
ditempat lain,tepatnya disebuah rumah mewah
"bagaimana aku bisa terjebak disini??,aku tahu kalau anak itu bukan anakku,tapi aku tidak bisa apa apa"gumamnya
"papa!!"panggil rosa
"hm"sahut sean
dia sean,ayahnya sea
"mama manggil tuh"kata rosa
"mau ngapain lagi wanita gila itu"gumam sean,lalu bangkit dari kursi
setelah sean pergi menemui dawia. rossa langsung menelfon teman teman bulenya agar datang kerumahnya nanti malam karna akan mengadakan party
"kenapa??"tanya sean dengan ekspresi datarnya bertanya kepada wanita yang sudah berumur 60 tahun tersebut..
"rossa akan mengadakan party dirumah ini"jawab dawia
"oh"setelah itu sean langsung ingin pergi lagi
"tunggu dulu!!"dawia menghentikan langkah sean
"apa lagi??"tanya sean tanpa menoleh
"kamu harus ikut turun kebawah menyapa teman temannya rossa"pinta dawia
"tidak bisa,aku tidak berminat berkenalan dengan mereka"tolak sean"karna kalau aku sampai turun kebawah pesta itu akan menjadi pestaku"gumam sean sambil menyeringai
"kenapa kamu selalu seperti itu??"tanya dawia sambil berjalan mendekati sean
"berhenti!!"bentak sean
"jangan berani melangkah selangkah pun atau aku tidak akan mentoleransi kamu lagi!!"ancam sean
sean terpaksa menikah dan menjadi ayah dari rossa dua puluh tahun yang lalu karna dawia menjebaknya,sean bisa saja menghilang atau membunuh mereka tapi sean tidak melakukannya,karna dia tidak mau hidup bersembunyi lagi
"kenapa kamu selalu seperti ini,dari kita menikah dua puluh tahun lalu kamu tidak pernah menyentuh ku??"tanya dawia dengan mata berkaca kaca
"kau paling tahu alasannya,jadi jangan bertanya lagi dengan ku"jawab sean kemudian melangkah pergi
dikepolisian...
"kalian para anak muda,ini undangan untuk kalian"pak bani memberikan undangan untuk mereka
"itu undangan khusus dari irjen bram,dia sengaja mengundang kalian agar datang kepesta keponakannya di kota k"jelas pak banih
"oh"
mereka ber oh ria
"acaranya nanti malam dan kita akan pergi bersama kesana"jelas bani lagi
setelah bani pergi barulah mereka sibuk kasak kusuk
"sebenarnya kita ini detektif apa bukan sih,tiap hari ada aja hal nyeleneh yang harus kita lakukan"kata axel
"sekarang kita malah jadi tamu keponakannya irjen pram"sambung bayu
"bram"kata ars
"nah itu maksud ku"sahut bayu
saat malam tiba...
mau tidak mau soni terpaksa ikut azka pergi
ke kita k
sela,sela pak bani,boy,defran dan bayu sudah menunggu mereka disebuah taman
"waw mobil yang sangat keren,eh kenapa berhenti didekat kita??"tanya bayu
empat buah mobil yang sangat mewah berhenti didepan mereka..
"me mereka!??"defran tidak percaya dengan penglihatannya
pak bani jadi minder karna mobil yang dibawanya mobil yang murah
belum lagi penampilan dan pakaian yang dikenakan azka dan yang lainnya sangat mahal dan berkelas
mereka juga terkejut melihat alya keluar dari mobil yang dibawa azka
"wow al! kamu cantik banget!"puji bayu
alya hanya tersenyum menanggapi bayu
"kenapa dia bisa bareng azka?"tanya sela dalam hati
"aku kalah lagi"gerutu defran
"mereka berdua??"tanya bani
"oh,dia papa saya dan dia om saya pak"jawab azka
"a apa?! papa kamu dan om kamu??"tanya bani tak percaya karna soni dan dirga terlihat seperti kakak untuk azka
azka mengangguk kepala
"sebaikny aku meninggalkan mobilku dan ikut nebeng sama mereka"gumam bani
"pak tinggal kan saja mobil bapak,bapak bisa ikut mobil ars!"kata azka
"baiklah"bani menjawab dengan cepat
defran,dan sela ikut mobil boy,sementara bayu ikut mobil axel
mereka membawa mobil dengan kecepatan tinggi hingga membuat boy kewalahan mengejar mobil mereka
dua puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai dikediaman
ditengah perjalanan tadi soni mengirim pesan kepada azka,dia akan menyusul nanti karna ada sesuatu yang harus dikerjakan
didalam kamar lantai tiga..
sean mulai merasakan aura vampire memasuki rumahnya"siapa yang datang??"tanya sean dalam hati
dengan secepat kilat sean berganti pakaian mengenakan baju kemeja hitam dan celana panjang berwarna hitam lalu turun kebawah
"hati hati ars,axel!"azka memperingati mereka berdua
keduanya mengangguk kepala
azka langsung menarik alya yang berdiri agak jauh darinya agar lebih dekat
dawia terkejut melihat sean tiba tiba berada dibawah"bukan kah tadi dia bersikeras tidak mau turun?"tanyanya dalam hati
mata sean memperhatikan para tamu satu persatu
begitu juga dengan azka,ia selalu waspada dan mengawasi sekitarnya
tatapan sean dan azka bertemu dan membuat keduanya saling melempar tatapan tajam
"ini tidak bisa dibiarkan,ayo kita pergi"azka tidak ingin membuat keributan dipesta itu
"ayo"sahut ars dan axel serentak
bani,boy,defran,bayu,dan sela yang kebingungan melihat tingkah mereka bertiga langsung mengikuti mereka pergi
diparkiran...
"kenapa terburu buru??"suara sean membuat mereka menghentikan langkah
"bukanlah kalian ingin berpesta??'tanya sean dengan seringaian khasnya,ia kemudian melihat kearah ars dan axel
"jika kalian berdua benar benar mereka,tidak mungkin kalian tidak mengenaliku"kata sean lagi
dahulu sean pernah tertipu oleh anak buah julio yang menyamar menjadi sea
ars dan axel tampak bingung"kami tidak mengenali anda"sahut ars
"hahahahaha benar dugaan ku!"ucap sean
azka langsung menarik alya kebelakangnya"apa yang anda inginkan?"tanya azka
sean hanya diam sambil memperhatikan mereka "sepertinya mereka benar benar ars dan axel,tapi kenapa mereka tidak mengenaliku??"tanya sean dalam hati
"sean!!"
deg!!!
"suara itu"gumam sean
"dirga!,benarka itu kamu??"tanya sean sedikit tidak percaya
"iya benar ini aku!"dirga langsung berlari memeluk sean
tepat dibelakang mereka dawia dan rossa berdiri menyaksikan keduanya berpelukan
dawia langsung terduduk "ja jadi ini aslsan dia tudak mau menyentuhku?,ternyata dia gay"gumam dawia
"ma!"rossa terkejut melihat dawia tiba tiba ambruk kelantai
azka dan yang lainnya melongo melihat adegan didepan mata mereka
disini mereka sekarang...
dilantai tiga rumah dawia
diruangan yang terpisah..
"jadi ini alasan papa tidak pernah menyentuhku??"tanya dawia dengan perasaan kecewa
"maksud mama apa?? bagaimana bisa papa tidak pernah menyentuh mama?? bagaimana aku bisa lahir kalau papa tidak menyentuh mama??"tanya rossa menggebu gebu
"aku menikahi mama kamu hanya sebagai penutup aibnya"sean yang menjawabnya
bruk!!
rossa langsung terduduk dilantai"ba bagaimana mama bisa melakukan itu??"tanya rossa sambil berderai air mata
dawia hanya terdiam,dia tidak bisa menjelaskan apapun kepada rossa untuk saat ini
sean langsung meninggalkan mereka berdua diruangan itu..