kamar


diki datang membawa kunci cadangan


aqilla terkejut mendengar suara pintu terbuka"pergi kalian!!!"teriak nya


"bujuk dia"suruh diki


soni menjawab dengan anggukan


setelah membantu membuka pintu diki kembali kekamarnya lagi


aqilla meringkuk di atas kasur,ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal


soni menarik kain yang menutupi tubuh aqilla


"balikin kainnya!"bentak aqilla


"dengar dulu! saya punya alasan kenapa saya menyembunyikan nya dari kamu!"kata soni


"nggak perlu!"aqilla mendorong soni agar menjauh


grep!!!


soni langsung memeluk aqilla


"tenang"ucap soni sambil memeluk aqilla


"lepasin!!!"jerit aqilla


"qila!"melan dan romeo yang sejak tadi berada diluar kamar langsung untuk melihat apa yang terjadi


"baiklah,saya akan melapaskan nya asal kan kamu mau mendengar penjelasan saya!"kata soni


"enggak akan pernah!"jawab aqilla ketus


mrlan dan romeo melongo melihat soni memeluk aqilla


"lepasin!!"bentak aqilla lagi


"tidak akan"jawab soni


aqilla langsung menggigit tangan soni


"aahh!"jerit soni


soni melepas pelukannya


"rasain! dasar mesum!"ucap aqilla


"tapi kamu suka kan!?"tanya soni sambil mengedip kan matanya


"ishh!!


buk!


aqilla melempar bantal kearah soni


"em,lebih baik kita nunggu diluar"melan menarik romeo keluar kamar