
rada 21++
alya tidak berani bergerak sedikit pun
azka tersenyum senang melihat alya tidak berani berkutik"kenapa memasukkan garam kedalam minuman ku??"tanya azka dengan suara pelan sambil memperhatikan leher jenjang milik alya
"cu cuma iseng"cicit alya,ia sudah tidak berani lagi untuk memprovokasi seorang azka
"oh jadi begitu"ucap azka
"mau ngapain?!!"alya mulai panik karna azka menggiringnya tempat tidur
"aku akan melakukan yang ingin aku lakukan"jawab azka sambil terus memojokkan alya
"siapapun tolong akuuuu!!!!!"jerit alya dalam
hati
alya berusaha berontak tapi malah berakhir jatuh diatas kasur
azka tersenyum melihatnya kemudian mulai mendekati alya"aku menginginkan mu"katanya sambi mendekati alya
"ta tapi em"belum selesai alya menjawab
azka langsung menc*um alya dengan sedikit br*tal
alya yang sudah terkunci pergerakannya hanya bisa pasrah menerima apa yang dilakukan oleh azka selanjutnya
dengan bi*ir yang masih menyatu tangan azka membuka kancing piama yang dikenakan alya satu persatu
sebisa mungkin alya menahan lenguhan akibat ulah azka
kemudian azka melepas ci*mannya"aku menginginkan mu"ucap azka lagi dengan suara nya yang parau dan tatapan sayunya yang sangat memabukkan
"a aku"alya langsung menutup mulutnya sendiri,dia sudah tidak sanggup berbicara lagi karna azka langsung menarik sisa kain penutup bagian atasnya
glek!
azka menelan ludahnya
" azka aku mohon tolong hentikan!!!"jerit alya
"aku belum siap kehilangan mahkota ku,tapi aku tidak tega jika harus menolaknya"dalam hati alya,ia menjadi bimbang
azka menghentikan permainnanya,dilihatnya wajah alya yang memerah menahan malu
dengan sekali tarikan azka berhasil membuka penutup bagian bawanya terlepas,hingga tidak ada kain sehelaipun yang menutupi tubuh alya,,"azkaaa!!!!"pekiknya,alya langsung menutup wajahnya karna malu
dengan cepat azka membukan pakaian yang dikenakanya"aku akan melakukannya dengan perlahan"ucap azka pelan,senyum bahagia terlukis diwajah azka,melihat itu alya mengurungkan niatnya untuk menolak azka
azka mulai melakukan pemanasan,setelah beberapa menit,tibalah saatnya penyatuan,azka mengarahkan aset berharganya dan memasukkannya secara perlahan"sempit banget"gumam azka ia tampak kesusahan melakukannya
"hiks sakiit"rintih alya,memanglah sangat sakit apalagi ukuran aset azka yang cukup besar
cuupp!!! azka mengec*p b*bir alya berulang kali sambil berusaha memben*mkan asetnya,beberapa kali hentakan hingga akhirnya berhasil menerobos masuk
"aa sakiiit!!"jerit alya sambil mencengkram punggung azka,air mata mengalir dengan sendiri saking sakitnya,azka mencoba menenangkan alya yang sedang menangis"hiks sakiit"rintihnya
"lihat aku"azka meminta alya menatap dirinya,dengan enggan alya melihat ke wajah azka,kemudian azka mulai memainkanya secara perlahan
berkali kali azka mengec*p bib*r alya,awalnya alya masih merasa kesakitan,lama kelamaan rasa sakit berganti menjadi rasa nik*at,satu jam kemudian azka mulai mempercepat ritmenya karna merasakan akan keluar
aaaahh"jerit azka seiring menyemburnya ca*ran kenik*atan kedalam rah*m alya untuk pertama kalinya,tentu saja azka tidak melakukannya hanya sekali,dia melakukannya sebanyak tiga kali hingga membuat alya sangat kelelahan
keesokan harinya...
saat ini sudah pukul 9 pagi tapi kedua sejoli itu belum juga bangun dari tidurnya
beberapa kali ponsel keduanya berdering namun tidak juga membuat mereka berdua terbangun
azka mulai terganggu dengan suara ponsel yang ditaruh diatas nakas"hallo!"azka mengambil dan mengangkat panggilan telpon entah dari siapa
hening!!!
dikantor polisi..
"dimana kamu azka??!!"tanya bani,dia sangat kesal karna para bawahannya tidak ada yang disiplin
"em,jam berapa sekarang??"tanya alya sambil mengucek ngucek mata
suara alya yang terdengar sangat seksi membuat semua orang yang berada diruangan itu melongo
"ah sakit!"jerit alya
azka mengusap wajahnya dengan kasar saat mendengar jeritan alya"habis sudah"gumam nya
sela tersenyum getir mendengar suara diujung telfon itu,awalnya ars mengaktifkan pengeras suara agar pak bani bisa mendengarnya dengan jelas,tidak disangka yang mereka dengar malah sangat tidak sesuai dengan yang diharapkan
"aku akan segera kesana"setelah mengatakan itu azka langsung mematikan panggilan telpon
degg!!!
jangan bilang kalau tadi kamu??!!?"alya langsung menutup mulutnya
azka hanya diam,kemudian berjalan menghampiri alya"aishh! minimal pake celana dulu lah!"oceh alya sambil menutup matanya
"kenapa menutup mata?, bukankah kamu sudah melihat semuanya?"tanya azka dengan pedenya
"cepat bantu aku kekamar mandi"pinta alya
"dengan senang hati"jawab azka sambil tersenyum samar
"jangan aneh aneh,masih sakit nih"gerutu alya
"iya iya"sahut azka,namun kenyataannya tidaklah seperti itu,azka malah mengulanginya sebanyak tiga kali
sambil cemberut alya memaksakan diri untuk pergi bekerja"rasanya aku ingin pingsan saking lemasnya!"alya merasakan tubuhnya sangat lemas dan sakit sakit
alya datang lebih dulu,sementara itu azka pergi keapotik untuk membeli salep
ars dan axel tersenyum aneh melihat alya berjalan sangat pelan dan sangat hati hati
melihat itu rasanya alya ingin sekali menghilang dari bumi ini
bani mengurut pelipis matanya"apa yang dilakukan anak itu? bukankah dia belum menikah,kenapa dia bisa bersama dengan seorang wanita??"tanya nya dalam hati
"apa kamu sedang sakit?"tanya bani karna alya seperti menahan sakit dan wajahnya juga sangat pucat
"cuma tidak enak badan saja"jawab alya
"apa benar benar kelihatan??"tanya alya dalam hati
tak lama kemudian azka akhirnya datang,sangat berbanding terbalik dengan alya,wajah azka malah terlihat lebih segar dan berseri seri,ditambah lagi azka sudah tidak memakai kacamata tebalnya
"ada apa??"azka bingung melihat orang disana tidak berkedip melihatnya
"sepertinya aku juga harus menikah secepatnya agar ketampananku semakin terlihat"ucap axel
pluk!
pak bani melempar axel menggunakan pena
"memangnya dia sudah menikah??"tanya bani
"be belum,tapi kan bapak dengar sendiri suara siapa itu tadi"jawab axel
"untung saja"gumam axel lega
"ada benarnya juga yang dia katakan"gumam pak bani,dia yang masih perjaka sampai saat ini karna kegilaannya dengan pekerjaan dan kenaikan pangkat,saat ini umur pak bani sudah mgenap 50 tahun
azka,ars dan axel menahan tawa mendengar gumaman pak bani
sela menatap azka tanpa berkedip"aku jadi semakin menginginkan dia"dalam hatinya,namun sebisa mungkin dia menyembunyikan perasaannya karna tidak ingin menghadapi kemarahan azka lagi
"aku akan mencari cara agar dia bertekuk lutut dihadapanku"gumam sela
"dia belum menyerah juga"gumam axel
kurang semangat karna levelnya tiba tiba turun๐๐
jangan lupa mampir walau hanya untuk menghina,saya tidak melakukan plagiat,jadi jngan ada yg ngelapor yg nggak nggak ya,kalau ada yg nggak suka tolong jangan dibaca lagi karya saya,jngn lapor laporan deh๐ญ๐ญ๐ญ
bijaklah dalam membaca weh!!!!