Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 35



Elyana dan Arabella memasuki tempat dimana pesta teh resmi diadakan. Mereka berdua terlihat gugup saat melihat banyak bangsawan wanita lain yang melihat ke arah mereka. 


"Tatapan mereka dari dulu tidak pernah berubah." Gumam Elyana dalam hatinya. 


"Oh ya, bukankah ini adalah anak perempuan Marquis Alston yang sangat terkenal itu?" Ucap seorang wanita yang kini berdiri di hadapan Elyana dan Arabella dengan sebuah kipas yang menutup separuh wajahnya. 


"Siapa kamu?" Elyana merasa sedikit kesal dengan ucapan wanita itu. 


"Oh… apakah kepalamu mengalami sedikit gangguan karena perbuatan bodohmu di pesta yang aku adakan?" Ucap wanita itu dengan nada yang arogan. 


Arabella terlihat kesal dengan nada bicara wanita itu. "Bukankah kata-kata itu terlalu kasar untuk dikatakan oleh seorang putri Earl Ellworth kepada putri seorang Marquis? Cerelia Ellworth?" Arabella menatap tajam wanita itu. 


"Cerelia Ellworth? Oh… maaf, wajahmu terlalu biasa untuk kuingat." Ucap Elyana dengan senyuman mengejek. 


"Apakah kalian tidak bisa membiarkanku duduk dengan tenang dan menunggu pesta teh ini berakhir?" Gerutu Elyana dalam hatinya. 


Cerelia terlihat sangat marah saat Elyana mengatakan itu. "BERANINYA KAMU!" Teriak Cerelia dengan suara yang penuh dengan emosi. 


"Ayolah, kamu adalah seorang putri bangsawan, apakah kamu bisa tidak berteriak seperti itu? Menyebalkan." Ucap Elyana dengan tatapan dingin yang mengarah pada Cerelia. 


Elyana menarik tangan Arabella dan berjalan melewati Cerelia yang masih sangat marah. 


"Apakah tidak apa-apa meninggalkannya seperti itu?" Tanya Arabella dengan cemas. 


"Tidak apa-apa. Cara terbaik menghadapi orang-orang seperti itu adalah dengan tidak mempedulikannya." Jawab Elyana sambil menyodorkan sepotong kue yang berada di piring kecil kepada Arabella. 


"Baiklah jika kamu bilang begitu." Arabella terlihat sedikit lega saat mendengar jawaban Elyana. 


Elyana dan Arabella tampak bersenang-senang memilih kue yang ingin mereka makan. Tapi, tiba-tiba Cerelia berada di belakang Elyana, sambil memegang segelas wine di tangannya, ia kemudian menuangkan wine itu di atas kepala Elyana. 


"Hah… apakah kamu bisa menjelaskan tentang hal ini Cerelia Ellworth? Gaunku jadi kotor berkat dirimu." Ucap Elyana sambil perlahan membalikkan badannya ke arah dimana Cerelia berada. 


"Hah! Hanya karena kamu seorang anak Marquis, kamu kira kamu bisa begitu sombong?!" Teriak Cerelia dengan suara yang sangat keras hingga pandangan para bangsawan kini tertuju kepada mereka. 


"Aku rasa pesta manapun yang aku ikuti, semuanya selalu berakhir seperti ini." Ucap Elyana dalam hatinya sambil menghembuskan napas berat. 


"Aku bukannya ingin sombong atau apa, aku hanya memperingatimu jika kamu berteriak seperti itu di depan bangsawan lain seperti ini, kamu hanya mempermalukan dirimu saja. Apa sesulit itu untuk memahaminya dengan otak bodohmu itu?" Ucap Elyana sambil melihat ke Cerelia dengan tatapan yang kesal. 


"A-Apa katamu?!" Amarah Cerelia kini memuncak, ia hendak mencoba untuk memukuli Elyana dengan gelas wine kosong yang dipegangnya, tapi kedua temannya yang berada di sampingnya menghentikannya. 


"T-Tolong hentikan, Nona Cerelia! Jika kamu melakukan itu terhadap putri Marquis, kamu pasti akan mendapat masalah." Ucap salah satu teman Cerelia yang berada di sampingnya. 


"Aku rasa temanmu yang berada di sampingmu mempunyai otak yang lebih bagus dari otakmu itu." Ucap Elyana dengan senyuman yang mengejek. 


"Hah… hah… hah…" Cerelia tampak kesulitan mengatur napasnya karena terlalu marah. Kemudian ia berjalan pergi begitu saja meninggalkan Elyana dan Arabella disana. 


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Arabella dengan ekspresi yang khawatir.


"Ya, aku baik-baik saja. Ayo kita segera pergi dari sini. Aku rasa aku tidak bisa terus disini dengan gaun seperti ini." Ucap Elyana sambil melihat gaunnya yang terkotori oleh wine. 


Arabella melihat Elyana dengan tatapan yang cemas. "Maafkan aku karena tidak bisa melakukan apapun." Ucap Arabella dengan tangan kanannya yang memegang lengan tangan kirinya. 


"Tenang saja, itu bukan salahmu. Lagipula, setidaknya sekarang kita sudah punya alasan untuk pergi dari sini bukan?" Elyana mengelus kepala Arabella dan tersenyum. 


Arabella perlahan menganggukkan kepalanya, ia sangat kagum dengan Elyana yang sudah mendapat perlakuan seperti itu tetapi masih bisa tersenyum layaknya tidak ada yang terjadi.