(3) Vampire

(3) Vampire
81 vampire



hingga sore soni,aqilla,melan romeo dan dion masih berada disekolah bersama kepala sekolah dan guru lain nya..


soni terpaksa berpura pura kesakitan di hadapan yang lainnya


saat ini mereka berkumpul di ruang uks sekolah karna soni menolak dibawa kerumah sakit


aqilla membuang muka saat tatapannya bertemu dengan dion


dua tahun yang lalu aqilla melan dan romeo bersekolah disekolah lain,mereka pindah kesekolah yang sekarang ini karna aqilla tidak mau satu sekolah dan satu kelas dengan dion


"kenapa di bagian belakang sekolah ini kenapa masih hutan?"tanya soni kepada kepsek


soni tidak pernah datang kesekolah ini setelah membangun nya 30 tahun yang lalu


"menurut keterangan warga,pemiliknya sudah menghilang sejak 40 tahun yang lalu,sampai sekarang tidak ada yang tahu apakah dia amsih hidup atau sudah meninggal"jawab kepsek


"hufh!"soni menarik nafas panjang


"jam berapa sekarang?"tanya soni kepada aqilla


"jawab 6:30 pak "jawab aqilla


"apa!!"pekik soni


"bagaimana bisa?"tanya soni


"tadi bapak tidur pulas sekali,jadi kami tidak tega membangunkan bapak"kali ini dion yang berkata


soni terdiam"kenapa aku sangat bodoh!!"rutuk soni dalam hati


ting!!


sebuah pesan singkat masuk keponsel soni


"tuan,kami sudah berhasil menangkap baskoro"


pesan dikirim oleh rendi


"bagus"gumam soni


"baiklah,mari kita pulang sekarang,tidak aman berada disini apa lagi dibelakang sekolah ini masih hutan"kata soni sambil turun dari atas ranjang


kepsek dan guru lainnya sudah pergi duluan,tinggal aqilla,melan,romeo dan dion yang masih menemani soni


"kalian pulang saja!"suruh soni


"baiklah pak,ayo qil"melan mengajak qila


tap!!


tiba tiba lampu disekolah itu mati


soni mencium aroma vampire mendekat kearah nya"ck,lagi lagi sekolah ini akan menjadi tempat pertumpahan darah"dalam hati soni


"stop!"ucap soni"masuk lagi!"soni menyuruh mereka masuk keriang uks lagi


"sebelum saya mengizinkan kalian keluar kalian tetaplah berada diruangan ini!"soni melarang yang lainnya keluar dari ruang uks


"ada apa ini sebenarnya pak? bukan kah hanya mati lampu?"tanya dion


"hahahahaha seperti nya kita mendapatkan banyak makanan malam ini!"ucap rafael sambil diiringi tawa yang mengerikan


deg!!


"siapa itu!!"romeo ingin keluar namun ditahan oleh soni


"mau apa? bukan kah saya menyuruh kamu diam disini!"bentak soni


"apa yang bisa kamu lakukan bersama manusia manusia lemah itu soni?? menyerah saja,aki akan mengampuni nyawa mu!"ejek rafael


soni tidak menyahuti rafael


"apa ada jalan keluar selain pintu ini?"tanya soni bertanya kepada aqilla dkk


dan soni langsung mendapat gelengan kepala dari mereka


soni merogoh ponsel dikantong nya


"dirga! datang kerumah sekolah as*** sekarang!!!"suruh soni


"baik!"sahut yang diujung telfon


"sial! kenapa dia tidak menghubungi rendi"teriak rafael


"haha,aku tahu kamu melakukan ini agar aku memanggil rendi datang kesinj dengan begitu penjaga dimansion akan mengurang dan julio bisa dengan leluasa masuk kedalam!"ucap soni


"sial!"


brak!!


rafael menendang pintu ruang uks


"mundur!"teriak soni,soni langsung berdiri paling depan


"dia manis juga"ucap rafael sambil mengedip mata kearah aqilla


"dasar cowok genit!!"sahut aqilla


"rafael!"geram soni


soni tidak dapat menyerang rafael karna tidak ingin anak buah rafael punya kesempatan memyakiti aqilla dan yang lainnya


"aku merasa sedikit sedih atas menghilangnya sea,tapi aku senang melihat kehancuran keluarga sastrawijaya"kata rafael


"sedih? bukan nya kamu yang menculik nya? kenapa harus sedih?"tanya soni


"ck,sayang nya bukan aku,akan sangat membahagiakan kalau saja yang kamu katakan itu benar"jawab rafael


deg!!


kalau bukan rafael,siapa yang menculik nya?"tanya soni dalam hati


"setelah ini aku harus mencari sea sebelum mereka menemukannya lebih dulu"dalam hati rafael


"bos saya menginginkan wanita itu!"tunjuk salah satu anak buah rafael kearah melan


"ambil"suruh rafael


"jangan macam macam!"bentak aqilla,aqilla langsung menarik melan


bug!!


soni langsung memukul vampire yang mendekat hingga terpental membentur dinding


"bunuh dia"perintah rafael kepada anak buahnya


"mundur!!"teriak soni,soni langsung melawan anak buah rafael yang berjumlah 20 vampire


aqilla dan melan menangis sambil berpelukan


"berani nya lo ngeroyok guru gue!!"teriak romeo ,romeo berlari keluar ruang uks dan langsung melayangkan tendangan kearah salah satu vampire


"arghh!!!"erang romeo saat tubuhnya terpental kedinding


"apa yang kamu lakukan romeo!!!"teriak soni


melihat soni teralihkan rafael langsung mengambil kesempatan itu menyerang soni dari belakang


"awas pak!!"pekik romeo


soni membalik tubuhnya dan menangkis serangan rafael


"akhh!!"soni menahan rasa sakit karna kuku rafael menembus dada kirinya,dengan gerakan cepat soni berhasil menusuk dada rafael


"arrgghh!!"erang rafael karna tusukan soni tepat mengenai jantung nya


bruk! soni terduduk dilantai


rafael mengerang sambil berguling guling dilantai kemudian lenyap menjadi abu


"aaaa!!!"pekik aqilla dan melan dari ruang uks


"jangan mendekat!!"teriak dion sambil berusaha menghadang vampire mesum yang menginginkan melan dan aqilla


"qila!!"panggil soni,saat mencoba berdiri namun rasa sakit yang menyerang dadanya membuat soni melemah


tap tap tap!


"tuan!"panggil dirga


"disana!!"soni menunjuk ke ruang uks


dirga langsung masuk keruang uks


"kurang ajar!!"dirga langsung menghajar vampire mesum itu


tap!!


lampu kembali hidup


"selesai!"ucap axel,setelah memperpaiki saluran listrik


ternyata axel juga ikut dengan dirga


"oh iya"soni buru buru melepas kemeja yang dipakainya dan melemparnya kesembarang arah


"setidak nya tidak terlalu kelihatan"gumam soni sambil memperhatikan lukanya yang tertutupi baju kaos berwarna hitam


"siapa lo?"tanya dion saat berhadapan dengan dirga


dirga menaikkan alis nya"kamu bertanya siapa saya?"tanya dirga


"mel ayo bangun!"aqilla membantu melan berdiri


"hiks aku takut qil"ucap melan seraya menangis


dirga keluar dari uks diikuti oleh aqilla dkk


"tuan!"dirga langsung membantu soni berdiri


"mak!! kaki ku patah!!"pekik romeo


"om!"sapa axel


"axel kamu datang juga"tanya soni


"iya om"jawab axel


axel berjalan kearah romeo lalu memeriksa kakinya"ini cuma keseleo"kata axel"tahan ya"kata axel lagi


axel memijat kaki romeo


"aaaaa!!! sakiiiittt!!"jerit romeo


"lo lo berisik banget"ucap melan


:kemana para penjahat itu pergi? kenapa cuma ada satu?"tanya dion


"yang lain kabur"jawab dirga asal


"lo udah bisa berdiri kan mel?"tanya aqilla


"ya"jawab melan


aqilla melepas pengangan tangannya lalu berjalan kearah soni


soni langsung menunjukkan senyum nya kearah soni


"om nggak papa kan?"tanya aqilla


soni menjawab dengan anggukan


"perut om nggak sakitkan?"tanya aqilla lagi


"tidak"jawab soni demgan susah payah


"qila nggak percaya!"aqilla mau memegang perut soni namun tangan nya lagi lagi ditahan oleh soni


"saya benar benar baik baik saja"ucap soni mencoba meyakinkan aqilla


"yaudah"sahut aqilla


"untung saja tadi lampunya mati,jadi mereka tidak bisa melihat wujud vampire kami"dalam hati soni


"bawa dia!"dirga menyuruh anak buah membawa vampire jahat yang tersisa


"ayo pergi!"ajak soni


"tunggu om!"aqilla membantu soni berjalan


"tunggu!!"panggil melan


"ada apa mel?"tanya aqilla


"li lihat itu!"tunjuk melan kearah bekas pijakan soni


deg!!


"darah!"ucap aqilla


soni langsung memejam mata


karna kesal aqilla langsung menaikkan baju yang yang dipakai soni


deg!


"om i ini?"tanya aqilla dengan mata berkaca kaca


soni hanya bisa menunduk kepala


"ketahui lah tuan,amarah istri bisa membuat suami mati kutu"bisik dirga


clhas!!!


soni memberikan tatapan tajam kearah dirga


"hehe"dirga menunjukkan senyum nya yang paling manis kearah soni


"huek!"soni langsung melihat kearah lain