
hay gays,ketemu lagi di karya amburadul iniπ π π makasih buat yang masih mau mampirπππ
tak lama kemudian soni,rendi dan aldo datang ke tempat mereka
"ternyata dia benar benar menepati janjinya"ucap soni saat melihat tubuh joy yang sudah tidak bernyawa
soni memasukkan darah yang sudah dikemas seperti vitamin kedalam mulut azka
"bawa dia!"soni menyuruh rendi dan aldo membawa azka pulang
rendi dan aldo langsung membawa azka pulang ke mansion
"apapun yang terjadi aku sangat senang melihat dia hancur"dalam hati defran sambil tersenyum samar
bani axel dan yang lainnya membawa jasad joy menuju mobil
"al,gue antar ya"ucap defran kepada alya
belum alya menjawab soni sudah menghampirinya
"ayo"soni menarik alya
"apa apaan ini! kenapa anda tiba tiba menarik alya?!"tanya defran dengan ekspresi marah
"katakan,kamu ingin ikut dengan saya atau tidak?"tanya soni kepada alya
"mau ikut papa"jawab alya
"papa??"tanya defran terkejut
"iya"jawab alya
alya langsung mengikuti soni pergi
"ck,yang benar saja? jangan bilang kalau alya menyukai azka sekaligus bokapnya?"tanya defran dengan dirinya sendiri
dimansion...
azka mengerang kesakitan
tenangkan dirimu tuan muda!"teriak rendi
"a aku harus pergi kerumah joy!!"teriak azka
"anda harus bisa tenang! stelag anda tenang saya akan mengantarkan anda ketempat joy!!"bentak rendi
"bagaimana ini tuan?"tanya aldo kepada rendi
lama rendi terdiam memikirkan cara agar bisa membuat azka tenang dengan cepat
rendi langsung menarik azka kekamar mandi memasukkannya ke dalam bathup.rendi mengguyur azka dengan air
lima menit kemudian akhirnya azka kembali sadar
"hiks,kenapa orang yang pernah dekat denganku semuanya pergi meninggalkanku"tanya azka sambi menangis
"begitulah kehidupan manusia,beda dengan kita akan terus hidup meskipun panah dan pisau berkali kali menembus perut"jawab rendi
alya dan soni saja sampai dirumah
"nona alya sudah pulang"ucap rendi,kemudian melesat pergi
dalam sekejap azka sudah berganti pakaian dan berbaring dikasur
tap tap tap
dengan cepat alya menaiki tangga menuju kamar untuk mengetahui keadaan azka
ceklek!
"apa!!"pekik alya
"em kamu sudah pulang?"tanya azka
"iya"jawab alya sambil berjalan kearah azka
"kamu tidak kenapa napa?"tanya alya kepada azka
azka menjawabnya dengan gelengan,kemudian merentangkan kedua tangannya
alya langsung masuk kedalam pelukan azka"jangan pernah meninggakan ku atau aku akan menghancurkan semuanya"ucap azka dalam hati
dua puluh menit kemudian azka pamit kepada alya dengan alasan ingin pergi ke kantor untuk mengambilkan berkas yang ditinggalkan soni
alya belum sempat bertanya apapun kepada suaminya karna azka selalu saja menghindarinya jika alya menanyai tentang kejadian dihutan
dirumah boy..
semua anggota keluarga bersedih karna kehilangan joy
azka,rendi dan aldo sudah sampai didepan gerbang rumah boy
mereka bertiga langsung masuk kedalam
terlihat vira,boy dan dimas duduk disamping jasad joy yang tertutup kain kafan
sebelumnya boy ingin melakukan otopsi untuk jasad ayahnya namun dilarang oleh dimas,dimas tahu kalau melakukan otopsi tidak akan merubah apapun
"joy tidak bisa dimakamkan hari ini,kami akan memakamnya dua hari kemudian"ucap joy,bukan tanpa alasan dimas melakukan itu,dirinya tidak mau darko mencuri jasad joy dan menjadikannya vampire
"kita ini muslim kek,papa harus dimakamkan hari ini juga titik!"boy bersikeras untuk memakamkan joy hari itu juga
"tidak bisa boy"kali ini soni yang berbicara
"turuti saja perkataan kakek boy!!"bentak vira
"mama menyetujui hal gila seperti ini??"tanya boy tidak percaya
azka perlahan mendekati jenazah joy,lalu membuka kain penutup wajahnya
"bodoh"ucap azka pelan
sambil menatap wajah sahabatnya yang sudah pucat dan kaku
"tidak bisaka aku mengubah nya?"tanya azka tiba tiba
"jangan bertingkah aneh"tekan soni
soni mendekati azka"dia benar benar menepati janjinya untuk selalu melindungi mu"kata soni
"joy sudah mengorbankan nyawa nya untuk menebus kesalahan yang dilakukan oleh kakeknya"ucap dimas
"ja jadi kakek buyut benar benar melakukan nya?"tanya boy tidak percaya
dimas hanya menjawab dwngan anggukan kepala
"saya mohon kepada kalian,tolong lindungi boy,saya tidak ingin kehilangan satu satunya penerus keluarga"pinta dimas
dalam sekejap soni sudah berada di belakang dimas"besar sekali nyali anda,orang tua anda membunuh kakak saya,sekarang anda malah meminta kepada saya agar melindungi cucu anda?!"tanya soni dengan ekspresi dingin
dimas tertunduk mendengar pertanyaan soni
"sekarang saya sudah tua,saya tidak busa menjaga dan nelindunginya lagi,saya hanya bisa mengandalkan anda untuk melindunginya dari ayah saya sendiri"jawab dimas bibir gemetar menahan tangis,tatapannya tertuju kearah putranya yang sudah mendahuluimya menghadap sang pencipta
deg!
boy terkejut mendengarnya"bukannya kakek buyut sudah meninggal?"tanya boy dalam hati
"kek,bukannya kakek buyut sudah meninggal?,kenapa papa tadi bilang seperti itu??"tanya boy
"dia masih hidup"jawab dimas cepat
soni menatap dimas dengan tatapan sinis
"saya tahu anda sangat membenci saya"ucap dimas dengan sedih
"samuel,gita semoga kalian berdua tenang dialam sana"gumam dimas
"pyuurr!!!
darah segar menyembur dari mulut dimas"papa !!! pekik vira
"kakek!"lidah boy terasa keluh
soni langsung memeriksa tubuh dimas"dia diracuni"kata soni
"apa!! tidak mungkin!"protes vira
"to tolong lindungi cu cuku"setelah mengatakan itu dimas langsung kehilangan kesadarannya
soni kembali memeriksa dimas"dia sudah meninggal"ucpa soni
"papa!!!!"raung vira
"kakek!"ucap boy
boy tampak linglung,kenapa semua ini bisa terjadi? kenapa semuanya berubah begitu cepat?"tanya nya
azka hanya diam saja,dia terus menatap sahabatnya yang terbujur kaku dihadapannya
soni langsung memerintahkan anak buah untuk berjaga disekitaran rumah boy
boy tampak kebingungan melihat orang orang berbaju hitam lengkap dengan kacamata dan masker berjaga disekeliling rumah nya
akhirnya jenazah joy dan dimas disemayamkan selama dua hari dirumah duka
"azka!"panggil vira
azka hanya diam saja
"apa kamu menyalahkan ku atas kematian alya?"tanya vira kepada azka
"a apaan si ma!? alya itu masih hidup "ucap boy kesal
"dia alya yang sekarang,alya yang dahulu sudah meninggal dunia"jelas vira
"kenapa mama bisa yakin kalau mereka alya yang sama?"tanya boy
"mama sungguh tidak masuk akal,bisa bisanya dia mempercayai reinkarnasi"dalam hati boy
azka melihat vira yang begitu hancur"aku tidak menyalahkan siapa pun,aku hanya menyalahkan diri ku sendiri yang tidak mampu menjaga dan melindungi orang yang sangat ku cintai"sahut ,ekspresinya bertambah dingin saja