Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 58



Sore pun tiba, Elyana pergi ke taman di halaman belakang mansionnya, ia tampak senang sekali karena cuaca hari ini tidak panas. Lia yang melihat ekspresi bahagia Elyana juga ikut senang. Setelah sampai di taman itu, ia melihat sebuah meja dan kursi yang sudah disiapkan oleh Lia dan diatas meja tersebut terpajang banyak sekali jenis kue yang sangat disukai Elyana.


“Wah! Apa kamu yang menyiapkan ini Lia?” Ucap Elyana dengan antusias saat melihat banyak kue yang sangat disukainya.


“Ya. Saya pikir Anda akan menyukai ini.” Ucap Lia dengan senyuman di wajahnya saat melihat Elyana yang terlihat antusias saat melihat kue yang sudah disiapkannya.


“Terima kasih Lia. Aku sangat menyukainya!” Elyana segera duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Lia dan memakan salah satu kue yang berada di atas mejanya.


“Syukurlah jika Anda menyukainya.” Lia menutup matanya sambil tersenyum berdiri di samping Elyana.


“Lia juga duduklah dan menikmati kue-kue ini bersamaku.” Elyana menolehkan kepalanya pada Lia dan dengan senyuman di wajahnya, ia menyuruh Lia untuk duduk bersamanya.


Lia terlihat tersentak kaget dengan tawaran Elyana. “Maaf. Saya tidak bisa melakukan itu.” Ucap Lia sambil menundukkan kepalanya pada Elyana dengan ekspresi yang merasa bersalah.


“Hanya hari ini saja. Kumohon.” Elyana tampak terlihat sedih saat mendengar Lia yang menolak ajakannya.


“Maaf. Saya benar-benar tidak bisa. Tidak mungkin pelayan seperti saya berani duduk di tempat yang sama dengan nona.” Lia masih menundukkan kepalanya dan kembali meminta maaf kepada Elyana dengan ekspresi yang sedih. Lia tampak melihat ke arah jendela dimana tempat kerja ayah Elyana berada selama beberapa detik.


“Begitukah? Maaf.” Elyana terlihat sedikit terkejut dengan ucapan Lia, tapi ia segera menerima hal tersebut dan kembali memakan kue yang disukainya dengan ekspresi yang sedikit sedih.


Beberapa waktu pun berlalu, setelah Elyana sudah selesai memakan kuenya, Lia segera membereskan sisa kue yang tidak dihabiskan oleh Elyana. Saat Lia sedang membereskan sisa kue Elyana, pelayan lain datang dan mengantar Elyana untuk kembali ke kamarnya.


Malam pun tiba, saat Lia sedang ingin bertanya pada Elyana apa yang mau dimakannya malam ini, tiba-tiba seorang pelayan yang dikirim oleh ayah Elyana menghampiri Elyana.


“Nona Elyana. Ayah Anda meminta untuk makan malam bersama Anda malam ini.” Ucap pelayan itu dengan bahasa yang sopan sambil membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Elyana.


“Ayah?” Tanya Elyana dengan ekspresi yang serius. Dalam hatinya ia merasa sangat marah saat mendengar ajakan itu.


“Ya. Jika Anda sudah siap, ayah Anda menyuruh Anda untuk segera pergi ke ruang makan sekarang juga.” Ucap pelayan itu sambil masih membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Elyana.


“Hah… baiklah, aku akan pergi sekarang juga.” Ucap Elyana sambil berjalan melewati Lia dan pelayan itu.


Setelah sampai di depan pintu ruang makan keluarga Alston berada, ia segera masuk saat kedua penjaga yang berjaga di depan pintu itu membukakan pintunya untuk Elyana. Saat ia sudah masuk ke dalam ruang makan itu, ayah Elyana tampak duduk disana sambil menyantap makanannya tanpa mempedulikan Elyana yang kini sedang berdiri di depannya.


“Ada apa kamu memanggilku?” Tanya Elyana sambil berjalan menuju kursi yang diarahkan oleh pelayannya.


“Besok, Vicount Dallen Brant akan datang untuk membicarakan pesta pernikahan kalian berdua. Berdandanlah yang cantik.” Ucap ayah Elyana sambil memotong steak di piringnya.


Elyana sedikit terkejut saat mendengar hal tersebut, namun tatapan matanya tiba-tiba menjadi kosong. “Baik.” Ucap Elyana sambil melihat ke steak yang kini sudah disajikan di piringnya.


“Dan satu lagi, aku akan mengganti orang yang akan mengurusmu mulai sekarang.” Ayah Elyana melanjutkan ucapannya sambil melihat ke arah Elyana dengan tatapan yang heran karena ia menjadi lebih penurut dari biasanya.


“Apa kamu akan mengusirnya?” Tanya Elyana tanpa melihat ke arah ayahnya dan hanya fokus pada makanan yang disajikan di depannya.


“Tidak, aku hanya menggantinya untuk pekerjaan lain.” Jawab ayah Elyana dengan nada suara yang dingin.


“Baiklah.”


“Mungkin kamu lebih baik seperti ini dari beberapa hari yang lalu.” Ucap ayah Elyana sambil melihat Elyana dengan senyuman yang dingin di wajahnya.


“Begitukah? Kalau begitu Hanya itu saja yang ingin ayah katakan?” Elyana berhenti memakan makanannya dan melihat ke wajah ayahnya sebentar dengan sebuah senyuman.


“Ya. Hanya itu saja yang ingin kukatakan.” Ayah Elyana terlihat kesal saat melihat senyuman Elyana.


“Kalau begitu aku sudah kenyang, jadi aku izin untuk kembali ke kamar untuk beristirahat terlebih dulu, Ayah.” Elyana meletakkan peralatan makannya dan berdiri dari kursinya.


“Baiklah. Beristirahatlah dengan baik untuk besok.” Ayah Elyana menolehkan kepalanya ke atas untuk melihat wajah Elyana dengan sebuah senyuman yang puas tergambar di wajahnya. 


Elyana tidak menjawab perkataan ayahnya. Ia hanya tersenyum padanya dan berjalan meninggalkan ruang makan itu. Dengan tatapan yang kosong ia berjalan menuju ke kamarnya dengan hati yang kacau dan pikiran yang kosong.