
azka sudah tahu apa yang akan di lakukan defran"kenapa kamu mau menjatuhkan ku sebusuk itu kah hati mu sampai sampai kamu iri dan ingin menjatuhkan saudaramu sendiri?"tanya azka kepada defran
"aku tidak sudi mempunyai saudara seperti kamu"kata defran sambil menatap azka dengan tatapan jijik
"hey apa yang bisa kau banggakan sekarang!!"azka mulai berkata kasar
"meskipun tidak ada yang bisa aku banggakan tapi tetap saja kamu bukan saudara ku dan itu adalah fakta yang diketahui semua orang,jadi jangan pernah mengaku sebagai saudaraku karna aku sangat jijik mendengarnya"kata defran
"kamu bukan anak kandung ayah samsul,lantas siapa ayah kamu,?"tanya azka sambil berjalan mengelilingi defran
defran langsung mrmucat..
sepertinya defran salah memilih lawan ya guys😂
"aku jelas jelas lebih baik darimu,aku di lahirkan setelah usia pernikahan kedua orang tua ku lebih dari dua tahun,itu membuktikan kalau aku anak sah dari mereka berdua,hem"azka memperhatikan defran dari atas sampai bawah
"kamu sangat berbeda dengan ku,aku tahu jelas siapa papa dan mamaku,apakah kamu juga tahu siapa ayah kandung kamu? tempat tinggalnya dan nama dia siapa"tanya azka
wajah defran menjadi semakin pucat pasi setelah diberondong pertanyasn pertanyaan yang membuatnya mati kutu
"sial! aku kalah telak!!"rutuk defran dalam hati
"aku akan membalas kamu azka!!!"defran setengah berteriak kearah azka
"hehe,sudah tahu kan siapa yang seharusnya jijik melihat siapa??"tanya azka lagi
defran langsung pergi,dia tidak menghiraukan azka
"hahaha,eoy jawab dulu!!"panggil azka
"aish,aku malah benar benar mau buang air kecil "azka masuk kekar mandi,setelah itu azka langsung kembali ke ruang diskusi
alya merasa keram dibagian perutnya"ah!"eluh nya
"kenapa?"tanya azka dengan raut wajah khawatir
"tidak tahu kenapa perut ku tiba tiba rasanya sakit sekali"jawab alya sambil meringis menahan sakit
"aku akan merebut alya dari kamu azka!,tunggu saja tanggal mainnya,aku jamin kamu akan menangis setelahnya"dalam hati defran
tangannya terkepal melihat kedekatan azka dan alya
azka mulai panik melihat wajah alya memucat dan keringatnya bercucuran"ayo pulang"ajak azka saking paniknya
"pulang saja al!"suruh boy
"nggak bisa,kita sedang berdiskusi"tolak alya
"aku tidak peduli"azka langsung menggendong alya"saya pamit duluan"ucap azka setwlah itu azka langsung membawa alya pergi
"saya juga"axel langsung menyusul azka sambil menenteng tas milik alya
bani bengong melihat semua itu"apakah aku masih dianggap?"tanya bani
"azka saya masih bisa memaklumkan dia,karna alya adalah istrinya"kata bani"tapi axel???"tanya nya
"biarkan saja pak,daripada orang tua axel marah, kantor detektif bapak ini bisa rata dengan Tanah hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja"boy sengaja menakut nakuti bani
mana mau bimo melakukan hal yang tidak bermanfaat baginya apalagi menindas orang lain
deg!!
bani langsung mengelus dada saat mendengar perkataan boy
"sudah benar aku tidak menghalangi dia pergi tadi"gumam bani
boy menahan tawa saat melihat wajah bani yang ssdikit pucat
di tempat lain...
dikantin aqilla,melan dan romeo sedang bercanda sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang
"oh iya qilla,tadi perasaan baju lo lepas kancingnya,kenapa sekarang kancing nye lengkap?"tanya melan penasaran
"dan ini juga bukan baju yang lo pakai tadi"ucap melan sambil memeriksa baju aqilla
"nggak mungkin banget kan kalau gue bilang om soni yang beliin"rutuk aqilla dalam hati
"aish udah lah gue laper banget nih"aqilla sengaja mengalihkan topik
kebetulan pesanan mereka sudah sampai
"makan makan"ucap aqilla
di mansion abizar..
"hiks sakiiiit"rengek alya
sean yang sudah diberitahu axel langsung datang kemansiom
"mari ikut saya"ajak sina
sina mengajak alya kekamar mandi
"ini cepat lakukan"sina memberikan alat tes kehamilan
"kenapa malah dikasih ini?"tanya alya dala hati,namun dia tetap menurut dan melakukan tes
"garis dua? "tanya alya
"aku tidak yakin"alya langsung keluar dari kamar mandi
"ini"alya memberikan alat tes jehamilan itu kepada sina
"untung saja aku sudah memodifikasinya"gumam sina
sina sengaja melakukan itu agar alya bisa mengetahui bahwa dirinya sedang hamil
"selamat ya,ternyata benar dugaan saya,kamu memang benar benar sedang hamil"kata sina
deg!!
"benarkah?"tanya alya tidak percaya
"iya"jawab sina
"aku tidak menyangka akan menjadi ibu secepat ini"ucap alya jujur
"alya!!!!!"teriak diana dari depan mansion
"aldo bawa dia masuk!"suruh azka
aldo langsung menjemput diana keluar
para penjaga tidak akan membuka pintu gerbang untuk seotang manusia walaupun orang itu sering datang,kecuali kalau penghuni mansion menyuruh mereka membukanya
"buka!"aldo menyuruh penjaga membuka gerbang
penjaga langsung membuka gerbang..
"hah!"aldo melongo melihat rendi juga ada disana
"jangan memikirkan yang ameh aneh"ucap rendi sambil melintas disebelah aldo
"lama amat sih ngebuka nya"ucap diana kesal
diana langsung masuj kedalam mansion
"kak dian!"panggil alya
"maafin kakak ya dek,kakak sibuk dengan pekerjaan kakak yang baru"ucap diana
alya sangat bahagia karna diana datang menjenguknya
"nggak apa apa"sahut alya
diana melihat alat tes kehamilan ditangan sina"itu milik siapa?"tanya diana kepada sina
"alya"jawab sina sambil memberikan tespack tersebut
"apa!!"pekik diana,matanya membulat melihat garis dua di tespack tersebut
"oh my good!!"pekik diana girang
"ingat ya,jangan suruh anak kamu memanggil ku uwa,bibi atau lainnya,suruh dia memanggil ku bunda"kata diana
"baik lah kakak ku yang cerewet"sahut alya
"tunggu disini"diana langsung pergi kedapur
apakah ada buah buahan?"tanya diana kepada mira
"ada"sahut mira,lalu mira mengambilkan buah buahan yang berada dikulkas
"ini nona"mira memberikan buah buahan yang tadi diambilnya
"makasih"ucap diana
"sama sama"sahut mira
diana mengupas dan memotong buah buahan itu lalu menaruhnya diatas piring
seyelah membersihkan bekas kekacauan yang dibuatnya diana langsung pergi kekamar alya
ditangga diana berpapasan dengan rendi,keduanya saling membuang muka
"ck,siapa juga yang mau melihat wajahnya yang nggak ada enak enaknya dipandang"ejek diana sambil berlalu
rendi mengepal tangannya mendengar ejekan diana"aku akan membuat kamu melihat wajah ini setiap hari meskipun kamu menolaknya"gumam rendi saking sebalnya
"tuan"panggil aldo sambil menaik turun alisnya
"apa!!"tanya rendi
"tidak ada,hanya saja sebentar lagi akan ada yang bucin akut"jawab aldo sambil cengengesan
"saya kebelakang dulu"ucap aldo
aldo langsung melarikan diri sebelum rendi menyadari maksud dari ucapannya tadi
aldo!!"geram rendi