Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 81



“Armand Abelard menghadap Raja Barnett Flawless.” Armand membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada Raja Barnett.


Saat Armand melihat ke sampingnya, Malvin hanya ikut membungkukkan badannya dan tidak menyapa Raja Barnett sama sekali. Saat ia ingin menyuruh Malvin untuk menyapa Raja Barnett, sang raja tiba-tiba menyuruh mereka untuk mengangkat kepala mereka.


“Kalian boleh mengangkat kepala kalian. Kerja bagus Armand Abelard, Kapten Ksatria Kerajaan Divisi Satu. Saya sangat kagum dengan kerja keras mu kali ini.” Raja Barnett tersenyum sambil melihat Armand.


“Ini bukan apa-apa, terima kasih karena sudah mempercayakan tugas ini kepada saya.” Armand kembali melihat ke Raja Barnett dengan serius.


“Hahaha. Kamu benar-benar orang yang rendah hati. Apakah ada yang kamu inginkan? Katakan saja.” Raja Barnett tertawa sedikit, ia terlihat sangat senang dengan kerendahan hati Armand.


“Tidak ada yang saya inginkan. Ini sudah merupakan tugas saya untuk melaksanakan tugas yang Anda berikan.” Armand masih memperlihatkan keseriusan nya pada Raja Barnett.


“Baiklah. Jika kamu ada sesuatu yang diinginkan, bilang saja. Kalau begitu kalian sudah boleh keluar dari sini.” Raja Barnett tidak melihat ke arah Malvin sekalipun, ia hanya terus menatap Armand.


Armand terlihat sedikit ragu saat Raja Barnett menyuruh mereka untuk keluar. Ia melihat Malvin untuk beberapa saat. “Baik. Kami akan segera keluar.” Armand dan Malvin segera memberi hormat pada Raja Barnett dan pergi dari ruangan itu begitu saja.


Saat mereka sudah keluar dari sana, Armand melihat ke arah Malvin untuk beberapa saat. “Ada apa? Apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan?” Tanya Malvin saat melihat tatapan Armand yang mengarah kepadanya.


“Tidak. Saya akan mengobati luka tangan Anda dan segera mengantar Anda kembali ke kamar Anda.” Armand mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah depan.


“Kurasa untuk sekarang aku akan mendengarkanmu.” Malvin menundukkan kepalanya dengan ekspresi yang sedih.


“Ikuti aku.” Armand kemudian berjalan di depan Malvin dan pergi ke sebuah ruangan di sana. Setelah sampai disana Armand menyuruh Malvin untuk tunggu disana sebentar sementara ia mengambil obatnya terlebih dahulu.


“Jika aku melarikan diri sekarang, para ksatria itu pasti akan menangkapku.” Malvin melihat ke arah luar jendela ruangan itu dan melihat banyak ksatria kerajaan yang sedang latihan mengayunkan pedang mereka.


“Syukurlah jika Anda masih bisa menggunakan akal sehat Anda.” Armand mengikuti arah tatapan Malvin ke arah luar jendela.


“Ngomong-ngomong ini ruangan apa?” Tanya Malvin sambil meletakkan tangannya pada meja kecil di depannya.


“Ini adalah ruangan yang digunakan saat ksatria seperti kami terluka.” Armand membuka kotak itu dan membersihkan darah yang ada di tangan Malvin.


“Oh… Kamu kelihatannya tahu banyak tentang obat-obatan seperti ini.” Malvin melihat tangannya yang diobati oleh Armand dengan hati-hati dan terkejut saat melihat Armand terlihat berpengalaman dengan hal-hal seperti ini.


“Yah… begitulah…” Armand terlihat sangat fokus untuk mengoleskan obatnya dan membalut tangan Malvin dengan perban.


“Hm…” Saat Malvin melihat Armand yang sedang sibuk mengobati tangannya, ia mengarahkan pandangannya pada ksatria yang sedang berlatih mengayunkan pedangnya dengan serius. “Enaknya…”


Saat mendengar ucapan Malvin, Armand menolehkan kepalanya dan menatap Malvin sebentar. “Apakah Anda suka dengan pedang?”


“Tidak. Aku hanya merasa jika mempunyai sesuatu untuk dilakukan dengan serius pasti akan menyenangkan…” Malvin tidak melihat ke arah Armand, ia tetap memperhatikan mereka dengan tatapan kosong.


“Begitukah…? Baiklah saya sudah selesai mengobati luka Anda.” Armand menyimpan kembali obat-obatan yang dia keluarkan dari kotak kecil itu.


“Terima kasih.” Malvin segera bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar ruangan itu. “Kamu tidak perlu mengantarku, aku akan kembali ke kamarku sendiri.” Setelah mengatakan hal itu, Malvin langsung keluar tanpa memperhatikan Armand.