
Willard perlahan membuka matanya dan mendapati Armand yang masih duduk di depannya. Ia segera bangun dan bertanya pada Armand. "Apa kamu tidak tidur?" Tanya Willard sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Tidak. Kita butuh seseorang untuk berjaga dan juga saya sudah terlatih untuk tidak tidur selama beberapa hari." Armand berdiri dari tempat duduknya dan mengambil ranting di sekitar api unggun untuk mematikan apinya.
"Maaf." Willard merasa bersalah karena harus membuat Armand berjaga semalaman.
"Tidak apa-apa. Lagipula Anda adalah orang sakit, jadi wajar saja jika saya harus melindungi Anda. Apakah Anda sudah bisa bangun dan berjalan sekarang?" Tanya Armand sambil melihat ke mata Willard.
Willard mencoba bangun dengan perlahan. "Aku rasa aku sudah baik-baik saja." Ucap Willard sambil mencoba berjalan dan menggerakkan tubuhnya.
"Untuk jaga-jaga lebih baik Anda jangan mengayunkan pedang Anda dengan berlebihan." Armand mengambil pedang Willard dan memberikannya pada Willard.
"Baiklah." Willard mengambil pedangnya dari Armand.
"Ayo kita mulai jalan sekarang." Armand mengambil kepala beruang yang ada di dekatnya dan meletakkannya di kuda yang ia bawa.
"Baik." Ucap Willard sambil memakai kembali zirahnya.
Armand melihat ke arah Willard dengan tatapan heran. "Apakah kepala Anda terbentur sesuatu saat tidur? Saya rasa Anda bukanlah orang yang dapat mendengarkan perkataan saya begitu saja." Armand meletakkan tangan di dagunya seakan sedang kebingungan saat mendengar jawaban Willard yang patuh padanya.
"Bukankah itu hal yang baik jika saya mendengarkan Anda?" Willard terlihat kesal saat mendengar ucapan Armand tetapi masih mencoba untuk menjawabnya dengan bahasa yang sopan dan senyuman kesal di wajahnya.
"Lebih baik kita segera jalan." Willard mencoba untuk menahan emosinya.
"Baiklah. Ayo." Armand membalikkan badannya dan berjalan di depan Willard.
Willard dan Armand pun berjalan menyusuri hutan itu untuk mencari mangsanya,tetapi mereka tidak mendapatkan satupun mangsa yang mempunyai poin tinggi dan pada akhirnya mereka pun tiba di sebuah sungai dan Armand menyarankan mereka untuk beristirahat di pinggir sungai itu terlebih dahulu.
Willard melihat ke sungai itu dan menggunakan tangannya untuk mengambil air sungai itu untuk membasahi wajahnya dan ia tampak kesal. "Kita sudah berjalan cukup lama, tetapi mengapa kita hanya bertemu dengan sedikit binatang disini dan parahnya lagi poin mereka begitu rendah" Ucap Willard sambil menatap ke arah Armand yang sepertinya sedang berpikir.
"Ini aneh sekali. Apakah ada peserta lain yang sudah membunuh binatang-binatang disini? Tapi, jika mereka sudah memburu binatang yang ada disini harusnya ada bercak darah ataupun bau darah di sekitar sini." Ucap Armand sambil mencoba memikirkan kemungkinan lain yang membuat tempat ini begitu sepi.
"Kamu benar. Jika ada bangsawan lain yang sudah memburu binatang di sekitar sini kenapa tidak ada bercak darah ataupun badan binatang? Harusnya mereka hanya mengambil kepalanya, karena satu-satunya cara untuk Raja Barnett mengetahui pemenangnya adalah dengan menghitung poin kepala binatang itu dan membawa badan binatang sangat merepotkan dan tidak menghasilkan poin satupun." Ucap Willard sambil berpikir keras dan ia kembali membasahi wajahnya lagi.
"Apakah ini ada kaitannya dengan pembunuh yang mengincar Anda?" Tanya Armand kepada Willard dengan ekspresi yang serius.
"Kamu seharusnya sudah tahu bahwa aku sudah membunuh mereka semua. Tapi tunggu… Apa jangan-jangan…?" Willard berhenti membasahi wajahnya.
Armand tiba-tiba menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasi mereka. "Lebih baik kita segera pergi dari sini." Armand segera mengajak Willard untuk pergi dari sungai itu dan kembali memasuki hutan itu kembali.