(3) Vampire

(3) Vampire
48 vampire



tidak terasa hari berganti begitu cepat..


saat ini keluarga sastrawijaya sedang sibuk menyiapkan pernikahan axel dan arsy


"azka! alya cepatlah!"panggil soni


"iya sebentar lagi pa!"sahut azka


"entah apa yang mereka kerjakan"gerutu soni


pernikahan axel dan soni digelar secara tertutup disebuah gedung


azka memperkenalkan alya kepada kepada keluarga sastrawijaya


"papa!"rayhan masih saha memanggil soni dengan sebutan papa


"anak ini"gerutu azka kesal


plak!


azka memukul bahu ars"lihat anak kamu madih saja manggil papa ku dengan sebutan papa"ucap azka


"maaf atas ketidak nyamanannya"ucal ars


azka menatap ars datar


"hahaha"


plak!


ars memukul balik bahu azka


"ngalah dikit knapa sih"ucap ars


azka menatap nya jengah


"pak!"alya memanggil samsul


"ini silahkan diminum pak"ucap alya sambil memberikan air minum kepada samsul karna samsul malu untuk mengambilnya sendiri


setelah akad nikah dilanjutkan dengan perbincangan antar keluarga


"papa!"lagi lagi rayhan mengganggu soni


"rayhan!"panggil sea


"jangan mengganggu kakek soni lagi"kata sea


ekspresi soni menjadi sangat datar saat sea menyebutnya kakek


saat diperjalanan pulang tiba tiba ada mobil yang menabrak bagian belakang mobil mereka


"rendi!"teriak soni


"tenang saja tuan"sahut rendi


rendi membawa mobil itu mengebut melintasi jalan lintas yang sudah sepi karna mereka sekarang sudah larut malam


ingatan soni kembali disaat sepuluh tahun yang lalu


"soni gue harap lo bisa menlindungi istri dan keturunan gue kelak"kata kata terakhir samuel sebelum dia berubah mejadi abu bersama mobil yang mereka tumpangi pada saat itu kembali terngiang ngiang dipikiran soni


"hiks siapa mereka sebenarnya!!!"jerit alya sambil nangis kejer


"tidak akan terjadi apa apa"ucap azka sambil memeluk alya dengan erat


"aku takut"ucap alya pelan


"ada aku,semua akan baik baik saja"sahut azka


dengan panik soni menekan nama nathan diponsel dan langsung menghubungi nathan"ada yang mengikuti kami,dia menabrak mobil kami dari belakang"ucap soni


"apa!!,baiklah saya kesana sekarang!"sahut nathan


ciittt!!


rendi terpaksa menghentikan mobilnya karna ada mobil lain yang menghadang jalan


mereka langsung keluar dsri mobil untuk mencari tahu siapa mereka sebenarnya


"untung bapak pulang duluan tadi"gumam azka


"siapa kalian!"tanya rendi


prok prok prok


seseorang bertepuk tangan sambil keluar dari mobil


"dia"gumam soni


"bukankah dia direktur keuangan diperusahaan kita pa?"tanya azka


"iya,tapi papa sudah memecat nya kemarin,dia ketahuan memakai uang perusahaan untuk keperluan pribadi"jawab soni


alya langsung masuk kepelukan azka lagi saat rahmat terus menatapnya


"ck,saya kira siapa? tenyata hanya segerombolan orang bodoh"ucap soni


"sudah mau mati masih saja belagu"ucap rahman kesal


"mari kita lihat siapa yanh sebenarnya akan mati"tantang soni


"sialan kamu!"umpat rahman


"bunuh mereka!"rahman menyuruh otang suruhannya menghabisi soni


soni langsung menunjukkan seringaiannya"tidak perlu susah susah mencari makanan,karna makanannya sudah darang sendiri"ucap soni senang


azka menjentikkan tangan nya didepan mata alya dan membuat nta langsung tertidur"selamat menikmati"ucap azka,kemudian azka membawa alya melesat pulang kemansion


keduanya sengaja membuat kaki para preman itu patah,dengan begitu mereka tidak akan bisa lari dari tempat itu


"ka kalian!"rahman tampak gugup karna orang orang suruhan nya sudah terkapar ditanah


,"bagaimana rahman? apakah kamu sudah puas?"tanya soni


"ba bagaimana mereka bisa dikalahkan oleh dua orang saja?"rahman tidak percaya dengan penglihatannya


"tentu saja bisa,karna kami...."rendi langsung berubah menjadi vampire


"sesetan!!!!"rahman langsung gemetar


"ck,nggak seru banget"ucap bimo


bimo,nathan,sean dan dirga baru saja tiba


"selamat berpesta!"ucap soni


mereka langsung berubah menjadi vampire


rahman berlari sekuat tenaga menjauh dari tempat itu


dalam sekejap soni sudah berada dihadapannya


"tolong maafkan saya"ucap rahman lalu bersimpuh dihadapan soni


"sudah terlambat,mana mungkin saya membiarkan orang yang sudah melihat wujud asli saya hidup di dunia ini"sahut soni sambil menatap dingin mangsa didepannya


"ti tidak!! tolong jangan bunuh saya!"pinta rahman


sudut bibir soni tertarik keatas


soni berjongkok didepan rahman sehingga rahman reflek memundurkan tubuhnya dan terduduk


rahman semakin gemetar saat kuku tajam soni mulai mendekat kearah pahanya


jleb!!


"aaa!!!!!"jerit rahman


"tolong! sakiit!"rintih nya


"kau tidak tahu kalau pemilik perusahaan perusahaan besar itu semuanya vampire,kami sangat senang ketika ada penghianat seperti kamu"ucap soni


"kau tahu kenapa kami senang??"tanya soni


"aaaa"bukannya menjawab rahman malah menangis seperti bayi


"itu artinya kami mendapatkan tambahan makanan dan minuman yang lezat"ucap soni lagi


"berhentilah bermain dengan mangsa mu soni! sebentar lagi pagi!"kata nathan


nathan dan yang lainnya sudah menghisap habis darah para preman itu,saat ini mereka sedang menikmati hati dan jantungnya


"dengar itu?"tanya soni kepada rahman


soni langsung menarik leher rahman dan langsung menggigitnya


"haaaaaaa!!!"itu lah teriakan terakhir rahman


setelah puas mereka langsung membawa mayat mereka kekediaman soni untuk diberikan kepada hewan peliharaan soni


sean dan bimo bertugas menghilangkan bukti,seperti mobil dan peralatan lainnya


keesokan harinya alya bangun dengan perasaan bingung


"bukankah semalam aku berada di dipinggir jalan?"tanya nya


dilihatnya azka masih tertidur pulas disampingnya


"aneh,kenapa aku tidak ingat apa apa?"tanya alya pelan


dua puluh menit kemudian..


kantor detektif..


"hari ini kita mendapat tugas baru lagi,padahal yang lama belum selesai"ucap bani pasrah


"kasus apa kali ini? pembunuhan? atau penculikan ?"tanya danu antusias


"pembunuhan"jawab bani


azka,axel dan alya masih bekerja sebagai polisi detektif,berbeda lagi dengan ars,sejak ingatannya kembali dia sudah bekerja diperusahaan


mayat yang ditemukan ditengah hutan lebat tersebut adalah mayat dawia,mantan istri sean,saat ditemukan kondisi mayat sudah rusak dan tidak dapat dikenali


barang barang milik dawia sudah dibakar oleh sean di hari dawia terbunuh


dilokasi kejadian..


"astaga mayatnya tidak memakai busana"ucap danu


"jangan mikir yang aneh aneh kamu dan,mayat itu sudah tinggal tengkoraknya,masak kamu masih nafsu?"tanya boy


danu tersenyum malu


"ck,sudah kayak anak perawan saja kamu,pakai malu segala"ejek boy


sedangkan defran hanya diam saja,sikapnya berubah drastis setelah mengetahui kebenaran tentang dirinya


tinjunya terkepal saat melihat kedekatan alya dan azka


"semua ini terjadi karna dia"gumam defran


azka tersenyum saat mendengar gumaman defran


"ternyata kamu belum berubah juga"ucap azka dalam hati