(3) Vampire

(3) Vampire
13 vampire



"dirga!!


cepat cari tahu siapa pengirim surat ?yang mengatakan sea sudah memiliki anak"perintah soni


"baik tuan"setelah itu dirga langsung pergi menuju kantor pos tempat orang misterius mengirimkan surat anonim tersebut


sudah setengah jam dirga melakukan perjalanan menggunakan mobil namun belum juga sampai ke tempat tujuan


disisi lain


ars kecil dan kedua teman barunya berlari sekuat tenaga untuk mencari pertolongan


cciiiittt!!!


mobil yang dikendarai oleh dirga hampir menabrak mereka


dengan emosi yang memuncak dirga keluar dari dalam mobil menghampiri ketiga anak kecil itu


"apa yang kalian lakukan!!!!!"teriak dirga murka


ketiganya langsung ketakutan ketika dirga memarahi mereka


"hiks hiks tolongin kami"rengek ars kecil


saat mengamati wajah ketiga anak kecil tersebut tiba tiba mata dirga membelalak saat melihat ars


"di dia?? kenapa dia sangat mirip dengan tuan muda ars??"tanya dirga dalam hati


"apa yang tejadi kepada kalian bertiga??"tanya dirga karna ia menyadari ada sesuatu yang salah


"ka kami diculik"jawab via


degg!!


"a apa?? diculik??"tanya dirga


ketiganya menganggukkan kepala


dirga mengusap wajahnya dengan kasar


dari kejauhan dirga melihat sebuah mendekat kearahnya


ars,amel dan via langsung ketakutan saat melihat mobil itu


"cepat masuk!!"dirga menyuruh ars,amel dan via masuk kedalam mobilnya


setelah itu dirga langsung masuk kedalam mobil lalu mengendarai mobil dengan sangat cepat


aksi kejar kejaran akhirnya terjadi


dirga membawa mobil kembali kemansion sastrawijaya


"turun!"suruh dirga


ketiganya langsung turun dari mobil


diluar gerbang mobil milik para penculik berjalan lambat sambil mengamati dirga dan ketiga anak kecil tadi


setelah mobil penculik itu pergi dirga langsung mengantar mereka kekantor polisi


"hm,bukannya tadi ada suara anak kecil?


mana anak kecilnya??"tanya ars dalam hati


"ngapain kamu bengong disini??"tanya axel


ars hanya menjawabnya dengan gelengan


disisi lain..


setelah memenangkan diri


azka kembali kekantor polisi


defran melihat azka dengan senyum mengejek


"cih,walaupun dia anak orang kaya,tetap saja gaya nya culun"ejek defran


azka menahan amarah


"entah sampai kapan aku dapat menahannya"dalam hati azka


ia langsung masuk kedalam ruangan tim nya


"aduhh!"keluh alya sambil memegang perutnya


"ka kamu kenapa??"tanya azka gugup


entah kenapa setiap kali berdekatan dengan alya membuat azka gugup


"perut"jawab alya


"aku akan mengantar kmu kerumah sakit"kata azka


"ti tidak perlu,aku hanya perlu beristirahat sebentar saja"tolak alya


"biar aku antar keruang istirahat"kata azka lagi


"baiklah"jawab alya


azka mengantar alya menuju ruang istirahat


"apa yang harus aku lakukan??"tanya azka


"kenapa dia bau darah?? apakah dia terluka??"tanya azka dalam hati


bo boleh minta tolong nggak??"tanya alya ragu ragu


"boleh"jawab azka


"tolong belikan pembalut untuk ku"alya mengatakan itu dengan pipi yang bersemu merah menahan malu


"apa?? pembalut??


makanan jenis apa itu??"tanya azka lagi


"i itu bukan makanan"jawab alya sambil menundukkan kepalanya menahan malu


"baiklah aku akan mencarinya di minimarket"setelah mengatakan itu azka langsung pergi menuju minimarket terdekat


"azka!"panggil axel


"aku pergi sebentar!"sahut azka


sesampainya diminimarket azka dibuat bingung


"mana yang tulisan pembalut??"tanya azka dalam hati


"mbak!! apakah kalian tidak menjual pembalut??"tanya azka kepada karyawan disana


karyawan disana malah tertawa cekikikan mendengar pertannyaan azka


salah satu dari mereka mengambil dua bungkus pembalut


"ini yang ada sayapnya dan yang ini yang tidak memiliki sayap"jelas nya


karna tidak mau pusing azka langsung membayar kedua produk tersebut lalu membawanya kembali kekantor


"apaan tu??"tanya anton


"nggak usah kepo!"seru azka


"ck,dasar pelit"gerutu anton


azka menyeduhkan teh hangat lalu membawanya keruang istirahat


"nih"azka memberikan bungkusan pembalut ke alya


"dan ini tehnya"azka meletakkan gelas teh diatas nakas


diluar ruang istirahat boy dan sela juga sudah datang


"mana azka??"tanya boy


"diruang istirahat"jawab axel


"oh,apakah alya belum datang??"tanya boy


kali ini axel menggelengkan kepalanya


"jangan jangan azka lagi nggak enak badan!"seru sela


ia langsung berjalan menuju ruang istirahat


"mau ngapain kamu??"tanya ars


"ya mau lihat keadaan azka la,masak mau tidur"jawab sela dengan nada bercanda


"jangan!!"bentak ars sambil menatap sela dengan tatapan tajamnya


sela begitu terkejut melihat ars tiba tiba marah


"duduk!!"seru ars


bahkan boy sampai terkejut karna teriakan ars


"buset,abis makan apa ni anak??


kok tiba tiba jadi galak "gerutu boy dalam hati


sela langsung kembali ketempat duduknya dengan kesal


sementara itu diruang istirahat..


melihat alya masih kesakitan azka reflek meletakkan tangannya diperut alya


awalnya alya terkejut dan berontak


"diam"kata azka


rasa sakit diperut alya mulai berkurang setelah mendapatkan elusan tangan azka


beberapa menit kemudian akhirnya alya tertidur


"kenapa rasanya aku pernah melakukan ini sebelumnya?? tapi kapan? dimana?


dengan siapa aku melakukannya?"tanya azka dalam hati


azka menyelimuti perut alya dengan kemeja yang dipakainya


kemudian azka langsung keluar


"baju lo mana az??"tanya axel


"apaan si pakai lo lo segala"gerutu azka


"hm itu"axel juga tidak tahu,terkadang ia tidak sengaja berkata menggunakan bahasa gaul


padahal seingatnya ia belum pernah menggunakan bahasa itu sebelumnya


sela terperanga melihat tubuh azka yang hanya ditutupi baju kaos putih yang memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya


"lap tu iler"boy melempar kotak tisu kearah sela


"apakah tidak ada yang melihat alya??"tanya boy


semua yang berada disana menggeleng kepala kecuali azka


"alya diruang istirahat"jawab azka


"hah!!!!"


"apa!!!!"


pekik mereka


"memangnya kenapa?? kenapa kalian berteriak??"tanya azka saking polosnya


"kamu barusan dari mana??"tanya ars


"ruang istirahat"jawab azka


"sudah berapa lama kamu disana?"kali ini axel yang bertanya


"kurang lebih lima belas menit"jawab azka


azka belum juga menyadari situasinya


boy mengepal tangannya menahan cemburu


"apa yang lo lakuin di sana?!!!"tanya sela dengan mata berkaca kaca


"aku..."


degg!!


azka baru menyadarinya


"tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya"dalam hati azka


boy langsung pergi keruang istirahat diikuti sela ars dan axel


disana mereka mendapati alya sedang tertidur pulas dengan kemeja azka yang menutupi perutnya


"ck,berisik banget sih!!"alya terbangun karna kebisingan yang dibuat oleh sela


"******!!!"seru sela


ia sudah kehilangan akal sehatnya saat melihat kemeja azka bersama alya


alya mencoba berdiri sambil menahan sakit dibagian perutnya


"apa kamu bilang barusan?


atas dasar apa kamu menuduh ku ******?,apakah aku menggoda ayah mu? atau aku menggoda suami mu"tanya alya dengan nada kesal


degg!!


sela terdiam karna ia tidak memiliki hubungan apa apa dengan azka selain hubungan pertemanan