(3) Vampire

(3) Vampire
60 vampire



sikap aqilla yang sangat pecicilan membuat membuat mansion itu terasa hidup kembali


dimeja makan.


"om kenapa cuma makan itu aja?"tanya aqilla penasaran


"makan saja punya kamu"suruh soni


tap tap tap


arvin doni dan fino datang


"silahkan makan"kata soni


setelah makan malam mereka beralih ke ruang tv


"ck bisa bisanya aku melupakan rasya"rutuk soni,dia langsung bangkit dari duduknya


"kenapa om tidak melihat orang yang sedang sakit dikamar tamu itu?"tanya aqilla


"sekarang saya mau kesana"jawab soni


"oh"aqilla ber oh ria


setelah soni pergi kekamar tamu sekarang hanya tinggal aqilla,arvin,fino dan doni


"em sebenarnya apa hubungan kamu sama dia?"arvin memberani kan diri untuk bertanya karna fino memaksanya


"om soni maksudnya?"tanya aqilla balik


"iya"jawab arvin


"dia"belum selesai aqilla menjawab


"assalamuallaikum!"ucap alya


"waallaikum sallam!"sahut aqilla


alya langsung menghampiri qilla"syuut!! mereka belum tahu kalau aku sudah menikah dengan azka"kata alya dengan suara pelan


"hum!"aqilla langsung menutup mulutnya


"ternyata mereka sudah datang"gumam soni


"siapa gadis ini?"tanya danu


"papa!!!"pekik arvin


deg!


"arvin kenapa kamu ada disini?"tanya axel


"ceritanya panjang,intinya kami diselamatkan oleh om soni"jawab arvin


"panggil om ajalah"dalam hati arvin


"diselamatkan?"tanya arvin


"iya,ada yang mau nyulik arvin"kali ini doni yanh menjawabnya


tatapan axel beralih kearah soni"rasya ada diruang tamu"kata soni"sebaiknya kamu dan azka segera kesana"suruh soni


tanpa menunggu lagi axel dan rasya langsung pergi kekamar tamu


"silahkan duduk"kata soni kepada teman teman azka


"mira ambilkan minuman dingin di kulkas!"perintah soni


"iya tuan"sahut mira


"biar aku bantu!"aqilla langsung berlari kedapur


alya juga duduk bersama boy


tak lama kemudian aqilla dan mira datang membawa cemilan dan minuman dingin


"silahkan diminum"ucap aqilla


derrrttt ponsel aqilla berbunyi


"siapa sih?"tanya aqilla sambil merogoh kantong celananya


"hallo,ngapain lagi si romeo??"tanya aqilla bernada kesal


"emangnya nggak boleh kalau gue neflon doang?"tanya romeo dari ujung telfon


"nggak boleh,gue lagi sibuk banyak tamu,bye!"aqilla langsung mematikan ponselnya karna ia tahu kalau romeo akan terus berusaha menelfonnya


dikamar tamu...


"babagaimana ini bisa terjadi?"tanya axel dengan terbata bata


"kenapa dia terluka sangat parah? tidak mungkin kan kalau papa yang menyiksa dia?"tanya azka


rasya masih belum sadarkan diri karna sebanyak apapun darah yang berikan hanya seperempatnya saja yangbenar benar menyerap ditubuhnya,sisahnya hanya menjadi kotoran yang tidak berguna


diruang tamu...


setelah menghidangkan muinuman dan cemilan aqilla ikut duduk disebelah soni


"mira ambilkan lima botol wesky"perintah soni


"baik tuan"mira langsung pergi keruangan penyimpanan khusus minuman


"ih om mau mabuk mabukkan?"tanya aqilla sambil nyengir


"iya"jawab soni


"mending gue tidur sama mbak mira aja,gue takut diperkaos kalau tidur dikamar om soni,orang mabuk kan nggak bisa ngendaliin diri"gumam aqilla


pletak!


"ish om kenapa sih"gerutu aqilla


"sana pergi tidur besok sekolah"soni menyuruh aqilla tidur agar tidak berkeliaran


"nggak,qila mau melihat om mabuk,pasti lucu"tolak aqilla


semua orang pindah ke taman belakang mansion


sebelumnya soni sudah menyuruh anak buah nya berjaga dan waspada terhadap siapapun,sala satu dari mereka juga mendapat tugas mengawasi rasya


di taman belakang...


"wanita dan yang masih dibawa umur jangan ikut minum!"soni memberi peringatan


"iya"sahut aqilla dan yang lainnya


saat sudah larut malam azka mengambil lima botol wesky lagi


aqilla,arvin,fino dan doni duduk dimeja lain.


"ini apaan sih?"tanya aqilla karna rasanya sangat pedas


"itu keripik wasabi"jawab arvin


"huu ham pedes banget!!!"pekik aqilla sambil mengeluarkan air mata


"air! "aqilla meraih gelas berisi air dimeja sebelah karna miliknya sudah habis"em kok rasanya aneh ya?!,mulut gue rasa kebakar!!"aqilla langsung berlari menyari air putih


"ini juga nggak papa"ucap aqilla,ia langsung meminum habis minuman kaleng tersebut


"legah"aqilla langsung kembali ketempat duduknya tadi


"em kenapa rasanya panas banget ya lambung gue? kepala gue juga pusing banget?"tanya aqilla sambil memijat kepalanya yang terasa pusing


"kamu kenapa?"tanya dino kepada aqilla


"nggak tau,kepala qila pusing"jawab aqilla


"jangan jangan lo salah minum?"tanya arvin,arvin mengambil gelas didepan aqilla lalu mengendusnya


"dari mana lo ngambil gelas ini tadi?"tanya arvin


aqilla langsung menunjuk meja sebelah


"gawat! dia mabuk!"ucap arvin panik


"om aqilla mabuk!"arvin memanggil soni


"a apa!!!"tanya soni


mesik sudah minum banyak tidak ada satu diantara mereka yang teler


aqilla bangun lalu berjalan kearah soni"om kepala qilla sakit hiks!"aqilla mengadu kepada soni


"mana yang sakit?"soni menarik aqilla agar duduk dipangkuannya lalu ia memijat kepala aqilla


"bagaimana?"tanya soni


"hiks masih sakit"jawab aqilla,kali ini aqilla malah memeluk soni


doni,boy,sela dan defran melongo melihatnya


"qila jangan seperti ini,saya sedang ada tamu"soni berusaha melepas pelukan aqilla


"nggak maau!"aqilla mengeratkan melukannya


"aahhh aku juga mau punya sugar baby!"celetuk danu


"kenapa nggak sugar dady aja?"tanya axel


"ck,lo kira gue gay!"jawab danu dengan kesal


"sebenarnya apa hubungan aqilla sama om itu?"tanya fino dalam hati,sepertinya fino mulai jatuh cinta kepada aqilla


soni melihat kelebatan hitam berseliweran disekitar pagar"awas!!!!"teriak soni


"azka dan axel langsung waspada


"bertemu lagi"ucap rafael


kilasan ingatan dimasa lalu alya berkelebatan didalam kepala alya


"hiks papa kenapa tega menjualku?"ucap alya


azka langsung menarik alya kedalam pelukannya


"azka apakah kamu mau menukar nyawa kamu dengan nyawa kedua orang tua rasya?"tanya rafael


deg!!


"a apa?!"teriak azka


"apakah perlu saya ulangi lagi?"tanya rafael


"serahkan azka jika kalian mau alex dan istrinya kembali dengan utuh!"seru rafael


"kamu!!!"azka berniat mengejar rafael


"jangan dikejar!!! itu hanya pancingan!"soni melarang azka mengejar rafael karna dirinya tau itu hanyalah sebuah jebakan untuk menangkap azka,sepanjang sejarah yang dia tahu baskoro tidak akan pernah melepas mangsanya hidup hidup,menyerahkan azka atau tidak itu sama saja,alex dan nadia akan tetap dihabisi oleh baskoro


"sial! rencana ku gagal lagi!"umpat rafael


"axel!!"panggil soni


axel langsung menghampiri soni"jaga azka,karna kalau terjadi sesuatu kepada azka kita semua juga akan bernasib sama dengannya"bisik soni


walaupun masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh soni,axel tetap mengiyakannya