(3) Vampire

(3) Vampire
89 vampire



dikediaman diki..


"dimana aldo dan yang lainnya?"tanya soni,soni tidak melihat siapapun berjaga disekitaran rumah


langkah kaki soni terhenti"ada yang tidak beres"gumam nya


soni memanjat balkon,pelan pelan soni masuk kedalam rumah


beberapa orang membawa senjata laras panjang memeriksa balkon


"sial!"gerutu soni


klek!


kedua orang itu membuka pintu menuju balkon


"tidak ada siapa siapa"kata salah satu dari dua orang itu


ternyata soni menempel diatap balkon


"siapa mereka?"tanya soni dalam hati


"masuk!"ajak yang satu lagi


setelah dua orang tadi masuk ke dalam,soni langsung turun


soni berhasil masuk kedalam rumah


"katakan dimana surat bukti itu!!"bentak seseorang


"jangan harap kamu bisa mendapatkannya!"sahut diki


"potong jari gadis itu!"teriak ben,ayah dion


"tidak!!! jangan lakukan itu!!!"jerit diki


"ayah!!!"aqilla ketakutan


"jangan sentuh anakku atau ku bunuh kalian semua!!"teriak diki


"aqila!!"teriak romeo,romeo berusaha membuka tali yanh mengikat tubuhnya


mereka berempat diikat oleh orang suruhan ben


senyum terbit diwajah soni"baik lah ayah mertua,aku akan mengabulkan keinginan mu"seru soni


semua orang diruangan itu menoleh kearah soni


soni langsung melompat kebawah


"tu tuan soni,bukan itu maksud saya"diki panik bukan main,dia tidak menyangka soni akan mendengar perkataan nya


"kenapa harus takut? bukan kah itu permintaan anda?"tanya aoni balik


"tidak! jangan lakukan itu!"pinta diki


"tidak bisa,permintaan sudah terkonfirmasi!"tolak soni"mari kita bermain!"seru nya


soni terlihat sangat bahagia


dengan beberapa kali gerakan saja soni sudah berhasil menghabisi semuanya kecuali ben,soni sengaja menyisahkan dia agar diki bisa melampiaskan amarahnya


diki merasa seluruh tubuh nya lemas saat melihat hamparan mayat bersimbah darah memenuhi ruang tengah rumah nya


"a apa yang terjadi?"tubuh ben lemas seketika


"sangat menyenangkan!"seru soni


soni melihat pisau kecil ditangannya"pisau ini ternyata sangat tajam"ucap nya


"oh iya"soni menoleh kearah aqilla


"maaf"ucap soni,soni langsung melepaskan tali yang mengikat tubuh aqilla dan yang lainnya


diki sangat sedih melihat puluhan mayat tergeletak bersimbah darah


"secara tidak langsung aku sudah mendorong musuh ku menjadi pembunuh"ujar diki


"menantu?"tanya melan dan romeo


"bukan kah kamu tahu siapa saya yang sebenarnya,tanpa disuruh juga saya akan tetap membunuh mereka,jadi jangan bersedih hanya karena kamu merasa bersalah"kata soni


"tangan ini"soni melihat tangannya"sudah banyak sekali nyawa manusia hilang karnanya"lanjut soni


"tidak tuan!,kenapa anda berbicara seperti itu?"tanya diki,diki merasa khawatir


ketiga remaja itu berdiam diri disudut ruangan


"apa yang mereka bicarakan?"tanya melan


"mereka berdua sangat misterius"ucap romeo


sedangkan selalu diam sejak tadi


saat soni dan diki sedang berbicara ben berusaha kabur dari sana


soni melempar pisau kecil miliknya tepat mengenai lipatan kaki kirinya


"haah!!"jerit ben,dirinya langsung terjatuh kelantai


"aaaarrgghh!!"erangnya menahan sakit


"tuan saya mohon jangan sakiti dia"diki memohon untuk hidup ben


"apakah selama ini kamu pernah melihat ku melepaskan tawanan?"tanya soni


"ti tidak"jawab diki


"tapi saya mohon untuk kali ini saja tuan!"diki bersimpuh dihadapan soni


"baiklah saya akan mengampuninya,dengan syarat dia harus menjadi pengasuh lala dan lili"sebutan untuk harimau dan singa peliharaan soni


"lala lili?"tanya diki


lama diki berfikir


deg!!


"bu bukankah itu sama saja dengan membunuhnya tuan?"tanya diki gugup


diki menoleh kearah aqilla"qila,apa kamu pernah melihat hewan peliharaan suami mu?"tanya nya


aqilla menjawab dengan gelengan


diki melihat soni


soni langsung menunjukkan senyum misteriusnya


"baiklah,terserah mau anda apakan"akhirnya diki menyerah untuk menyelamatkan ben


"bagus!"sahut soni


"maaf ben"ucap diki sedih


"qila,coba lo bujuk pak soni,dia kan suami lo"bisik melan


"gu gue takut mel"jawab aqilla terbata bata


"lo aja rom!"suruh melan


"diam lo mel,gue masih sayang nyawa gue"sahut romeo kesal


aldo dan beberapa vampire lainnya berlari masuk kedalam rumah


"maaf kami terlambat tuan"ucap aldo


deg!!


"apa yang terjadi?"tanya aldo sambil memperhatikan sekitarnya


"bawa yang hidup ketempat lala lili"suruh soni


"oh ok baiklah"jawab aldo


"bawa!"aldo menyuruh vampire lainnya membawa ben pergi


"ayah!!"monica datang disaat tidak tepat


deg!!


diki memucat saat mendengar suara anak sulung nya"jangan masuk!!"cegah diki


tentu saja teriakan diki tidak didengat oleh monica


*deg!


bruk*!


tas yang dipegang monica terjatuh ke lantai


"oh tidak!!!"pekik diki


melihat kedatangam monica soni langsung berencana menghampirinya


"tidakk!!!"teriak aqilla


dengan semua keberaniannya aqilla berlari kearah soni dan memeluk


"hiks qila mohon jangan sakitin kak monic"pinta aqilla


"menyakiti monica??"tanya soni dalam hati


"ooh!"sudut bibir soni tertarik


"baik lah,saya tidak akan menyakitinya,tapi sebagai balasannya apa yang bisa kamu berikan kepadaku?"tanya soni


"qi qila nggak tau"jawab aqilla jujur


"ya sudah"soni pura pura ingin melepas pelukan aqilla


"qila akan melakukan apapun yang om mau,qila juga akan melayani om sebagai suami qila"cerocos aqilla


soni tergelak mendengarnya"baiklah,aku akan meminta mu melahir kan sepuluh anak,apakah kamu sanggup?"goda soni


"se sepuluh?"terlihat jelas saat ini aqilla sangat tertekan


"tidak mau?"tanya soni


"mau mau"jawab aqilka cepat


diki Lega ternyata soni tidak memiliki niat memb*nuh monica


satu jam kemudian..


romeo pamit pulang setelah mengalami serangkaian ancaman dari diki dan soni


"qila,gue pulang dulu"pamit melan


" om pulang"ajak aqilla,dirinya takut soni soni akan berubah pikiran lalu menyakiti monica


"ayo"sahut soni


"ayah mertua,kakak ipar saya pamit pulang pulang"kata soni


tengkuk diki dan monica meremang mendengarnya


"i iya"sahut kedua nya serentak


seperginya soni dan aqilla


"monica!,kamu harus ingat nak,jangan pernah memberitahu siapapun apa yang kamu lihat tadi"kata diki


"iya ayah,kalau monic memberitahu orang lain, sama saja dengan monic menghancurkan keluarga ini,dan kesannya malah monic memasukkan ayah kepenjara"jawab monica sedikit kesal


diki terdiam mendengar jawaban monica


di sisi lain..


"kenapa ayah belum pulang buk?"tanya dion kepada ibunya


"nggak tau juga nak,biasa nya ayah kamu nelfon kalau diaasih ada pekerjaan lain dikantor,tapi sekarang ayah kamu belum menelfon ibuk"jawab ibu nya dion


"semoga papa baik baik saja"dalam hati dion


dion masuk kekamarnya lalu mengambil foto yang terpajang diatas nakas"lo cantik banget qila"ucap dion


lanjut sampai bab ke berapa nih????