Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 98



“Makanya kamu harus melakukannya untukku ya?” Roh Elyana menyeka air mata Elyana dengan senyuman tenang di wajahnya.


“Tapi… apakah kamu akan baik-baik saja?” Elyana memasang ekspresi yang khawatir.


“Tentu saja. Walaupun kamu tidak bisa melihatku… aku selalu berada disampingmu untuk mendukungmu. Aku tahu kamu pasti akan bisa melakukannya.” Roh Elyana menatap mata Elyana dari dekat dengan tatapan yang sangat menenangkan.


“Aku tidak punya pilihan lain bukan?” Elyana tersenyum sedih saat melihat tatapan mata roh Elyana.


“Aku tahu kamu pasti dapat melakukannya…” Roh Elyana tersenyum pada Riana yang berada dalam tubuh Elyana untuk yang terakhir kalinya.


Seketika pandangan Elyana menjadi putih semua dan terlihat sebuah buku yang terbuka dengan satu halaman yang hitam yang bertuliskan ‘Pangeran Albern dan Caitlin akan mengkhianati Raja Barnett dan membunuhnya untuk menjadikan Albern sebagai raja selanjutnya.’


Elyana tiba-tiba terbangun dengan air mata yang masih mengalir di wajahnya dan ia langsung menghapus air matanya dengan sedikit cahaya yang mulai kembali pada matanya.


“Aku harus melakukannya…” Ucap Elyana dengan sedikit senyuman di wajahnya sambil melihat ke arah langit-langit kamarnya.


“Pertama, aku harus menyelesaikan masalah yang ada di rumah ini terlebih dahulu. Setelah aku menyelesaikan ini semua… aku ingin pergi ke suatu tempat yang sunyi…” Elyana membayangkan dirinya yang berdiri seorang diri di tempat yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah dan lautan yang luas terbentang di depannya.


“Aku tidak perlu memikirkan apapun… sebuah kebebasan yang selalu kuinginkan…” Elyana mengangkat tangannya dengan alih-alih mencoba untuk meraih tempat yang diinginkannya itu.


“Nona Elyana.” Suara ketukan pintu dan panggilan dari Lia membangunkan lamunan panjang Elyana.


“Ada apa?” Jawab Elyana sambil menurunkan tangannya.


Elyana pun segera berdiri dan membukakan pintunya pada Lia. “Aku baik-baik saja. Ini sudah malam bukan? Lebih baik Lia segera beristirahat…” Ucap Elyana dengan senyuman yang begitu lembut.


Lia yang awalnya datang dengan ekspresi khawatir tiba-tiba tersenyum lega saat melihat Elyana yang tersenyum lembut seperti itu.


“Apakah terjadi sesuatu Lia? Kamu terlihat tidak seperti biasanya…” 


Semakin Lia melihat ke wajah Elyana, ia merasa semakin ingin menangis. “Tidak, saya hanya bersyukur Anda sudah kembali ke diri Anda yang biasanya.” 


“Hahaha, apa yang kamu bicarakan Lia? Bukankah aku selalu seperti ini? Besok kamu harus bangun pagi bukan? Jadi lebih baik kamu segera kembali beristirahat…” Suara tawa Elyana yang begitu ceria membuat Lia semakin ingin menangis.


“Saya memang hanya maid biasa disini… tetapi jika Anda butuh bantuan, saya siap untuk membantu Anda kapanpun juga, jadi… tolong jangan terlalu memaksakan diri Anda sendiri.” Lia merasa sangat sedih saat mengingat Elyana yang kembali beberapa hari yang lalu terlihat seperti orang yang sangat putus asa.


Elyana tiba-tiba berhenti tertawa saat mendengar ucapan Lia dan seketika ia tersenyum lemah melihat Lia yang mengatakan hal itu dengan tangan yang gemetaran.


“Lia… setelah semuanya selesai… apakah kamu mau mendengarkan ceritaku?” Tanya Elyana sambil memegang tangan Lia yang gemetaran.


“T-Tentu saja. Saya akan mendengarkan semua hal yang ingin dikatakan Nona Elyana.” Jawab Lia dengan suara gemetaran yang sedang menahan tangisnya.


“Lia… kamu memang orang yang baik sekali…” Elyana tersenyum dengan penuh kebahagiaan dari lubuk hati terdalamnya.