
pukul 10 malam azka dkk masih berada dilokasi bekas tkp guna penyelidikan lebih lanjut..
"huaaammmm
apakah diantara kalian nggak ada yang mengantuk??"tanya axel
ia sudah tidak tahan ingin memejamkan mata
"hehe"axel menunjukan deretan giginya
nyali axel langsung ciut saat matanya bertemu dengan tatapan tajam milik azka
lampu jalan yang berada tepat diatas mereka tiba tiba mati
alya melihat sekelebat bayangan hitam
"aaaaa!!!"teriak alya
tanpa sadar alya langsung memeluk azka yang berada disebelahnya
tubuh azka menegang menerima pelukan alya yang tiba tiba
"hati hati ada orang lain disini!!"teriak azka
semua orang langsung waspada
mereka langsung menghidupkan senter di ponsel masing masing
boy dan defran menggertakkan gigi saat melihat alya berada dipelukan azka
"azka!!!"panggil seseorang
si siapa kalian??!"tanya azka panik,karna tidak banyak orang yang mengetahui nama aslinya
arggghhh!!! erang ars karna ada yang menyerangnya dari belakang
"ars kamu kenapa??"tanya axel panik
ars sebisa mungkin menahan rasa sakitnya
"hati hati!!"teriak azka memperingati ars
"dasar pengecut!"teriak axel
srekk!!
punggung azka mendapat cakaran
arggghh!!
"apa mau kalian!??"teriak azka marah
darah dengan cepat mengalir kebawah mengenai tangan alya
"huaaaa daraaaahhhh!!!"pekiknya sambil menangis
azka melepas pelukannya dengan alya
"tolong jaga alya"kata azka kepada boy
"ardi!!"rengek alya
"tenang saja,kamu pasti aman"azka mencoba meyakinkan alya
azka,ars,axel,defran dan yang lainnya langsung mencari sosok misterius tadi
buggh!!!
tiba tiba perut azka dipukul sangat keras
darah segar menyembur dari mulut azka
begitu juga dengan ars dan axel,sepertinya target mereka adalah azka,ars dan axel
ketiganya tersungkur ketanah
tap!! lampu jalan itu kembali hidup
"hahaha ternyata kalian bertiga hanya seonggok sampah!!"ejeknya
alya,boy dan yang lainnya terkejut melihat azka,ars dan axel terduduk ditanah
azka mencoba mengangkat tubuhnya
"a pa yang kalian inginkan??"tanya azka
sambil memegang dadanya yang terasa teramat sakit
"uhuk!
azka terbatuk dan memuntahkan darah
"bajingan kalian!!"boy berlari kearah orang misterius tersebut
greepp!!
dengan mudahnya ia menangkap leher boy
"le lepas kan!!"teriak ars terbata sambil mencoba berdiri
"aku akan menjadikan dia sebagai santapan malam"kata sosok misterius tersebut
defran mengurungkan niatnya untuk membantu boy saat melihat sosok tersebut mengeluarkan kuku dan taringnya
"makhluk apa itu?"tanya defran
tubuhnya gemetar
"bebaskan julia,maka aku akan membebaskan temanmu juga"katanya
"ja ngan harap!"bentak azka
"darko kenapa kamu tidak langsung menghabisi mereka!!"bentak julio melalui telepati
darko langsung melempar tubuh boy kesembarang arah
defran langsung berlari menghampiri boy
"bangs*d!!!!"teriak azka
azka,ars dan axel berlari serentak menyerang darko
hanya dengan beberapa kali gerakan darko berhasil menusuk perut azka
darah segar menyembur dari mulut azka
tubuhnya perlahan ambruk ketanah
yang lainnya ketakutan bukan main melihat kejadian itu
sementara itu ars dan axel terus berjuang melawan darko
alya berlari kearah azka
"hiks hiks ardi bangun!!"panggil alya
alya terus mengguncang tubuh azka
"hiks hiks bangun!!"teriak alya
"entah kenapa aku sangat takut kehilangan dirimu"dalam hati alya
air matanya tidak berhenti mengalir menangisi azka
bayu langsung memeriksa tubuh azka
alangkah terkejutnya bayu saat memeriksa denyut nadi azka
"sepertinya ardi sudah meninggal"kata bayu
rekan mereka
tangis alya semakin kencang mendengar perkataan bayu
ars dan axel terpental untuk kesekian kalinya
"serahkan julia maka aku akan melepaskan teman teman kalian!!"teriak darko lagi
"me mereka juga su dah me ninggal"kata defran sambil tergagap
mereka berlima sangat ketakutan karna hanya tinggal mereka berlima yang masih hidup
sementara mereka sibuk menghindar dari darko
azka tiba tiba membuka mata
azka berdiri tepat dibelakang alya
mata darko terbelalak saat menyadari tatapan tajam azka kearahnya
azka menatapnya tanpa ekspresi
ars! axel! bangun lah!!"gumam azka
ars dan axel langsung bangun
"bu bukannya mereka su sudah meninggal??"tanya boy
"a aku sudah memeriksanya dengan benar"jawab bayu
"aku juga"kata defran
melihat itu darko langsung kalang kabut
"lebih baik aku pergi terlebih dahulu,aku juga mencium aroma vampire lain mendekat kearah sini"darko langsung melesat pergi
"ardi!"panggil alya
azka tidak merespon panggilannya
"kenapa mereka bertiga sangat aneh??"tanya bayu
"tatapan mata mereka bertiga kosong"kata boy
"ardi jangan menakut nakuti kami ya!"bentak defran
tiba tiba saja beberapa orang bertubuh kekar datang kearah mereka
dirga dan rendi panik bukan main melihat azka,ars dan axel akan berubah
mereka mencoba membawa azka,ars dan axel pergi namun ketiganya malah melakukan perlawanan
perkelahian tidak bisa dihindar lagi
alya,boy,defran dan bayu yang tidak tahu apa apa bertambah takut karna kedatangan dirga dan yang lainnya
"aku harus segera membawa mereka pergi dari sini,jangan sampai mereka melihat wujud asli azka,ars dan axel"dalam hati dirga
mau tidak mau dirga dan rendi melawan mereka dengan sekuat tenaga
karna kekuatan mereka bertiga belum kembali sepenuhnya,cukup mudah bagi dirga dan rendi melumpuhkan mereka
setelah berhasil menangkap azka,ars dan axel dirga langsung menghampiri alya dkk
"maafkan kami nona,apakah anda bersedia diantar oleh bawahan saya??"tanya dirga
alya masih diam.
"nona anda tenang saja,kami akan membawa mereka bertiga kerumah sakit"jelas dirga
"demi keamanan nona anak buah saya akan mengantar nona pulang"kata dirga lagi
"ti tudak perlu
saya pulang sendiri saja"tolak alya
"nona,tolong anda jangan mempersulitkan kami,l"ujar dirga
"benar,kami akan mendapat masalah apa bila nona menolak kami