(3) Vampire

(3) Vampire
27 vampire



dawia tercengang melihat kecantikan anis"walapun kamu lebih cantik dariku,jangan kira aku akan menyerah"gumamnya


"rossa,kamu pergi ketempat kamu dulu,mama masih ada urusan disini"kata dawia


"oke,nanti kalau sudah selesai telfon aja"sahut rossa


setelah rossa pergi,anis langsung tersenyum jahat "mari ikut masuk kedalam,kita selesaikan masalah ini didalam saja"aja anis


sean sangat terkejut mendengarnya"kenapa bisa begini??"tanya nya dalam hati


"baiklah",dengan gaya congkaknya dawia berjalan masuk kedalam


anis langsung mengikuti dawia dari belakang


"ada dengan mama??"tanya sea


sean hanya menjawab dengan gelengan


tiba tiba...


aaaaaaaa!!!!!


terdengar suara jeritan dari dalam apartemen


sean bergegas masuk kedalam rumah


apa yang dilihatnya sangat membuat tidak percaya


nathan,sea,naina dan salsa terkejut bukan main melihatnya...


"inilah yang akan terjadi jika berani memprovokasiku"ucap anis sambil menghapus sisa darah dimulutnya


sean langsung terduduk dilantai"saat bertemu denganmu tadi aku sudah mengetahui bahwa kamu sudah menjadi vampire,tapi yang membuatku terkejut ternyata kamu.."sean sudah tidak bisa melanjutkan perkataannya


sea menelan ludah melihat darah segar yang mengalir dari leher dawia"sea!!"bentak sean


sea langsung tersadar"maaf pa"ucapnya


"kita harus cepat membuang mayat itu sebelum ada yang curiga"kata nathan


mereka harus sangat berhati hati karna dikiri kanan tempat tinggal mereka berjejeran gedung gedung apartemen lainnya


"jangan dibuang,aku menyukai dagingnya" anis melarang mereka membuangnya


"tidak boleh!!"bentak sean,dengan putus asa sean menyeret tubuh dawia"maaf "ucap sean,walaupun dia tidak mencintai dawia,tetapi tetap saja ia merasa sedih karna dawia pernah ada untuknya


nathan menatap anis dengan tatapan tajamnya"jika masih ingin klan vampire tidak punah dari dunia ini,jangan pernah menyakiti manusia,kalau itu sampai terjadi aku akan melenyapkan dia dengan tangan ku sendiri"ancam nathan


"coba saja kalau bisa"gumam anis


sean dan nathan memasukkan tubuh dawia kedalam mobil dan membawanya kehutan


"sekali lagi aku minta maaf"ucapnya,dengan berat hati sean meninggalkan mayat dawia di tengah hutan belantara


diapartemen..


naina dan salsa membersih bekas noda darah yang berceceran dilantai,sementara itu sea malah bersembunyi dikamar


tok tok tok


"keluarlah,semuanya sudah dibersihkan!"kata salsa


ceklek..


"maafin sea nggak bisa bantuin"ucap sea,ia merasa tidak enak hati


"tidak apa apa"sahut salsa


mereka semua berkumpul diruang tamu menunggu sean dan nathan pulang


dijalan...


nathan sengaja mengemudi mobil dengan pelan agar bisa berbincang lebih lama lagi dengan sean


"apa kamu sudah menemukan batu itu??"tanya sean


"sudah"jawab nathan


"dimana sekarang??"tanya sean lagi


"berada ditubuh azka"jawabnya lagi


"apa!!"teriak sean,ia sangat terkejut


"ba bagamana bisa??"tanyanya


"karna musuh sudah mengetahui kalau batu itu sudah ditemukan dan berada dimansion ku,aku menyuruh samuel menyembunyikannya"nathan berhenti sejenak"tidak disangka ternyata musuh sudah mengetahui rencana kami"lanjut nathan


"lalu??"tanya sean


"mereka membuat mobil yang naiki oleh samuel,gita dan soni jatuh kedasar jurang,dwmi menyelamatkan gita samuel memasukkan batu itu kesalam tubuh gita


"lantas bagaimana bisa batu itu berpindah ketubuh azka??'tanya sean lagi


di saat azka lahir jantungnya terdapat kelainan,dan gita mengeluarkan batu itu dengan paksa dari tubuhnya dan memasukkan batu itu kedalam jantung azka"jawab nathan


"tunggu dulu,yang aku tidak habis pikir kenapa gita bisa mengeluarkan batu itu dari tubuhnya dan memasukkannya kejantung azka sedangkan dia bukan vampire??,vampire saja belum tentu bisa melakukannya,kenapa dia bisa??"sean masih bingung


"aku juga tidak tahu"jawab nathan karna dia memang benar benar tidak tahu


"hm,ya sudahlah,jaga dia,karna hidup dan mati klan vampire bergantung pada batu itu,kalau batu itu sampai hancur maka klan kita akan musnah"kata sean


batu itu bukanlah sumber kekuatan,melainkan nyawa bagi para vampire


"aku masih tidak habis pikir kenapa gita bisa melakukannya??"sean bertanya dalam hati


"benar juga kata kak sean,kok gita bisa melakukannya ya??"gumam nathan


"soni dan kedua orang tua gita"jawab nathan


sean manggut manggut


dikantor polisi..


azka berkali kali ditelfon oleh soni


"iya pa!!"sahut azka


"cepatlah datang kekantor!!"teriak soni dari ujung telfon


"tapi pa"protes azka


"mau datang kesini atau papa yang kesana??"ancam soni


"baiklah,aku akan datang"jawab azka


"papa tunggu!"ucap soni


setelah itu soni langsung memutuskan panggilan telponnya


azka tampak bingung"kalau begini caranya lambat laun aku akan dipecat"gumam azka


itulah yang diinginkan soni,dia ingin azka fokus dengan perusahaan dan menjabat jadi presdir


azka diam diam menyelinap pergi keluar


"tuan muda!"panggil rendi


"kenapa dia sudah ada disini??"tanya azka heran


"cepat masuk tuan muda!"pinta rendi


tanpa banyak tanya azka langsung masuk kedalam mobil


sebelum sampai di perusahaan azka berganti pakaian terlebih dahulu dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh rendi


DI PERUSAHAAN ABIZAR GROUP


"sebentar lagi presdir baru sekaligus pemilik perusahaan ini akan datang"kata soni kepada para pemegang saham


bimo salah satu pemegang saham sekaligus wakil dari nathan dan sean yang juga memiliki saham diperusahaan abizar group


saat akan turun dari mobil"tunggu sebentar tuan muda!"rendi mencegah azka turun


"kenapa lagi??"tanya azka kesal


"tolong rapikan rambut anda dulu"jawab rendi



"seperti ini??"tanya azka


"iya,tapi bisakah anda membuka dasi kupu kupu itu??"tanya rendi sedikit ragu


"tidak,aku sudah susah payah memakainya"jawab azka,kemudian langsung keluar dari mobil


"ah sial!!,kenapa dasi itu bisa ada disini sih!"gerutu rendi


tap! tap! tap!


langkah kaki azka memasuki perusahaan


"maaf,anda ingin bertemu siapa??"tanya resepsionis


"saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini"jawab azka


"apakah anda sudah membuat janji??"tanya resepsionis itu lagi


"belum"jawab azka lagi


"ekhem,mirna apakah kamu sudah bosan bekerja??"tanya rendi yang sudah berada dibelakang azka


"ma maafkan saya tuan"mirna langsung menundukkan kepala


azka menoleh kebelakang"kenapa kamu disini??"tanya azka sambil menaikkan sebelah alisnya


rendi tidak menjawab pertanyaan azka,


"saya akan mengantarkan anda keruangan tuan besar"kata rendi


"silahkan"rendi mempersilahkan azka untuk berjalan lebih dulu


rendi melirik kearah mirna sekilas,kemudian berjalan mengikuti azka


"selamat siang tuan"sapa rendi,sedangkan azka malah celingak celinguk


"kenapa malah keruangan rapat?"tanya azka dalam hati


"hm,perasaan ku jadi tidak enak"gumam azka sambil memperhatikan seisi ruangan yang sedang melihat kearahnya


"perkenal dia anakku azka,pewaris dan presdir perusahaan yang baru"kata azka


"a apa!!! presdir!!"pekik azka


"benar,mulai sekarang kamu adalah presdir perusahaan ini"jawab azka


selamat datang tuan azka!"sambut mereka


"te terima kasih"jawab azka,masih dengan ekspresi terkejut dan bingung


"silahkan tanda tangan disini!"perintah soni


azka langsung menanda tanganinya karna disana masih ada pemegang saham lainnya