
"mir,coba kamu lihat orang dua itu,sebenarnya siapa sih mereka? sampai sampai tuan rendi mengalah sama mereka?"tanya ria pelan
meskipun pelan,azka dapat mendengarnya,tatapan azka beralih ke mereka berdua
"mau tau siapa aku??"tanya azka sambil melotot kearah mereka berdua
"dia sangat tampan"gumam ria
"ck"azka berdecak mendengar gumaman ria
"astaga kalan aku bisa merasa tenang seperti hari hari sebelumnya"rutuk rendi
soni kembali pulang karna ada berkas yang tertinggal
mata rendi berbinar saat melihat kedatangan soni
"tuan"sapa rendi
"hm"sahut soni
soni menggeleng kepala melihat kelakuan azka"azka!!!!!!"suara bariton soni menggema
degg!!!
"papa"gumam azka
"papa!"ucap azka
"papa??"kedua art itu sangat terkejut mendengarnya
"cepatlah berganti pakaian dan ikut papa kekantor sekarang juga!"paksa soni
"tap!"azka yang ingin protes mengurungkan niatnya saat melihat tatapan tajam dari soni,"baiklah"ucap azka pasrah
sementara itu alya hanya berdiri mematung disamping meja makan
"rendi apakah kamu sudah selesai dengan sarapan mu??"tanya soni tanpa menoleh kearah lawan bicaranya
"sudah tuan"sahut rendi dnwgan terpaksa"padahal sih belum"gerutu rendi dalam hati
"temani alya berbelanja kebutuhannya"kata soni
"ambil ini al!"panggil soni
alya langsung menghampiri soni"terimakasih pa"ucap alya
"hm"sahut soni,dengan gaya coolnya
tak lama kemudian akhirnya azka datang"ayo pa"ajak azka
soni memperhatikan cara berpakaian azka"sempurna"gumamnya
azka mengedipkan matanya kearah alya,tapi alya malah membuang muka"huek!"alya pura pura muntah
"awas ya kamu!"azka mengancam alya menggunakan bahasa isyarat
"nggak takut"sahut alya
dikediaman sastrawijaya..
saat sedang sarapan"ars,axel,kalian berdua mulai lah bekerja dikantor"kata nathan
"tapi aku sudah punya pekerjaan pa"ars protes
"papa tidak mau tahu,kamu harus bekerja dikantor"tekan nathan
derrtt
ponsel ars bergetal
"tumben anak kecebong satu ini pagi pagi sudah nelfon,mana panggilan video lagi"uca ars
nathan menaikkan sebelah alisnya"anak kecebong?"tanya nathan
axep menahan tawanya melihat ekspresi nathan
"ha kenapa??"tanya ars dengan wajah ditekuk
"lihat nih"azka menunjukkan pakaian yang dipakainya
ekspresi azka langsung berubah"kamu mau nikah lagi??"tanya ars"enak aja,aku mau kekantor,nih lihat lagi dimobil sama papa"azka mengarahkan kamera kewajah soni
"oh"jawab ars sambil melirik nathan
"sudah ku duga"gumamnya
"yasudah aku hampir sampai dikantor"kata azka kemudian langsung mengakhiri panggilan video
ars perlahan melihat kearah soni sambil tersenyum masam
"lihat,azka saja mau pergi bekerja dikantor,sedangkan kamu,selalu saja banyak alasan"kata kata yang sudah ars duga akan keluar dari mulut sang papa akhirnya keluar juga
"oke baiklah kau akan pergi kekantor"ucap ars pasrah
"aku juga,tapi aku mau jabatan yang wow"ucap axel
"katakan"tanya nathan dan bimo serentak
ars dan axel saling tatap kemudian..
"CEO"jawab keduanya
nathan menyuap suapan terakhir dari piringnya"baiklah"kata nathan
"hah?,bagaimana bisa satu perusahaan mempunyai dua CEO?"tanya ars tak percaya
bimo hanya menjadi penonton saja..
"saya akan membagi perusahaan menjadi dua,dengan begitu kalian berdu bisa mendapatkan jabatan yamg kalian inginkan"jawab nathan
"kalau begitu kau tidak mau jabatan CEO"kata ars
"aku juga tidak mau"kata axel
ars menatap axel horor"kenapa kamu selalu mengikutiku,ambil keputusan sendiri"kata ars kesal
bukan hanya ars,nathan dan bimo juga ikut menatap axel
"ekhem"dehem axel,ia tiba tiba menjadi gugup
"aku tidak ingin mengurus urusan seperti ini lagi,kalian berdua harus bisa saling mendukung,ars aku serahkan perusahaan ini kepadamu sepenuhnya"kata nathan
ars dan axel saling tatap
"jabatan kamu presdir dan axel CEO"jelas nathan
"kami tidak akan mengurus perusahaan lagi,kami juga tidak tinggal dirumah ini,kami akan tinggal bersama istri istri kami"kali ini bimo yang berbicara
"a apa!!"mereka berdua sangat terkejut mendengar keputusan itu
"tidak boleh seperti itu dong pa!"ars tidak menerima keputusan nathan
"istri yang mana pa? kenapa kami tidak pernah melihatnya?"tanya axel
"kalian belum saatnya tahu"jawab bimo
"pergilah kekantor setelah ini,hari ini hari terakhir kami kekantor,besok dan seterusnya kalian berdua yang harus menghandle semuanya"kata nathan
setelah nathan dan bimo pergi ars dan axel termenung di kamar mereka masing masing
"kenapa papa mau ninggalin aku?"ars berdialog sendiri
"apakah aku hanya punya papa?"tanya nya lagi
"aaaa!!!!"teriak ars
prang!!!
ars meninju kaca yang berada dikamarnya
"aku harus menemukan wanita itu"geramnya
dikamarnya axel melampiaskan amarahnya dengan cara mengoyak habis kasurnya
"kenapa papa mau ninggalin aku?!!!"teriaknya
"aku pasti akan membunuh wanita yang sudah merebut papa dariku!"geram axel
"tunggu saja lambat laun aku pasti akan menemukanmu"ucapnya sambil tersenyum miring
sementara itu ditempat lain.
beban rendi sudah sangat berat namun alya belum juga selesai berbelanja
"nasib nasib"gerutu rendi
"ayo kita makan om!"ajak alya
rendi hanya bisa pasrah dan mengikuti kemana alya pergi
disini mereka sekarang..
"aku sangat benci tempat seperti ini"gerutu rendi karna tempat itu sangat ramai
"alya!!"panggil boy
"boy,ngapain kamu disini?"tanya alya
"nemenin nyokap belanja"jawab boy
"dia?"tanya boy
"aku kesini sama om rendi"jawab alya
"jangan bilang kalau kamu selingkuh sama dia,ck tidak ku sangka ternyata kamu lebih doyan om om"tuduh boy
"mulut nih anak mintak disumpel deh kayaknya"gerutu alya
"dia itu disuruh mertua gue belanja"kata alya dengan kesal
"ohhh"sahut boy
"boy"panggil vira
"ma,kita duduk disini aja"aja boy
degg!!
"alya gumam vira
"tante"sapa alya
"cepatan amu pesan apa om??"tanya alya
"sate daging sapi,jangan mateng mateng nanfi alot,gigi saya sakit mengunya nya"jawab rendi"setidaknya itu masih bisa bisa diterima oleh perutku"gumamnya
"minumnya??"tanya alya
"air putih saja"jawab rendi
alya memesan sup daging,sate,bakso dan jus jeruk
rendi menggeleng kepala melihat semua pesanan alya dengan porsi jumbo memenuhi meja tempatnya duduk
"apakah kamu bisa menghabisi semuanya??"tanya rendi tidak yakin
"aku ngeri melihat semua makanan ini,takutnya perut kami meletus setelah menghabiskan semuanya"kata boy
"dia sangat mirip dengan alya,sikapnya yang apa adanya membuat dirinya benar benar seperti alya sahabat ku"gumam vira dengan mata berkaca kaca
"mama kenapa nangis?"tanya boy
"mama tidak apa apa nak,mama hanya teringat dengan sahabat mama yanh sudah meninggal puluhan tahun yang lalu"jawab vira
"tante harus ikhlas kalau enggak,nanti sahabt tante akan sedih,karna dia bisa merasakan kesedihan kita"alya memberi nasehat
vira mengangguk sambil menghapus airmata