
saat ini arvin fino dan doni sedang asik bermain game dirumah fino hingga tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah fino
fino bergegas membuka pintu
"maaf nyari siapa pak?"tanya fino kepada orang yang ada didepannya
"arvin"jawabnya
"vin ada yang nyariin elo nih!"panggil fino
"ck siapa sih!"gerutu arvin sambil beranjak dari tempat duduknya,doni ikut menyusul mereka untuk melihat siapa yang datang
arvin mengernyitkan dahinya karna dirinya tidak mengenali orang itu"siapa?"tanya arvin
"ibu anda meminta saya menjemput anda"jawab orang yang tak lain adalah bawahan rafael
arvin sedikit curiga melihat gelagat orang itu"biar saya telfon mama dulu"ucap arvin
"tidak perlu!"orang itu sedikit meninggikan suaranya"anda tinggal ikuti saya saja"katanya lagi
"ada yang nggak beres"dalam hati arvin
"bentar saya mau ambil tas dulu"lalu arvin menarik kedua sahabatnya masuk kedalam rumah
"ayo!"arvin menarik kedua sahabatnya menuju ke pintu belakang
"ck ngapain sih"ucap doni kesal karna arvin tiba tiba menariknya
"gue punya firasat yang nggak enak tentang orang itu,mending kita kabur dulu sekarang,soal barang barang dirumah lo fan, nanti kalau ada yang ilang gue suruh nyokap bokap gue gantiin"bisik arvin kepada kedua sahabatnya
mereka bertiga keluar melalui pintu belakang kemudian memanjat pagar setinggi dua meter,kaki doni sampai terluka akibat terkena kawat yang berada di puncak pagar
ketiganya berlari sekencang mungkin
"bukankah itu arvin? kenapa mereka berlari seperti itu?"tanya soni saat melihat arvin dkk berlarian dipinggir jalan yang cukup sepi
"berhenti sebentar"kata soni kepada aldo
aldo langsung menepikan mobilnya
soni keluar dari mobilnya"arvin!!"panggil soni
"masuk!!"soni menyuruh mereka msuk kedalam mobil
mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil soni
aldo kebali menjalankan mobilnya
"kenapa kalian berlarian tanpa alas kaki? seperti orang gila saja"tanya soni kepada arvin
hos
hos
"tadi ada orang aneh datang kerumah fino,dia memaksa saya ikut dengannya katanya mama yang nyuruh dia menjemput saya"terjeda
"terus saya mau nelfon mama dia malah marah"jelas arvin
"oh jadi begitu,sebaiknya kalian ikut pulang ketempat saya dulu"kata soni
"ternyata mereka sudah mulai bergerak? jangan jangan yang mencelakai rasya juga mereka?"tanya soni dalam hati
"ini tidak bisa biarkan"gumam soni
sepuluh menit kemudian...
"wow!"mereka bertiga tercengang melihat kemegahan mansion abizar
"turun!" soni menuruh mereka bertiga turun dari mobil
ketiganya langsung turun
"mewah banget!"ucap doni
"kayak istana"celetuk fino
didalam mansion
"ada apa rendi?"tanya soni kepada rendi
"tuan,nona aqilla meminta keluar"bisik rendi
"bisa bisa nya aku melupakan dia"rutuk soni dalam hati
"ambilkan air untuk mereka"soni menyuruh rendi
"baik"rendi pergi kedapur untuk membuat teh ketiga orang itu
"kalian duduk saja disana"kata soni kepada arvin fano dan doni
kemudian soni bergegas pergi kekamarnya
ceklek!
"huaaa!!! om jahat!!!!"teriak aqilla
soni menatapnya tanpa ekspresi
"tega banget om ngurungin aku diruangan yang mirip rumah hantu kayak gini!!!"teriak aqilla lagi
"rumah hantu?"tanya soni
"iya,coba om lihat seisi ruangan ini,mirip banget sama rumah hantu yang ada dipasar malam"jawab aqilla menggebu gebu
"hm,saya tidak pernah melihat rumah hantu"kata soni dengan ekspresi dingin
"hah!"mata aqilla membulat mendengarnya
"serius?"tanya aqila
"hem"sahut soni
"ck,pentesan dekorasi kamarnya mirip banget sama rumah hantu"gerutu aqila
"semonoton apa kehidupan sehari hari yang dia jalani sampai sampai tidak tahu rumah hantu?"tanya aqilla dalam hati
soni meninggalkan aqilla yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri
"om tunggu!!"pekik aqila
soni tidak menghiraukannya,ia langsung pergi ke ruang tamu
tap tap tap
aqilla berlari mengejar soni
arvin,fino dan doni langsung berdiri melihat adega itu
dengan cepat soni menghadang aqila agar tidak menabrak rendi
buk!
aqila menabrak dada soni
"aaa!!"tubuh aqilla oleng
soni langsung gercep menangkap tangan dan pinggang aqilla
aqilla reflek marah karna soni memegang pinggangnya"lepasin! jangan pegang pinggang gue!!"bentak aqila
sudut bibir soni tertarik"baiklah!"soni melepas aqila begitu saja
bruk!!!
"au!"rintih aqila
"dasar kanebo kering! nggak mikir dulu kalau mau ngelakuin sesuatu"gerutu aqilla
"kayak adegan di drama romantis"celetuk doni
"ho oh"fino ikut membenarkan nya
soni langsung duduk di sofa ruang tamu
aqilla tidak mempedulikan orang yang berada diruang tamu,ia langsung bergegas pergi ke kamar tamu
"nona dikamar itu ada orang yang sedang sakit"kata aldo
langkah aqilla langsung terhenti
dengan penuh amarah aqilla kembali ke ruang tamu
"sebenarnya apa mau om? kamar yang lainnya sedang diperbaiki,kamar tamu om suruh orang lain nempatin trus aku harus tidur dimana? didapur?"tanya aqilla dengan kesal
"ide bagus"sahut soni sambil menahan senyum
"aaa!!!! aku mau pulang kerumah ayah aja!"ucap aqilla dengan kesal
aqilla berlari keluar rumah
"kenapa orang orang yang berada disini ganteng ganteng semua ya?"tanya doni
"lo jangan ngadi ngadi don,jangan bilang kalau lo mulai suka sama cowo ganteng?"tanya arvin
ctak!
tanpa aba aba doni langsung menjitak kening arvin
"auh sakit tau!"cebik arvin
"abis lo bikin gue emosi"kata doni
sedangkan fino malah sibuk menatap aqilla
"buka!!!!!!"teriak aqila diluar mansion karna para penjaga tidak mau membukakan pintu gerbang
para penjaga disana pura pura tidak mendengar teriakan aqilla yang sebenarnya sangat memekakkan telinga
soni memijit keningnya saat mendengar teriakan aqilla"aldo,bawa gadis itu masuk!"suruh soni
"baik tuan!"sahut aldo
aldo pergi keluar mansion untuk membujuk aqilla,namun tetap saja tidak berhasil
"kalian bertiga beristirahat saja dikamar tamu"kata soni
"rendi siapkan kamar tamu yang lainnya"suruh soni
"baik tuan"sahut rendi
"tunggu disini sebentar"kata soni kepada arvin,fano dan doni
soni menyusul aqilla keluar..
"siapa cewek yang tadi itu?"tanya fino kepada arvin
"mana gue tau,hubungan pemilik rumah ini sama nyokap bokap gue aja gue nggak tau"jawab arvin jujur
tanpa banyak bicara soni langsung mengangkat dan menggendong aqilla
"lepasin!!!!"teriak aqilla karna soni menggendongnya seperti orang membawa karung beras
sesampainya didalam rumah soni langsung menurunkannya
aqilla langsung bersimpuh dilantai
"hiks ayah!!!"aqila akhirnya menangis karna merasa dirinya telah ditindas oleh soni
soni menelfon diki"hallo dik! ini aqilla mau bicara"kata soni
"ini ayah kamu mau bicara sama kamu"soni memberikan ponselnya kepada aqilla,setelah itu soni langsung duduk di sofa
"dasar om om brengs*k!"umpat aqila dalam hati
"hallo yah"ucap aqilla
"ada apa lagi nak?"tanya diki dari ujung telfon
"nggak ada yah,tadi ada orang yang super brengs*k yang pengen banget qila pukul pukul injek injek trus kasih makan buaya yang ada di danau"jawab aqilla sambil melempar tatapan tajam kearah soni
"puffhh!"
semua yang berada diruangan itu menahan tawa mendengarnya,kecuali soni,ekspresi wajahnya bertambah dingin saat mendengar celotehan aqilla
"qila,cobalah untuk tidak membuat masalah untuk ayah"dengan perasaan sedikit tidak tega diki mengatakan itu kepada aqilla
deg!!
"baiklah yah"aqilla langsung berdiri dan memberikan ponsel itu kepada soni,mata aqilla kembali memerah menahan tangis
soni langsung menarik tangan aqilla sehingga membuatnya terduduk dipaha nya
"are you okay honey?"bisik soni ditelinga aqilla
deg!
tengkuk aqilla meremang seketika karna bibir soni menempel daun telinga nya