(3) Vampire

(3) Vampire
08 vampire



pukul 10 malam azka dkk masih berada dilokasi bekas tkp guna penyelidikan lebih lanjut..


"huaaammmm


apakah diantara kalian nggak ada yang mengantuk??"tanya axel


ia sudah tidak tahan ingin memejamkan mata


"hehe"axel menunjukan deretan giginya


nyali axel langsung ciut saat matanya bertemu dengan tatapan tajam milik azka


lampu jalan yang berada tepat diatas mereka tiba tiba mati


alya melihat sekelebat bayangan hitam


"aaaaa!!!"teriak alya


tanpa sadar alya langsung memeluk azka yang berada disebelahnya


tubuh azka menegang menerima pelukan alya yang tiba tiba


"hati hati ada orang lain disini!!"teriak azka


semua orang langsung waspada


mereka langsung menghidupkan senter di ponsel masing masing


boy dan defran menggertakkan gigi saat melihat alya berada dipelukan azka


"azka!!!"panggil seseorang


si siapa kalian??!"tanya azka panik,karna tidak banyak orang yang mengetahui nama aslinya


arggghhh!!! erang ars karna ada yang menyerangnya dari belakang


"ars kamu kenapa??"tanya axel panik


ars sebisa mungkin menahan rasa sakitnya


"hati hati!!"teriak azka memperingati ars


"dasar pengecut!"teriak axel


srekk!!


punggung azka mendapat cakaran


arggghh!!


"apa mau kalian!??"teriak azka marah


darah dengan cepat mengalir kebawah mengenai tangan alya


"huaaaa daraaaahhhh!!!"pekiknya sambil menangis


azka melepas pelukannya dengan alya


"tolong jaga alya"kata azka kepada boy


"ardi!!"rengek alya


"tenang saja,kamu pasti aman"azka mencoba meyakinkan alya


azka,ars,axel,defran dan yang lainnya langsung mencari sosok misterius tadi


buggh!!!


tiba tiba perut azka dipukul sangat keras


darah segar menyembur dari mulut azka


begitu juga dengan ars dan axel,sepertinya target mereka adalah azka,ars dan axel


ketiganya tersungkur ketanah


tap!! lampu jalan itu kembali hidup


"hahaha ternyata kalian bertiga hanya seonggok sampah!!"ejeknya


alya,boy dan yang lainnya terkejut melihat azka,ars dan axel terduduk ditanah


azka mencoba mengangkat tubuhnya


"a pa yang kalian inginkan??"tanya azka


sambil memegang dadanya yang terasa teramat sakit


"uhuk!


azka terbatuk dan memuntahkan darah


"bajingan kalian!!"boy berlari kearah orang misterius tersebut


greepp!!


dengan mudahnya ia menangkap leher boy


"le lepas kan!!"teriak ars terbata sambil mencoba berdiri


"aku akan menjadikan dia sebagai santapan malam"kata sosok misterius tersebut


defran mengurungkan niatnya untuk membantu boy saat melihat sosok tersebut mengeluarkan kuku dan taringnya


"makhluk apa itu?"tanya defran


tubuhnya gemetar


"bebaskan julia,maka aku akan membebaskan temanmu juga"katanya


"ja ngan harap!"bentak azka


"darko kenapa kamu tidak langsung menghabisi mereka!!"bentak julio melalui telepati


darko langsung melempar tubuh boy kesembarang arah


defran langsung berlari menghampiri boy


"bangs*d!!!!"teriak azka


azka,ars dan axel berlari serentak menyerang darko


hanya dengan beberapa kali gerakan darko berhasil menusuk perut azka


darah segar menyembur dari mulut azka


tubuhnya perlahan ambruk ketanah


yang lainnya ketakutan bukan main melihat kejadian itu


sementara itu ars dan axel terus berjuang melawan darko


alya berlari kearah azka


"hiks hiks ardi bangun!!"panggil alya


alya terus mengguncang tubuh azka


"hiks hiks bangun!!"teriak alya


"entah kenapa aku sangat takut kehilangan dirimu"dalam hati alya


air matanya tidak berhenti mengalir menangisi azka


bayu langsung memeriksa tubuh azka


alangkah terkejutnya bayu saat memeriksa denyut nadi azka


"sepertinya ardi sudah meninggal"kata bayu


rekan mereka


tangis alya semakin kencang mendengar perkataan bayu


ars dan axel terpental untuk kesekian kalinya


"serahkan julia maka aku akan melepaskan teman teman kalian!!"teriak darko lagi


"me mereka juga su dah me ninggal"kata defran sambil tergagap


mereka berlima sangat ketakutan karna hanya tinggal mereka berlima yang masih hidup


sementara mereka sibuk menghindar dari darko


azka tiba tiba membuka mata


azka berdiri tepat dibelakang alya


mata darko terbelalak saat menyadari tatapan tajam azka kearahnya


azka menatapnya tanpa ekspresi


ars! axel! bangun lah!!"gumam azka


ars dan axel langsung bangun


"bu bukannya mereka su sudah meninggal??"tanya boy


"a aku sudah memeriksanya dengan benar"jawab bayu


"aku juga"kata defran


melihat itu darko langsung kalang kabut


"lebih baik aku pergi terlebih dahulu,aku juga mencium aroma vampire lain mendekat kearah sini"darko langsung melesat pergi


"ardi!"panggil alya


azka tidak merespon panggilannya


"kenapa mereka bertiga sangat aneh??"tanya bayu


"tatapan mata mereka bertiga kosong"kata boy


"ardi jangan menakut nakuti kami ya!"bentak defran


tiba tiba saja beberapa orang bertubuh kekar datang kearah mereka


dirga dan rendi panik bukan main melihat azka,ars dan axel akan berubah


mereka mencoba membawa azka,ars dan axel pergi namun ketiganya malah melakukan perlawanan


perkelahian tidak bisa dihindar lagi


alya,boy,defran dan bayu yang tidak tahu apa apa bertambah takut karna kedatangan dirga dan yang lainnya


"aku harus segera membawa mereka pergi dari sini,jangan sampai mereka melihat wujud asli azka,ars dan axel"dalam hati dirga


mau tidak mau dirga dan rendi melawan mereka dengan sekuat tenaga


karna kekuatan mereka bertiga belum kembali sepenuhnya,cukup mudah bagi dirga dan rendi melumpuhkan mereka


setelah berhasil menangkap azka,ars dan axel dirga langsung menghampiri alya dkk


"maafkan kami nona,apakah anda bersedia diantar oleh bawahan saya??"tanya dirga


alya masih diam.


"nona anda tenang saja,kami akan membawa mereka bertiga kerumah sakit"jelas dirga


"demi keamanan nona anak buah saya akan mengantar nona pulang"kata dirga lagi


"ti tudak perlu


saya pulang sendiri saja"tolak alya


"nona,tolong anda jangan mempersulitkan kami,l"ujar dirga


"benar,kami akan mendapat masalah apa bila nona menolak kami